
Adel masih terus berpikir dengan keras karena merasa tak asing pada wanita yang dilihatnya tadi, sehingga akhirnya dia kembali teringat pada wanita itu,
"Dia kan?agh,mungkin aku salah orang kali."Ucap Adel lalu melangkahkan kakinya menghampiri suami dan mertuanya.
Terlihat Bryan tetap menundukan kepalanya.Adel yang menghampirinya pun mendekati suaminya itu dan mengelus-elus pundaknya.Ibu dan bapaknya terlihat sedang mengobrol serius yang kemudian membuka suara,
"Nak,ayo kita ketempat kejadian tadi dan mencari tau siapa keluarga anak itu.Kalau sampai pihak keluarganya tidak datang,maka pihak rumah sakit menyerahkan kepada kita untuk mengurus pemakamannya."Ucap bapaknya yang dianggukin oleh ibunya.
"Semoga saja kita menemukan keluarganya.Kasian kalau sampai keluarganya tidak tau menau tentang keberadaan anak itu yang sudah meninggal."Ucap Adel yang membuat Bryan melototinya dengan tajam.
"Kalau sampai keluarganya tau,bisa-bisa gue masuk penjara.lebih baik kita saja yang mengurus pemakaman anak itu."Ucap Bryan setengah berbisik kepada orangtua dan istrinya.
"Ya gak bisa gitu dong mas.Kita harus mencari keberadaan keluarganya.Mungkin saja saat ini mereka sedang mencari keberadaan anak mereka yang belum pulang.Mas gak boleh gini,hadapi dan ini memang tanggung jawab mas."Ucap Adel tak terima ucapan suaminya itu.
"Lu senang yah kalau gue masuk penjara hah?"teriak Bryan hendak menampar istrinya namun dihalangi oleh bapaknya.
"Hentikan Bryan.Ini rumah sakit jangan membuat keributan disini.Lagipula omongan istrimu ada benarnya.Kasian kalau sampai keluarganya gak mengetahui keadaan anak yang sudah kamu tabrak itu."Ucap bapaknya memelankan suaranya karena gak mau menambah keributan.
"Maafin ucapan Adel,mas.Tapi,kalau kita tak mencari tau,kemungkinan saja saat ini keluarganya sudah melapor ke pihak yang berwajib atas kasus kehilangan anaknya."Ucap Adel menenangkan suasana.
Baru saja Adel menyebut tentang polisi,tak lama mereka semua pun dikagetkan dengan kedatangan polisi dan salah seorang lelaki paruh baya .Polisi tersebut membawa surat penahanan yang ditujukan kepada Bryan.
"Dia pak orangnya yang sudah menabrak anak itu."Ucap Bapak-bapak tadi yang ternyata adalah orang yang menemani Bryan saat mengantar anak itu kerumah sakit.
"Menurut keterangan beberapa saksi,mobil anda yang sudah menabrak seorang anak ramaja.Dan salah satunya yang menemani anda mengantar anak tersebut kerumah sakit ini.Dan juga korban dinyatakan meninggal dunia.Untuk itu kami menyatakan bahwa anda ditahan."Ucap pak polisi memborgol tangan Bryan.
"Tapi pak,aku tak bersalah.Anak itu nyebrang sembarangan pak.Tolong jangan tahan saya.Bu,tolong jelasin kalau Bryan gak salah."Teriak Bryan memohon kepada ibunya.
"Ayo cepat.Nanti bisa jelaskan dikantor semuanya."Ucap polisi itu lagi lalu menggiring Bryan masuk kedalam mobil.
"Tunggu kami disana nak.Kami pasti akan membebaskanmu."Teriak ibunya saat mobil polisi itu berjalan pergi meninggalkan area rumah sakit.
Diruangan rumah sakit,terlihat Adel sedang mengobrol dengan seorang bapak yang tadi datang bersama polisi.Dia menanyakan beberapa hal dan dijawab oleh bapak tersebut,
"Pak,Bagaimana kronologi kecelakaannya?"
