Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Kejadian yang membuat bapak mertua kritis


__ADS_3

Kita Flash back dulu yah...


___________________


"Sayang,kamu harus lihat ini!"ucap Shinta sambil menunjukan beberapa foto pada Bryan.


Bryan sejenak menghentikan aktivitasnya,dan melihat kearah ponsel Shinta yang disodorkan padanya.Dia tersontak saat melihat foto istrinya bersama pria lain.Dan mengernyitkan dahi saat mengetahui kalau pria tersebut adalah partner bisnisnya.


"Darimana kamu mendapatkan foto ini?"tanya Bryan menatap wajah Shinta dengan serius.


"Aku tadi mengikuti istrimu itu,karena curiga dengan gerak geriknya.Ternyata dugaanku benar,dia menemui lelaki lain diluar sana."Ucap Shinta menjelaskan.


"Mungkin saja,dia mau menemui lelaki itu untuk menanyakan sesuatu tentang Bimo."Ucap Bryan yang membuat Shinta kaget.


"Bimo?"Ucap Shinta marasa bingung.


"Iya..saat makan malam,pak Mario sudah menceritakan awal pertemuannya dengan Adel.Dan dia ternyata adalah sahabat Bimo saat kuliah dulu."Ucap Bryan lagi lalu melanjutkan membaca berkas-berkas dihadapannya.


Shinta yang mendengar hal itu langsung panik. Ternyata Bryan sudah bertemu dengan Mario dan sudah mengetahui kalau lelaki itu adalah salah satu teman Bimo.


Dan setelah mengetahui hal itu, Shinta berusaha agar Bryan tak mengetahui kalau dirinya juga kenal dengan pria itu. Akhirnya dia mempunyai ide untuk mengadu domba Bryan dan Mario sehingga terjadi keributan dan berimbas kepada Adel.


"Oh,jadi mereka sudah saling kenal sebelumnya?mungkin saja sejak kematian Bimo mereka menjalin hubungan tanpa sepengetahuan kamu. buktinya saja,hari ini mereka ketemuan secara diam-diam.Dan lihat foto ini seperti orang yang sedang kasmaran deh menurutku."Ucap Shinta mengompori.


"Jangan mengada-ada deh.Adel bukan wanita seperti itu."


"Pikirkan saja sendiri.buktinya,pagi-pagi sekali dia keluar dari rumah dengan keadaan yang rapi,berdandan secantik mungkin,gak pernah loh ngeliat dia dandan semenor tadi pagi."Ucap Shinta terus memanasi hati Bryan.


"Biarkan saja..toh aku kan gak cinta sama dia."Ucap Bryan santai.


"Tapi kan dia istri sah kamu loh sayang.Kan nama baik kamu juga yang rusak kalau jadi buah bibir orang-orang."


Bryan berpikir sejenak.Dia merasa omongan Shinta ada benarnya,lalu dia menghela nafas panjang,seperti tak percaya kalau Adel akan berbuat macam-macam diluar sana.


Dia berusaha untuk tetap berpikir positif.Mungkin sudah saatnya dia untuk berusaha mengiklaskan kepergian adiknya.Sehingga dapat menerima Adel sebagai istrinya.Karena sejujurnya, sudah ada sedikit benih cinta yang tumbuh dihatinya untuk Adel.


Dan dirinya juga kepikiran atas ucapan Mario yang mengatakan kalau Bimo punya wanita lain semasa hidupnya dulu.Berarti belum tentu itu semua karena kesalahan Adel.

__ADS_1


Ada rasa dimana dia ingin membuang jauh-jauh rasa dendamnya kepada istrinya itu.Karena mungkin dia sudah salah menuduh.Terbesit dipikirannya untuk mencari tau tentang wanita yang dimaksudkan oleh Mario.


Namun tiba-tiba pikirannya buyar ketika Shinta mengucapkan satu kalimat,


"Sekarang waktunya membuat istrimu menderita.Itu kan tujuanmu menikahinya?lihatlah,dia sudah berani main gila diluar sana,karena sampai saat ini kamu tak pernah menyentuhnya kan?"


"Mungkin aku sudah salah menuduhnya."Ucap Bryan lesu.


"Jadi kamu menyerah sekarang?kamu gak salah sayang,dia memang penyebab Bimo meninggal kan?katamu,sudah ada bukti kuat."Ucap Shinta berkacak pinggang.


"Ia sih.Tapi pak mario bilang,Bimo punya wanita lain."Ucap Bryan lagi.


"Mungkin saja mereka sudah bekerja sama untuk membuatmu menceraikan Adel tanpa harus menuntutnya kepenjara.Itu kan permintaan Adel,ingin bercerai dari kamu?"ucap Shinta terus meyakinkan Bryan.


Mendengar ucapan kekasihnya itu,hatinya kembali goyah.Yang tadinya ingin mengakhiri semua dan memperlakukan Adel sebagai istri yang sesungguhnya pun,sirna karena termakan omongan wanita itu.


