Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
menyanggupi syarat wanita itu


__ADS_3

Bryan membaca chat dari istrinya itu,lalu sadar atas perbuatannya tadi.Seharusnya dia tak marah kepada istrinya,karena memang masalah ini akibat dari perbuatannya sendiri.


Dia berusaha kembali menelpon Shinta,dan beruntung wanita itu menjawab telepon darinya.Segera dia menanyakan keberadaan wanita itu agar dijemput pulang kerumah.


"Ngapain lagi kamu mencari aku?bukannya kalian berdua senang melihat aku pergi dari kehidupan kalian?"ucap Shinta dari seberang telepon.


"Shinta,tolong ngertiin aku dong.Aku benar benar menyesal telah mrnyakiti perasaanmu.Sekarang jawab,kamu ada dimana sekarang?"ucap Bryan memohon.


"Aku mau kembali dan mempertahankan anak ini,tapi ada syaratnya."Ucap Shinta membuat Bryan sedikit emosi.


"Syarat apa lagi Shinta?"tanya Bryan dengan nada pelan.


"Aku mau,surat perjanjian bersama Adel diberlakukan.Kalau kamu gak setuju,maaf saja anak kamu ini akan pergi bersamaku disurga."Ucap Shinta mengancam lelaki itu.


"Jangan macam macam Shin,tolong jangan lakukan itu kepada istriku.Dia sudah cukup menderita selama ini.Aku sudah memaafkannya dan telah mengubur dendam itu."Ucap Bryan tak terima permintaan wanita itu.


"Jadi,kamu lebih memilih aku mati bersama anak kita?maaf saja,mungkin kamu sudah memaafkannya.Tapi,sampai mati pun aku tak akan pernah memaafkan wanita kampung itu."Ucap Shinta lalu mematikan telepon.


Bryan tak mengerti jalan pikiran istri sirinya itu.Padahal setaunya,hanya dirinya yang pernah ingin membuat Adel menderita walaupun memang dibantu oleh Shinta.


Setelah dendam itu terkubur dalam dalam,entah mengapa Shinta secara tiba tiba mengatakan tak akan pernah memaafkan Adel.Padahal menurutnya,istrinya sudah mengikhlaskan Shinta untuk menikah dengannya dan menuruti semua kemauan wanita itu.


Entah masalah apa lagi yang membuat Shinta membenci Adel sampai berkata seperti itu.Bryan tak mau memikirkan itu lagi karena hanya membuat kepalanya pusing tujuh keliling.


Akhirnya dia memilih untuk menemui Mario direstorannya dan berharap lelaki itu ada disana.Dia ingin menanyakan hal penting,dan akan berusaha untuk membuat Mario menjelaskan semuanya tentang kisah cinta Bimo.


____________________


Dirumah sakit,Adel mendapat telepon dari nomor yang tak dikenal.Tanpa berpikir panjang dia pun mengangkat telepon tersebut


"Hallo,ini dengan siapa yah?"tanya Adel ketika mengangkat telepon itu.

__ADS_1


"Ini aku,Shinta.Hanya ingin kasih tau,kalau kalian ingin aku kembali dan mempertahankan anak yang kukandung,turuti surat perjanjian yang sudah kamu tanda tangani."Ucap Shinta tanpa basa basi.


"Sekarang kamu dimana?biar mas Bryan menjemputmu pulang kerumah.Aku menyanggupi semua syarat yang kamu berikan,tapi tolong jangan lukai calon anakmu bersama mas Bryan."Ucap Adel menyetujui ucapan Shinta.


"Ok,aku akan pulang sendiri kerumah Bryan.Tapi awas kalau kamu berani melanggar janjimu."Ucap Shinta lalu mematikan telepon tanpa menunggu jawaban dari Adel.


Adel sebenarnya bahagia kalau wanita itu pergi jauh dari kehidupan rumah tangganya.Hanya saja dia tak tega jika Shinta melukai dirinya sendiri dan calon anak yang sedang dikandungnya.


Adel menghela nafas panjang lalu meletakan ponselnya dibawa bantal.Dia ingin cepat keluar dari rumah sakit agar bisa menyelesaikan semua masalah yang dihadapinya.Kali ini masalahnya bertambah rumit,karena syarat yang diberikan oleh Shinta.


Seandainya saja wanita itu tidak hamil,mungkin dia sudah merasa bahagia karena suaminya sudah berubah dan hendak memulai membina rumah tangga yang harmonis.Tapi,sayangnya itu belum tercapai.


___________________


Saat direstoran,untungnya Bryan bertemu dengan Mario yang hendak masuk kedalam mobilnya.Waktu itu sudah menunjukkan pukul sembilan malam,namun karena rasa penasarannya,Bryan tak menghiraukan waktu.Padahal dia tau sendiri,istrinya tak ada yang menemani dirumah sakit.


