Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Membuat rencana untuk menjebak Selena


__ADS_3

Setibanya mereka dirumah utama, terlihat bu Salma sedang termenung. Mungkin beliau mencari cara agar bisa membebaskan cucu laki-laki nya dari tuduhan pengedar obat terlarang. Adel dan kedua sahabatnya pun mendekati bu Salma untuk menenangkan beliau dan mengatakan bahwa semua masalah yang tengah dihadapi ini akan menemukan jalan keluarnya.


Dengan kesedihan yang mendalam, bu Salma mengatakan kepada Adel untuk mencari pengacara yang handal. Tak peduli semahal apapun untuk membayar nya, yang paling penting cucunya bisa terbebas dari tuduhan itu.


"Baiklah, Nek.. Adel akan mencoba untuk menghubungi pengacara terbaik untuk menangani semuanya. " Ucap Adel lalu mengusap bahu bu Salma untuk menenangkan beliau.


"Nek, emang ada buktinya kalau Fabian pengedar dan pengguna aktif obat-obatan tersebut? " tanya Ani ingin tahu.


"Tadi pagi, beredar video saat Fabian tertidur di sebuah hotel. Dan disampingnya, ada beberapa bungkus obat-obatan yang diduga polisi adalah Narkotika. Tapi, sebelum ditangkap polisi tadi, Fabian sempat mengobrol dengan nenek dan katanya semalam dia dalam keadaan mabuk berat. Sehingga ada yang menjebaknya dan membawanya ke hotel. Nenek yakin ini pasti ulah Selena yang ingin membuat Fabian hancur karena tak menerima cintanya. "Ucap bu Salma memberi kesimpulannya sendiri.


" Iya nek, kami juga merasa bahwa ini jebakan wanita itu. Mengingat, dia juga yang menyebabkan Adel masuk rumah sakit kan? "ucap Ani sependapat dengan kesimpulan bu Salma.


" Selagi wanita itu belum tertangkap, pasti dia akan berusaha untuk terus menghancurkan orang yang dekat dengan Fabian. Pasti kamu juga terdaftar dalam rencananya, Del. Dia tak akan berhenti sampai Fabian dan kamu hancur sehancur-hancurnya. "Ucap Lala mempunyai firasat buruk.


" Itu juga yang nenek takutkan.Gimana caranya agar wanita itu bisa ditangkap oleh polisi? nenek takut wanita itu akan berbuat yang lebih nekat lagi. "Ucap bu Salma penuh kekhawatiran.


Sejenak hening, mereka terlarut dalam pikirannya masing-masing. Dan berharap, bisa menemukan ide cemerlang untuk menangkap wanita jahat itu. Tak lama kemudian, datanglah anak dari Selena menghampiri mereka dan merengek untuk dipertemukan dengan ibunya.


" Siapa anak kecil ini? "tanya Ani karena merasa dirumah bu Salma tak mempunyai anak kecil.


" Anak dari wanita jahat itu. Kata Fabian, saat polisi datang untuk menangkap Selena dan para anak buahnya yang menculik Adel, mereka kabur lewat pintu belakang. Dan anaknya tertinggal didalam kamar sendirian, mungkin tak sempat dibawa pergi karena kedatangan polisi tersebut. "Ucap bu Salma menjelaskan.


" Oh, jadi ini yang kata kamu, anak wanita jahat itu dan suamimu? "tanya Ani lalu Adel mengangguk mengiyakan.


Mendengar itu, akhirnya bu Salma menceritakan semuanya kepada mereka agar Adel juga tak salah paham mengenai hubungan antara Fabian dan Selena. Bu Salma juga mengatakan bahwa memang benar dulunya Fabian memiliki hubungan spesial dengan Selena.


Namun itu hanya sekedar masa lalunya saja. Fabian memutuskan hubungannya dengan wanita itu karena dirinya mengetahui kalau Selena berselingkuh dengan lelaki lain dan bahkan telah berbadan dua. Jujur saja, dulunya nenek tak merestui hubungan mereka, karena nenek sangat yakin kalau Selena bukan wanita yang baik.


Akhirnya itu terbukti, dan Fabian menyesal tak pernah mendengar ucapan dari Bu Salma. Sebelum memutuskan tinggal di luar negeri, Selena dulunya sudah memberikan ancaman kepada Fabian dengan mengatakan akan kembali untuk meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya.


Namun Fabian tak mau menghiraukan ucapan wanita tersebut. Hingga pada akhirnya dia benar-benar kembali untuk mengejar cinta Fabian lagi. Karena Fabian tetap tak mau, dia berbuat hal yang sangat ekstrim.


