Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Sudah menikah siri


__ADS_3

Adel melangkahkan kakinya menuju keruang tempat bapak mertuanya dirawat.Disana dia melihat kalau ruangan itu sudah kosong.Segera dia mencari perawat dan bertanya keberadaan bapak mertuanya tersebut.


Lalu perawat itu mengatakan kalau pak Hadi sudah sadar dari masa kritisnya dan sudah pindah ruangan.Adel pun segera menuju keruangan yang disebutkan oleh perawat tadi.Saat pintu dibuka,terlihat bapak mertuanya tersenyum kepadanya.


"Alhamdulilah pak,sekarang sudah pulih kembali.Adel takut sekali kalau bapak pergi meninggalkan kami semua."Ucap Adel sambil menangis menciumi punggung tangan bapak mertuanya itu.


"Halahh..air mata buaya.Kamu pikir dengan sadarnya suami saya,bisa memaafkan kamu?jangan harap."Ucap bu Astuti dengan nada emosi.


"Sudahlah bu,jangan buat keributan disini.Sekarang,ibu pulang istirahat yah.Biar Bryan dan Adel yang disini."Ucap pak Hadi menenangkan suasana.


"Baiklah,sekarang saya pulang dulu.Nanti akan kesini lagi.Shinta,anterin tante yah?"Ucap bu Astuti lalu mengajak Shinta beranjak dari ruangan itu.


Setelah kedua wanita itu pergi,Bryan berpamitan untuk mencari makan dikantin.Sekarang,hanya tersisa pak Hadi bersama menantunya.


"Pak,terima kasih yah karena bapak sudah berjuang melewati masa kritis.Adel senang,bisa melihat bapak seperti ini."Ucap Adel memegangi tangan bapak mertuanya.


"Kamu sudah tau kan penyebab bapak seperti ini?maafkan ibu kalau sudah menuduhmu yah.."ucap pak Hadi sambil menangis.


"Ibu gak salah pak..beliau seperti itu karena termakan omongan Shinta.Tapi,bapak tenang saja yah?Adel akan berusaha untuk membongkar kedok Shinta."


"Terus,kalau semuanya sudah terbongkar..apakah kamu akan meninggalkan suamimu?"tanya pak Hadi menatap wajah menantunya itu.


"Belum tau pak.Kita lihat saja nanti kedepannya.Kalau memang berjodoh,pasti kami tidak akan terpisahkan."Ucap Adel menjawab pertanyaan bapak mertuanya tersebut.


"Semoga saja ibu dan Bryan cepat sadar dari akal licik wanita itu.Bapak juga baru tau,kalau Shinta yang menyebabkan kematian Bimo."


"Bapak sudah tau?"ucap Adel kaget.


"Iya..Shinta sendiri yang mengatakannya.Makanya bapak shock sampai terkena serangan jantung kemarin."Ucap pak Hadi menjelaskan pada menantunya itu.


"Wanita itu memang licik.Tunggu saja,aku tak akan tinggal diam.Untuk sementara,bapak gak perlu memberitahu tentang Shinta kepada ibu dan mas Bryan yah?kita kumpulkan semua bukti baru membongkar semuanya."Ucap Adel mengajak kerja sama.


"Ok nak,bapak percayakan ini pada kamu.Semoga semuanya cepat terungkap dan kamu bisa hidup dengan tenang."Ucap pak Hadi setuju.

__ADS_1


_________________


Seminggu kemudian pak Hadi sudah dibolehkan untuk pulang.Adel memilih tinggal dirumah mertuanya sementara untuk merawat bapak mertuanya yang belum sepenuhnya pulih.


Saat mereka semua berkumpul dikamar,Bryan menyatakan sesuatu yang membuat Adel dan Bapaknya kaget.


"Bryan sudah menikah siri dengan Shinta."Ucap Bryan dengan nada pelan.


"Bisa gak kamu kalau ngomong lihat keadaan mas?bapak baru saja keluar dari rumah sakit."Ucap Adel menatap wajah suaminya itu dengan tajam.


"Maafin Bryan pak.Tapi,memang begitu kenyataannya."Ucap Bryan menghampiri bapaknya.


pak Hadi menepis tangan anaknya itu dan memalingkan wajahnya.Ada rasa kecewa karena anaknya mengambil keputusan itu.


Lalu menyuruh anaknya itu keluar dari kamar dan tak mau melihat wajah anaknya itu lagi.Bu Astuti lalu membawa Bryan dan Shinta keluar dari kamar itu agar suaminya tak terkena serangan jantung lagi.


"Ibu kan sudah bilang,jangan omongin hal ini pada bapakmu.Nanti kalau sudah pulih sepenuhnya,baru disampaikan.Ibu gak mau kalau bapak sakit lagi."Ucap bu Astuti saat sudah berada di ruang tamu.


