Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Menikah lagi


__ADS_3

Hati Bryan hancur berkeping-keping saat mengingat kejadian dihotel tadi. Dia tak menyangka istrinya tega menusuknya dari belakang.


Dia berpikir apakah itu merupakan sebuah karma karena selama ini dirinya belum bisa memberikan kebahagiaan kepada istrinya tersebut. Saat pikirannya kacau balau, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Diraihnya ponsel tersebut dan tanpa melihat kearah layar, dia langsung mengangkatnya,


" Bryan, aku mohon kamu segera kerumah sakit sekarang! Shinta tak mau melakukan operasi dan memutuskan mati bersama anak yang dikandungnya. Kalau kamu ingin anakmu selamat, cepatlah kemari sebelum kamu menyesal. "Ucap Rania tergesa-gesa.


Bryan berpikir sejenak, lalu dengan sengaja mematikan ponselnya tanpa berucap satu kata pun kepada wanita yang menelponnya. Sungguh, dia masih bingung untuk memutuskan semuanya. Ditambah lagi permintaan Shinta membuatnya makin pusing tujuh keliling.


Tapi mengingat perkataan Rania, dia seperti membuka hati dan melupakan masalahnya dengan Adel demi menyelamatkan istri siri dan calon anaknya. Sehingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi kerumah sakit sesuai permintaan Rania.


Sesampainya dirumah sakit,


"Bryan, ayo cepat bujuk Shinta agar segera melakukan operasi sekarang juga,sebelum semuanya terlambat! kamu tak ingin kan kehilangan buah hatimu? " ucap Rania saat melihat Bryan menuju keruangan UGD.


"Aku ingin menyelamatkan keduanya. Tolong aku dok, selamatkan istri dan anakku! " ucap Bryan memohon saat menghampiri dokter yang sudah berada di depan ruang UGD dan tak mempedulikan keberadaan Rania.


"Maaf, kami hanya bisa menyelamatkan salah satu diantara mereka. Keputusan ada ditangan anda. Cepatlah bujuk istrimu agar kami bisa segera melakukan tugas kami!


mengingat kondisinya yang semakin lemah. Kalau ditunda-tunda takutnya akan berakibat fatal dan bisa jadi keduanya tidak dapat tertolong. "Ucap dokter tersebut lalu meninggalkan ruangan itu.


Bryan menghampiri istri sirinya tersebut lalu memohon agar mau untuk dioperasi sekarang juga. Dan dia memilih untuk menyelamatkannya dan mengiklaskan calon anaknya.


Dia mengatakan, lebih baik menyelamatkan Shinta karena kalau masalah anak,nanti masih bisa dibikin lagi. Yang paling penting Shinta masih bisa hidup dan bisa mendampingi hidupnya karena saat ini dia merasa kalau tak bisa lepas dari istri sirinya tersebut.


Rania yang mendengar hal itu merasa keberatan. Dia beranggapan, lebih baik menyelamatkan anaknya saja. Karena percuma saja menyelamatkan Shinta, toh nanti dia juga bakalan mati karena penyakitnya sudah sangat parah.


Bryan tersulut emosi saat mendengar ucapan Rania tersebut. Dia pun mengatakan, nanti dia akan membawa Shinta untuk berobat dan akan selalu menemaninya sampai istri sirinya itu sembuh total.

__ADS_1


"Benarkah yang kamu katakan itu, sayang?" tanya Shinta sumringah.


"Ya, aku janji! sekarang tunggu disini, aku akan memanggilkan dokter untuk menyiapkan operasinya. " Ucap Bryan lalu bergegas keluar untuk memanggil dokter.


Rania mendekati adiknya itu, lalu memarahinya karena semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Rania terus memaksa agar adiknya tersebut menyuruh Bryan untuk menikahinya seperti rencana yang sudah tersusun rapi sejak awal.


Shinta menggeleng tanda tak mau dan berkata bahwa rencana itu dibatalkan saja. Mengingat, tawaran yang diberikan oleh Bryan untuk membawanya berobat dan akan selalu menemaninya sampai penyakitnya sembuh.


"Kamu jangan gegabah! bisa saja dia melakukan ini agar dia terbebas dari permintaan terakhir mu. Lihat saja, setelah kamu selesai dioperasi, memang dia akan membiayai semua pengobatan sampai kamu dikatakan sembuh dari penyakitmu.


Tapi, emang kamu yakin dia akan selalu menemanimu? jangan bodoh Shinta. Dia akan meninggalkanmu dan hidup bahagia bersama Adel.


Kalau kamu mau menuruti keinginanku, aku yakin ibu akan bahagia diatas sana melihat kita bisa membuat hidup Adel menderita. Kalau aku menikah dengan Bryan, kupastikan bisa menghancurkan keluarga Bryan dan juga Adel.


Itu kan tujuan kita? " ucap Rania membujuk adiknya tersebut agar kembali berubah pikiran.


