Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Kapan bisa berakhir bahagia?


__ADS_3

Keesokan paginya, Fabian terbangun dari tidurnya. Namun kepalanya masih terasa sakit akibat dari mabuk semalam.Fabian tampak kaget, karena mendapatkan dirinya yang tak memakai baju sehelai pun. Sambil memikirkan apa yang terjadi semalam, dia pun memungut pakaiannya yang tergeletak di lantai lalu memakainya kembali.


Dia berpikir dengan keras, bagaimana bisa dirinya berakhir dihotel. Yang dia ingat, semalam karena merasa kecewa dengan ucapan istrinya maka dia memutuskan untuk mampir di klub malam dan meminum alkohol. Fabian bertanya-tanya, siapa gerangan yang sudah membawanya dihotel itu? dan apa yang terjadi semalam? sungguh dia tak mengingat semuanya.


Saat tengah pusing memikirkan semua yang terjadi, tiba-tiba saja ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Segera dia meraih ponselnya tersebut yang berada diatas nakas dan melihat kearah layar ponselnya,ternyata itu dari neneknya. Pikirnya, mungkin neneknya akan memberitahu tentang kondisi istrinya.


"Fabian.. sekarang juga kamu temui nenek dirumah utama! sungguh kali ini perbuatanmu sudah kelewatan. " Ucap bu Salma dengan nada emosi.


"Apa maksud nenek berkata seperti itu? oke, Fabian jujur, semalam memang diriku meminum alkohol dalam jumlah yang banyak. Maafkan aku yang sudah mengingkari janjiku. Tapi aku memutuskan untuk meminum alkohol karena kesal dengan tuduhan Adel. " Ucap Fabian meminta maaf atas kesalahannya.


"Kalau masalah minum alkohol hingga membuatmu mabuk, nenek masih bisa Memaklumi. Tapi nenek sangat kecewa padamu atas perbuatanmu yang memalukan itu. Dan nenek juga tak menyangka bahwa dirimu adalah pengguna obat terlarang. Sekarang juga, kamu temui nenek, atau kamu tau sendiri akibatnya. " Ucap bu Salma dengan lantang lalu mematikan sambungan telepon secara sepihak.


Mendengar ucapan neneknya yang terakhir, Fabian jadi bingung. Apa maksud neneknya mengatakan kalau dia menggunakan obat terlarang. Karena dia tak pernah menyentuh barang yang begituan. Dalam pikirannya, mungkin ada yang sengaja menjebaknya. Sehingga dia tersadar, mungkin orang yang membawanya ke hotel ini yang telah menjebaknya. Tapi siapa? dia sama sekali tak mengingat kejadian semalam, karena sudah terlalu mabuk dengan minuman beralkohol.


Untuk mencari tau semuanya, akhirnya dia telah memutuskan untuk menemui neneknya di rumah utama. Dirinya sangat penasaran, mengapa bisa neneknya menuduhnya seperti itu. Saat ingin meninggalkan hotel tersebut, dirinya malah terfokus pada satu benda yang tak asing baginya.


Dia ingat betul pada kalung liontin tersebut,yang sangat mirip dengan liontin yang dulu pernah diberikannya pada Selena. Untuk memastikan hal itu, dia mengambil kalung tersebut lalu membuka liontin itu, dan benar saja didalam liontin itu terdapat fotonya bersama Selena. Dan sekarang nampak juga foto anak dari Selena. Membuatnya yakin kalau semalam, Selena lah yang membawanya ke hotel itu.


____________________________


Adel sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Dengan didampingi oleh bu Salma, dia memilih untuk pulang ke rumah kontrakan sahabatnya. Namun bu Salma tetap memaksa agar Adel ikut pulang ke rumah utama. Mengingat statusnya yang masih istri sah dari Fabian, dia pun menuruti keinginan bu Salma tersebut.


"Walaupun kamu lagi ada masalah dengan suamimu, jangan pernah berniat untuk pergi meninggalkan rumah dengan seenaknya. Kalian harus berbicara empat mata, dan selesaikan semua masalah dengan kepala dingin. " Ucap Bu Salma menasehati Adel.


"Tapi nek.. sepertinya Adel ingin berpisah saja secara baik-baik dengan Fabian. Agar dia bisa kembali kepada Selena dan anaknya. "


"Apa kamu yakin itu keputusanmu dari hati yang paling dalam? apakah kamu sudah tak mencintai suamimu lagi? " tanya bu Salma menginterogasi.


