Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Cinderellaku


__ADS_3

Keesokan paginya...


"Mas,ayo bangun siap-siap kekantor.Ntar telat loh."Ucap Adel membangunkan suaminya.


"Iya,gue tau.Nih juga mau bangun kok.Kayak anak kecil aja pake dibangunin segala."Gerutu Bryan lalu bergegas kekamar mandi.


"Kerjaannya marah-marah mulu.Terima kasih kek karena udah dibangunin.Kalau tau gini,biarin aja tadi bangunnya kesiangan."Ucap Adel kesal.


Adel pun menuju kedapur hendak membuat sarapan.Sesampai didapur,Ia melihat Ibu mertuanya tengah membuat sarapan dibantu oleh Mbok Iyem,asisten rumah tangga.


"Eh nak Adel udah bangun.Mana masmu?"tanya ibu mertuanya lalu melihat kearah jam dinding.


"Lagi siap-siap bu.Ini Adel mau nyiapin sarapan untuk mas Bryan."


"Gak perlu nak.Tadi ibu udah bikinin nasi goreng dibantu oleh mbok.Masmu itu kalo sarapan,sukanya ama nasi goreng ketimbang roti.Jadi ntar kalo udah dirumah sendiri,tiap paginya bikinin aja nasi goreng."


"Oh gitu yah bu.Tapi kalo tiap hari sarapannya pake nasi goreng,apa gak bosan bu?kalo Adel mah,sukanya setiap pagi itu menu sarapannya harus berbeda biar gak bosan."


"Iya juga sih.Tapi masmu itu setiap paginya yang dicari nasi goreng mulu.Gak mau ngelirik menu yang lain."


Percakapan mereka terhenti saat melihat Bryan buru-buru hendak keluar rumah.


"Mas..Sarapan dulu!"


"Nggak ada waktu.Ntar sarapan dikantor aja."Ucap Bryan lalu meraih kunci mobilnya.


"Mas.."Panggil Adel menghampiri suaminya.


"Apalagi?"


"Mas lupa sesuatu gak?"


"Gak ada.Udah ku periksa semuanya kok.Gue berangkat dulu udah telat nih."


"Mas..."


"Apalagi sih."Ucap Bryan yang mulai emosi.


"Kiss dong."Ucap Adel memegang keningnya memberi kode.


Tanpa menunggu lama,Bryan pun melayangkan ciuman dikening Adel.Setelah itu gantian Adel yang mencium punggung tangan suaminya.


"Puas lu?awas manggil lagi yah."Ucap Bryan lalu bergegas menuju kemobilnya dan berangkat.


"Hati-hati yah mas."Ucap Adel melambaikan tangannya.


"Iya,bawel."


Dikantor,para karyawan banyak yang memberi selamat kepada Bryan atas pernikahannya.Karena ucapan itu,Bryan pun mentraktir mereka semua untuk makan siang.Saat tengah mengobrol, tiba-tiba ponsel Bryan berdering.Buru-buru dia mengambil ponselnya dari saku dan melihat siapa yang menelponnya.Tak lama dia pun bergegas menuju keruangannya.


"Hallo sayang.."

__ADS_1


"Mentang-mentang udah nikah,aku dilupain begitu saja.Tega kamu."


"Sayang,jangan ngambek dong.Aku sangat kangen padamu.Maaf,kalo beberapa hari ini aku gak sempat ngasih kabar kekamu."


"Kangen?bohong.Lalu,dengan gampangnya kamu minta maaf?jangan-jangan kamu udah jatuh cinta lagi ama istrimu?"ucap wanita yang menelpon dengan nada kesal.


"Gini aja,kamu jangan kemana-mana dulu.Sekarang juga aku akan ke apartemen kamu,biar kujelaskan semuanya sama kamu yah?"ucap Bryan menenangkan wanita itu.


"Terserah." Ucap wanita itu lalu menutup telepon.


Saat keluar dari ruangan,tiba-tiba dia ingat kalau ada rapat penting dengan client.Lalu dia menelpon sekretarisnya untuk menunda dulu semuanya.Dia pun bergegas meninggalkan kantor dan menuju keapartemen Shinta,wanita yang tadi menelponnya.tak lama dia pun sampai ketujuan.


Ting tong..Ting tong..


Bryan membunyikan bel apartemen.Seketika pintu itu pun terbuka.Bryan masuk lalu memeluk Shinta,pacar gelapnya itu dan menciuminya.Shinta menepis dan menjauhi Bryan.Ada kekesalan diraut wajah wanita itu.


"Aku masih marah sama kamu,tau gak?"ucap Shinta membuang muka.


"Ayolah sayang,jangan kekanak-kanakan gitu dong."Ucap Bryan lalu menghampiri dan memeluk wanita itu lagi.


"Kalau begitu,sekarang kamu jelaskan mengapa tak memberiku kabar dalam seminggu ini. Apa karena kalian sedang berbulan madu?" tanya Shinta dengan wajah muram.


"Kan dari awal aku udah ngomong kekamu.Aku nikahi Adel karena ingin balas dendam doang.Dan kamu sendiri kan sudah menyetujui bahkan yang menyuruh aku menikahinya kan? " ucap Bryan lalu duduk disofa.


