Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
foto romantis di sebuah hotel


__ADS_3

Ada rasa haru saat melihat kondisi istri keduanya yang terbaring lemah melawan rasa sakit yang dideritanya. Apalagi saat ini wanita itu sedang mengandung buah hatinya. Mengingat ucapan dokter, Bryan terduduk lesu dan tanpa terasa air matanya mengalir membasahi pipinya. Memang saat ini dia membenci wanita itu karena perlakuan kasarnya terhadap Adel, istri pertamanya. Namun tak dapat dipungkiri dalam hati kecilnya masih ada benih cinta yang tersisa dihatinya untuk istri keduanya tersebut.


Saat Bryan tertunduk lesu memikirkan ucapan dokter barusan, tiba-tiba saja wanita itu tersadar dan memanggil lelaki itu dengan suara yang lemah,


"Sayang, aku kangen sama kamu. " Ucap Shinta membuat lelaki itu menatap wajahnya.


"Shinta, mengapa kamu menyembunyikan semua ini dariku? seandainya kamu jujur dari awal, pasti semuanya gak akan berakhir seperti ini. "


"Aku sengaja menutupi ini semua darimu. Seandainya kamu tau tentang penyakit ku ini, mungkin saat ini kamu sudah hidup bahagia dengan wanita kampung itu. Kamu adalah milikku dan aku tak rela kamu berpaling dariku." Ucap Shinta menahan air mata.


"Seandainya kamu jujur, aku akan membawa kamu untuk berobat dan pastinya diriku akan tetap menemanimu sampai kamu sembuh. "


"Benarkah? jangan berbohong. Buktinya saja sebelum tau pun, kamu sudah berencana meninggalkan ku kan karena sudah mencintai wanita kampung itu. Untung saja, kehamilanku ini membuat kamu tetap bertahan denganku."


"Iya,memang seperti itu rencanaku. Asal kamu tau, hatiku hanya tersisa sedikit untukmu. Karena aku baru sadar ternyata kamu adalah wanita yang licik. Selama ini kamu telah menghasutku untuk membuat Adel menderita. Tapi ternyata kamulah penyebab kematian Bimo. " Ucap Bryan terlihat kesal.


"Aku? atas dasar apa kamu menuduhku?coba jelaskan! "


"Awalnya,buku diary Bimo kutemukan di apartemenmu, dan juga kunci diary itupun aku pernah melihatnya didalam tas pribadimu. Itu sudah terbukti kalau kamu lah wanita yang menjalin hubungan dengan Bimo. Oya satu lagi, Rio juga pernah berkata padaku, yang bertengkar hebat dengan Bimo dan menyebabkan dia kecelakaan bukanlah Adel melainkan orang yang dekat denganku dan ku yakin yang dimaksud itu adalah kamu. "


"Apa kamu percaya dengan semua yang diomongin oleh Mario? dan masalah diary itu, aku dulu memang menyimpannya karena Mario yang menyuruhku untuk menyembunyikannya. Dia adalah temanku, kamu ingat kan yang kukatakan sebelum dirimu menikah dengan wanita kampung itu? ternyata dia menjebak ku. Dia sengaja memberikan diary itu padaku agar dia dan Adel bisa terbebas dari kasus itu.


Yang sebenarnya, wanita yang bertengkar dengan Bimo saat itu adalah Adel. Waktu itu Bimo mengetahui kalau Adel berselingkuh dengan Mario, teman kost nya. Dan itulah yang menyebabkan pertengkaran antara keduanya.

__ADS_1


Setelah kecelakaan itu, Mario takut namanya terbawa-bawa atas kematian Bimo, dia pun mengambil diary Bimo di kost an dan menyuruhku untuk menyimpan diary tersebut. Nah, diatas diary tersebut, tampak foto Adel dan Bimo. Masih ingat kan? dari situlah akhirnya aku menyuruhmu menikahinya, agar dirimu bisa membuatnya menderita karena telah membuat Bimo meninggal.


Intinya, Adel dan Mario yang menyebabkan Bimo kecelakaan." Ucap Shinta panjang lebar.


"Jadi maksud kamu, Adel dan Mario bekerja sama untuk menfitnah kamu? jujur aku belum mengerti dengan omonganmu. " Ucap Bryan terlihat bingung.


" Aku berteman dengan Mario sudah cukup lama. Namun setelah dia mengetahui kalau Adel menikah denganmu, dia menjauh dariku dan meminta diriku agar pura-pura tidak saling mengenal didepanmu.Selama ini dia dan istri tercintamu itu masih memiliki hubungan. Hanya saja mereka pandai menyembunyikan semuanya. Kasian sekali dirimu. " Ucap Shinta tersenyum sinis.


Saat mereka sedang berdebat, datanglah seorang wanita yang ternyata itu adalah Rania. Wanita itu mendekat dan menyuruh keduanya untuk tidak beradu mulut dirumah sakit. Apalagi mengingat kondisi Shinta yang tidak baik-baik saja dan akhirnya membuat keduanya bungkam. Bryan melihat kearah wanita yang belum dikenalnya itu lalu melirik kearah Shinta untuk meminta penjelasan, siapa wanita yang datang menjenguknya tersebut.


