
Keesokan harinya,Shinta kembali mengunjungi Adel dipenjara untuk membujuknya agar mau menerima syarat yang diberikan.Dia berkata,syarat itu tidak terlalu berat untuk disetujui oleh Adel.
"Sekarang,dimana surat perjanjian itu?aku bersedia menerima syarat darimu."Ucap Adel dengan tampang serius.
"Baguslah kalau akhirnya kamu mau mengalah.Sekarang tanda tangani surat ini."Ucap Shinta memberi bolpen kepada Adel untuk menandatangani surat perjanjian.
Adel meraih bolpen dari tangan wanita itu,meskipun dengan tangan diborgol.Dengan penuh keyakinan,dia menandatangani surat perjanjian tersebut diatas materai.
Shinta yang melihat hal itu,sangat senang karena akhirnya Adel menerima tawarannya.Setelah selesai ditandatangani oleh Adel,tanpa basa basi Shinta langsung meninggalkan tempat itu sambil tersenyum bahagia.
Melihat Shinta beranjak pergi,Adel menyunggingkan senyuman sinis seakan akan ada sesuatu yang sudah direncanakan.Ya memang benar,dia sudah merencanakan sesuatu yang akan membongkar kebusukan Shinta.
______________
Bryan tiba dikantor polisi,lalu memarkirkan mobilnya diparkiran.Tanpa sengaja,dia melihat mobil Shinta yang hendak keluar dari parkiran tersebut.Tapi,Shinta tak menyadari keberadaan Bryan.
Bryan curiga kalau Shinta nekat untuk mengancam istrinya.Walaupun dia tau,kalau awalnya dia yang menginginkan Adel menderita.Namun dia tak rela kalau Shinta ikut ikutan untuk menyakiti istrinya.
Dalam benaknya,setelah Adel dibebaskan dari tuntutannya dia akan mencoba memulai membina rumah tangganya dari awal.Itupun kalau Adel masih mau menerimanya.Kalau dia menolak,Bryan memutuskan untuk bercerai secara baik baik.Dan membiarkan Adel hidup bahagia.
Kata kata bapaknya,membuat dia sadar kalau didunia ini semuanya hanya bersifat sementara.Apa yang menimpa adiknya,itu memang sudah digariskan oleh yang kuasa.
Namun,hanya saja dia masih penasaran pada wanita yang dimaksud oleh Rio.Segera dibuangnya terlebih dulu pikiran itu lalu memutuskan untuk masuk kedalam dan mengurus prosedur penarikan tuntutan terhadap Adel.
Disana,dia menjalani prosedur sesuai hukum yang berlaku.Dia banyak menandatangani surat diatas materai.Sekitar dua jam dia berada diruangan itu dan sudah tak sabar untuk bertemu dengan Adel lagi.
Setelah selesai,dia disuruh untuk menunggu pencabutannya disahkan oleh kepala hukum.Dia segera menelpon ibunya sambil menunggu keputusan dari pihak yang berwajib.Saat telepon tersambung...
"Hallo bu,kalian jangan kemana mana.Bilangin pada nenek,Bryan akan pulang hari ini bersama Adel.Mungkin malam kami tiba disana."
"Benarkah,nak?kalau begitu ibu akan menyiapkan makan malam dan kita memberikan surprise kepada nenek."Ucap ibunya sambil menangis.
__ADS_1
"Iya,nanti aku akan jelaskan pada Adel kalau nenek taunya kami sedang diluar kota.Aku yakin,Adel pasti mengerti dan mau berbohong sedikit kepada nenek demi kebaikannya juga."Ucap Bryan yang disetujui oleh ibunya.
"Iya,kamu bujuk dia agar tidak membuat nenek shock yah?baiklah,kami tunggu kepulangan kalian."Ucap ibunya lalu memutuskan telepon.
Beberapa jam kemudian,polisi membuka sel dan mengatakan kalau Adel dinyatakan bebas.Ada raut kebahagiaan diwajahnya karena sudah bebas dari tempat itu.
Saat keluar diruangan depan,dia melihat suaminya berdiri untuk menemuinya.Suaminya itu,merasa lega dan matanya berkaca kaca karena merasa bersalah atas perbuatannya pada Adel.
Bryan lalu memeluk Adel dengan erat.Tapi istrinya itu hanya terdiam tak mau membalas pelukannya.Namun dia mengerti akan hal itu,mungkin istrinya merasa takut sekaligus benci padanya.
Dia mengajak istrinya pulang,dan dituruti tanpa berbicara sepatah kata pun.Saat naik dimobil pun,istrinya itu hanya tertunduk lesu.Sehingga dia memutuskan untuk memulai obrolan.
"Del,kenapa kamu diam saja?masih takut padaku?sudahlah,sekarang aku sudah memaafkanmu."Ucap Bryan sambil tetap fokus menyetir.
