Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Lelaki tak berhati


__ADS_3

Karena mendengar suara sirene mobil polisi, Selena dan semua anak buahnya pergi melarikan diri lewat pintu belakang. Fabian tak menghiraukan mereka semua dan lebih memilih untuk membawa Adel segera kerumah sakit.


Dia berharap, masih bisa menyelamatkan nyawa istrinya tersebut. Ada rasa khawatir melihat kondisi istrinya yang sudah tak sadarkan diri. Tak lama beberapa polisi mengepung rumah itu dan mencari keberadaan Selena dan anak buahnya. Namun mereka hanya menemukan seorang anak kecil yang menangis mencari keberadaan ibunya.


"Lapor, pak.. Kami tak menemukan keberadaan mereka, dan hanya bisa menemukan seorang anak kecil didalam kamarnya. "Ucap salah satu polisi kepada sang komandan.


" Sepertinya mereka semua sudah melarikan diri lewat pintu belakang."Ucap sang komandan lalu menyuruh yang lain untuk mengejar para buronan itu.


Dengan tergesa-gesa, Fabian membawa istrinya itu untuk segera mendapatkan pertolongan medis. Untung saja, rumah sakit tak jauh dari perumahan tersebut hingga akhirnya Adel segera mendapat tindakan medis. Dengan hati yang was-was, Fabian menunggu hasil pemeriksaan, dan tak lama kemudian, dokter pun keluar dan menyampaikan keadaan Adel kepada Fabian.


"Untung saja, pasien cepat dibawa kesini. Jadi racun yang diminum nya belum menjalar keseluruh tubuhnya. Kami sudah berhasil menetralisir racun ditubuhnya, tapi sekarang pasien belum sadarkan diri. "


"Apakah sekarang, aku boleh masuk kedalam untuk melihat keadaannya? "tanya Fabian lalu dokter itu mengangguk.


" Ya, silahkan! "ucap dokter itu lalu pergi meninggalkan Fabian.


Fabian langsung masuk kedalam ruangan tempat istrinya itu dirawat, lalu dengan mata berkaca-kaca ia merutuki dirinya sendiri yang tak becus menjaga istrinya. Sambil menggenggam tangan istrinya, dia meminta maaf dan berjanji akan selalu melindungi istrinya tersebut.


Lalu dia teringat pada neneknya, lalu memutuskan untuk memberitahukan hal tersebut kepada neneknya. Dan dia juga sudah berencana untuk memberikan pelajaran kepada Viona atas perlakuannya yang menurutnya tak patut untuk dimaafkan.Saat sambungan telepon tersambung,


"Nek.. Adel sekarang berada dirumah sakit. Kalau nenek ada waktu, tolong datang untuk menjenguknya! " ucapku dengan nada sedih.


"Kenapa bisa berada dirumah sakit? apa yang terjadi, Fabian? " tanya nenek dengan nada panik.


"Nenek kesini aja dulu, nanti aku jelaskan semuanya! " ucapku lalu nenek pun bersedia untuk datang menjenguk Adel.


Saat tengah bersedih melihat keadaan istrinya yang belum juga sadar, tiba-tiba ada dua orang polisi yang menghampiri Fabian. Mereka terlihat sedang bersama anak kecil yang ternyata adalah anak dari Selena. Dia bingung, mengapa bapak polisi itu membawa serta anak kecil itu dihadapannya.

__ADS_1


"Maaf Pak, bolehkah kita bicara sebentar diluar ruangan? " tanya salah satu polisi itu, lalu Fabian pun mengangguk tanda setuju.


"Begini pak, maksud kedatangan kami kesini untuk memberitahu kalau kami belum berhasil menangkap wanita itu dan kawan-kawan nya. Kami terus berusaha agar mereka semua bisa segera tertangkap. " Ucap polisi itu lagi, memberi informasi yang belum berhasil menangkap wanita itu.


"Saya berharap, wanita dan komplotannya itu segera ditangkap dan berilah hukuman seberat-beratnya. " Ucap Fabian penuh ketegasan.


Ketika Fabian hendak masuk lagi kedalam ruangan tempat istrinya dirawat, anak dari Selena tiba-tiba memeluknya dan menangis meminta agar dipertemukan dengan ibunya kembali.


"Papa.. tolong bawa aku ketemu dengan mama! jangan pisahan aku dengan mama. " Ucap anak itu membuat Fabian terkejut.


"Aku bukan papamu! " ucap Fabian melepaskan pelukan anak itu.


Saat anak itu hendak dibawa kembali oleh kedua polisi itu, tiba-tiba bu Salma datang dan menghentikan langkah polisi itu. Beliau menanyakan perihal tentang kedatangan mereka yang datang menemui cucunya.


Kedua polisi itu pun menceritakan semua kejadiannya kepada bu Salma, sehingga membuat bu Salma mengerti. Tapi beliau fokus kepada anak kecil itu, lalu bertanya,


"Dia adalah anak dari wanita yang telah menculik saudari Adel. Tadi saat kami mengepung rumah tempat saudari Adel disekap, kami belum berhasil menangkap semua pelaku. Hanya anak kecil ini yang kami temukan."


"Papa.. tolong Putri pa! jangan pisahkan Putri dari mama. " Ucap anak kecil itu lagi membuat bu Salma mengerutkan keningnya.


