Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
POV Selena__Meracik ramuan mematikan__


__ADS_3

POV Selena


____________________


Setelah bosan tinggal diluar negeri, aku pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sepertinya sudah saatnya diriku memperkenalkan Putri kepada ayahnya. Aku yakin setelah melihat anaknya, Fabian akan berubah pikiran dan mau kembali menjalin asmara denganku.


Memang aku tahu betul, saat ini dia sedang menjalin hubungan dengan Viona. Tapi aku yakin Fabian tak akan bisa menikahinya karena mereka terikat tali persaudaraan. Jadi aku bisa dengan mudah merebut kembali kasih sayang Fabian dari wanita itu.


"Ma.. apakah benar, Putri akan segera bertemu dengan Papa? "


"Iya, sayang.. sebentar lagi, keluarga kita akan kembali utuh lagi. Dan mama yakin, kamu akan bahagia mendapatkan kasih sayang dari papa mu. " Ucapku membuat putri kecilku merasa riang gembira.


Dengan harapan bisa menyambung kembali kisah asmaraku dengan Fabian, hari itu juga aku terbang dari Amerika menuju ke Indonesia Raya. Diri ini sudah tak sabar ingin memberi kejutan kepada Fabian.


Akhirnya, aku pun tiba di tanah kelahiranku. Dengan menggandeng tangan putriku, aku pun masuk kedalam rumah milik orang tuaku. Namun sayang, rumah itu sudah tak terurus dan membuat ku malas untuk tinggal dirumah tersebut. Nantilah aku akan menyuruh orang untuk kembali membersihkan rumah ini, kali ini lebih baik aku menyewa tempat yang nyaman untuk putriku.


Akhirnya aku menemukan salah satu perumahan mewah, dan memutuskan untuk tinggal di perumahan itu untuk sementara waktu. Karena perut terasa lapar, aku pun mengajak putriku ke sebuah restoran tempat saksi bisu saat Fabian melamar ku dan juga saat memutuskan hubungan denganku.


Tak disangka di restoran itu aku bertemu dengan Viona dan juga seorang lelaki yang ternyata adalah kekasihnya. Wah, berarti kesempatan emas buatku untuk mendekati Fabian lagi. Sudah kukatakan mereka tak akan bisa melanjutkan hubungan ketahap yang lebih serius. Dalam pertemuan itu maka terciptalah obrolan diantara kami,


"Hei, kak Selena.. apa kabar? wah, akhirnya kita bisa berjumpa lagi. " Ucap Viona lalu cipika cipiki denganku.


"Kabar baik, sayang. Oya, kok kamu gak barengan dengan Fabian? " tanyaku ingin memastikan kalau mereka sudah putus hubungan.


"Oh, dia sekarang sudah menikah. Jadi waktunya bukan untukku lagi deh. Kalau sekarang, kekasihku ini yang selalu menemaniku setiap saat. Hehe, eh sampai lupa, kenalkan dia ini kekasihku, namanya Bimo. " Ucap Viona mengenalkan kekasihnya itu padaku.


"Hai, aku Selena. Senang berkenalan denganmu. " ucapku sambil memperlihatkan senyum manisku.

__ADS_1


"Kalau ini anak kamu? " tanya Viona karena memang dia tak mengetahui tentang kehamilan ku dulunya.


"Iya ini putriku dengan Fabian. Apa dia tak pernah mengungkit tentang putrinya?"


"Hah, benarkah dia ini anak Fabian? " ucap Viona lagi membekap mulutnya sendiri tak percaya.


Aku mengangguk pelan lalu mulai menceritakan masa lalu yang terjadi antara aku dan Fabian. Jelas Viona merasa terkejut mendengar semua omonganku. Dulu dipikirnya, aku dan Fabian itu hanya sebatas teman biasa. Karena dulu, Fabian tak pernah memperkenalkan diriku kepada keluarganya sebagai Kekasihnya.


"Apakah sekarang Fabian tau kalau kak Selena sudah berada disini? jujur, aku tak tau kalau Fabian mempunyai anak secantik ini. " Ucap Viona lalu mengusap rambut putriku dengan lembut.


"Dia belum tau, dan tadinya aku ingin memberikan kejutan kepadanya. Tapi, setelah mendengar bahwa dia sudah menikah, jujur hatiku sangat sakit. " Ucapku seakan belum percaya dengan omongan Viona.


"Bagaimana kalau aku yang membantumu untuk bertemu dengan Fabian? " tawar Viona membuatku setuju.


Setelah makan di restoran, akhirnya Viona mengajakku untuk bertemu dengan Fabian dikantor nya. Namun sayangnya, aku belum bertemu dengan pujaan hatiku tersebut. Menurut Viona, mungkin saja Fabian tengah bermesraan dengan istrinya. Membuatku sangat marah, dan mengatakan kepada Viona untuk mempertemukan diriku dengan wanita yang sudah merebut hati Fabian dariku.


Sepertinya aku mempunyai rencana untuk memisahkan antara Fabian dengan istrinya itu. Untungnya, Viona mau bekerja sama denganku. Katanya dia juga sangat membenci istri dari Fabian tersebut. Sehingga, Viona memberikan usul untuk menculik istri Fabian yang bernama Adel tersebut.


"Tenang saja, aku punya rencana yang bagus. Sekarang, berilah nomor ponselmu biar rencana kita bisa berjalan dengan sempurna. Kamu harus menyewa orang untuk menculik istri Fabian tersebut. Gimana? " ucap Viona membuatku langsung setuju saja.


Dengan bantuan Viona juga, aku dengan mudahnya mendapatkan anak buah sebanyak sepuluh orang. Untung saja aku mempunyai banyak uang, jadi bisa membayar orang suruhanku untuk melenyapkan istri Fabian.