"Ada apa lagi bro,kamu menemuiku diwaktu seperti ini?Kami sudah mau tutup,jadi besok saja kesininya lagi."Ucap Mario yang memilih turun kembali dari mobilnya.


"Masalah itu lagi rupanya,seberapa penasarannya sih kamu dengan kisah cinta adikmu?terus,kalau seandainya kamu tau wanita yang membuat Bimo kecelakaan,apa kamu akan balas dendam seperti yang kamu lakukan pada istrimu?"tanya Mario menyilangkan tangan diatas dada.


"Bukan begitu,hanya saja aku ingin tau agar tak menuduh orang yang salah.Aku janji tak akan menyakiti wanita itu,dan ini aku menemukan buku diary yang sama dengan punya Bimo."Ucap Bryan menunjukkan buku diary ditangannya.


"Oh kamu sudah menemukan couple buku diary Bimo.Baguslah,berarti kamu sudah tau wanita yang kumaksud."Ucap Mario lalu masuk kedalam mobilnya lagi dan pergi meninggalkan Bryan yang terlihat bingung.


Bryan memutuskan untuk kembali kedalam mobilnya sambil memikirkan ucapan lelaki yang ditemuinya tadi.Membuat dia curiga terhadap Shinta.Dalam benaknya mungkin saja wanita itu sudah membohonginya selama ini.


"Apa mungkin Shinta pernah menjalin hubungan dengan Bimo?aghh,aku akan cari buktinya dulu,takutnya salah tuduh lagi kayak kemarin.


Terus,tadi Shinta ngomong gak akan pernah memaafkan Adel.Apa ini ada hubungannya juga yah?"gumam Bryan membuat kepalanya pusing.


Dia melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya,karena hendak membersihkan dirinya dan berniat untuk membawakan baju ganti untuk istrinya.

__ADS_1


Saat sampai,dia hendak masuk kedalam dan merasa heran karena pintu rumah itu tidak terkunci.Dalam pikirannya,mungkin asisten rumah tangganya sudah kembali kerumahnya untuk bekerja.


Dia pun langsung masuk dan memanggil asisten rumah tangganya tersebut,namun tak ada sahutan.Akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam kamar.Saat pintu kamar dibuka,Bryan terkejut melihat seseorang yang berbaring dikasurnya.


"Shinta..kapan kamu pulang kesini?"tanya Bryan menghampiri wanita itu.


"Kamu kan ingin aku pulang,sayang.Jadi aku putuskan untuk pulang sendiri tanpa harus merepotkanmu."Ucap Shinta lalu memeluk lelaki itu.


Bryan melepaskan pelukan itu lalu segera melontarkan pertanyaan yang membuat Shinta kesal.


"Tapi,kamu tak mengancam istriku kan?"tanya Bryan menatap wanita itu dengan serius.


"Gak kok,kalau gak percaya tanya aja pada istri pertamamu."Ucap Shinta memegang tangan Bryan untuk meyakinkan.


"Baguslah,sekarang aku ingin mandi dan akan segera kerumah sakit untuk menjaga Adel."Ucap Bryan lalu hendak masuk kedalam kamar mandi.


"Aku ikutan dong,aku yakin kamu pasti ingin melakukannya kan?Ayolah sayang,aku rindu belaianmu."Rayu Shinta lalu menciumi bibir Bryan dengan lembut.


Bryan tak kuasa menahan na**unya dan akhirnya mereka pun memulai ritual percintaan itu.Mereka berdua sama sama menikmatinya sampai melakukannya cukup lama.Sejam pun berlalu,Bryan sudah puas dan memilih masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Shinta juga terlihat sangat lelah lalu memilih untuk membaringkan badannya diatas kasur.Setelah mandi,Bryan mengambil baju istrinya untuk dibawa kerumah sakit.


"Kamu gak apa apa ditinggal sendirian kan?"tanya Bryan mendekati istri sirinya itu.


"Iya sayang,gak apa apa kok.Semoga istri kamu cepat pulih dan segera kembali kerumah yah?"ucap Shinta kemudian mengantar Bryan sampai kepintu depan.


"Makasih sayang.Maafin aku yah karena kemarin telah mengusirmu.Aku janji tak akan melakukannya lagi,dan tolong jaga anak kita yang ada disitu yah?"ucap Bryan mengelus elus perut Shinta.


Saat Bryan menjalankan mobilnya,Shinta masuk kedalam rumah lalu tertawa bahagia.Dia senang karena Bryan tak jadi menceraikannya.


"Terima kasih nak,karena kamu papa tidak jadi menceraikan mama."Ucap Shinta mengelus elus perutnya yang sudah kelihatan buncit.

__ADS_1


"Dan kamu Adel,meskipun Bryan sudah memaafkanmu namun sampai mati pun aku tidak akan pernah memaafkanmu atas apa yang terjadi pada keluargaku beberapa tahun yang lalu."Ucap Shinta mengepalkan tangannya.


__ADS_2