
Seminggu kemudian, kondisi perusahaan kembali membaik. Semua client yang awalnya sudah mengundurkan diri, kini kembali mengajak untuk bekerja sama. Itu semua berkat Adel yang meng-handle semuanya. Dia melakukan jumpa pers dan dari situlah semua percaya bahwa Fabian tidak bersalah dan hanya dijebak oleh seseorang yang ingin membuatnya hancur.
Untuk merayakan keberhasilan itu, Fabian pun mengajak istrinya untuk berbulan madu di Swiss. Dia mengambil cuti dan memberikan kepercayaan kepada Dafa salah satu asisten pribadinya, untuk mengelola perusahaan selama kepergiannya untuk berbulan madu.
Di apartemen, mereka berdua sibuk menyiapkan barang-barang seperlunya yang akan dibawa. Lalu, mereka pun bergantian untuk membersihkan badan mereka sebelum berangkat ke bandara.
"Sayang, apakah boleh kita mandi bareng? " bisik Fabian ditelinga istrinya itu.
"Oh, no..nanti yang ada mandinya bisa berjam-jam kalau barengan. " Ucap Adel menggelengkan kepalanya tanda tak setuju.
"Yah udah deh, tapi nanti saat kita sudah tiba di Swiss nanti, kamu tak boleh melarang ku untuk mandi bareng kamu! " ucap Fabian lalu Adel menjulurkan lidahnya dan bergegas masuk kedalam kamar mandi.
Sambil menunggu istrinya keluar dari kamar mandi itu, dia meraih ponselnya untuk melihat siapa tau ada yang menghubunginya. Benar saja, ternyata sudah ada sepuluh panggilan tak terjawab atas nama Viona. Lelaki itu mengernyitkan dahinya, entah mengapa wanita itu menelponnya.
Namun dirinya tak mempedulikan hal itu malahan memblokir nomor kontak Viona, karena dirinya tak mau istrinya curiga kepadanya. Lagipula kemarin neneknya sudah membantunya untuk menjelaskan tentang hubungannya dengan Viona dimasa lalu. Untungnya Adel tidak mempermasalahkan hal itu, karena itu hanya masa lalu semata.
Jadi kali ini Fabian memilih untuk menjauh dari adik sepupunya itu, agar istrinya tak berprasangka buruk yang mengakibatkan kesalahpahaman saja nantinya. Akhirnya, Adel selesai mandi dan selanjutnya dirinya bergegas masuk untuk membersihkan dirinya.
Setelah mereka sudah siap, mereka pun berangkat menuju ke bandara. Dan berharap tak ada yang mengganggu perjalanan mereka hingga nanti tiba di tempat tujuan dengan selamat.
______________________________
Akhirnya setelah lama dalam perjalanan menaiki pesawat, mereka pun tiba dengan selamat di negara Swiss. Fabian lalu membawa istrinya tersebut kesebuah hotel mewah yang membuat istrinya takjub melihat kemewahan hotel itu. Setelah check-in, mereka pun masuk kedalam kamar dengan nomor 1021.
Setelah masuk, Adel langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur empuk itu karena merasa lelah dengan perjalanan panjang mereka. Begitupun dengan Fabian yang ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya tersebut.
"Apa kamu suka tempat yang kupilih? " tanya Fabian sambil menatap kearah istrinya itu.
__ADS_1
"Hmmm, aku suka banget. Terima kasih yah, mas sudah mau mengajakku ketempat yang indah ini! " ucap Adel yang juga menatap kearah suaminya itu.
Saat pandangan mereka beradu, ada rasa yang bergejolak didada mereka masing-masing. Fabian tanpa ragu mendekati istrinya itu lalu menindih tubuh mungil istrinya tersebut.
"Apakah sekarang, kamu mau melayani ku? aku tau ini bukan yang pertama untukmu, namun aku ikhlas menerima jika kamu sudah tidak perawan lagi. " Ucap Fabian mengecup kening istrinya itu dengan lembut.
"Apa kamu yakin menerima diriku, yang sudah tak suci ini lagi? " ucap Adel ingin menguji suaminya itu.
"Yah, sayang. aku menerimamu setulus hatiku. Saat ini, dihatiku hanya bertuliskan namamu seorang. " Ucap Fabian meyakinkan istrinya itu.
Adel memegang kedua pipi suaminya itu, lalu mengucapkan terimakasih nya karena sudah mau mencintainya dengan tulus. Dia juga mengatakan, semoga saja hubungan rumah tangganya kali ini bisa berjalan dengan harmonis dan dijauhkan dari semua godaan.