"Jadi seperti itu ceritanya, Nek? berarti diriku sudah salah menduga. Pasti gara-gara omonganku, mas Fabian memilih untuk mabuk-mabukan dan akhirnya dijebak oleh wanita jahat itu. " Ucap Adel merasa menyesal atas perbuatannya kepada suaminya.


"Sudahlah, nak.. tak perlu disesali lagi. Yang paling penting sekarang kamu sudah mengetahui semuanya. Dan tugas kita selanjutnya, mencari cara untuk membebaskan suamimu tersebut dari tuduhan itu. " Ucap bu Salma mengelus bahu Adel untuk menenangkan nya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita memancing dirinya untuk keluar dari persembunyiannya. Dan anaknya ini kita gunakan sebagai umpannya. Aku yakin, dia akan menunjukkan dirinya untuk menyelamatkan anaknya ini. " Ucap Lala memberi saran.


"Maksud kamu, kita mau jahatin anak kecil, begitu? gak ah, kasian dia masih anak-anak dan belum tahu apa-apa. " Ucap Adel merasa keberatan dengan ide tersebut.


"Kita pura-pura menculik dirinya. Tapi gimana cara wanita itu mengetahui nya yah? apalagi kita gak punya nomor kontak wanita itu. " Ucap Lala kembali memikirkan idenya tersebut.


Mereka semua jadi bingung lagi, dan memikirkan cara bagaimana agar rencana Lala itu bisa berhasil. Mengingat, mereka tak mempunyai kontak dengan Selena. Hingga akhirnya, Adel teringat satu hal,


"Pasti diponsel mas Fabian, ada tersimpan nomor ponsel wanita itu. " Ucap Adel lalu menanyakan pada bu Salma tentang keberadaan ponsel dari suaminya.


Untungnya bu Salma menyimpan ponsel cucunya itu lalu menyerahkannya kepada Adel. Kata bu Salma saat polisi menangkap Fabian, cucunya itu sempat mengganti pakaian nya sehingga dompet dan ponsel cucunya tersebut tersimpan disaku jasnya yang diletakkan nya di dalam kamarnya.


Adel pun meraih ponsel itu dari tangan bu Salma dan mencoba untuk mencari nomor kontak wanita itu. Namun sayangnya, ponsel suaminya itu dalam keadaan terkunci. Membuat Adel berpikir dengan keras, Kira-kira apa kode sandi ponsel suaminya tersebut.


Hal pertama dia mencoba membuka kode ponsel tersebut menggunakan tanggal lahir suaminya,namun gagal.


"Coba deh tanggal pernikahan kalian berdua! " ucap bu Salma memberi saran.


Adel pun mencoba kembali membuka ponsel tersebut dengan menekan tombol angka tanggal pernikahannya dengan Fabian. Namun tetap saja tak berhasil terbuka.


"Aku gak yakin deh. Masa iya suamiku memakai kode tanggal lahirku? udahlah lebih baik menyerah saja, daripada nomor kontak mas Fabian terblokir. Kan banyak nomor penting didalamnya. " Ucap Adel menghela nafas secara kasar.


Mendengar ucapan Adel yang ingin menyerah, tiba-tiba Lala merebut ponsel Fabian itu dari tangan Adel lalu segera memasukan kode menggunakan tanggal lahir wanita itu. Dan hasilnya, ponsel itu pun terbuka. Ternyata Fabian menggunakan tanggal lahir istrinya sebagai kode sandi ponselnya.


Melihat ponsel itu bisa terbuka, membuat Adel tersanjung dan berbunga-bunga. Dia tak menyangka, suaminya menggunakan tanggal lahirnya sebagai kode ponselnya tersebut.


"Idih, senyum-senyum sendiri, awas kesambet. Lebih baik nanti aja berbunga-bunga nya, sekarang kita fokus mencari tau nomor kontak Selena dan membuat dia masuk kedalam perangkap. Jika nanti kita berhasil memancingnya, segera hubungi polisi untuk bekerja sama dalam membekuk wanita itu. " Ucap Lala memberi ide.


"Apaan sih La. Siapa juga yang senyum-senyum sendiri? hmmm ayo kita cari nomor kontak wanita itu dulu. Semoga saja masih terhubung. " Ucap Adel lalu mencari nomor kontak diponsel Fabian tersebut.


Namun dari hasil pencarian, mereka tak menemukan kontak atas nama Selena. Sehingga, Adel pun mencoba melihat ke layar aplikasi hijau, siapa tau ada chat antara suaminya dan wanita itu yang belum dihapus oleh Fabian.


