
Saat kedua suster itu membalikkan kursi roda, mereka sangat terkejut melihat wajah lelaki yang duduk dikursi roda tersebut. Bryan terduduk lemas, ketika mengetahui bahwa lelaki yang dikatakan oleh Rania adalah suaminya, ternyata merupakan adiknya, Bimo.
"Rania, mengapa kamu menyembunyikan ini semua dari ku dan orangtuaku? " tanya Bryan masih merasa tak percaya bisa melihat adiknya dalam keadaan seperti itu.
Adel dan Lala juga turut merasa syok, dan tak bisa berkata apa-apa. Mereka tak menyangka ternyata Bimo masih hidup, dan wanita yang mengaku sebagai istrinya tega menyembunyikan ini semua dari keluarga Bimo.
"Untuk apa aku memberitahu pada keluarganya? toh, dari dulu keluarganya telah menelantarkan hidupnya. Apa pernah kamu atau orang tuamu memberikan kebahagiaan pada Bimo? jadi jangan salahkan aku, kalau menyembunyikan ini dari kalian semua. " Ucap Rania lalu menyusul Bimo kedalam ruangannya.
Bryan dan istrinya ikut menyusul keruangan tempat Bimo dirawat. Sedangkan Lala memilih untuk mendekati Mario karena ingin bertanya suatu hal.
"Pak, mengapa selama ini tak pernah jujur kepada keluarga Bryan? padahal bapak juga terlibat menyembunyikan identitas Bimo. Apakah bapak tak punya hati nurani? " tanya Lala karena merasa kecewa dengan mantan bosnya itu.
"Kamu jangan ikut campur masalah ini! aku melakukan ini, karena merasa kasian pada Bimo. Keluarganya tak ada yang mempedulikannya. Dulu saja, aku bertanya tentang keluarganya namun dia berkata, bahwa keluarganya tidak ada, dan dirinya hidup sebatang kara.
Asal kamu tau, diriku baru mengetahui kalau Bryan adalah kakak dari Bimo saat diriku berkunjung ke rumahnya saat membicarakan bisnis. Aku tahu hal itu karena Adel yang memberitahukan padaku. "Ucap Mario menjelaskan.
" Tapi kan, setelah itu bapak sudah mengetahuinya? lalu mengapa malah bekerja sama dengan kedua wanita itu? "
" Susah yah ngomong ama kamu, nanya terus ampe ke akar-akarnya. Sana pergi! " ucap Mario mengusir wanita itu dari hadapannya.
_____________________
"Rania, kita harus bicara! aku mohon kamu jelaskan semua kepadaku tentang hal ini! " ucap Bryan menarik tangan wanita itu untuk meminta penjelasan.
" Selama ini, aku, Shinta dan Mario telah bekerja sama untuk menyembunyikan hal ini dari keluarga kalian. Bimo dan aku sudah menikah secara siri. Lalu ketika aku hamil, dia mengira aku hamil dengan lelaki lain. Jadi dia meninggalkanku dan memilih ngontrak di kampungnya Adel.
Disanalah dia bertemu dengan Mario karena mereka satu kontrakan. Lalu, setelah aku mengetahui posisinya, aku menyuruh Shinta untuk menemuinya dan meminta agar Bimo kembali pulang padaku. Namun, ternyata dia tergoda pada wanita yang kini jadi istrimu itu. " Ucap Rania menunjuk kearah Adel karena merasa kesal.
__ADS_1
" Jujur aku tak tau akan hal itu, karena Bimo mengatakan bahwa dia tak memiliki kekasih. Apa aku salah kalau pada waktu itu menerima cintanya? "ucap Adel menjelaskan semuanya pada wanita itu.
" Berarti yang saat itu bertengkar hebat dengan Bimo adalah Shinta?padahal, kekasih Bimo yang sebenarnya adalah kamu. Aku baru ingat, dibuku diary itu juga yang sempat kubaca tertulis nama kamu. " Ucap Adel membekap mulutnya sendiri karena baru menyadari semuanya.
"Ya, karena Shinta tak terima kalau Bimo mempunyai wanita lain, sedangkan aku sebagai istrinya sedang mengandung anaknya saat itu.Namun, karena tidak hati-hati, Bimo malah ketabrak mobil saat menyebrang." Ucap Rania menjawab pertanyaan Adel.
"Bagaimana bisa, kamu membawa Bimo ketempat ini, sedangkan dulu petugas rumah sakit mengantarkan jenazah Bimo serta memberikan dompet yang diambil sebagai barang bukti? "tanya Bryan menatap Rania dengan tajam.
"Dulu,salah satu petugas rumah sakit adalah kerabat dekatku. Jadi aku menyuruhnya untuk menaruh dompet yang didalamnya ada KTP Bimo dikantong celana korban kecelakaan yang lainnya, dan beruntung mayat itu bagian kepalanya hancur dan tak dapat dikenali. Jadi aku berhasil membawa kabur Bimo dari rumah sakit itu atas bantuan kerabatku tersebut. "
" Pantesan aja, waktu kedatangan mayat yang kami kira adalah Bimo tak dibolehin oleh petugas rumah sakit untuk dilihat. Yang membuat ibu dan bapak sangat bersedih karena tak bisa melihat wajah Bimo untuk yang terakhir kalinya. "Ucap Bryan terduduk lesu.