"Apakah, sekarang kita boleh melakukannya? " tanya Fabian sudah tak sabar.
Adel mengangguk tanda mengiyakan. Lalu dirinya merasakan suaminya itu dengan rakus menciumi bibirnya. Semakin lama semakin panas saja adegan yang mereka lakukan dan terasa begitu nikmat karena atas dasar suka sama suka. Tangan Fabian mulai bergerliya ditubuh istrinya itu.
"Ouhmm.. " Adel mengerang dibuatnya.
Mendengar itu, Fabian melepaskan ciumannya hingga akhirnya keduanya saling beradu pandang dengan nafas yang tersengal-sengal. Lalu Fabian berdiri untuk membuka kaos yang dikenakannya sehingga memperlihatkan dadanya yang bidang.
Adel menutup kedua matanya melihat suaminya yang sudah bertelanjang dada. Hingga saat suaminya itu hendak membuka celananya, Adel makin memejamkan matanya karena merasa malu memandangi penampakan tubuh suaminya tersebut. Karena itu pertama kalinya dia melihat tubuh lelaki yang tak tertutup kain sehelai pun.
"Sayang, apa kamu belum siap melakukan ini bersamaku? " tanya Fabian karena melihat istrinya yang kini membelakangi nya.
"Bukan begitu, mas. Aku hanya malu saja. " Ucap Adel masih tetap membelakangi suaminya itu.
Fabian pun mengangkat tubuh istrinya itu dan menuju kearah kamar mandi. Kali ini sebelum melakukan ritual percintaan, dia ingin merasakan nikmatnya mandi bareng bersama istrinya itu. Adel terkejut saat suaminya mengangkat tubuhnya tersebut.
__ADS_1
Saat didalam kamar mandi, Fabian menyuruh istrinya untuk membuka pakaiannya sebelum berendam bareng di bathtub yang kini sudah terisi penuh air itu. Awalnya Adel malu, karena dirinya tak mau tubuhnya diperlihatkan pada orang lain.
"Ayolah, sayang! aku ini suamimu, jadi tak perlu malu-malu seperti itu. " Ucap Fabian yang kini sudah masuk duluan di dalam bathtub.
Akhirnya, Adel pun membuka mini dress nya itu dengan posisi membelakangi suaminya. Fabian menelan air liurnya sendiri melihat pemandangan tubuh istrinya bagian belakang itu. Dan merasa penasaran dengan penampakan bagian depan tubuh istrinya tersebut.
"Ehem, sekarang berbalik lah, dan bergabung denganku berendam di bathtub ini! " ucap Fabian namun istrinya itu masih diam seperti patung.
"A-aku malu, mas! " ucap Adel dengan lirih.
Mendengar itu, Fabian pun kembali berdiri dan menghampiri istrinya tersebut. Sehingga spontan Adel menutupi bagian dada dan bagian bawah tubuhnya menggunakan kedua tangannya. Membuat Fabian terkekeh melihat reaksi istrinya tersebut.
"Sekarang aku menutup mataku! kamu masuk duluan ke bathtub itu! " ucap Fabian menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Mas, jangan ngintip loh! ntar bintitan, mau? " ucap Adel melihat kearah suaminya untuk memastikan.
"Iya, aku gak bakalan ngintip kok! "ucapnya lalu membelakangi istrinya biar yakin.
Dengan buru-buru, Adel pun masuk kedalam bathtub itu lalu menyuruh suaminya untuk bergabung dengannya. Kalau sudah berendam seperti itu, jadi suaminya gak akan melihat bagian tubuhnya. Begitu kira-kira isi pemikiran Adel.
"Ah, sayang.. kamu bikin aku penasaran saja! gak adil loh, masa kamu sudah melihat tubuhku, sedangkan aku tak diperbolehkan untuk melihat punyamu. " Ucap Fabian menunjukkan wajah yang cemberut.
"Hehe, emang sengaja sih, biar kamu merasa penasaran! " ucap Adel lalu menyipratkan air kewajah suaminya.
Hingga pada akhirnya, Fabian kembali memulai aksinya mencium bibir Adel dan mendapat respon juga dari istrinya tersebut. Karena hasrat mereka sudah sampai diubun-ubun tanpa sadar Adel kini posisinya sudah duduk dipangkuan Fabian. Membuat lelaki itu sudah tak sabar ingin menyentuh istrinya tersebut.
"Sayang, apakah kita melakukan ronde pertama di bathtub ini? " tanya Fabian sambil menahan hasratnya.
__ADS_1
"Sepertinya begitu,mas! " Ucap Adel lalu mencium kembali bibir suaminya dengan beringas.