
Hari pun berganti malam,mereka bersiap untuk makan malam di restoran.Saat hendak keluar,Shinta pun datang menghampiri mereka dan merengek kepada Bryan agar dirinya diajak bersama mereka.
Orang tua Bryan yang melihat itu terlihat kesal dengan tingkah Shinta yang terlalu manja.Dengan sedikit menyindir,pak Hadi angkat suara sehingga membuat wanita itu emosi.
"Kamu gak boleh ikut!karena kamu gak ada hubungan keluarga dengan kami.Dan saya berharap setelah pulang dari restoran,kamu sudah tak ada dirumah ini lagi." Ucap pak Hadi dengan nada tinggi.
"Emang om gak tau yah tentang semuanya.Lihat nih perut aku yang buncit,didalamnya ada buah cinta ku bersama Bryan.Jadi,jangan harap aku akan pergi dari rumah ini.Lagipula anak om itu suami aku juga,jadi rumah ini juga rumah aku." Ucap Shinta dengan lantang.
Pak Hadi ingin menampar wanita itu karena merasa tutur bicaranya yang tidak sopan.Namun,segera Adel menenangkan suasana yang memanas.Lalu dengan lembut mengatakan kepada wanita itu bahwa dia boleh ikut untuk makan malam bersama mereka.
Bu Astuti ikut menenangkan hati suaminya yang terlihat begitu marah.Akhirnya pak Hadi menarik nafas panjang dan berusaha meredakan emosinya dan berlalu masuk kedalam mobil.
Saat sampai direstoran,mereka pun memesan makanan.Tak lama,Shinta pun permisi untuk masuk kedalam toilet.Adel menyadari bahwa wanita itu meninggalkan tasnya yang ditaruh ditempat duduknya.
Dia pun melirik kearah suaminya dan memberi kode karena ada kesempatan bagus untuk mengambil kunci diary didalam tas Shinta.Lelaki itu melihat kearah toilet untuk memastikan Shinta belum keluar dari dalam sana.
"Mas,cepat cari kunci itu sebelum Shinta keluar dari toilet itu."Bisik Adel membuat Bryan mengambil tas wanita itu dan membukanya.
" Kamu terus awasi yah,jangan sampai Shinta marah karena kita mengutak atik tasnya."Ucap Bryan sambil mencari kedalam tas wanita itu.
"Buruan mas,aku takut wanita itu marah besar kalau mengetahui hal yang kita lakukan ini.Memang sih yang kita lakukan ini salah,tapi demi kebenaran,aku terpaksa melakukannya." Ucap Adel sambil terus mengawasi kearah toilet.
Orangtua Bryan hanya diam menyaksikan aksi anak dan menantunya tersebut.Mereka tak mau ikut campur dan membiarkan semua masalah rumah tangga anaknya itu,diselesaikan oleh mereka sendiri.
"Gak ada,Del.Sepertinya dia sudah menyadari semuanya dan menyimpan kunci itu ditempat lain." Ucap Bryan yang kembali mengecek tas wanita itu.
"Coba cari dengan seksama,mas.Ini kesempatan kita untuk mengumpulkan semua bukti."
"Sudah kucari berulang kali,tapi memang tak ada." Ucap Bryan lalu meletakkan kembali tas wanita itu ditempatnya.
Tak berapa lama,wanita itu kembali ketempat duduknya dan makanan yang mereka tunggu pun sudah dihidangkan oleh pelayan diatas meja.Mereka pun makan dengan lahap,setelah kenyang,mereka memutuskan untuk pulang kerumah.
__ADS_1
Tak ada canda tawa sepanjang perjalanan,semuanya hanya diam membisu.Hingga akhirnya,Adel pun memulai obrolan,
"Gimana keadaan kampung?Adel jadi kangen sama suasananya yang begitu sejuk."Ucap Adel menatap ibu mertuanya yang kebetulan duduk disampingnya.
" Dikampung itu sangat menyenangkan.Sebenarnya,ibu belum mau pulang karena masih ingin menikmati keindahan alam kampung yang masih begitu asri."Ucap Ibu mertuanya ikut menatap Adel dengan senyuman.
"Mengapa pake balik segala,kalau memang masih ingin berlama lama disana?"Kali ini Shinta yang angkat bicara.
"Kalian dengar gak barusan kayak ada suara yang aneh.Bapak gak ngeliat orangnya,tapi kok ada suaranya yah?"ucap pak Hadi melihat ke sekelilingnya sambil bergidik ngeri.
"Om pikir aku hantu yang tak kelihatan,gitu?sayang,lebih baik kita antar orangtuamu balik kerumahnya yah?kalau ikut bisa bisa aku jadi stress."Ucap Shinta merengek kepada Bryan.