Bapak itupun menceritakan semuanya kepada Adel saat suaminya menabrak anak itu sampai saat membawanya kerumah sakit.
"Bapak tau gak keluarga dari anak itu?"tanya Adel menyelidik.
"Dia anak jalanan mbak.Saya juga gak tau siapa keluarganya.Sering liat dijalanan,ngamen.Menurut warga sekitar,anak itu yatim piatu."
__ADS_1
"Apa bapak tau dia tinggal dimana?"
"Gak tau juga mbak.Untuk lebih jelasnya,mbak datang aja ketempat kejadian kecelakaan,disana banyak anak jalanan boleh tanya kemereka."Ucap bapak itu lalu beranjak meninggalkan Adel dari ruangan itu.
Adel menemui kedua mertuanya dan menyuruh mereka untuk pergi kekantor polisi.Dirinya mengatakan hendak mencari keberadaan keluarga korban.Tapi ditolak oleh mertuanya.Ibunya yang akan menemani Adel sedangkan Bapaknya kekantor polisi sendirian.Mereka takut Adel akan tersesat karena dirinya belum tau betul tentang kota itu.
_____
"Permisi,bu mau nanya boleh?"tanya Adel kepada Ibu penjual nasi goreng disekitar tempat kejadian kecelakaan tadi.
"Pasti mau tanya tentang keluarga anak yang ditabrak pria ugal-ugalan itu yah?"ucap Ibu itu dengan sinis.
"Iya bu.Benar."Jawab Adel tersenyum ramah.
"Di area ini,anak itu sudah kami anggap sebagai keluarga.Dia anak yatim piatu dan tidurnya pun berpindah-pindah.Tempat tinggalnya gak ada.Sehari-hari kerjanya ngamen untuk sesuap nasi.Jadi kalau mau tanya tentang keluarganya,yah kami semua yang ada disekitar sini merupakan keluarga anak itu."Ucap ibu itu panjang lebar.
"Dianggap keluarga tapi kok dibiarin hidup dijalanan dan harus minta-minta dulu baru dikasih makan."Ucap Ibu mertua Adel tak percaya dengan omongan pedagang nasi goreng itu.
"Apa maksud anda bicara seperti itu?memangnya kalian ini siapa?"tanya Ibu tadi dengan nada tinggi.
"Saya istri yang menabrak anak itu bu dan ini adalah ibu mertua saya."Jawab Adel jujur.
"Lalu mengapa belum ada yang mengambil jenasah anak itu untuk dimakamkan?katanya sudah dianggap keluarga,tapi mana buktinya bu?"teriak ibu mertua Adel tak terima dengan perlakuan penjual nasi goreng itu.
"Sudah bu.Ayo kita kembali kerumah sakit yah."Ajak Adel menenangkan ibu mertuanya.
"Mau ngapain lagi nak kita kesana?"tanya ibunya yang masih sedikit emosi.
"Kita aja yah yang mengurus pemakaman anak itu.Kasian dia bu gak punya keluarga."Ucap Adel sedih.
"Yah udah nak,ayo kita kesana dan membayar kepihak rumah sakit untuk mengurus pemakaman anak itu agar dimakamkan dengan segera."Ucap Ibunya lalu memeluk Adel karena terharu dengan kebaikan menantunya itu.
Mereka pun segera menuju kerumah sakit.Selang berapa menit kepergian mereka,tiba-tiba seorang wanita menghampiri penjual nasi goreng tadi dan terlihat wanita itu menyodorkan sebuah amplop coklat kepadanya.
"Bagus,aku suka bekerja sama dengan anda."Ucap wanita itu lalu tertawa sinis.
"Tapi bagaimana kalau dia tau kebohongan saya mbak?"tanya penjual itu ragu-ragu.
