Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Penculikan


__ADS_3

Keesokan paginya, Adel terbangun dari mimpi indahnya. Dia pun beringsut dari tempat tidur menuju ke ruang depan untuk mencari keberadaan suaminya. Ternyata suaminya tidak ada diruang tamu, lalu diapun menuju kearah dapur. Rupanya diatas meja sudah ada bubur ayam dan juga susu yang masih hangat.


Dia pun memilih duduk untuk menyantap makanan yang sudah disediakan oleh suaminya tersebut. Ada rasa bahagia dihatinya atas perhatian suaminya yang sudah repot-repot membuatkan sarapan untuknya. Sungguh kali ini Adel sudah jatuh cinta sepenuhnya kepada suaminya tersebut.


Saat melihat kearah jam dinding, rupanya sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Walaupun semalam, suaminya sudah mengatakan untuk istirahat saja dulu dirumah, namun dirinya hendak bersiap-siap untuk masuk kerja. Dia merasa jenuh jika harus berdiam diri dirumah terus.


Setelah sudah siap, dia pun memutuskan untuk naik taxi menuju kearah kantor. Sebenarnya, waktu pernikahannya dulu dia mendapat hadiah sebuah mobil mewah dari bu Rahma. Hanya saja, dia tak bisa mengendarai mobil sendiri. Dalam perjalanan menuju ke kantor, tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada yang menelpon.


Rupanya itu dari Viona. akhirnya dia pun mengangkat telepon tersebut,


"Hallo, Del.. bisa tolong aku sebentar gak? " ucap Viona diseberang telepon.


"Hmmm minta tolong apa, Vi? kalau bisa, aku pasti akan menolongmu. "


"Sekarang aku lagi di taman Anggrek, bisa kamu datang untuk menemuiku sebentar? sembari bawakan pembalut. Aku lagi datang bulan, dan posisinya sudah tembus kebagian celana. Sialnya lagi aku pake celana putih. Ini saja, duduk terus di kursi taman dan tak berani berdiri. Malu kalau sampai terlihat orang lain. " Ucap Viona menjelaskan keluhannya.


"Baiklah, kamu tunggu disitu. Aku akan membelikan mu baju ganti dan juga pembalut. " Ucap Adel lalu mematikan telepon secara sepihak.


Karena ingin membantu Viona, akhirnya Adel menyuruh sopir taxi untuk memutar balik arah menuju ke taman Anggrek. Namun dia mampir sebentar ke toko baju untuk membelikan baju ganti untuk Viona. Setelah semuanya didapatkan, dia pun segera menuju ke taman tempat Viona berada tersebut.


Saat sampai di taman itu, Adel tak lupa membayar ongkos taxi lalu segera berlari kecil untuk mencari keberadaan Viona. Benar saja, dia melihat wanita itu sedang duduk dikursi taman dengan perasaan yang tak tenang. Baru juga dia hendak memanggil nama wanita itu, dia merasakan seseorang membekap mulutnya hingga akhirnya dirinya tak sadarkan diri.


Tas belanjaannya jatuh begitu saja dijalanan. Sedangkan dirinya dibawa oleh orang asing masuk kedalam mobil dan membawanya entah kemana.


___________________________

__ADS_1


Sore harinya, Fabian memilih untuk cepat pulang dan menjenguk keadaan istrinya. Hatinya tak tenang, karena merasa khawatir kepada istrinya. Perasaanya itu seperti mengatakan kalau istrinya sedang membutuhkan bantuannya. Dia juga sudah beberapa kali mencoba untuk menghubungi nomor istrinya, namun selalu diluar jangkauan.


Saat memasuki apartemennya, dia pun langsung masuk kedalam kamar. Rupanya istrinya tak dijumpai di dalam kamar tersebut. Ditoilet pun tak ada, dan diseluruh ruangan tak ada juga. Membuatnya semakin khawatir saja.


Dalam kegelisahan nya, dia mencoba menghubungi Viona, barangkali istrinya tersebut diajak lagi oleh Viona kesuatu tempat. Saat telepon tersambung,


"Vi.. kamu lagi bersama istriku yah? " tanya Fabian berharap kalau istrinya tersebut sedang bersama Viona.


"Justru aku kesal pada istrimu itu. Tadinya aku memang menghubunginya karena sangat perlu bantuannya untuk membawakan aku baju ganti dan pembalut. Tapi lama aku menunggu, dia tak kunjung datang membuatku bosan hingga akhirnya kubiarkan diriku merasa malu dilihat orang-orang karena tamu bulanan ku tembus kecelana ku. " Ucap Viona marah-marah.


"Lalu kalau dia tak bersamamu, kemana perginya yah? karena di apartemen pun, dirinya tak ada. Apa ada dirumah nenek? "


"Aku posisinya sekarang lagi dirumah nenek. Istri kamu tak ada disini. Atau mungkin sedang berduaan dengan kekasih gelapnya. "


"Jangan mulai lagi, Vi. Yah udah, kalau gitu aku akan cari dia dulu. Bye. " Ucap Fabian lalu mematikan telepon tersebut.