"Iya, tapi harusnya kamu memberi kabar padaku dong. Aku pikir kamu sedang berbulan madu sehingga tak memberi kabar. "


"Oya,kemarin pas masuk kekamar Bimo, aku menemukan buku diari dan juga sebuah foto.Difoto itu tampak Bimo yang sedang membonceng Adel menggunakan motor maticnya.Hanya saja buku diarinya,masih terkunci.Dan kuncinya entah kemana hilangnya.Tapi foto itu sudah cukup kuat sebagai bukti bagiku.Dan kamu benar, dialah yang menyebabkan kematian Bimo." Ucap Bryan membuat Shinta gelagapan.


"Belum, karena kuncinya gak ketemu. Tapi aku akan mencarinya semoga saja ketemu sehingga bisa membacanya. "


"Semoga saja dia tak menemukan kunci itu. Kalau sampai dia membaca diary itu, semuanya rencanaku bisa gagal total. " Ucap Shinta dalam hati lalu menghampiri Bryan yang duduk disofa.


"Sayang,jangan marah lagi yah! aku tidak akan pernah menyentuh wanita itu. Aku janji setelah dendamku terbalas, kita akan hidup bahagia selamanya. "


"Ok.Awas aja yah kalo kamu membohongiku."


Mereka pun kembali melakukan aksinya yang belum selesai.Saat Bryan berciuman dengan Shinta,tiba-tiba saja terlintas bayangan Adel dipikirannya.Tapi,kebenciannya yang akhirnya membuat Bryan menghapus bayangan itu dari pikirannya.Setelah puas melakukan ritual percintaan,akhirnya mereka pun tertidur.Waktu terus berjalan,yang membuat Bryan terbangun dan melihat kearah jam dinding.


"Astaga..Udah larut malam rupanya."Ucap Bryan lalu bergegas menggunakan pakaiannya.


"sayang,kamu nginap aja sih disini!masih kangen."Rengek Shinta.


"Maaf sayang,bukannya menolak.Tapi untuk saat ini belum bisa."


"Pasti karena wanita itu.Iya kan?"


"Sayang,kan tadi udah aku jelaskan semuanya.Saat ini aku masih nginap dirumah orangtuaku.Aku gak mau membuat ibu curiga.Nanti kalo aku udah kembali kerumah sendiri,janji deh akan selalu menemani kamu disini."Ucap Bryan lalu mengecup kening Shinta dan berlalu pergi.


Sesampai dirumah,Bryan bergegas masuk kedalam kamar.Untung saja,Ibu dan bapaknya sudah tidur sehingga Bryan merasa aman.


"Mas,kok baru pulang jam segini?"tanya Adel yang melihat suaminya hendak kekamar mandi.

__ADS_1


"Lu kok belum tidur?tadi gue lembur makanya baru pulang.Gak usah mikir macem-macem deh."


"Aku gak berpikir yang aneh-aneh mas.Tapi,bisa kan ngasih kabar ke aku biar gak khawatir."


"Udah ah,gue mau mandi dulu.Hal kayak gini aja dipermasalahin.Capek gue."Ucap Bryan dengan nada kesal lalu masuk kedalam kamar mandi.


"Emang salah yah kalau aku khawatir?kenapa sih mas,semua yang kulakukan selalu salah dimatamu."Gumam Adel.


Sehabis mandi,Bryan langsung tidur membelakangi Adel.Dia tak mau meminta maaf atas kesalahan yang sudah dia lakukan.Adel yang melihat suaminya tak mau menghiraukan dirinya,memilih diam dan membiarkan suaminya itu.Tapi entah kenapa Bryan tak bisa memejamkan matanya.


"Elu udah tidur?"


"Belum mas"


"Maaf ya?"


"Untuk apa?"


"Yang tadi."


"Tadi apa?"


"Sengaja yah?"ucap Bryan lalu membalikan badannya melototi Adel.


"Seram amat."Ucap Adel lalu membalas melototi Suaminya.


"Ah sudahlah.Males gue ngomong ama lu."Ucap Bryan lalu membelakangi Adel lagi.


"Rasain mas.Emang enak dikerjain."Ucap Adel dalam hati sambil menahan tawa.


"Gue tau lu ngetawain gue,ya kan.Terusin aja ampe lu puas."


"Maaf mas..Soalnya lucu.hahaha.."Ucap Adel yang tak bisa menahan tawanya.


"Stop Shin..."Omongan Bryan terpotong karena hampir keceplosan menyebut nama Shinta,pacar gelapnya itu.


"Shin?Apa artinya itu mas?Jangan-jangan.."tanya Adel menyipitkan matanya.


"Shinderelaku,Itu maksud gue tadi."Jawab Bryan gugup.


"Lebay amat sih mas panggilan sayangnya.Berarti aku manggil mas,pangeranku dong."Ucap Adel terkekeh.


"Gak perlu dibahas.Mendingan tidur,udah larut tau."Ucap Bryan lalu menarik selimut.


"Pangeranku..Kapan sih malam pertamanya dimulai?apa kamu tak mau yah melakukannya denganku?padahal aku udah pake baju lingeri kayak gini,tapi gak pernah direspon ama kamu."Bisik Adel dengan manja ditelinga suaminya.


"Ntar aja kalo udah balik kerumah kita.Sekarang ditunda aja dulu.Malam pertama kita itu harus dilakukan dirumah sendiri biar lebih nikmat.Sekarang tidur yah.Dan juga,gue gak mau dengar kata pangeranku lagi."


"Kan kamu yang mulai mas."Ucap Adel menahan tawa lalu mematikan lampu untuk tidur.


"Untung saja gak keceplosan."Ucap Bryan dalam hati sambil mengelus dadanya.

__ADS_1


__ADS_2