"Gak akan ketahuan kok.Kalau mereka datang lagi dan bertanya siapa yang melapor kepolisi,jangan beritau apapun."Ucap wanita itu lagi.
"Siap mbak."Ucap penjual itu lalu mengambil amplop itu dan menarohnya dilaci.
__ADS_1
"Itu baru sebagiannya.Nanti aku akan memberi yang lebih kalau semua rencanaku berjalan sukses."Ucap wanita itu lalu beranjak pergi meninggalkan warung nasi goreng itu.
"Tunggu saja sayang,aku akan memulai permainannya.Lihat saja nanti,orangtuamu akan menyetujui hubungan kita saat aku membebaskan mu dari dalam penjara.Impian kita untuk menikah akan terwujud dan rencanamu untuk membuat istrimu menderita,akan terkabulkan."Ucap Shinta dalam hati.Ternyata dia adalah wanita yang menyodorkan amplop kepada pedagang nasi goreng tadi.
___
Setelah dari rumah sakit,Adel dan ibu mertuanya buru-buru menyusul kekantor polisi.Sesampai mereka disana terlihat Pak Hadi tertunduk lesu.Lalu mereka pun menghampirinya,
"Pak,bagaimana dengan Bryan,anak kita?"tanya istrinya khawatir.
"Dia dinyatakan bersalah bu.Kemungkinan akan dipenjara dalam waktu yang cukup lama.Tinggal menunggu putusannya."Ucap Bapaknya menahan tangis.
"Gak mungkin.Anakku tak bersalah.Ini semua tak benar."Teriak istrinya tak percaya dengan pernyataan suaminya itu.
"Sudahlah bu.Jangan bersedih,kita pasti menemukan jalan keluarnya.Dan yakin Mas Bryan pasti bebas dari tempat ini."Ucap Adel menenangkan hati ibu mertuanya itu.
"Kita harus cari tau siapa yang melaporkan Bryan kepolisi.Dengan begitu,kita bisa meminta keringanan dan membicarakan semuanya secara kekeluargaan."
"Kata polisi,pihak keluarga anak itu yang melapor."Ucap bapaknya tertunduk lesu.
"Tapi,Ibu dan Adel sudah mencari pak,tentang keluarga anak yang ditabrak oleh Bryan.Dan katanya anak itu tak punya keluarga.Dia anak yatim piatu dan hidup dijalanan seorang diri.Lagipula,tadi kami kerumah sakit untuk mengurus pemakaman anak itu disana."Kata bu Astuti yang kemudian dianggukin oleh Adel.
"Nanti kita coba lagi untuk menanyakan kepada orang-orang yang tinggal diarea itu."Ucap pak Hadi lalu mengajak istri dan menantunya itu untuk pulang.
"Tapi ibu ingin melihat Bryan pak."Ucap istrinya yang hendak masuk lalu dihalangi oleh pak Hadi.
"Sekarang kita pulang dulu yah! besok kita kesini lagi saat jam besuk.Dan kamu Del,pulang kerumah Ibu dan bapak dulu yah."Ucap pak Hadi yang kemudian dianggukin oleh istri dan menantunya bersamaan.
_____
"Pak..bu..Bryan gak mau dipenjara.Tolong bebasin Bryan sekarang juga."Ucap Bryan berteriak dibalik jeruji besi."
"Hei lu,bisa diam gak?"Ucap salah satu tahanan.
"Gak mau.Gue maunya keluar dari tempat ini."Ucap Bryan lalu berteriak lagi memanggil bapak dan ibunya.
" Bikin kejahatan apa lu ampe masuk disini?ada yah orang masuk penjara yang cengeng kayak lu."Ucap tahanan tadi ngeledek Bryan.
"Diam lu."Ucap Bryan lalu pindah kesudut ruangan.
"Berani lu yah.Dasar anak manja."Ucap tahanan itu lagi mengepalkan tangan yang membuat Bryan memalingkan wajahnya kearah tembok karena ketakutan.
__ADS_1