"Papa? Fabian, mengapa anak itu memanggilmu dengan sebutan papa? " tanya bu Salma merasa heran.


"Di-dia anak Selena, Nek." Ucap Fabian membuat bu Salma terkejut.


"Jadi bagaimana, apakah bapak mau merawat anak ini? karena sepertinya anak ini yakin kalau anda adalah ayah kandungnya. " Ucap polisi itu membuat Fabian berpikir.


"Baiklah, tinggalkan anak itu disini. Cucu saya akan merawat anak kecil ini. Sebenarnya, ibu anak ini dulunya sangat tergila-gila pada cucuku. Sehingga saat dia hamil dengan lelaki lain pun, dia masih saja berharap dicintai oleh Fabian. Hingga saat kejadian wanita itu menculik istri Fabian, mungkin karena dia ingin balas dendam dan merasa sakit hati karena cintanya tak berbalas. "Ucap Bu Salma mencoba menjelaskan pada polisi itu agar nama baik keluarganya tidak tercoreng.

__ADS_1


" Berarti sekarang anak ini kami serahkan kepada ibu dan juga pak Fabian. Dan kami juga akan terus berusaha melacak keberadaan para pelaku agar semua masalah nya cepat tuntas. "Ucap polisi itu lalu pamit untuk pergi.


________________________


Dalam ruangan tempat dia dirawat, Adel terlihat membuka matanya secara perlahan. Lalu dirinya menatap langit-langit ruangan itu, dan memikirkan kembali apa yang terjadi padanya sampai harus berakhir di rumah sakit.


Terdengar, ada yang memasuki ruangan itu sehingga membuatnya perlahan menoleh kearah orang yang datang tersebut. Dan ternyata itu adalah suaminya dan juga bu Salma. Pandangannya fokus kepada anak kecil itu, dan merasa heran mengapa suaminya bisa bersama dengan anak kecil yang merupakan anak dari wanita jahat itu.


"Mengapa kamu membawa anak itu bersamamu?apakah benar kalau dia itu adalah darah dagingmu? " tanya Adel dengan suara yang masih lemah.


"Sayang, aku akan menjelaskan itu semuanya kepadamu! tapi untuk saat ini, kamu jangan banyak pikiran dulu yah, karena kondisimu masih belum stabil. " Ucap Fabian menciumi tangan istrinya itu dengan lembut.


"Aku sudah tahu semuanya dari wanita itu. Mengapa kamu tak pernah mengungkit kalau sebenarnya dirimu sudah pernah menikah dan mempunyai anak? " tanya Adel berderai airmata karena merasa dibohongi oleh suaminya.


"Nak, jangan dulu membahas tentang masa lalu Fabian yah? nanti setelah kamu pulih kembali, suamimu pasti akan menjelaskan semuanya kepadamu! percaya pada nenek, Fabian tak pernah menikah dengan wanita itu. " Kali ini bu Salma yang angkat bicara.


Untungnya Adel mau menurut, namun dia sama sekali tak mau menatap wajah suaminya itu. Dalam hatinya dia merasa sakit yang begitu mendalam karena selama ini telah dibohongi oleh suaminya sendiri. Seandainya dia tau dari awal, tak akan pernah dia memberikan cinta sepenuhnya kepada suaminya itu.


"A-aku minta cerai! dan silakan kembali kepada istrimu yang pertama. Kalian belum resmi bercerai kan? ternyata kamu adalah lelaki pecundang. Gak ada rasa kasian pada anakmu sendiri, sampai tak mau mengakuinya? ck, sungguh kamu lelaki tak berhati. " Ucap Adel membuat Fabian terpancing emosi.


"Mengapa kamu lebih percaya pada wanita jahat itu? seharusnya, kamu bertanya dulu tentang kebenarannya kepadaku. Jangan langsung menuduhku bahkan mengucapkan kalau diriku ini lelaki pecundang. Ok kalau itu maumu, aku akan menceraikan kamu, biar kamu puas. " Ucap Fabian lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kecewa.


Yah, kali ini dia merasa kecewa atas ucapan istrinya yang mengatakan bahwa dirinya lelaki yang tak berhati. Ingin rasanya dia menjelaskan semuanya kepada istrinya tersebut, namun dirinya sudah terlanjur sakit hati dengan kata-kata istrinya itu. Karena merasa kesal, diapun memilih untuk pergi kesebuah klub malam dan meminum alkohol dalam jumlah yang banyak.


Siapa sangka dirinya akan bertemu dengan Selena di tempat itu. Dalam keadaannya yang sudah mabuk, dia tak sadar kalau wanita itu membawanya kesebuah tempat.


"Sayang, kamu tak akan bisa lari dariku. Sekarang, ayo kita bersenang-senang! dan kupastikan besok pagi, nenekmu itu akan malu sebesar-besarnya saat menyaksikan berita hot cucu kesayangannya yang sedang viral. Haha, aku tak peduli lagi jika kamu tak menginginkan ku. Tapi jangan salahkan aku jika dirimu, istrimu, dan keluarga mu akan hancur ditanganku. " Ucap Selena lalu menyuruh salah satu anak buahnya untuk merekam aksi gilanya bersama Fabian.

__ADS_1


__ADS_2