Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Penasaran


__ADS_3

Siang itu,Adel mengantar nenek dan adik sepupunya ke stasiun kereta api.Sambil menunggu keretanya datang,mereka tampak berbicara serius.


"Nek,kenapa harus pulang hari ini sih?Adel kan masih kangen."Ucap Adel memegang kedua tangan neneknya.


"Sebenarnya masih pengen lama-lama disini.Tapi,besok Dimas ada ujian disekolahnya."Ucap nenek menggengam erat tangan cucunya itu.


"Iya kak.Dimas baru ingat kalau besok ada ujian disekolah."Ucap Dimas menimpali.


"Iya deh.Yang semangat yah dek,yakinlah besok kamu bisa menyelesaikan ujian sekolah dengan baik."Ucap Adel mengusap kepala adik sepupunya itu.


"Oya Del,nenek sampai lupa.Kamu harus waspada yah sama wanita itu!nenek merasakan ada sesuatu yang buruk yang direncanakan ibu mertuamu dengannya."Ucap nenek memperingati Adel.


"Nenek gak perlu khawatir.Adel akan terus mencari tau tentang Shinta dan apa tujuannya masuk kekehidupan keluarga mas Bryan."


"Nenek tetap aja gak tenang nak.Pokoknya kamu harus memberi kabar kenenek kalau terjadi apa-apa yah?"


"Pasti nek.Pokoknya nenek gak perlu berpikiran yang aneh-aneh.Mungkin saja benar dia adalah keluarga ibu mertuaku.Hanya saja,nenek baru bertemu dengannya sekarang makanya tidak mengenalnya."


"Tapi....


"Sudahlah nek.Tuh keretanya sudah sampai."Potong Adel lalu menunjuk kearah kereta yang sudah ada didepan mata.


Ada kesedihan tersirat diwajah Adel,saat nenek dan adik sepupunya sudah masuk kedalam kereta.


Airmatanya pun mengalir saat kereta itu tak kelihatan lagi didepan mata.Sebenarnya hatinya masih ingin nenek dan adiknya itu tinggal berlama-lama dirumahnya.Namun ujian sekolah Dimas,yang membuatnya harus berpisah lagi dengan mereka.


Adel tak mau langsung balik kerumah mertuanya.Dia memilih menuju ketaman untuk menenangkan pikirannya sejenak.Lalu,terlihat dia mengambil ponsel dari dalam tasnya dan menghubungi seseorang.Saat panggilannya tersambung,


"Hallo La..kamu lagi dimana?"tanyanya pada sahabatnya itu.


"Lagi dikontrakan aja ni bareng Ani.Emang kenapa Del?"


"Bisa gak kita bertemu sekarang?ada hal yang ingin kuberitau pada kalian.Siapa tau bisa kasih solusi nantinya."


"Bisa kok.Kasih tau kamu posisinya dimana sekarang,biar saya dan Ani segera kesana menemuimu."


"Aku ada ditaman dekat stasiun kereta api La.Tolong jemput yah!biar aku sekalian jalan-jalan juga dan tau tempat kalian ngontrak."Ucap Adel memohon.


"Iya deh..kamu tunggu disitu yah.Saya segera meluncur."Ucap Lala lalu mematikan telepon.


tuut..tuut..tuut.


Dirumah mertua Adel..


"Tante,pokoknya tante harus membujuk om untuk merestui hubungan saya dan Bryan."Ucap Shinta saat menghampiri bu Astuti yang sedang menonton tv.


"Tante sudah berusaha Shin.Tapi percuma saja, karena suami tante tetap menolak."Jawab bu Astuti.


"Lalu gimana caranya biar saya secepatnya menikah dengan Bryan?"tanya Shinta dengan nada emosi.


"Masalah itu,nanti saya yang pikirkan.Yang paling penting,gimana caranya biar Adel menyetujui suaminya menikah lagi.Itu kan tergantung pada Adel bukan pada suami tante."Ucap bu Astuti lagi lalu beranjak menuju kekamarnya.

__ADS_1


"Benar juga kata tante.Yang paling penting itu restu dari Adel.Pokoknya secepatnya harus cari cara biar Adel mengizinkan suaminya itu menikah dengan saya,tanpa harus minta cerai.Dia harus menerima kalau dirinya dimadu.Sampai Bryan puas membuatnya menderita."Batin Shinta ingin menyusun rencana licik.


________________


"Wah,kontrakan kalian besar juga yah."Ucap Adel saat masuk kedalam rumah yang ditempati oleh kedua sahabatnya.


