
Bryan sudah setengah membuka kancing bajunya.Saat dirinya mendekatkan wajahnya ketubuh istrinya itu,tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu dari depan kamarnya,
Tok
tok
tok
Bryan pun segera keluar membukakan pintu dengan bertelanjang dada.Terlihat,Adel menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang tak memakai baju.Saat pintu terbuka,
"Adelnya udah tidur?"tanya Shinta yang langsung main masuk kedalam kamar.
"Shinta,kamu apa-apaan masuk sembarangan dikamar kami?gak sopan amat sih."Ucap Adel dengan nada kesal.
"Merasa terganggu yah?aku cuma ingin minta pembalut kok.Bisa tolong ambilkan?"ucap Shinta yang lalu duduk disofa kamar.
"Kamu keluar dulu sana."Usir Adel karena dirinya tak memakai baju sehelai pun.
Saat Adel masuk ketoilet untuk mengambil pembalut,Shinta bergegas masuk kembali kedalam kamar dan berbisik ditelinga Bryan,
"Awas yah kamu menyentuh gadis itu!aku tak akan memaafkanmu."Bisik Shinta sedikit emosi karena melihat pacarnya itu sudah bertelanjang dada.
"Bukannya aku nyuruh kamu tunggu diluar Shin?nih pembalutnya sisa satu.Bisa dipake untuk malam ini."Ucap Adel menyodorkan pembalut pada wanita itu.
Saat wanita itu sudah kembali kekamarnya,Adel pun langsung menutup pintu.Dia menoleh kearah suaminya yang tengah sibuk mengetik sesuatu diponselnya.
"Mas,yuk kita lanjutin!"ajak Adel kemudian duduk dipaha suaminya itu.
"Gue gak bisa.Baru ingat ada pekerjaan yang belum di selesaikan."Ucap suaminya mendorong Adel agar turun dari pangkuannya lalu bergegas mengambil laptopnya.
"Mas,masa ditunda lagi sih malam pertamanya?"tanya Adel memanyunkan bibirnya.
"Malam pertama?emangnya semenjak kita menikah,lu gak tidur bareng ama gue gitu?"tanya Bryan sambil matanya tetap tertuju pada laptopnya.
"Dasar gak peka."Ucap Adel cemberut.
"Gak usah ngambek.Tidur aja duluan yah,gue mau keruang tengah untuk menyelesaikan tugas ini.Sekalian mau bikin teh biar anget."Ucap Bryan lalu meninggalkan Adel yang masih terlihat kesal.
__ADS_1
"Gara-gara wanita itu,malam pertamaku gagal lagi.Kapan sih mas,kamu memberikan nafkah batin kepada istrimu ini?emang benar katanya, ini sudah malam kesekian kalinya kami tidur bersama.Tapi kan kenikmatan malam pertama belum pernah kurasakan."Batin Adel sambil memanyunkan bibirnya.
Diruang tengah,
"Sayang,kamu belum tidur?"bisik Shinta saat menghampiri Bryan yang terlihat sibuk dengan laptopnya.
"Kenapa kamu kesini?sana masuk kekamar.Gak enak kalau yang lainnya melihat kita berduaan disini."Ucap Bryan dengan nada pelan.
"Iya..iya deh.Tapi makasih loh kamu sudah memenuhi permintaanku."Ucap Shinta dengan manja.
"Masuk sana,ngobrolnya lewat chat aja."Ucap Bryan lagi sambil tatapannya tetap pada laptop.
[ Coba kalau aku gak mengetok pintu kamar kalian,pasti kamu sudah memberikan kenikmatan pada istrimu itu.]
[Jangan jangan kamu sudah jatuh cinta lagi sama istri kamu]
[Awas yah kamu.Pokoknya besok aku ikut kerumah kalian.]
Chatan Shinta masuk berturut-turut sehingga membuat Bryan menghela nafas panjang saat membacanya.Dia pun menyenderkan badannya kesofa dan membalas chat dari pacarnya tersebut.
[Tapi aku belum melakukannya kok.Baru pemanasan doang.Untung kamu cepat datang menyadarkanku.Kalau gak,bisa bahagia ampe keawan-awan dianya.]
Bryan kembali menyimpan ponselnya itu lalu kedua tangannya diletakan dibelakang kepalanya sambil menerawang keatas langit-langit.Matanya terpejam dan terbayang pada keindahan tubuh istrinya.
Terlihat dia menelan saliva seperti masih merasakan wangi aroma tubuh istrinya itu.Ingin rasanya ia masuk kekamar untuk melanjutkan ritual percintaannya yang tertunda tadi.Namun segera ditepiskannya keinginan itu.
