
Setelah semuanya beres,sepasang suami istri itu pamit untuk balik kerumahnya.Ada rasa senang diraut wajah Adel karena permintaan ibu mertua dan Shinta ditolak oleh suaminya,dan juga dapat dukungan dari bapak mertuanya.
Dia melirik kearah Shinta dengan senyuman kemenangan yang mengembang dibibirnya.Seakan-akan ingin membuat wanita itu terbakar api cemburu.
Saat berpamitan,ibu mertuanya tak mau sedikitpun merespon omongan Adel.Bahkan,saat ingin mencium punggung tangan ibu mertuanya pun,ditolaknya.ibu mertuanya itu malah menarik tangannya dan mengalihkan pandangannya kearah Bryan.
Pak Hadi yang melihat hal itu langsung menghampiri Adel dan menepuk-nepuk pundak menantunya itu sembari memberikan beberapa nasihat kepadanya.
"Bapak tau kesedihanmu nak.Tapi kamu harus kuat menghadapi semuanya ini.Kalau kamu ingin mempertahankan hubungan ini dengan Bryan,buatlah dia sadar nak.Maafkan bapak tak bisa membantumu."Ucap bapak mertuanya ketika menghampiri Adel yang sudah berada didalam mobil.
"Iya pak..Adel akan berusaha untuk mempertahankan pernikahan ini."Ucap Adel dengan nada pelan.
Bu Astuti melihat suaminya tengah mengobrol bersama menantunya.Lalu dia mendekati mereka diikuti oleh Bryan.
"Serius amat sih.Pada ngobrol apaan tu?"tanya bu Astuti menyilangkan tangannya didepan dada.
"Hanya sekedar pamitan doang kok bu.Lagian biasanya ibu yang selalu sedih kalau berpisah dengan menantu kita."Ucap pak Hadi mendekati istrinya itu.
Bu Astuti terdiam saat mendengar penuturan suaminya.Lalu dia memutuskan untuk masuk kedalam rumah.Pak Hadi menyadari ada kesedihan dimata istrinya itu.Hanya saja enggan menampakannya karena mengingat perjanjiannya bersama Shinta.
"Yah udah pak..kami pamit pulang,kalian baik-baik yah dirumah."Ucap Bryan lalu menjalankan mobilnya.
_______
"Nanti malam kamu siapin makan malam yah!soalnya bakalan ada tamu yang akan ikut makan malam bersama kita."Ucap Bryan menyodorkan uang belanja kepada istrinya.
"Siapa mas?"tanya Adel meraih uang yang disodorkan suaminya itu.
"Gak usah banyak tanya deh.Lakukan aja permintaan gue.Bisa kan?"ucap Bryan dengan nada tinggi.
"Iya..iya..Marah marah mulu kerjaanya."Ucap Adel cemberut.
Dia pun melangkahkan kakinya kedapur untuk menemui asisten rumah tangganya.Namun tak ada siapa-siapa didapur.Dia menuju kekamar pembantu,namun kamar itu juga kosong.Dia pun kembali masuk kekamarnya dan bertanya kepada suaminya..
"Mas,bibi kemana yah?"tanya Adel membuyarkan lamunan Bryan.
"Bisa gak sih,kalau ngomong itu permisi dulu?bikin kaget aja."Ucap Bryan kaget
"Maaf.Mas sih pake melamun segala."Ucap Adel lagi menundukan kepalanya.
"Siapa yang melamun?jangan asal menuduh."
"Bibi kemana mas?"tanya Adel mengalihkan pembicaraan.
"Bibi pulang kampung.Katanya,anaknya lagi sakit.Jadi untuk sementara,lu sendiri yang mengurus semuanya."
__ADS_1
"Rumah segede ini?mana mampu aku mas melakukan semuanya sendiri.Apalagi untuk menyiapkan makan malam nanti,bisa mati berdiri kali mas."Ucap Adel mengeluh.
"Kalau gitu,suruh aja Shinta kesini untuk bantu-bantu lu yah?"ucap Bryan memberi usul.
"Bilang aja kalau ini alasan kamu,agar bisa berduaan dengan wanita itu."Ucap Adel dalam hati.
"Diam berarti setuju dong."Ucap Bryan lalu meraih ponselnya
"Tapi mas?..
"Udah kukirim sms ke Shinta.Tinggal nunggu aja dia nyampe kesini biar lu gak kecapean buat ngurus rumah.Dan bisa membantu lu nyiapin makan malam ntar."Ucap Bryan lalu masuk kedalam toilet.
Adel sungguh merasa kesal saat suaminya menyuruh wanita itu untuk datang kerumah mereka.Dan merasa menyesal,mengapa tadi harus mengeluh kepada suaminya.
"Sekarang lu pergi kepasar buat beli keperluan yang akan dimasak nanti.Apakah uangnya kurang?" tanya Bryan meraih dompetnya.
"Udah cukup kok mas." Jawab Adel lalu pergi melangkahkan kakinya.
_____
Sepulang dari pasar,dia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.Dia terus menuju kedapur untuk meletakan barang belanjaannya.
Setelah itu,dia berjalan menuju kekamarnya.Baru sampai didepan pintu,langkahnya terhenti saat mendengar ada suara wanita didalam kamarnya.
Dia tau kalau pemilik suara itu adalah Shinta.Terdengar erangan kenikmatan yang keluar dari mulut suaminya dan wanita itu.Tak berpikir lama,dia pun membuka pintu kamarnya dan meneriaki dua insan yang sedang main gila dikamarnya.
