Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Pria bertopeng


__ADS_3

Setelah melihat nomor kamar 201,segera Bryan membunyikan bel berulang kali karena sudah tidak sabar ingin melihat penampakan didalam kamar tersebut. Dalam hatinya, semoga saja yang keluar nanti adalah orang lain dan bukan istrinya. Karena dia sangat yakin, kalau istrinya bukan tipe orang yang doyan selingkuh.


Ditempat lain tak jauh dari posisi Bryan, tampak kedua sahabat Adel mengendap-endap agar tak ketahuan oleh Bryan. Mereka juga sudah tak sabar ingin melihat lelaki itu menangkap basah perselingkuhan Shinta dengan Mario.


"Untung saja kita mengikuti Mario dari belakang. Tidak sia-sia rupanya. Pokoknya setelah pintu itu terbuka, kita ikutan masuk aja buat merekam mereka. " Ucap Ani dengan nada pelan.


"Ssstttt, fokus kedepan biar gak ketinggalan berita hot. " Ucap Lala menyuruh sahabatnya itu untuk diam.


Saat pintu dibuka, Bryan langsung menerobos masuk dan dirinya terkulai lemas saat mengetahui kenyataan bahwa ternyata benar istrinya sedang bermain gila dengan pria lain.


Adel yang melihat suaminya masuk, ikut terkejut lalu dirinya segera berlari kearah kamar mandi menggunakan selimut.Dia melihat bahwa dirinya hanya menggunakan lingerie tipis. karena posisinya saat suaminya itu masuk, dirinya baru tersadar dari pingsannya.


"Keluar kamu wanita murahan! " ucap Bryan menggedor pintu kamar mandi.


Tampak amarah terlihat jelas diwajah lelaki itu. Saat Bryan fokus menggedor pintu kamar mandi, Mario mengambil kesempatan untuk kabur. Namun kedua sahabat Adel langsung menghadangnya diluar sehingga lelaki itu terperangkap dan tak bisa melarikan diri.


"Pak Mario, kupikir bapak adalah orang yang tulus dalam membantu Adel menyelesaikan masalahnya. Tapi ternyata bapak menusuknya dari belakang. Sekarang sudah jelas, bapak tak akan bisa mengelak lagi. Selama ini bapak bekerja sama dengan Shinta kan?" hardik Lala dengan emosi.


"Sekarang kamu terima akibatnya. Bryan sudah tau kebusukan kalian berdua. Mana wanita itu? haha kalian tertangkap basah sekarang. " Ucap Ani menertawakan lelaki dihadapannya itu.


" Kalian salah paham. Kami berdua dijebak oleh seseorang. Sekarang Bryan belum bisa diajak ngobrol untuk menjelaskan semuanya. Jadi maaf, aku harus pergi dulu. "Ucap Mario lalu menerobos keluar sehingga Ani dan Lala terpental jatuh ke lantai.


Kedua wanita itu meringis kesakitan lalu mencoba bangkit dan hendak menghampiri Bryan yang terdengar sedang menggedor pintu kamar mandi.

__ADS_1


" Mas, kamu jangan salah paham dulu! Ini tak seperti yang kamu lihat. Aku dijebak oleh seseorang. Sumpah demi apapun, kami tidak melakukan hal kotor. "Ucap Adel sambil menangis.


" Dasar wanita murahan. Aku tidak percaya padamu lagi. Oke kalau kamu tidak mau keluar dari dalam situ, silakan pergi dari kehidupanku! "ucap Bryan dengan lesu.


Ingin sekali rasanya Adel keluar dari persembunyiannya, tapi dia takut nanti suaminya malah main tangan kepadanya. Sehingga dia membiarkan suaminya tersebut pergi karena dia mendengar langkah kaki yang menjauh dari tempatnya berada.


Hatinya menangis karena berada diposisi ini. Mengapa dengan bodohnya dia mau saja saat Shinta menyuruhnya untuk datang mengambil barangnya yang ketinggalan dihotel itu.


Didepan ruangan, Bryan berpapasan dengan kedua sahabat istrinya. Dia tak peduli dan tetap melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel tersebut. Awalnya kedua wanita itu merasa senang, karena pada akhirnya lelaki itu tau semuanya tentang kebusukan Shinta.


Namun kesenangan mereka berubah saat melihat Adel keluar dari dalam kamar mandi dengan mata yang sembab.


"Adel? jadi, yang tertangkap basah dengan pak Mario tadi, kamu yah? " tanya Lala tak percaya.


