Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Berubah jadi power rangers


__ADS_3

Kedua sahabat Adel yang sudah setengah perjalanan pulang, terpaksa memutar arah mobilnya kembali kerumah Adel. Tak lama kemudian mereka memasuki halaman rumah Adel dan diteras tampak Adel sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


"Apa kamu sudah membaca secara keseluruhan sebelum wanita itu mengambilnya kembali? " tanya Lala sudah tak sabar ingin mendengar jawaban Adel.


"Aku hanya membaca halaman depannya saja. Karena keburu diambil Shinta. Aku bisa saja merampas nya, tapi wanita itu mengancamku." Ucap Adel terduduk lemas disofa.


"Apa ada petunjuk saat kamu membaca halaman pertama diary itu? " tanya Lala kemudian.


"Halaman pertama yang kubaca ada dua nama wanita yang disebut dan salah satunya adalah namaku. Terus, wanita yang satunya lagi tertulis nama Rania." Ucap Adel memijiti keningnya.


"Rania? kok bukan nama Shinta sih yah? padahal dulu yang kita lihat berantem dengan Bimo kan wanita psikopat itu. " Ucap Lala kelihatan bingung.


"Atau jangan-jangan, Shinta itu hanya pake nama samaran biar gak ketahuan kalau buku diary tersebut dibaca oleh Bryan. Mungkin saja kan nama asli wanita itu sebenarnya adalah Rania dan bukan Shinta seperti yang kita kenal. "Kali ini Ani yang buka suara.


" Makin rumit masalahnya. Sebenarnya mas Bryan sudah mengikhlaskan semuanya, walaupun masih penasaran sih, apakah benar dulunya Shinta pernah menjalin hubungan dengan Bimo. Itu yang akan aku buktikan pada suamiku, kalau Shinta adalah dalang dari semua ini, dan diriku hanyalah korban semata. "Ucap Adel menatap kedua sahabatnya bergantian.


" Terus sekarang, apa kita harus mencari tau tentang Rania?" tanya Lala dengan serius.


"Untuk saat ini, kita fokus pada Shinta dulu. Dan yang paling penting, kita menyelidiki rahasia yang ada dirumah sakit jiwa yang pernah dikunjungi oleh Shinta dan Mario waktu itu. " Ucap Adel yang kemudian di iyakan kedua sahabatnya.


Setelah lama mengobrol, kedua sahabat Adel kembali pamit untuk pulang. Saat Adel membereskan meja yang terlihat berantakan, suaminya datang menghampirinya lalu memeluknya dari belakang. Ada kegembiraan diraut wajah lelaki itu, membuat Adel merasa heran melihat kegembiraan diraut wajah suaminya itu.


Bryan mengajak istrinya itu masuk kedalam kamar, mumpung Shinta gak ada dirumah. Ternyata yang membuat lelaki itu terlihat riang, karena Shinta memberitaunya tidak akan pulang dalam waktu seminggu ini karena harus merawat ibunya dirumah sakit. Jadi ada kesempatan untuk melakukan ritual malam pertama mereka yang selalu saja tertunda.


Adel yang mendengar penuturan suaminya itu, turut merasa senang karena bisa bebas sejenak dari wanita itu. Dalam hatinya, mungkin saatnya untuk memberikan mahkotanya kepada suaminya tersebut. Walaupun terlihat gugup, dia mencoba agar terlihat biasa saja dan berharap malam ini malam pertama yang dirindukannya itu bisa terwujud.


"Sayang, apakah kamu sudah siap melakukannya bersamaku? " tanya Bryan menatap wajah istrinya itu dengan lekat.


"Aku selalu menantikan momen ini. Dan semoga saja malam ini bisa terwujud tanpa ada gangguan lagi. " Ucap Adel malu-malu.

__ADS_1


"Maafkan aku selama ini, belum bisa membahagiakanmu. Aku janji, setelah anak itu lahir dari rahim Shinta, kita berdua akan hidup bahagia. Aku akan meninggalkan dia dan hidup bahagia denganmu selamanya hanya denganmu. " Ucap Bryan lalu mengangkat tubuh Adel dan meletakkannya diatas kasur.


Mereka berdua terlihat sangat menikmati adegan itu, dan saat akan memulai ritual percintaan tiba-tiba saja ponsel Bryan berdering tanda ada yang menelpon. Ritual itu tertunda sejenak, lalu Bryan mengambil ponselnya yang ada diatas nakas dan melihat siapa yang sudah mengganggu kesenangannya itu. Ternyata, itu adalah Shinta.


Bryan menolak panggilan tersebut karena dia sudah berjanji akan membahagiakan Adel malam ini. Namun tetap saja wanita itu terus menelpon sehingga Adel menyuruh suaminya mengangkat telepon itu karena takut ada hal penting yang ingin disampaikan oleh wanita itu.


Bryan pun terpaksa mengangkatnya. Saat telepon tersambung,


" Maaf, apa ini benar dengan saudara Bryan? "tanya seorang wanita asing memakai nomor telepon Shinta untuk menghubunginya.


" Iya benar, saya sendiri. Kalau boleh tau, mengapa anda menelponku memakai ponsel istriku?"tanya Bryan bingung karena yang berbicara dengannya bukanlah Shinta.


"Saya suster Dira yang merawat istri anda saat ini. Terpaksa saya memakai ponsel istri anda untuk menelpon karena istri anda sendiri yang menyuruh saya. " Ucap suster itu menjelaskan.