Pikirannya bergelut,dan emosinya kembali meluap ketika mengingat istrinya yang pernah meminta cerai dari dirinya.


"Ini gak bisa dibiarkan.Sekarang,ayo kita pulang dan tunggu wanita murahan itu balik kerumah.Aku akan memberikan pelajaran padanya."Ucap Bryan mengepalkan tangannya.


_________________


"lu harus terima hukuman ini.Dasar wanita murahan!"ucap Bryan meninju pintu gudang itu dengan keras.


"Mas..kamu harus medengarkan penjelasanku dulu."Teriak Adel lagi.


Bryan pun meninggalkan gudang tersebut dan mengunci istrinya didalam.Shinta mengikuti langkah kakinya dan mereka masuk kedalam kamar.


Saat Adel terkunci didalam gudang,mereka malah asyik bermadu kasih didalam kamar.Tak berapa lama mereka pun dikagetkan oleh seseorang yang mendorong pintu kamar yang lupa dikunci.


"Bapak?"ucap Bryan lalu buru-buru memakai pakaiannya.


"Apa-apaan kalian berdua?gak malu hah?"ucap pak Hadi saat mendapati anaknya itu sedang bermain gila dengan Shinta.


"Pak,maafin Bryan.Kami melakukan hal ini karena kami berdua saling mencintai."Ucap Bryan menundukan kepalanya.


"Melakukan hal kotor dikamar kamu dan Adel?apakah itu pantas hah?"ucap bapaknya dengan nada emosi.

__ADS_1


"Bryan janji gak akan melakukan ini lagi."


"Sekarang dimana istri kamu?bapak akan membawanya pulang kerumah."Ucap pak Hadi lalu mencari-cari keberadaan menantunya.


Karena merasa kebelet,Bryan pun masuk kedalam toilet.Kesempatan itu digunakan Shinta untuk mengancam pak Hadi.Saat selesai menggunakan pakaiannya,Shinta menghampiri pak Hadi yang ada diruang tamu.


Dirinya takut kalau pak Hadi membuka mulut dan mengatakan yang sebenarnya kepada Bryan.


"Kalau om buka mulut tentang perjanjian yang kita sepakati,siap-siap saja menyusul Bimo dialam baka."Bisik Shinta ketelinga Pak Hadi.


"Kamu mengancam saya?dan apa maksud kamu mengungkit nama anak saya yang sudah meninggal?"


"lakukan sesuai perintah ku om.Nikahkan aku bersama Bryan karena seperti yang om lihat,kami saling mencintai."


"Tidak akan pernah terjadi.Jangan pikir kamu bisa mengancamku seperti yang kamu lakukan pada istriku."


"Ok..jangan menyesal kalau aku membuat keluarga om berantakan.Ingat om..Bimo saja mati ditanganku,jangan sampai keluarga om satu persatu menyusulnya."Ancam Shinta tertawa sinis.


"Kamu?"belum sempat berbicara,pak Hadi langsung menahan dadanya karena sakit.


"Ada apa ini?"tanya Bryan saat keluar dari toilet.


Shinta pun berpura-pura menangis dan mengatakan bahwa pak Hadi seperti itu karena gak terima menantunya dikurung didalam gudang.


Shinta pun menyodorkan kunci kepada pak Hadi dan menyuruhnya untuk membuka pintu gudang itu sendiri.Dengan tergopoh-gopoh,pak Hadi menuju kearah gudang,dan segera mengeluarkan Adel dari dalam sana.


Bryan yang melihat itu hanya terdiam seperti patung dan tak mau menolong bapaknya yang terlihat memegangi bagian dadanya yang menahan sakit.


"Biarkan saja sayang,bapakmu menyelamatkan Adel untuk hari ini.Masih ada hari esok untuk membuatnya menderita lagi."Ucap Shinta sinis.


"Tapi,aku takut penyakit bapak kumat lagi."Ucap Bryan khawatir.


"Tenang saja.Kan kamu bisa lihat,bapak kamu gak apa-apa.Mungkin hanya kaget karena kita mengurung Adel didalam gudang."Ucap Shinta menenangkan.


Saat keluar dari gudang,Adel menuntun bapak mertuanya keruang tamu dan menyuruhnya duduk karena melihat kondisi bapaknya seperti sedang menahan sakit.


Segera disuruhnya Bryan menelpon dokter agar datang memeriksa keadaan bapak mertuanya itu.Bryan pun mengiyakan karena ikut panik melihat bapaknya yang terlihat lemas tak berdaya.

__ADS_1


Dokter pun tiba dan langsung mengecek keadaan pak Hadi.Lalu menganjurkan untuk segera dibawa kerumah sakit.Karena kondisinya tidak stabil dan bisa berakibat fatal.


Bryan pun segera membawa bapaknya itu kerumah sakit ditemani oleh Shinta,dan disusul oleh Adel menggunakan ojek yang kebetulan lewat.Hingga akhirnya pak Hadi dinyatakan kritis dirumah sakit.


__ADS_2