"Sekarang kalian masuk dikamar sana.Biar Adel tidur dikamar tamu saja."Ucap bu Astuti lalu masuk kembali kedalam kamar.


Setelah masuk,bu Astuti lalu menyuruh Adel memindahkan barang barangnya kekamar tamu.Karena sekarang kamarnya yag dulu bersama Bryan,sudah dipakai oleh Shinta.


Pak Hadi tak bisa berbuat apa apa,karena belum terlalu pulih.Adel yang mendengar itu,hanya bisa menahan tangis dan langsung keluar dari kamar mertuanya.


Dia pun masuk kedalam kamarnya yang dulu,lalu mendapati suaminya dan wanita itu sedang bermesraan.Airmatanya tidak bisa terbendung lagi.Segera dia membuka lemari dan mengambil barang barangnya.


Suaminya dan wanita itu sengaja membuat Adel sakit hati dengan menunjukan kemesraan mereka didepan Adel.


"Sayang,malam ini kita melakukannya lima ronde yah.Biar berasa kayak malam pertama terus."Ucap Shinta sengaja mengeraskan suaranya biar didengar oleh Adel.


"Jangan keras keras yah suara des*hnya ntar yah.Takutnya,yang belum pernah merasakan malam pertama mintah jatah lagi.Kan ogah amat."Ucap Bryan ikut memanasi hati Adel.


Adel tetap tak mau menoleh kearah mereka.Dia berusaha untuk menahan tangisnya.Saat membuka laci,tiba tiba matanya tertuju pada sebuah kotak.Dan kotak tersebut terlihat ada buku diary dan sebuah foto yang didalamnya ada Bimo dan dirinya.

__ADS_1


Dia yakin itu adalah buku diary yang dimaksud oleh Rio.Karena memang buku diary tersebut ada gembok kecilnya.Dan sangat sulit untuk dibuka dengan paksa.


Segera ditarohnya kotak kecil itu kedalam tumpukan bajunya dan segera disimpan kedalam tas berukuran besar.Setelah barangnya sudah terambil semua,dia segera meninggalkan kamar itu.


Setelah masuk kedalam kamar tamu,segera dia mengunci pintu dan menelpon sahabatnya melalui vicall gruop.Setelah tersambung,dia pun memberitahu kemereka semua kalau buku diarynya sudah berada ditangannya.


Sahabatnya meminta untuk bertemu ditempat biasa pada besok harinya.Dan sudah tak sabar untuk membongkar semua kebusukan Shinta.


"Sudah terlambat."Ucap Adel sedih.


"Maksdnya?gak ada kata terlambat Del."Ucap Lala memberi semangat pada Adel.


"Iya Del.Kamu pasti bisa melalui semua ini dan suamimu bisa berubah dan jatuh kepelukanmu seperti keinginanmu."Ucap Ani ikut menyemangati.


"Mas Bryan sudah menikah siri dengan wanita itu."Ucap Adel mulai terisak.


"Del..kalau kamu yakin,pasti suamimu akan kembali padamu.Lagipula mereka hanya menikah siri kan?kamu istri sahnya loh.Jadi jangan nyerah gitu."Ucap Ani meyakinkan.


"Untuk sementara,kita bongkar dulu kedok wanita itu.Entah nanti kamu memilih cerai atau mempertahankan pernikahanmu,itu urusan belakangan.Dan kamu sendiri yang memutuskannya,bukan hak kami."Ucap Lala lalu dianggukin oleh semuanya.


"Kita bertemunya direstoran saja yah sambil makan siang?"Kali ini Rio yang buka suara.


"Belum gajian..Adanya cuma bisa buat beli mie sama telor doang."Ucap Ani ngakak.


"Tenang,untuk pertemuan kita besok kuberi gratis deh.Tapi cuma untuk besok aja yah."Ucap Rio menekankan.


"Tiap hari aja sih pak bos.Kan lumayan biar uangnya bisa ditabung kalau dapat makanan gratis tiap hari."Ucap Lala membuat mereka tertawa lepas.


"Potong gaji..Maunya gratisan mulu,gak ada yang gratis loh didunia ini."Ucap Rio lalu pamitan untuk mematikan obrolan karena masih sibuk.


Setelah Rio memutuskan obrolan,Mereka juga ikut berpamitan dengan alasan masing masing.Lalu Adel menaruh hpnya diatas meja dan membaringkan tubuhnya dikasur.Kesedihannya terasa berkurang setelah mengobrol bersama sahabatnya.


Lalu dia pun teringat pada neneknya.Ingin rasanya mencurahkan kesedihannya,namun dia tak mau membuat neneknya khawatir dengan keadaannya.

__ADS_1


__ADS_2