"Maksudnya dirawat?" tanya Bryan bingung.


"Ya, saat ini istri anda sedang dirawat dirumah sakit MEDICA. Jadi tolong untuk segera kesini karena kondisinya sangat tidak baik. " Ucap suster itu menyuruh Bryan untuk segera kerumah sakit.


Bryan menatap wajah Adel lalu meminta maaf karena malam ini ritual malam pertama gagal lagi dikarenakan Shinta sedang dirawat dirumah sakit dan keadaannya dalam keadaan tidak baik. Bryan takut terjadi apa-apa kepada anaknya dan Adel pun mengerti dengan keadaan yang ada. Segera dia menyuruh suaminya tersebut menuju kerumah sakit.


Bryan meminta istrinya itu untuk ikut serta menemaninya, namun Adel menolak dengan halus dan berjanji, besok pagi akan menjenguk Shinta sekalian membawakan baju ganti untuk wanita itu. Bryan mengiyakan, lalu dia bergegas untuk berangkat.


Sesampai dirumah sakit, Bryan masuk ke ruang UGD karena kata suster, istrinya tersebut masih ada di ruangan itu. Dia bertanya kepada dokter tentang kondisi istri dan calon anaknya, sehingga akhirnya dokter mengajak Bryan untuk mengobrol di ruangannya.


"Apa yang menyebabkan istriku berada diruang UGD? " tanya Bryan meminta penjelasan kepada dokter.


"Kondisinya sudah sangat parah. Seharusnya dia tidak boleh hamil selama penyakit yang dideritanya itu belum sembuh. " Ucap dokter itu menjelaskan.


"Maksudnya? saya belum mengerti dengan penjelasan dokter. Penyakit apa yang dokter maksud? perasaan,selama ini istriku dalam keadaan baik-baik saja dan tak mempunyai riwayat penyakit. " Ucap Bryan terlihat bingung.

__ADS_1


"Mungkin pasien sengaja menyembunyikan penyakitnya kepada anda. Karena menurut hasil pemeriksaan, kanker rahim yang dideritanya sudah sangat parah." Ucap dokter itu membuat Bryan merasa syok.


"Kanker rahim? apakah mungkin bisa hamil kalau punya penyakit seperti itu? mustahil. Mungkin dokter salah mendiagnosa. " Ucap Bryan tak percaya dengan perkataan dokter itu.


" Hasil pemeriksaan lab tak mungkin salah. Dan kami meminta persetujuan anda untuk melakukan operasi malam ini juga. Tapi, ada satu lagi permasalahannya. "Ucap dokter itu menghentikan omongannya.


" Permasalahan?" tanya Bryan makin terlihat bingung.


"Anda harus memilih untuk menyelamatkan salah satu diantara mereka berdua." Ucap Dokter melanjutkan omongannya.


" Kehamilannya baru memasuki bulan ketujuh, tapi mengingat kondisi pasien yang sudah sangat lemah terpaksa harus ditindaki lebih lanjut. Dan hanya satu diantara mereka yang harus diselamatkan. Tak ada pilihan lain. "Ucapan dokter membuat Bryan seakan belum percaya dengan keadaan itu.


" Jujur, saya masih belum percaya dengan apa yang dokter sampaikan. Tapi, apakah boleh saya bertemu dengan istri saya terlebih dahulu sebelum memutuskan semuanya? "tanya Bryan dengan lesu.


" Sangat boleh. Tapi kami berharap, anda segera mengambil keputusan karena mengingat kondisi pasien yang sudah sangat lemah. "Ucap dokter lalu mempersilahkan Bryan untuk masuk ke ruang UGD tempat istri sirinya itu dirawat.


___________


" La, kok sekarang bos mu itu bersama wanita lain? kemana perginya wanita psikopat itu yah? tumben banget. Lagipula ngapain sih Mario itu sering ketempat itu? atau jangan-jangan ada keluarganya yang sedang dirawat disana? "tanya Ani panjang lebar membuat Lala kewalahan untuk menjawab.


" Nanya itu satu-satu dong biar gak pusing otak nih buat mikir. "Ucap Lala memijiti kepalanya.


" Hehe, bilang aja lu juga penasaran kan pada bos mu itu? sungguh misterius banget. Jiwa Conan ku meronta. "Ucap Ani lalu mengambil kaca pembesar ala dektektif didalam tasnya.


" Sumpah demi apa lu bawa barang itu? huuu, sok dektektif aja lu. "Ucap Lala menjitak kepala sahabatnya itu.


" Eh, kok sekarang ngomongnya pake gue elu sih? haha, dasar aneh. Udah ah bercandanya, sekarang kita berubah jadi power rangers. Upss, salah maksudnya jadi dektektif. "Ucap Ani lalu keduanya tertawa terbahak-bahak.


Mereka pun memutuskan untuk membuntuti kemana Mario dan wanita itu pergi. Ternyata, wanita itu turun di sebuah rumah sakit sedangkan Mario terlihat akan pergi lagi sehingga membuat keduanya bingung ingin membuntuti yang mana dulu.

__ADS_1


Ani pun berpendapat untuk mengikuti mobil Mario karena mungkin saja wanita yang bersama lelaki tadi hanyalah kerabatnya, dan menurutnya tidak ada hubungannya dengan tujuan mereka untuk mencari bukti.


__ADS_2