Adel kaget saat mendengar suaminya itu mengubah cara bicaranya.Yang dulunya pake gue lu dan sekarang ada angin apa sampai manggil aku kamu.
"Kenapa mas berubah sekarang?dan apa yang membuat mas mau memaafkanku?tanya Adel tetap menundukkan kepalanya.
"Sudahlah mas,jangan berakting lagi.Kamu mencabut tuntutan karena aku sudah menyetujui syarat dari kalian berdua kan?tolonglah,jangan sok baik didepanku padahal ada maksud jahat dibaliknya."Ucap Adel mengalihkan pandangannya kearah jendela mobil.
"Maksud kamu?aku tak mengerti.Aku melakukan ini semua tanpa meminta syarat apapun dari kamu."Ucap Bryan bingung.
"Oya?terus perjanjian yang sudah kutandatangani tadi,apa maksudnya mas?"ucap Adel ketus.
"Karena kita sudah sampai,kita bicarakan hal ini nanti saja.Yang lebih penting ayo sekarang ikuti aku."Ucap Bryan lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Adel heran kenapa mereka berhenti disebuah salon kecantikan.Bryan pun menceritakan bahwa dia tak ingin membawa Adel pulang kerumah orangtuanya dengan wajah kusam seperti itu.
Apalagi neneknya tau kalau mereka sedang jalan jalan keluar kota.Dia ingin membuat neneknya percaya kalau cucunya menikmati perjalanan mereka.Mendengar itu,Adel menyetujuinya,karena memang dia juga tak ingin membuat neneknya tau tentang keberadaannya kemarin dikantor polisi.
Sekitar satu jam lebih,Adel didandani lalu memilih baju yang cocok untuk dipakainya.Saat sudah rampung semua,mereka mencari tempat yang menjual makanan oleh oleh.Biar kelihatan kayak liburan benaran dan membuat neneknya percaya.
__ADS_1
jam delapan malam,mereka pun tiba dirumah orangtuanya.Mereka pun mengetuk pintu dengan wajah yang dibuat sebahagia mungkin.Namun tiba tiba saja,wajahnya jadi berubah murung ketika melihat Shinta yang membukakan pintu untuk mereka.
"Kenapa kamu ada disini?"ucap Bryan memelankan suaranya.
"Ini kan rumah aku juga,sayang.Aku kan termasuk istri kamu."Bisik Shinta.
"Sudahlah,ayo kita masuk sekarang.Selagi ada nenek jangan buat keributan,aku mohon dengan sangat.Aku tak lupa pada perjanjianku,aku akan melakukannya setelah nenek pulang nanti."Ucap Adel memohon pada keduanya.
"Baiklah,selagi ada nenek aku akan menjadi sepupu Bryan kan?"ucap Shinta lalu mempersilakan mereka berdua masuk duluan.
Saat diruang tamu,bapak dan ibu Bryan menaruh jari telunjuk dibibirnya dan menuntun Adel menuju kearah kamar neneknya untuk memberi kejutan.
Tok..
tok
tok
Adel mengetuk pintu kamar neneknya dan menunggu pintu itu terbuka.Lalu neneknya membuka pintu tersebut,setelah tubuh neneknya terlihat,Adel langsung memeluk neneknya tesebut sambil menangis.
"Nenek,Adel kangen.Maafin Adel baru bisa bertemu sekarang."Ucap Adel tak mau melepaskan pelukannya.
"Iya nenek mengerti,kamu kan lagi keluar kota sama suamimu.Nenek juga kangen sama kamu nak,makanya nginap disini untuk menunggumu pulang."Ucap neneknya mengusap usap kepala cucunya tersebut.
Raut kegembiraan terlihat juga diwajah bu Astuti dan suaminya.Bryan juga sangat terharu melihat keadaan itu,dan merasa bersalah karena telah merenggut kebahagiaan Adel selama ini.
Kalau bukan karena dendamnya yang menggebu,mungkin Adel saat ini menjalani hidupnya dengan kebahagiaan karena dikelilingi oleh orang orang yang begitu menyayanginya.
Dia sungguh menyesal,dan mau mencoba untuk memperbaiki sikapnya.Dalam hatinya dia berharap Adel mau memaafkannya dan mau mencoba untuk memulai lagi dari awal.
Shinta menyadari sikap Bryan yang mulai peduli pada istri pertamanya.Seperti biasanya,dia gak akan membiarkan Bryan jatuh kepelukan Adel.Ada segala cara yang sudah direncanakan untuk membuat kedua insan itu saling membenci.
__ADS_1
Saat semuanya terenyuh dalam suasana itu,Shinta mengambil kesempatan menarik tangan Bryan dan membawanya masuk kedalam kamarnya.Bryan menurut saja karena dia juga ingin mengatakan suatu hal penting pada wanita itu.