
Mereka menunggu hingga malam hari.Tapi wanita yang membuat mereka penasaran pun tak kunjung tiba.Tempat itu terlihat sepi dan tak ada tanda-tanda orang yang mencurigakan.Hingga seorang wanita paruh baya mengetuk jendela kaca mobil mereka.Lala pun menurunkan kaca jendela mobilnya dan bertanya,
"Ada apa bu?"
"Ternyata kamu lagi yah."Ucap wanita itu melototi Adel.
"Saya akan terus mencari tau bu sampai saya bertemu dengan wanita yang membayar kalian untuk menutup mulut.Saya ingin semua masalah ini dibicarakan dengan wanita itu secara kekeluargaan.Suami saya tidak sepenuhnya bersalah.Ini murni kecelakaan.Apa susahnya sih ngasih tau alamat wanita itu kepada saya biar permasalahan ini cepat berakhir?"jawab Adel yang keluar turun dari mobil.
"Kata siapa kalau saya dibayar?jangan asal bicara yah.Biarin aja suami mbak membusuk dipenjara."Ucap ibu itu lalu pergi meninggalkan mereka.
"Hei tunggu!dasar yah gak berperasaan.Coba kalau posisi itu terjadi di diri anda,kami datang baik-baik loh untuk menyelesaikan masalah ini."Ucap Lala menghardik ibu itu tapi langsung dihentikan oleh Adel dan neneknya.
"Sudah La.Biarkan ibu itu pergi.Nanti besok aku akan terus mencari tau tentang Shinta lagi."Ucap Adel menarik tangan Lala lalu masuk kembali kedalam mobil.
"Lebih baik kita pulang dulu.Sudah malam loh."Ucap nenek yang terlihat sangat lelah.
"Maafin Adel yah nek,gara-gara masalah ini nenek jadi kelelahan mengikuti Adel seharian.Dan kamu juga La,makasih karena sudah mau menemaniku hari ini."Ucap Adel menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Sudahlah Del,jangan bersedih lagi.Kita coba esok hari lagi."
Tak lama mereka pun telah sampai kerumah mertua Adel.Tanpa mampir dulu,Lala langsung permisi untuk pulang saat Adel dan neneknya turun dari mobil.Dan mereka pun masuk saat mobil Lala tak kelihatan lagi.Baru menginjakan kaki diteras,mereka dikagetkan oleh penampakan seseorang yang berdiri didepan pintu,
"Mas,benarkah ini dirimu?"tanya Adel menyubit pipinya sendiri karena tak percaya melihat suaminya.
"Nak Bryan?alhamdulilah,akhirnya kamu bisa pulang lagi kerumah."Ucap nenek tersenyum bahagia.
"Iya,sekarang aku udah bebas nek.Untung saja keluarga anak yang kutabrak itu mau mencabut tuntutannya dan semuanya sudah diselesaikan secara kekeluargaan."Ucap Bryan lalu mengajak mereka untuk masuk kedalam rumah.
"Alhamdulilah.Padahal tadi kami baru saja dari tempat kejadian itu untuk mencari orang yang menuntut kamu.Walau hasilnya nihil.Tapi melihat sekarang kamu sudah bebas,aku senang mas."Ucap Adel bahagia lalu duduk disamping suaminya itu.
Saat sudah duduk dan terlihat raut kebahagiaan diwajah Adel,tiba-tiba saja muncul seorang wanita yang keluar dari kamar tamu dan ikut bergabung diruang keluarga.Membuat Adel mengernyitkan dahi lalu bertanya,
"Dia siapa?"tanyanya bingung menatap mertua dan suaminya satu persatu.
__ADS_1
"Oh iya sampai lupa.Dia ponakan ibu yang sementara waktu akan tinggal bersama kalian nanti."Jawab ibu mertuanya tampak gugup.
"Kok Adel baru tau,bukannya waktu itu keluarga ibu datang kepernikahan kami yah?tapi dia kok gak kelihatan?"tanya Adel sedikit curiga.
"Waktu itu aku tidak hadir dipernikahan kalian karena sibuk."Jawab wanita itu lalu duduk disamping Bryan.
"Anaknya siapa Tut?"kali ini nenek yang bertanya.
"A-anu bu.Anak saudara jauh saya bu."Jawab ibu Astuti makin gugup
"Oya,nama kamu siapa?"tanya Adel tersenyum ramah pada wanita itu.
"Shinta."
Mendengar nama itu,Adel dan juga neneknya saling berpandangan seperti merasa tidak asing dengan nama itu.Lalu mereka pun melanjutkan obrolan,
"Loh bu,kok harus tinggal bersama kami?kenapa gak disini aja biar ada yang menemani ibu dan bapak."Ucap Adel memandangi ibu mertuanya itu.
"Iya.Bapak setuju dengan Adel.Gak bagus kan anak perawan harus tinggal bersama orang yang sudah berumahtangga."Ucap bapaknya menyetujui ide Adel.