Adel terdiam mendengar pertanyaan dari bu Salma tersebut. Memang dirinya sangat berat untuk berpisah dari suaminya. Karena saat ini dia sudah menaruh rasa cinta sepenuhnya kepada Fabian. Tapi, kalau dia memilih untuk mempertahankan rumah tangganya, hanya akan membuatnya selalu dalam penderitaan.


Lagipula pernikahannya dengan Fabian hanya sebatas kontrak saja. Mungkin, lebih baik dirinya mengalah agar suaminya itu kembali kepada istri pertamanya dan memberikan kasih sayang kepada anaknya. Dia hanya merasa kasian pada anak suaminya tersebut. Menurutnya anak seusia Putri, masih sangat membutuhkan kasih sayang yang utuh dari kedua orangtuanya.Jadi lebih baik dirinya yang mengalah dan memilih mundur.

__ADS_1


"Nek, bolehkah aku mampir di rumah sahabatku? Adel janji, sore nanti akan pulang tepat waktu. " Ucap Adel meminta izin.


"Baiklah, kalau kamu terus memaksa. Tapi ingat yah, nanti sore nenek akan menyuruh sopir untuk menjemput mu. " Ucap bu Salma mengizinkan.


"Terima kasih, nek atas pengertiannya. " Ucap Adel dengan rasa gembira.


"Pak.. nanti aku turunnya di pertigaan depan sana yah! " ucap Adel lagi kepada sopir, lalu dianggukin oleh sopir tersebut.


Tepat di pertigaan, Adel melihat kedua sahabatnya sudah menunggunya. Memang sewaktu dirumah sakit tadi, dia sudah menelpon Lala dan memberitahu akan mampir dikontrakan. Dan Adel juga menyuruh untuk menunggunya di pertigaan itu. Akhirnya, Adel pun turun dari mobil dengan wajah yang senang karena bisa berjumpa lagi dengan sahabatnya.


Bu Salma yang melihat kedua sahabat Adel, ikut turun dan menyapa keduanya. Lalu sebelum pergi lagi, beliau mengingatkan Adel untuk pulang kerumah utama tepat waktu.


"Iya, nek.. Tapi nanti aku diantar sama kedua sahabatku saja. Jadi tak perlu menyuruh sopir untuk menjemputku. " Ucap Adel lalu dianggukin oleh bu Salma.


"Baiklah kalau begitu. Tapi, jangan kemalaman yah baliknya. Kamu harus banyak istirahat agar cepat pulih. " Ucap bu Salma lalu melambaikan tangan, lalu mobil itu berjalan meninggalkan mereka bertiga.


Kedua sahabatnya merasa bingung dengan pernyataan bu Salma tadi. Sehingga mereka pun bertanya kepada Adel mengenai maksud bu Salma yang mengatakan bahwa Adel harus banyak istirahat agar cepat pulih kembali.


Hingga akhirnya mereka pun tiba dikontrakan, dan Lala segera memarkirkan mobilnya dihalaman kontrakan tersebut, lalu ketiganya masuk kedalam rumah itu.Lala terlihat sudah tak sabar ingin mendengarkan curahan hati Adel.


"Sebenarnya apa yang terjadi? ayo ceritakan kepada kami! tapi semoga tak ada kaitannya dengan hubungan rumah tanggamu yah? " ucap Lala sudah tak sabar ingin mendengarkan curhatan Adel.


"Sabar dong, La. Biarkan Adel bernafas dulu dengan baik, jangan langsung bertanya mendadak seperti itu. " Ucap Ani lalu menabok kepala Lala.


Adel menyunggingkan senyumnya melihat tingkah laku kedua sahabatnya yang seperti Tom and Jerry tersebut. Hingga akhirnya dia menarik nafas panjang lalu menghela nya. Mungkin, dia harus menceritakan masalahnya kepada kedua sahabatnya itu. Karena menurutnya kalau dipendam sendirian hanya akan membuatnya stres memikirkan semua masalahnya itu.


"Kemarin itu, aku habis diculik oleh seorang wanita. Lalu berakhir masuk rumah sakit karena wanita itu memberiku minuman beracun. " Ucap Adel sambil menatap sahabatnya itu bergantian.