"Gak..gak akan pernah terjadi.Tujuanku menikahinya bukan untuk itu.Ogah amat kalau nantinya punya anak ama dia."Gumam Bryan bergidik geli.
[Pokoknya,kamu masuk langsung tidur yah sayang.Jangan sampai menyentuhnya lagi.Ingat,tujuanmu menikahinya kan ingin membuat dia sengsara.Kalau kamu memberikan kenikmatan pada istrimu,sama saja kamu memberikan kebahagiaan untuknya.berarti rencanamu terbilang gagal.]
Bryan membaca pesan dari pacarnya itu dan tak mau membalasnya.Dia menutup laptop dan memilih masuk kedalam kamar karena matanya sudah terasa berat.
Didalam kamar,dirinya melihat kalau istrinya sudah tidur dengan lelap.Dia mengetahui itu karena terdengar dengan jelas suara dengkuran ringan istrinya itu.Lalu dia membaringkan tubuhnya sepelan mungkin sambil menatap wajah istrinya yang sudah terlelap itu.
"Untung dia udah tidur.Kalau gak,pasti dah ngerengek mintah jatah malam pertama.Sebenarnya,gue cinta ama lu Del.Tapi kebencian gue lebih besar ama lu.Dan lu harus menanggung semuanya,gue yakin diatas sana,Bimo pasti senang kalau melihat lu menderita."Batin Bryan lalu membelakangi Adel.
_________
__ADS_1
Keesokan paginya,mereka semua sudah berkumpul dimeja makan untuk sarapan.Saat Adel hendak menyendokkan nasi goreng kepiring suaminya,tangan Shinta yang lebih dulu meraih dan mengambilkan makanan itu untuk Bryan.
Membuat pak Hadi terbatuk dan menatap kearah Adel yang terlihat sedang kesal.Bu Astuti terlihat biasa saja lalu berkata,
"Dari dulu emang seperti itu kedekatan Bryan dan Shinta.Jadi kamu gak boleh cemburu.Lagian mereka kan ada ikatan keluarga jadi kamu gak perlu khawatir."Ucap bu Astuti berbohong.
Adel dan neneknya kembali bertatap muka.Kemudian neneknya mengangguk memberi tanda kepada Adel agar kembali duduk kekursinya.
"Oya,hari ini saya dan Dimas mau pamit pulang."Ucap neneknya ditengah keheningan.
"Apa perlu Bryan anter nek?"ucap Bryan menawarkan diri.
"Gak perlu nak.Nenek dan Dimas akan naik kereta.Stasiun keretanya kan gak jauh dari sini."Ucap nenek menolak tawaran Bryan.
"Kita juga hari ini pulang kan mas?"tanya Adel menatap wajah suaminya itu.
"Iya.Sepulang dari kantor,kita pulang kerumah."Jawab Bryan lalu beranjak dari kursinya.
"Bryan,tunggu!aku anter ampe pintu depan yah.Sini aku rapikan dulu dasi kamu yang belum rapi itu."Ucap Shinta lalu melirik kearah Adel sambil tersenyum licik.
Bryan menepis tangan Shinta.Mungkin karena dirinya tak enak hati pada bu Ida.
Adel tak mau kalah.Dia menyenggol Shinta dari hadapan suaminya lalu ambil alih untuk merapikan dasi suaminya itu.Lalu mengambil tas suaminya dan mengantarnya sampai ke teras.
Wajah Shinta merah padam.Tapi Adel terus membuat wanita itu terbakar cemburu.Adel menyadari,kalau Shinta mengikuti mereka sampai kehalaman depan.Sebelum suaminya berangkat,Adel mencium punggung tangan suaminya,dan berkata...
"Mas,ada yang kelupaan gak?" tanya Adel memegangi dahinya.
"Harus yah?"tanya suaminya melipat tangan didepan dada.
Adel menganggukan kepalanya,dan ciuman itu pun seketika mendarat dikeningnya.Membuat Adel merasa senang dibuatnya.
"Puas lu."Ucap Bryan lalu naik kemobilnya dan berangkat.
Adel melambaikan tangan lalu melirik kearah Shinta dan memberikan senyum kemenangan.Wanita itu pun menatapnya sinis lalu memutuskan untuk masuk kedalam rumah.
"Apaan sih dia.Minta cium kening segala,dan bodohnya gue,yang mau saja mencium keningnya.Pasti senangnya ampe keawan-awan tu manusia.Susah amat sih membuat dirimu sengsara.Padahal sudah mencoba beberapa kali untuk menyakiti hatinya,tapi wajahnya selalu ceria aja tiap harinya."Gumam Bryan sambil tetap fokus menyetir.
__ADS_1