" Sekarang ayo ikut aku kekantor polisi! kamu akan kutuntut karena telah memalsukan kematian Bimo selama ini. "Ucap Bryan lagi menarik tangan wanita itu dengan paksa.
" Ayah.. kenapa ayah galak pada mama? jangan sakiti mama! "ucap Ali memohon sambil menarik-narik ujung kemeja Bryan.
Rania amat marah, karena anaknya diperlakukan seperti itu. Dia menatap Bryan dengan tatapan tajam, sambil mengeluarkan air mata dia pun berkata,
" kamu kejam pada anak kandungmu sendiri, mas. Baiklah, aku akan siap menerima tuntutan mu, tapi aku mohon kamu merawat anakmu ini! " ucap Rania membuat lelaki itu tambah bingung.
"Jangan ngawur kamu, Ran! dia itu bukan anakku, bisa-bisanya kamu ngarang cerita biar aku tak jadi menjebloskan mu dipenjara, begitu? " ucap Bryan dengan emosi.
Adel yang turut mendengarkan, lalu mencoba menenangkan keadaan.Karena saat ini mereka ada dirumah sakit, dan tak boleh membuat keributan. Harus mentaati peraturan yang ada.
"Hentikan perdebatan kalian berdua! lebih baik sekarang kita keluar dari ruangan ini dan mencari tempat yang aman untuk membicarakan semuanya. Dan kuharap, kamu mau menceritakan semuanya secara jujur kepada kami!
Dan juga, aku akan menanyakan satu hal padamu tentang kematian ibumu! " Ucap Adel membuat keduanya terdiam lalu memandang kearah Adel bersamaan.
__ADS_1
Saat ini Bimo sedang terbaring tidak sadarkan diri akibat diberikan obat penenang oleh suster. Jadi biarkan saja dulu dia berada ditempat ini. Nanti setelah semuanya jelas apa yang dikatakan oleh Rania, barulah mereka akan membicarakan hal ini pada orangtuanya.
Bryan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Adel, lalu dengan nada yang emosi, dirinya memaksa Rania untuk ikut bersama mereka.
"Ingat yah, jangan pernah kamu mengatakan kalau Ali itu anak kandungku! aku tak suka. " Ucap Bryan membuat anak itu menangis dan memeluk Rania.
"Aku akan menceritakan semuanya, dan kamu akan tau sendiri, mengapa aku mengatakan kalau dia ini anakmu. Tapi, aku juga tak sudi sebenarnya kalau kamu itu adalah ayah dari anakku. Tapi kesalahan dimalam itu.. sudahlah, nanti akan kuceritakan semuanya. " Ucap Rania lalu menghampiri Bimo yang sedang terbaring tak sadarkan diri.
Bryan merasa bingung dengan perkataan wanita itu. Dia merasa tak pernah bertemu sekalipun, tapi entah mengapa wanita itu berkata kalau dirinya adalah ayah kandungnya Ali. Sekuat apapun dia memutar ingatannya, namun tak pernah terlintas dipikirannya bahwa pernah bertemu dengan wanita itu.
Melihat suaminya yang sedang memijiti keningnya, Adel pun mengusap bahu suaminya tersebut, lalu berbisik agar jangan dulu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rania. Karena menurutnya, wanita itu pasti merencanakan sesuatu dan bisa saja mengadu domba keadaan, agar dirinya bisa bebas dan tak disalahkan atas apa yang dilakukannya saat ini.
Mendengar itu, Bryan menganggukan kepalanya dan berjanji tak akan gegabah dalam mengurus semua kejahatan yang dilakukan oleh Rania. Perbuatannya ini melanggar hukum dan dia pantas dijebloskan dipenjara.
Selama tiga tahun, wanita itu menyembunyikan adiknya. Saat tahu Bimo mengalami kecelakaan dan meninggal ditempat, membuatnya dan kedua orangtuanya merasa kehilangan. Terlebih ibunya yang selalu menangis tak henti-hentinya,hingga beberapa kali pingsan dan selama sebulan penuh tak mau berbicara sama sekali karena depresi kehilangan anak tercintanya.
Kalau mengingat hal itu, membuat hatinya bersedih. Dan kini ternyata adiknya masih hidup dan disembunyikan oleh wanita itu, membuatnya tak terima hingga ingin menuntut dan menjebloskan wanita itu kedalam penjara agar membusuk sekalian disana.
"Mas, ayo sekarang kita membicarakan semuanya! akan kuceritakan semuanya dari awal sampai akhirnya kenapa Bimo bisa berada disini. Setelah itu, aku siap untuk dijebloskan kedalam penjara. Namun seperti yang kukatakan tadi, rawatlah anakku ini, karena dia sudah tak punya siapa-siapa lagi didunia ini selain diriku.
Walaupun nantinya setelah tau ceritanya, kamu tetap tak mau mengakui anak ini, tak masalah. Hanya saja aku berharap kamu mau merawatnya. " Ucap Rania lalu melangkahkan kakinya keluar membawa serta anaknya itu.
______________________________________
Pesan: Untuk besok, kita flashback dulu yah dengan kisah cinta Rania, serta bagaimana bisa Bimo berakhir dirumah sakit jiwa.
Mohon dukungan, kritik dan sarannya yah!!!
__ADS_1