"Aku bisa menjelaskan semuanya pada kalian berdua! " ucap Adel lalu berjalan mendekati kedua sahabatnya itu.


"Apa karena diary ini, kamu sampai rela memberikan kehormatan mu pada pak Mario? " ucap Lala saat melihat diary Bimo diatas nakas.


Plaaaak..


Sebuah tamparan mendarat di pipi Lala. Namun wanita itu hanya menganggukan kepalanya dan tak berkata sepatah pun lalu beranjak meninggalkan ruangan itu.


"Mengapa kalian tak mempercayai ku? katanya kalian sahabatku, tapi mengapa disaat kondisi ku seperti ini, kalian malah ikut menyalahkanku?" ucap Adel lalu menangis histeris.

__ADS_1


Kedua sahabatnya tak tega melihat Adel seperti itu, sehingga dengan tangisan haru keduanya mendekat dan memeluk Adel. Mereka mengakui kesalahan mereka yang tak bertanya dulu,bagaimana sahabatnya itu bisa sampai berada dihotel ini bersama Mario.


"Maafin kami, Del. Kami hanya syok saat melihat kamu yang ada dikamar hotel ini. "Ucap Lala menyesalinya.


" Iya, Del. Sekarang, kamu tenang dulu, lalu ceritakanlah kepada kami mengapa dirimu bisa berada di hotel ini dengan Mario! "ucap Ani lalu menuntun sahabatnya itu untuk duduk dikasur.


Adel pun menceritakan semuanya kepada kedua sahabatnya tersebut bahwa dirinya dijebak oleh Shinta.Berawal saat suaminya menerima telepon yang mengabarkan bahwa Shinta sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Dia lalu menyuruh suaminya tersebut untuk pergi melihat keadaan wanita itu karena katanya kondisinya yang tidak menyadarkan diri.


Adel pun mengungkapkan bahwa suaminya sempat mengajaknya juga tapi ditolaknya karena memang saat itu dirinya juga lagi kurang enak badan. Setelah kepergian suaminya, tiba-tiba dirinya menerima telepon dari Shinta. Tapi yang berbicara adalah wanita lain, dia mengaku sebagai kakaknya Shinta.


Wanita tersebut meminta tolong kepada dirinya untuk mengambil baju ganti untuk Shinta. Alasannya, baju milik Shinta dan barang lainnya ada dihotel ini karena kebetulan wanita itu menginap dihotel tempatnya berada sekarang.


"Tunggu dulu! tapi Mario tidak melecehkan mu kan? mengingat, sudah lama loh kalian berduaan dikamar ini. Dari awal kami membuntuti Mario hingga kami melihatnya masuk kedalam hotel ini, kami menunggunya diparkiran kurang lebih tiga jam lamanya. " tanya Ani memotong penjelasan yang diberikan oleh sahabatnya itu.


"Yang aku ingat, saat masuk kekamar hotel ini, diriku membuka lemari untuk mengambil beberapa baju Shinta untuk ku bawakan kerumah sakit tempatnya dirawat. Setelah mengisi baju tersebut kedalam tas, aku hendak keluar namun mataku malah melihat diary Bimo tergeletak dibawa bantal. Hingga tiba-tiba ada seseorang menggunakan topeng keluar dari dalam kamar mandi dan mendekatiku. "Ucap Adel sambil terisak.


" Adel, mengapa kamu tak memberitahu kepada kami saat wanita itu meminta tolong padamu. Untung kamu tidak terluka."Ucap Lala memeluk sahabatnya itu.


"Terus, apa yang dilakukan orang yang bertopeng tersebut padamu?" tanya Ani penasaran.


"Aku sempat melawan dan berteriak minta tolong berharap ada yang datang membantuku. Namun kekuatan lelaki bertopeng itu sangat kuat sehingga dia membekap wajahku dengan kain kecil hingga akhirnya aku tidak tau lagi apa yang terjadi selanjutnya. " Ucap Adel makin terisak.


"Sekarang kita antarkan dulu Adel kerumah mertuanya. Takut suaminya main tangan karena melihat wajahnya yang penuh dengan amarah kekecewaan. " Bisik Ani ketelinga sahabatnya.

__ADS_1


Mereka pun mengajak Adel untuk pulang, dan memohon agar saat ini menginap dirumah mertuanya. Awalnya Adel menolak dan meminta kedua sahabatnya itu mengantarnya pulang kerumahnya saja.


Namun setelah mendengar kalau saat ini belum tepat untuk bertemu dengan Bryan, Adel pun mengangguk setuju. Menurutnya, lebih baik menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya kepada suaminya tersebut.


__ADS_2