__________________________


Keesokan harinya, aku dan Viona menyusun rencana untuk menjebak istri Fabian masuk kedalam perangkap. Saat itu, Viona menyuruh istri Fabian tersebut untuk menemuinya di sebuah taman. Aku dan salah satu anak buahku menunggu di tempat tersembunyi untuk memantau kedatangan wanita itu.


Viona memberi selembar foto wanita itu untuk kujadikan petunjuk agar tak salah menculik orang. Jadi setiap yang datang ditaman itu, kuperhatikan dengan seksama. Hingga pada akhirnya mangsa pun terlihat turun dari sebuah taxi.Ku perjelas melihat foto yang kugenggam, lalu melihat kearah wanita itu. Tak salah lagi, dialah orang yang ada di foto ini.

__ADS_1


Dengan cepat, aku menyuruh anak buahku membius wanita itu agar dengan mudah kami membawanya masuk kedalam mobil. Akhirnya berhasil dan sesuai dengan rencana. Setelah, sampai dirumah, aku pun membaringkan dia dikamar belakang lalu kuputuskan untuk menelpon Viona.


"Sekarang, wanita itu sudah ada ditanganku. Cepat berikan aku nomor ponsel Fabian, agar aku memberikan kejutan kepadanya. " Ucapku saat telepon tersambung.


"Baiklah, aku akan mengirimkan nomornya kepadamu. Tapi, segera lenyapkan wanita itu, agar tak ada lagi penghalang antara kamu dan Fabian. "


"Tenang saja, aku bisa pastikan wanita ini akan mati secara perlahan ditanganku. Dan aku ingin Fabian menyaksikan semuanya, agar dia mengerti bahwa diriku tak main-main untuk mendapatkan cintanya. " Ucapku lalu mematikan telepon tanpa mau mendengar ocehan Viona lagi.


Setelah mendapatkan nomor telepon Fabian, aku pun menghubungi nya dan untung saja dia mau mengangkat telepon dariku. Kupikir, dia tak akan mengenal suaraku, namun ternyata dia masih hafal betul membuatku yakin kalau sebenarnya dia masih mencintaiku. Setelah berbasa basi dengannya aku pun mematikan telepon secara sepihak biar dirinya merasa penasaran denganku.


Aku pun memutuskan untuk melihat keadaan wanita itu. Ternyata dia sudah sadarkan diri, sehingga aku pun menyuruhnya untuk makan. Setelah itu, aku pun mulai mengajaknya untuk mengobrol. Awalnya dia tak mengetahui tujuanku menculiknya. Setelah aku mengungkit nama Fabian, barulah dia tersadar.


Padahal aku sudah berbaik hati padanya, bahkan memberikan dia makan yang enak. Namun berani-beraninya dia memelintir tanganku dan berusaha kabur dariku. Disangkanya, dirinya akan mudah untuk melarikan diri dariku. Dengan bantuan anak buahku, dia berhasil ditangkap. Sehingga karena kesal, aku pun menyuruh untuk mengikat tubuh wanita itu agar tak berani macam-macam lagi.


Saat tengah kesal menghadapi wanita itu, tiba-tiba anak buahku mengatakan kalau diluar ada yang datang bertamu. Hatiku seketika merasa bahagia karena kuyakin itu adalah pangeranku. Dengan segera aku mengganti bajuku menggunakan lingerie dan menyambut kedatangannya.


Namun dia dengan mudahnya membuat hatiku terluka. Ternyata kedatangannya bukan untukku melainkan untuk wanita itu. Dengan amarah, aku pun menyuruh seluruh anak buahku untuk menghabisi wanita itu. Mendengar ucapanku Fabian mulai merayuku dan berkata akan kembali kepadaku.


Tidak semudah itu Ferguson.. aku bukan wanita bodoh yang bisa kau tipu. Benar kata Viona, wanita itu harus dilenyapkan agar Fabian bisa seutuhnya menjadi milikku.


"Kalian semua, bawa wanita itu kesini sekarang juga! " ucapku dengan nafas memburu.


"Tolong, Selena.. jangan sakiti istriku! lebih baik bunuh saja aku! " ucap Fabian memohon kepadaku.


"Ah, sayang.. sekarang, ayo kita saksikan bagaimana wanita itu tersiksa dan perlahan-lahan mati di hadapan mu! hahahaha. "


Terlihat wanita itu digiring oleh beberapa anak buahku, membuatku tersenyum bahagia melihat ketakutan dimatanya. Aku menyuruh salah satu anak buahku untuk meracik ramuan yang mematikan. Lalu menyuruh meminumkan pada wanita itu. Terlihat Fabian akan menolong, namun dia kesulitan karena dipegangi dengan kuat oleh beberapa anak buahku.

__ADS_1


Setelah minuman beracun itu ditelan oleh istri Fabian, dia mulai kejang-kejang. Berarti ramuan itu sudah bekerja, dan sebentar lagi dia akan pergi untuk selamanya. Namun sialnya, terdengar sirene mobil polisi yang mendekat kearah rumahku. Sehingga aku beserta anak buahku kalang kabut untuk melarikan diri.


Karena takut tertangkap polisi, dengan terpaksa aku meninggalkan putriku yang saat itu posisinya sedang berada didalam kamarnya. Diriku tak mempunyai kesempatan untuk menolongnya. Biarkan lah, untuk saat ini aku kabur saja dulu. Setelah keadaan aman, aku akan kembali menjemput putriku. Dan kupastikan wanita itu sudah meregang nyawa.


__ADS_2