"Kami mau nginap seminggu dirumah Bryan dan Adel.Emangnya kamu siapa?pake ngelarang kami berada dirumah anak kami sendiri?"ucap pak Hadi tak Terima perkataan wanita itu.
" Sudahlah,Shinta.Gak ada salahnya juga kalau orangtuaku nginap dirumah kita."Ucap Bryan menenangkan suasana.
"Rumah kita?jangan ngaco kamu,nak.Wanita itu tidak ada hak atas rumah itu.Hanya Adel menantu sah kami."Ucap bapaknya dengan lantang.
Pak Hadi tak terima dengan ucapan menantunya dan ingin mengatakan sesuatu,namun segera istrinya mengedipkan mata memberi kode agar suaminya tersebut diam dan tak banyak bicara lagi.
Akhirnya setelah sampai dirumah,mereka pun masuk kedalam.Sebelum masuk kekamar mereka duduk diruang keluarga.Shinta pun hendak masuk kekamar dan tak mau bergabung bersama mereka.
Wanita itu mengajak Bryan serta untuk ikut dengannya di dalam kamar.Tapi Bryan menolak dengan alasan masih ingin mengobrol dengan orangtuanya.Mendengar itu,Shinta pun berlalu meninggalkan mereka.
Bu Astuti heran karena melihat wanita itu masuk kedalam kamar milik Bryan dan Adel.Dengan nada pelan bu Astuti pun bertanya kepada anak dan menantunya tersebut.
"Mengapa Shinta masuk kekamar kalian sih?jangan bilang,kamu mengusir Adel dari kamar itu yah?"
"Gak kok,bu.Ini atas kemauan Adel sendiri,karena.. '
" Wanita itu telah menodai ranjang Adel."Ucap pak Hadi memotong pembicaraan menantunya.
__ADS_1
"Tolong,pak..jangan ungkit masalah itu lagi.Ku akui itu memang salahku,tapi yang lalu biarlah berlalu."Ucap Bryan memohon.
Mendengar hal itu,bu Astuti pun paham dan kemudian mengalihkan pembicaraan agar suasananya tidak tegang.Mereka pun mengganti topik dan membicarakan tentang serunya liburan dikampung.
Karena sudah mengantuk,mereka pun memilih untuk masuk kedalam kamar masing masing.Saat orangtuanya masuk kedalam kamar mereka,Bryan menghampiri istrinya itu dan menciuminya dengan mesra.
"Mommy,bolehkah aku tidur bersamamu?aku ingin menikmati malam pertama kita." Ucap Bryan dengan mesra.
"Mommy?ih,apa tidak terlalu lebay mas?"
"Gak lah.Yuk,aku sudah tak sabar nih." Ucap Bryan merayu.
"Kalau Shinta ngamuk gimana?"
"Palingan dia sudah tidur.Ayolah mommy,apa kamu tidak mau?" ucap Bryan ngambek.
Baru saja Adel ingin mengatakan sesuatu,terdengar pintu kamar terbuka lalu Shinta meneriaki Bryan dan menyuruhnya masuk.Bryan pun menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
Setelah itu,dia pun terpaksa masuk kedalam kamarnya,dan Adel masuk kedalam kamar pembantu.
___________________
Pagi harinya,seperti biasa Adel bangun dan kemudian membuatkan sarapan untuk semuanya.Saat dirinya memasak nasi goreng,tiba tiba ibu mertuanya datang menghampirinya dan ikut membantu menyiapkan sarapan.
"Ibu sudah lihat semuanya.Mengapa kamu harus mau tidur dikamar yang disediakan untuk pembantu sih?lagipula disini kan banyak kamar yang kosong."Ucap ibu mertuanya membuat Adel gugup.
" Soal itu,Adel belum bisa jelasin semuanya kepada ibu.Untuk sementara,ibu dan bapak mengerti yah dengan posisiku ini.Ini semua kulakukan agar Shinta mempertahankan bayinya."Ucap Adel dengan lesu.
"Ibu sudah menduganya.Wanita itu mengancam kamu seperti yang dilakukannya pada ibu dulu."
Adel hanya diam saat mendengar ucapan ibu mertuanya.Dalam hatinya sangat ingin mengakhiri semua deritanya dari ancaman wanita itu.Namun,dia harus bertahan agar wanita itu melahirkan bayinya dengan selamat dan wanita itu harus mendapat hukuman yang setimpal atas apa yang dilakukannya selama ini setelah dia melahirkan anaknya.
__ADS_1
"Setelah bayi itu lahir,barulah memberikan pelajaran kepada wanita itu.Semoga semua bukti terkumpul dengan cepat,agar wanita itu membayar semua perbuatannya terhadapku." Ucap Adel dalam hati lalu tersenyum sinis.