"Yang benar, Del? pantesan kami berulang kali menghubungi mu, tapi tak ada jawaban. Siapa yang berani melakukan itu kepadamu? " tanya Lala berapi-api.


"Wanita itu mengaku sebagai istri dari Fabian. Dan dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak yang kini sudah berusia tujuh tahun. " Ucap Adel mulai menangis.

__ADS_1


"Terus, apa Fabian sudah memberi klarifikasi akan pernyataan wanita itu? " tanya Ani kemudian.


"Katanya, wanita itu berbohong. Nenek juga mengatakan kalau Fabian tak pernah menikah dengan wanita itu. Namun melihat foto-foto kemesraan Fabian dan Selena yang ditunjukkan wanita itu kepadaku, membuatku yakin kalau dulu memang mereka mempunyai hubungan yang serius. " Ucap Adel merasa sangat yakin.


"Harusnya kamu tanyakan baik-baik pada suamimu tentang semuanya. Bisa saja wanita itu yang tergila-gila pada suamimu sehingga membuat berbagai macam cara untuk memisahkan kalian berdua. Tapi untungnya kamu gak apa-apa, syukurlah. " Ucap Ani menggenggam tangan Adel dengan erat.


"Kalau menurutku sih, mungkin wanita itu memang pernah memiliki hubungan serius dengan suamimu. Tapi itu hanya sebatas masa lalu saja. Lebih baik sekarang kamu bertanya secara baik-baik pada suamimu, mungkin perkataan suamimu itu adalah fakta yang sebenarnya. Jangan mudah terhasut dengan omongan orang lain. " Ucap Lala memberi saran.


Dengan beberapa saran yang diberikan oleh kedua sahabatnya, mungkin benar dirinya harus berbicara empat mata dengan suaminya. Bisa saja, wanita itu hanya sebatas masa lalu suaminya.Dan masalah anak itu,mungkin hasil hubungan Selena dengan lelaki lain. Jadi untuk sekarang memang harus perlu diselidiki.


Karena suasana sudah menjadi hening, Ani pun meraih remot dan menyalakan TV. Siaran berita yang mereka tonton, membuat ketiganya terkejut bukan main. Dalam siaran berita tersebut, dikabarkan bahwa seorang pengusaha sukses terjerat obat terlarang dan kini sudah berada di kantor polisi untuk penyelidikan lanjutan.


Adel pun meraih ponselnya, dan segera menghubungi bu Salma untuk memastikan berita tersebut benar atau tidak. Karena menurutnya, tak mungkin suaminya menggunakan obat-obatan seperti itu. Saat telepon tersambung, terdengar isak tangis bu Salma,


"Del.. suamimu tadi dijemput oleh polisi dan dia dituduh sebagai pengedar dan pengguna aktif obat terlarang. "


"Jadi yang tersiar diberita itu benar adanya? baiklah nek, sekarang aku akan pergi ke kantor polisi."


"Untuk saat ini, suamimu belum bisa dikunjungi. Sekarang kamu pulang kerumah dulu, dan kita cari solusinya untuk bisa membebaskan Fabian dari jerat hukum. " Ucap bu Salma lalu telepon pun terputus.


Dengan terburu-buru, Adel kembali kerumah utama diantar oleh kedua sahabatnya. Pikiran Adel tak tenang, dan merasa bahwa suaminya dijebak oleh seseorang.


"Ini pasti ulah wanita itu. " ucap Ani merasa yakin.


"Belum pasti juga, Ni. Aku malah mengarah kepada Bimo. " Ucap Adel menerka-nerka.


"Bimo? mengapa kamu yakin sekali? " tanya Lala merasa heran.


"Karena semalam dia mengirim pesan padaku, akan melakukan segala cara untuk memisahkan aku dari Fabian. Mungkin saja kan, ini salah satu siasat nya untuk membuat aku dan Fabian terpisahkan? " ucap Adel menunjukkan isi pesan Bimo kepada kedua sahabatnya itu.


"Del.. kenapa sih, rumah tanggamu selalu penuh misteri? ada saja masalah yang datang dan sulit untuk dipecahkan.Kapan bisa berakhir bahagia? " Ucap Ani merasa kasihan pada Adel.

__ADS_1


__ADS_2