"Sekarang semuanya masuk tidur.Nanti kita sambung lagi besok obrolannya."Ucap bu Astuti lalu beranjak kekamar tidur menyusul suaminya.
"Mas kekamar aja duluan.Adel mau kekamar nenek dulu."Ucap Adel lalu meninggalkan suaminya yang masih duduk disofa bersama wanita itu.
Saat Adel sudah masuk kedalam kamar neneknya,Shinta menarik tangan Bryan masuk kedalam kamar dan dia tak menolak ajakan itu.Ternyata pak Hadi melihat hal itu sewaktu habis mengambil air minum didapur.Dan keduanya tak menyadari akan keberadaan pak Hadi tesebut.Membuat pak Hadi syok,namun segera ditahan agar penyakitnya tidak kumat.
"Ya Allah,ampunilah kesalahan istriku yang sudah membawa masuk wanita itu kedalam rumah tangga anakku.Kasian kamu Del,bapak tak bisa membantumu.Semoga istri dan anakku cepat sadar."Ucap pak Hadi memegang dada lalu menghapus airmatanya karena kasian pada menantunya.
______
"Del,kamu merasa aneh gak sih dengan ekspresi wajah ibu mertuamu?"tanya nenek yang mengenal betul sikap bu Astuti.
"Iya nek.Kayak ada sesuatu yang ditutup-tutupi.Tapi,wanita itu namanya kok bisa sama yah dengan yang diucapkan oleh bapak-bapak ditempat tadi?atau cuma sama nama lain orang yah nek?"
__ADS_1
"Sepertinya wanita itu orang yang dimaksud oleh bapak-bapak tadi.Karena setau nenek,keluarga bu Astuti tak ada yang mempunyai anak perempuan seumuran dengan wanita itu.Nenek bisa liat raut wajah mertuamu itu yang menyimpan kebohongan."
"Seingat saya,waktu dirumah sakit pernah berpapasan dengan wanita itu ditoilet."Ucap Adel mengingat-ingat.
"Dia yang membebaskan suami kakak dari penjara."Ucap Dimas yang terbangun saat mendengar obrolan nenek dan kakak sepupunya itu.
"Benarkah?"tanya Adel menutup mulutnya dengan tangan.
"Iya.Seharian ini Dimas tak mau keluar dari kamar.Saat Dimas ingin keluar untuk makan didapur,tanpa sengaja Dimas mendengar obrolan bu Astuti dan wanita itu diruang keluarga. Tapi,mereka tidak menyadari keberadaan Dimas."Ucap Dimas menjelaskan semua yang didengarnya.
"Berarti benar wanita itu adalah orang yang sudah menuntut mas Bryan.Tapi,mengapa ibu mengatakan kalau wanita itu anak saudaranya?sepertinya ada sesuatu dibalik semua ini."Ucap Adel menghela nafas panjang.
"Lebih baik kamu masuk tidur sana.Suamimu pasti sudah menunggumu.Nanti kita bahas ini besok saja."Ucap nenek lalu memeluk cucunya itu.
"Baiklah nek.Semoga mimpi yang indah yah.Good night."Ucap Adel lalu beranjak menuju kekamarnya
Didalam kamar,tampak Bryan sedang senyam senyum menatap layar ponselnya.Saat Adel mendekat,buru&buru ditaruhnya kembali ponsel itu dibawah bantal.
"Eh,lu lama amat sih dikamar nenek?"ucap Bryan dengan wajah manyun.
"Aku kangen sama kamu mas."Ucap Adel membaringkan tubuhnya dikasur lalu memeluk suaminya dari belakang.
"Apaan sih lu,lebay deh."Ucap Bryan yang tetap membiarkan Adel memeluknya.
"Aku mau mandi dulu yah mas.Ntar peluk-pelukan lagi."Ucap Adel lalu bangun beranjak menuju kamar mandi
"Pantesan aja kayak ada bau gak sedap."Ucap Bryan menutup hidung.
Adel tak menghiraukan ledekan suaminya itu dan menutup pintu kamar mandi.Dua puluh menit kemudian Adel keluar mengenakan handuk.
Bryan yang melihat itu menelan saliva dan mempunyai keinginan untuk melakukan ritual percintaan.Didekatinya istrinya tersebut dan dilepaskan handuk yang melekat ditubuh istrinya.Sehingga tampak jelas tubuh ramping,kulit putih mulus yang membuat keduanya sama sama menelan saliva saat berpandangan satu sama lain dengan jarak yang begitu dekat.
Tangan Bryan memegangi pinggang Adel dan menciumi aroma tubuh istrinya tersebut.Lalu mengangkat tubuh Istrinya dan menghempaskannya diranjang.
__ADS_1
Apakah malam pertama mereka akan dimulai setelah dua minggu pernikahan mereka?