"Iya dong,Biar kalau ada tamu seperti kamu yang datang gak berasa sumpek."Ucap lala lalu menyodorkan minum buat Adel.


"Ni..kenapa gak masuk kerja hari ini?"tanya Adel kepada Ani.


"Minta cuti Del.Soalnya,tadi pagi harus nganter manusia itu tuh buat interfiew di restoran tempat dia akan bekerja besok."Ucap Ani menunjuk kearah Lala.


"Wah,berarti besok udah mulai kerja ditempat baru dong."Ucap Adel turut senang.


"Iya Del.Seperti mimpi rasanya bisa diterima bekerja direstoran mewah."Ucap Lala tak menyangka itu bisa terwujud.


"Selamat yah..pokoknya kamu harus menunjukan kinerjamu.Dan tak boleh lagi ceroboh dalam melayani orang yang datang direstoran itu yah?agar tak didepak lagi kayak kemarin."Ucap Adel memperingati sahabatnya itu.


"Sekarang langsung keintinya aja Del!apa yang ingin kamu ceritakan kepada kami berdua?"ucap Ani mengalihkan pembicaraan.


Adel pun menceritakan semua keluh kesahnya kepada kedua sahabatnya itu.Sampai kecurigaannya terhadap Shinta dan ibu mertuanya pun diungkitnya.


"Apa?wanita yang menuntut suamimu sekarang tinggal dirumah mertuamu?"ucap kedua sahabatnya tak percaya.


"Iya..namanya Shinta.Sama seperti nama yang diberitahu bapak-bapak yang menemui kita diparkiran.Masih ingat kan La?"ucap Adel menatap kearah Lala.


"Mungkin saja hanya sama nama tapi beda orang Del.Kan yang pake nama Shinta banyak ditempat ini.Contohnya saja anak pak Rt ditempat ini, Shinta juga namanya."Ucap Lala mengira-ngira yang diiyakan oleh Ani.


"Emang Dimas ngomong apa kekamu sampai segitu yakinnya Del?"tanya Lala menopang dagu menatap wajah Adel.


Adel pun menjelaskan saat Dimas tanpa sengaja mendengarkan obrolan Shinta dan ibu mertuanya.Membuat kedua sahabatnya saling tatap.Lalu Adel pun melanjutkan omongannya,


"Anehnya lagi yah,wanita itu katanya adalah keluarga dari ibu mertuaku.Padahal yah La,waktu itu menurut bapak-bapak yang menemui kita saat diparkiran,Shinta adalah wanita yang sudah membayar para warga untuk membungkam mulut mereka.Untuk apa coba dia pake nuntut mas Bryan segala.Padahal kan mas Bryan adalah keluarganya sendiri?"ucap Adel tampak kebingungan.


"Kalau memang dia orang yang sama,kemungkinan besar ada maksud jahat yang sedang direncanakannya."Ucap lala dengan nada pelan.


"Aku juga berpikiran seperti itu.Apalagi semenjak kehadiran wanita itu,ibu mertuaku berubah drastis.Yang awalnya selalu bercanda ria denganku,kini bersikap dingin padaku."Ucap Adel lirih.


Kedua sahabatnya ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Adel.Lalu mulai menyusun rencana untuk mencari tau semuanya tentang Shinta,dan apa tujuannya masuk kedalam keluarga suaminya.Mereka sama-sama merasakan,bahwa Shinta memang mempunyai rencana yang tidak baik.


Karena hari sudah menjelang sore,Adel pun minta diantarkan untuk pulang.Dia juga sangat berterimah kasih pada kedua sahabatnya itu karena sudah mau mendengarkan keluh kesahnya.


Kali ini Ani ikut serta mengantarkan Adel pulang kerumah mertuanya.Dia ingin melihat wajah Shinta karena merasa penasaran.


"Memangnya kamu mau apain dia kalau nanti bertemu dengannya?"tanya Lala saat mendengar kalimat Ani yang penasaran sama tampang Shinta.


"Yah gak di apa-apain lah.Kecuali kalau sampai dia merencanakan untuk mengganggu hubungan Adel dan suaminya,rambutnya bakalan kujambak sampai puas."


"Ni..aku jadi takut dengar omonganmu.Apa dia ingin merebut suamiku yah?"ucap Adel menundukan kepalanya.


"Gara-gara kamu tuh,Adel jadi kepikiran yang nggak-nggak kan?"ucap Lala menyikut lengan Ani yang terlihat merasa bersalah.