Shinta pun mengenalkan kakaknya tersebut kepada Bryan. Setelah sedikit basa basi, Shinta mengutarakan keinginannya kepada Bryan yang pada akhirnya membuat lelaki itu syok dengan permintaan istri keduanya tersebut. Bagaimana mungkin istrinya itu meminta dirinya untuk menikahi wanita yang baru dikenalnya itu? namun Shinta tetap bersikukuh agar suaminya tersebut mau menyanggupi keinginan terakhirnya.


"Gila kamu, Shin. Dipikirnya nikah itu gampang kali yah? tolong dong jangan ngawur. " Ucap Bryan tak terima permintaan tersebut.


" Tolong, jangan ngawur seperti ini! biarkan kita cari jalannya agar kamu dan anak kita selamat dua-duanya. "Ucap Bryan memohon.


" Emang kamu gak ingat kata dokter? tak ada pilihan lain. Kamu harus memilih untuk menyelamatkan salah satu dari kami berdua. Dan aku memilih menyelamatkan anak kita asalkan kamu mau menikah dengan kakak ku. "Ucap Shinta tetap pada pendiriannya.


" Kalau aku menolak menikahi kakakmu? "


"Maka aku dan bayi ini akan mati bersama.Cepat putuskan dari sekarang, karena waktuku tidak lama lagi." Ucap Shinta membuat Bryan syok.


" Apa alasan kamu menyuruhku untuk menikahi kakakmu? "

__ADS_1


"Karena aku tak mau anak kita dibesarkan oleh seorang pembunuh. Karena bukan hanya Bimo saja yang jadi korbannya tapi termasuk juga ibu ku. " Ucap Shinta terlihat emosi.


"Ibumu? Ya Allah mengapa kepalaku tambah pusing begini. " Ucap Bryan makin bingung dibuatnya.


"Waktu tinggal dua jam lagi. Ayo turuti saja permintaan terakhirku! " Ucap Shinta memohon.


"Kamu gila, Shin. Aku tak mau menuruti permintaanmu." Ucap Bryan lalu melangkahkan kakinya hendak keluar.


" Rania punya bukti kalau istrimu itu bukan orang yang baik. Kalau kamu gak percaya, coba cek ponselmu sekarang juga! aku sudah mengirimkan semua foto istrimu yang sedang bermesraan dengan Mario. Dan kalau kamu berubah pikiran, datanglah kembali keruangan ini untuk menyelamatkan anakmu. "Ucap Shinta tersenyum lebar.


Bryan tak menghiraukan ucapan wanita itu lalu berlalu meninggalkan ruangan tersebut dan memilih untuk pulang kerumahnya. Saat sudah menaiki mobilnya, ponselnya berdering tanda pesan masuk. Dia pun meraih ponselnya dan membuka isi pesan yang ternyata dari Shinta.


Dia membuka foto-foto yang dikirimkan oleh Shinta tersebut, dan tampak jelas dari wajahnya kalau dia merasa terkejut yang amat dalam. Ternyata apa yang dikatakan oleh Shinta ada benarnya. Dalam foto tersebut dia melihat dengan jelas saat Mario dan istrinya berpelukan dengan mesra disebuah kamar hotel.Kalau dilihat, keduanya tidak menggunakan busana dan hanya berbalutkan selimut.


Bryan masih tak percaya dan menyangka foto-foto itu hanya editan semata. Dia pun mengirimkan pesan kepada Shinta dan mengatakan kalau dia tak akan mempercayai kalau hanya melihat foto saja. Sehingga, Shinta memberikan alamat hotel kepada Bryan untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri perselingkuhan istrinya dengan pria lain.


Karena penasaran, Bryan pun segera menuju ke hotel tersebut. Saat tiba disana, dia meminta nomor kamar yang disewa atas nama Mario Charles sesuai nama KTP Rio yang dia ketahui. Rupanya kedua sahabat Adel juga ada disana dan melihat Bryan sedang buru-buru berjalan menuju kesalah satu kamar hotel tersebut.


"Loh, itukan suaminya Adel. Kok, dia kesini juga? apa mau menciduk Mario dan wanita psikopat itu kali yah?" tanya Ani lalu memberi kode kepada Lala untuk membuntuti lelaki itu.


"Wah, bakalan heboh nih. Rasain lu, setelah diciduk nanti, pasti Bryan akan mendepak wanita psikopat itu dari kehidupannya. Dan Adel akhirnya akan hidup bahagia dengan Bryan selamanya. "


"Kita ikuti dan jangan sampai Bryan menyadari keberadaan kita. Sekarang, pasang kamera dan kita akan memviralkan kehebohan ini. Sebentar lagi, mereka akan tertangkap basah. " Ucap Lala bersemangat karena merasa permasalahan rumah tangga Adel akan selesai dan berakhir bahagia.

__ADS_1


__ADS_2