Benar saja, dia menemukan isi chat percakapannya antara Fabian dan wanita itu. Ternyata nomor kontak wanita itu tak tersimpan diponsel Fabian. Dia membaca seluruh isi percakapan itu, hingga berhenti di satu chat yang membuatnya bertanya kepada bu Salma.


"Nek.. bukannya, Viona itu merupakan adik sepupu mas Fabian? "

__ADS_1


"Iya, nak.. Viona itu adik sepupu suamimu. Ibu Fabian dan ibu dari Viona adalah anak kandung nenek. " Ucap bu Salma menjelaskan.


"Terus, apa maksud Selena mengatakan kalau antara Viona dan mas Fabian adalah sepasang kekasih? " tanya Adel bingung begitu pula dengan kedua sahabatnya.


"Nak, lebih baik kita selesaikan dulu permasalahan suamimu. Nanti masalah Viona, kita bahas belakangan. Boleh yah? " ucap bu Salma memohon.


Walaupun merasa penasaran dengan isi chat Selena yang mengatakan kalau suaminya punya hubungan spesial dengan Viona, dia menurut saja dengan permintaan bu Salma. Kali ini memang masalah suaminya yang lebih penting. Akhirnya, dia pun menghubungi nomor Selena menggunakan ponsel dari Lala. Beruntung, nomornya masih bisa terhubung.


"Hallo, ini siapa yah? dan ada perlu apa menelpon ku? " tanya Selena diseberang telepon.


"Hallo wanita jahat, apa kamu sehat-sehat saja? " tanya Lala dengan nada serius.


"Siapa kamu? dan apa tujuanmu menelpon ku? mungkin anda salah sambung. "


"Selena.. Selena.. kamu tak bisa kabur dariku. Oya, anak kamu sekarang ada padaku. Kalau kamu ingin dia selamat, cepat bawa pesananku sekarang juga! " Ucap Lala lagi membentak wanita itu.


Adel dan Ani saling tatap mendengar omongan sahabatnya barusan. Mengapa dia malah membahas tentang pesanan? ingin rasanya menegur sahabatnya itu agar serius dan segera menjalankan rencananya, namun tiba-tiba terdengar suara Selena berbicara.


"Ok, aku tau kamu marah karena pesananmu belum diantar oleh anak buahku. Semalam sebenarnya, aku akan mengantarkan sendiri kepadamu, namun diriku ada urusan mendadak bersama kekasihku. " Ucap Selena meminta maaf.


"Tapi bagaimana bisa anakku bisa bersamamu? karena dia sekarang bersama orang yang bisa melindunginya. " Tanya Selena lagi dengan heran.


"Jangan pikir aku tak bisa menculik anakmu, walaupun dia terlindungi sekalipun aku tetap bisa menemukannya. Apakah kamu ingin melihatnya? "


"Anna.. tolong jangan sakiti anakku! sekarang juga kita ketemuan ditempat biasa, dan aku akan membawakan pesanan mu itu! "


"Aku ingin kita bertemu ditempat yang baru dan menurutku sangat aman untuk bertransaksi. Nanti aku akan serlok alamatnya, dan segera lah temui aku, atau kamu tau sendiri akibatnya. " Ucap Lala lalu memutuskan telepon secara sepihak.


Setelah telepon terputus, Lala pun menghela nafas dengan kasar karena menurutnya ternyata capek juga berpura-pura menjadi orang yang kejam.


"Sekarang kita cari tempat yang paling aman untuk bertemu dengan wanita itu. Dan nanti aku dan Ani akan menuju ke lokasi untuk melancarkan aksi kita. Sedangkan Adel dan bu Salma menghubungi polisi agar kita bisa bekerja sama untuk menangkap wanita itu. Sepertinya, dia pengedar obat-obatan terlarang. Melihat dari cara bicaranya tadi. Tapi bagus kan akting aku tadi? dia saja langsung ketakutan. Hehe. " Ucap Lala cengengesan.


"Ok, cengengesan nya ditunda aja dulu yah! sekarang kita kerjakan tugas kita masing-masing. " Ucap Ani mulai serius.


"Putri.. kamu mau kan bertemu dengan mama? sekarang ikut tante yah, nanti tante akan mengantarmu pulang kepada mama mu. " Ucap Lala dengan lemah lembut merayu anak kecil itu.

__ADS_1


Mendengar ucapan Lala, akhirnya anak kecil itu mau mengikuti mereka ketempat yang mereka gunakan untuk menjebak Selena. Semoga saja, kali ini Selena bisa tertangkap dan masuk kedalam penjara. Dan mereka bisa membebaskan Fabian dari tuduhan itu.


__ADS_2