"Tega kamu mas mengotori ranjang kita.Gak ada kamar lain hah?" teriak Adel mengagetkan keduanya.
"Lu udah balik?"tanya Bryan menghempaskan tubuh Shinta yang ada diatasnya hingga wanita itu terjatuh kelantai.
"Ini yang katanya punya hubungan keluarga?melakukan hal yang menjijikan.Sungguh kejam dirimu mas melakukan hal ini padaku."Ucap Adel membanting pintu lalu keluar dari kamar itu.
Bryan buru-buru memakai pakaiannya dan mengejar istrinya itu.Namun Adel tetap melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu dengan perasaan yang berkecamuk.
Langkah Adel terhenti saat suaminya itu meneriakinya dan mengucapkan sesuatu..
"Kalo lu pergi dari rumah ini,siap-siap aja masuk penjara."
"Penjara?atas dasar apa kamu mau memenjarakanku,mas?"tanya Adel menghampiri suaminya itu.
"Karena lu udah membunuh adik gue."Bisik Bryan ketelinga Adel.
"Jangan asal nuduh,mas.Lagipula bukan aku yang menyebabkan semuanya.Itu murni kecelakaan."Ucap Adel tak terima tuduhan suaminya.
"Ada kok buktinya,yang pertama buku diary Bimo ada pada gue dan Foto lu dan Bimo masih tersimpan dengan rapi.Itu bisa kujadikan bukti.Saat kejadian itu,banyak para saksi melihat Bimo sedang bersama seorang wanita.Dan gue yakin itu lu."
__ADS_1
Adel terdiam mendengar ucapan suaminya itu.Kemudian Shinta datang menghampiri mereka,
"Yah udah sayang,biarin aja dia masuk penjara."Ucap Shinta mengompori.
"lu bisa milih,ninggalin rumah ini atau masuk penjara?"ucap Bryan lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.
Adel menguatkan hatinya dan memilih masuk kembali kedalam rumah suaminya itu.Saat ini dia tak punya pilihan lain,karena merasa takut pada ancaman yang diberikan oleh suaminya.Dia tak mau,kalau suaminya itu menuntutnya atas kecelakaan yang merenggut nyawa Bimo.
Apalagi bukti yang dipegang suaminya terbilang kuat.Ditambah juga banyak saksi yang mengatakan,sebelum terjadinya kecelakaan,Bimo terlihat bersama seorang wanita.
"Mengapa harus ada foto aku sih Bim?mengapa bukan foto bersama pacar kamu yang harus tersimpan diatas sampul diarymu."Ucap Adel mengeluarkan airmata.
"Wanita itu..Sebenarnya dia yang bersama Bimo saat itu.Aku akan mencari bukti,dan menyadarkan suamiku.Mas Bryan harus tau kalau wanita yang bersamanya itu adalah dalang dari kematian adiknya."Batinnya lagi lalu menuju kearah dapur untuk menyiapkan makan.
Terdengar langkah kaki suaminya menuju kearahnya yang sedang memasak.Namun Adel tak mau menoleh kearah suaminya itu.
"Sekarang lu udah tau tentang hubungan gue dengan Shinta.Jadi lu harus siap menerimanya."Ucap Bryan.
"Kali ini aku masih bisa menerimanya mas,tapi aku akan tetap berusaha untuk menyadarkanmu.Suatu saat kamu akan tau tentang semua kelicikan wanita itu."Ucap Adel dalam hati.
"Kenapa lu diam?"tanya suaminya lalu membalikkan tubuh istrinya itu agar menatapnya.
"Silahkan lakukan sesukamu,mas."Jawab Adel menahan airmata.
Mendengar jawaban istrinya itu,Bryan pun menciumi bibir Adel sebagai tanda terima kasihnya.Adel langsung melepaskan ciuman itu dan kembali membalikan badannya dan menyalakan kompor.
Tak lama Shinta menghampiri mereka,dan meminta agar Bryan kembali masuk kedalam kamar.
"Sayang,boleh yah aku tidur dikamar kalian?"rengek Shinta dengan manja.
"Nanti Adel tidur dimana,kalau kamu menempati kamar kami?tuh yang disebelahnya kan bisa dipake."Ucap Bryan mengelus-elus pipi wanita itu didepan Adel.
"Gak mau.Aku maunya dikamar kalian."Rengek Shinta lagi.
mendengar rengekkan Shinta,kuping Adel terasa panas lalu beranjak menuju kekamar.Tak lama dia pun keluar menarik kopernya menuju kekamar tamu.Membuat Bryan datang menghampirinya.
"Del,gak perlu begitu dong.Main pindah kamar segala.Ayo bawa kembali koper ini kekamar kita."Ucap Bryan menarik tangan Adel.
"Mulai hari ini,aku mau pindah kamar.Gak sudi aku tidur dikamar bekas perempuan itu."Ucap Adel menepiskan tangan Bryan.
"Sayang,biarin aja sih.Sekarang kamar itu sudah jadi milikku."Ucap Shinta tertawa bahagia.
"Siapa bilang?kamu kan gak bakalan tinggal disini selamanya."Ucap Adel menghentikan tawa Shinta.
"Kita liat aja nanti."Ucap Shinta lalu menarik tangan Bryan untuk masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Aku tak akan tinggal diam."Ucap Adel dalam hati lalu mengepalkan tangannya.