"Ingat kata dokter, penyakit kamu sudah sangat sulit untuk diobati karena sudah memasuki stadium akhir. Daripada kamu terus menerus menahan sakit, lebih baik ikuti kemauan kakak demi dendam kita berdua. Lagipula kalau kamu yang diselamatkan, nanti pada akhirnya kamu akan ditendang juga oleh Bryan.


Mana mau dia dengan wanita penyakitan,sedangkan dirinya punya istri yang sempurna."Ucap Rania membuat Shinta mengeluarkan air mata.


Bryan kembali bersama dokter untuk segera menangani Shinta, namun wanita itu meminta waktu kepada dokter selama 30 menit untuk berbicara dengan suaminya terlebih dahulu.


Dokter memberi izin dan segera keluar dari ruangan tersebut. Bryan segera menghampiri wanita itu dan berkata bahwa waktunya gak banyak lagi mengingat kondisi Shinta yang semakin menurun.


Shinta pun menginginkan Bryan menikahi kakaknya dengan alasan bahwa sebenarnya dia dan kakaknya tesebut hidup sebatang kara. Dia juga berbohong tentang ibunya yang kritis dirumah sakit.


"Maksud kamu? " tanya Bryan bingung setelah mendengar penuturan istri sirinya tersebut.

__ADS_1


"Ibu aku udah lama meninggal karena depresi hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Ini semua karena keluarga Adel. " Ucap Shinta sambil terisak.


"Terus apa hubungannya kamu nyuruh aku menikahi kakakmu? " tanya Bryan mengernyitkan keningnya.


"Aku sudah tak bisa disembuhkan lagi. Karena penyakitku sudah masuk stadium akhir. Jadi aku memilih menyelamatkan bayi ini asalkan kamu mau menikahi Rania. Aku tak mau setelah kepergianku, Rania akan hidup sebatang kara. Dengan ada bayi ini, mungkin dia tak akan merasakan hidup sendirian. Makanya aku menyuruhmu untuk menikahinya agar dia bisa bangkit dan tak merasa kesepian. " Ucap Shinta meyakini lelaki itu.


"Ok, aku ngerti maksudmu. Tapi satu pertanyaan lagi, apa hubungannya Adel dengan kematian ibumu? " tanya Bryan penuh selidik.


"Nanti Rania yang akan menjelaskan semuanya kepadamu. Sekarang bersiaplah, kalian akan menikah sekarang juga dihadapanku. " Ucap Shinta membuat Bryan terlonjak kaget.


"Sekarang juga? jangan ngawur Shin. Semua butuh proses. Harus ada penghulu dan juga wali dulu. pikirnya gampang yah. " Ucap Bryan dengan heran.


Tak berapa lama, Rania pun masuk keruangan bersama beberapa orang. Ternyata, omongan Shinta tidak main-main. Wanita itu sudah memanggil penghulu dan wali hakim serta beberapa orang saksi. Bryan yang melihat itu, sangatlah terkejut dan menatap wajah Shinta meminta penjelasan.


Shinta mendesak agar lelaki itu segera menuruti keinginannya. Mengingat waktunya yang sudah tidak akan lama lagi. Karena demi menyelamatkan buah hatinya, ditambah lagi rasa kecewanya pada Adel, akhirnya dia mau menuruti keinginan wanita tersebut.


Dihadapan Shinta, akhirnya Bryan dan Rania sudah sah dinikahkan oleh penghulu. Lalu Shinta mengucapkan Terima kasih kepada lelaki itu karena sudah mau menuruti keinginannya. Dan juga mengucapkan selamat karena sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.


Dokter dan diikuti oleh perawat masuk keruangan dan segera membawa Shinta untuk masuk keruangan operasi. Sebelum masuk, dia berbisik ketelinga Bryan dan meminta maaf karena telah membohonginya selama ini.


Bryan yang mendengar kalimat terakhir wanita itu, merasa bingung dan hendak bertanya maksud dari kalimat tersebut, tapi tertahan karena wanita itu sudah masuk kedalam ruangan operasi.


"Mas, kita tunggu hasilnya yah dan semoga anak kita lahir dengan selamat. " Ucap Rania menenangkan lelaki yang baru saja menikahinya tersebut.


"Anak kita? itu anak aku dan Shinta. Dan asal kamu tau aku menikahimu karena ingin menyelamatkan anakku saja. " Ucap Bryan lalu menjauh dari wanita itu.


Rania hanya tersenyum mendengar ucapan Bryan. Dan dia sangat yakin, suatu hari nanti lelaki itu akan takluk. Saat ini dia hanya merencanakan untuk menjalankan dendamnya semata. Dan tidak terlalu mempedulikan perasaan Bryan kepadanya.

__ADS_1


"Haha, dia pikir aku jatuh cinta kepada nya. Maaf saja, kalau bukan karena dendam, aku juga tak sudi. Dasar anak pungut. " Ucapnya dalam hati lalu memilih untuk duduk menjauh dari lelaki itu sambil menunggu hasil operasi adiknya.


__ADS_2