__ADS_1


"Maaf Del bukan maksud diriku membuatmu kepikiran dengan omonganku."Ucap Ani tertunduk.


"Hizzz..gak apa-apa kok.Mendengar perkataanmu itu,jadinya kan aku bisa lebih waspada buat ngejaga suamiku.Bisa saja omongan kamu ada benarnya."Ucap Adel mengusap-usap bahu sahabatnya itu.


Tanpa terasa mereka pun telah sampai kerumah mertua Adel.Mereka semua turun untuk mampir,sekalian ingin menghilangkan rasa penasarannya terhadap wanita yang bernama Shinta itu.


Saat membunyikan bel rumah,terdengar suara langkah kaki yang akan membukakan pintu.Saat pintu terbuka,Ani tampak kaget melihat orang yang membukakan pintu tersebut.


"Eh..kamu udah pulang rupanya.Kirain tersesat dijalan karena gak tau jalan pulang."Ucap Shinta tersenyum kecut.


"Yuk masuk kedalam."Ajak Adel kepada kedua sahabatnya tanpa menghiraukan omongan Shinta.


Saat sudah masuk kedalam,tanpa basa basi ibu mertua Adel langsung masuk kedalam kamarnya.Padahal biasanya sangat senang sekali menyambut kedatangan Adel.


Membuat kedua sahabatnya saling bertatapan melihat sikap Ibu mertua Adel yang tak mengucap satu katapun saat mereka menghampirinya untuk memberi salam.


"Ayo duduk dulu.Aku mau ngambil minum dan camilan dulu yah didapur!"ucap Adel lalu beranjak kearah dapur.


Setelah minuman dan beberapa camilan sudah tersedia,terlihat Shinta berjalan berdampingan dengan Bryan.Membuat hati Adel bergetar cemburu saat Shinta menggandeng tangan suaminya itu.


"Eh..ada kalian rupanya.Yah sudah lanjutin aja obrolannya.Gue mau mandi dulu."Ucap Bryan menepiskan tangan Shinta lalu beranjak masuk kedalam kamar.


Shinta merasa kesal saat melihat Adel dan teman-temannya mentertawakan dirinya.Lalu dia memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya dengan wajah yang ditekuk.


"Sok perhatian amat sih wanita itu didepan suamimu.Walau katanya dia saudara Bryan,gak segitunya juga kali.Bener gak?"ucap Lala berbisik pada Adel dan Ani.


"Liat sendiri kan.Sejak kedatangannya dirumah ini,gerak geriknya selalu mencurigakan.Nempel terus ama suamiku kayak perangko."Ucap Adel dengan nada kesal.


"Jangan-jangan dia menyukai suamimu kali yah."Bisik Lala lagi karena takut kedengaran orang lain.


"Liat aja kalau berani mengganggu rumah tanggaku.Aku gak akan tinggal diam.Tapi,untuk sementara aku harus mencari tau dulu semuanya tentang wanita itu."Ucap Adel lalu meminum teh yang sudah dibuatnya tadi.


"Setuju Del."Ucap Lala mengacungkan jempol.


"Tapi ngomong-ngomong,wanita tadi seperti tidak asing.Kalian berasa juga gak?"tanya Ani membuat keduanya ikut berpikir.


"Nah,kita berdua sepemikiran Ni.Dia adalah wanita yang pernah hadir dikehidupan Adel tiga tahun yang lalu."Ucap Lala sangat yakin.


"Berarti dugaanku tidak salah.Waktu berpapasan dengannya ditoilet rumah sakit,aku sudah menebaknya tapi masih ragu."Ucap Adel menatap wajah sahabatnya satu persatu.


"Berarti...


"Dia memang punya tujuan jahat sama kamu Del."Ucap kedua sahabatnya serentak.


"Ssstttt..jangan kenceng-kenceng ngomongnya."Ucap Adel meletakan jari telunjuk kebibirnya.


"Maaf keceplosan.Tapi gak ada yang denger kok,tenang aja."Ucap Lala melihat-lihat kesekitar ruangan.


"Yah udah Del,kita bahas hal ini besok lagi.Kami mau pamit pulang,kasian suamimu sudah menunggu lama dikamar."Ucap Lala menaik turunkan alisnya.


Akhirnya mereka pun berpisah.Setelah pintu depan ditutup,Adel melangkahkan kakinya menuju kekamar.

__ADS_1


__ADS_2