Dia meremas rambutnya frustasi, karena tak tau harus mencari keberadaan istrinya tersebut. Saat tengah bimbang, ponselnya kembali berdering. Dia melihat ke layar ponselnya, dan itu adalah panggilan dari nomor yang tak dikenal. Tanpa pikir panjang, dia pun mengangkat telepon tersebut.


"Hallo, Fabian.. bagaimana kabarmu? ternyata secepat itu kamu melupakan aku? wah, istrimu ternyata cantik juga. " Ucap seorang wanita diseberang telepon.


"Selena.. apakah itu kamu? darimana kamu mendapatkan nomor telepon ku? dan apa maksudmu menyebut tentang istriku? " ucap Fabian merasa terkejut.


"Ah, ternyata kamu masih hafal betul dengan suara indahku. Hari ini aku menculik istrimu, tapi jangan khawatir aku tak akan melakukan hal buruk kok. Aku hanya ingin berkenalan dengannya, dan memperkenalkan putri kecil kita kepadanya. Boleh kan? " ucap wanita itu diakhiri dengan suara tawanya.


"Selena, jangan ganggu istriku! lepaskan dia sekarang juga, dan seharusnya dia tak perlu tau tentangmu. Lagipula anak itu hasil perselingkuhan kamu dengan kekasih gelapmu.Aku tidak pernah menyentuhmu, jadi jangan pernah katakan kalau anak itu adalah anakku. "Ucap Fabian penuh emosi.

__ADS_1


Telepon pun dimatikan secara sepihak oleh wanita yang bernama Selena itu. Membuat Fabian merasa khawatir terjadi apa-apa pada istrinya itu. Dia sangat kenal dengan sifat Selena yang sangat nekat itu. Dia berpikir bahwa Selena tak akan pernah menemukannya lagi, namun rupanya dia sudah ada saja di Indonesia.


Fabian juga tak habis pikir, darimana Selena mengetahui tentang istrinya, hingga dia teringat pada Viona. Yah, dia yakin kalau Viona dalang dari semua ini. Buru-buru dia pergi menemui Viona dan bertanya tentang keberadaan Adel sekarang. Dia sangat yakin wanita itu tau dimana Selena membawa istrinya itu pergi.


Sesampainya dia dirumah neneknya, dia pun menghampiri Viona yang sedang menikmati makan siangnya diruang makan. Melihat kedatangan Fabian dengan raut penuh amarah, Viona sadar kalau dirinya berada dalam masalah besar.


"Cepat katakan, dimana wanita itu membawa istriku pergi? kalau sampai istriku kenapa-napa, kamu orang yang pertama akan menanggung semuanya itu. " Ucap Fabian menggebrak meja makan hingga Viona ketakutan.


"A-apa ma-maksud kamu? " ucap Viona terbata.


"Jangan pura-pura tak tau, kamu kan yang menjebak istriku hingga akhirnya diculik oleh Selena? " ucap Fabian dengan penuh amarah.


"Sungguh, aku tidak tau apa-apa. " Ucap Viona lalu berusaha kabur dari hadapan Fabian.


Namun usaha Viona gagal, karena Fabian dengan segera mencengkram lengan wanita itu dengan kuat hingga meringis kesakitan. Akhirnya, dia meminta ampun atas perbuatan nya tersebut..


"Maafkan aku, Fabian.. a-aku hanya ingin dia pergi jauh dari hidupmu. Karena, gara-gara dia hubungan kita jadi berantakan seperti ini. " Ucap Viona lalu menangis histeris.


"Aku sudah katakan, hubungan kita tidak bisa dilanjutkan. Karena aku telah sadar, bahwa ada darah Amazoni yang mengalir ditubuh kita.Kita itu terikat tali persaudaraan. " Ucap Fabian memelankan suaranya.


"Kenapa baru sekarang kamu sadar akan hal itu? selama ini kita sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. Waktu aku pertama kali datang pun, kita sempat bermadu kasih kan? aku yakin kamu masih mencintaiku, hanya saja karena ingin mendapatkan hak perusahaan, kamu menikah secara kontrak dengan wanita itu. Sekarang kamu sudah mendapatkannya, dan aku menagih janjimu untuk menceraikan wanita itu sekarang juga dan menikahlah denganku. "Ucap Viona lalu memeluk lelaki itu.


" Memang saat itu aku masih mencintaimu. Tapi sekarang mataku telah terbuka dan merasa bahwa hubungan kita tak bisa dilanjutkan. Aku dan istriku sekarang sudah saling mencintai. Dan kuharap kamu mengerti dengan semua keputusan ini dan kejarlah kebahagiaanmu sendiri. Jangan berharap padaku lagi. "Ucap Fabian melepaskan pelukan wanita itu.


" Sekarang, cepat kasih tau di mana Selena menyekap istriku? "Ucap Fabian lagi dengan lantang.

__ADS_1


Karena lengannya terasa sakit akibat cengkraman Fabian, akhirnya dengan nada yang lesu, Viona pun memberikan alamat rumah Selena.


" Ingat kata-kataku,kalau istriku kenapa-napa, kamu orang pertama yang akan kuhabisi. "Ucap Fabian lalu berlalu meninggalkan Viona yang terlihat ketakutan.


__ADS_2