
Karena bosan sendiri dirumah,Adel memutuskan untuk membereskan lemari suaminya dan menata baju yang berantakan.Dirinya terpana pada tumpukan baju wanita yang tertata rapi didalam lemari bersebelahan dengan baju suaminya.Dia berpikir itu tidak mungkin milik ibu mertuanya karena semuanya baju setelan pendek.
Dirapikannya kembali semua baju itu dan ditutupnya lemari.Untuk menghilangkan kecurigaan pada suaminya dia pun menelpon neneknya.Dia tiba-tiba merasa kangen pada neneknya dan suasana rumah dikampung.
Biasanya,jam segini dia sudah sibuk menyiapkan sarapan lalu berangkat ke kantor kelurahan.Karena sebelum menikah,Adel bekerja sebagai staf dikantor kelurahan dikampungnya.
Saat panggilannya tersambung..
"Hallo nek,apa kabar?"
"Kabar baik sayang.Kamu gimana nak?"
"Sehat juga nek.Tapi,Adel kangen sama nenek."
"Nenek juga kangen nak.Nanti kapan-kapan,nenek akan main kerumah kamu.Mungkin minggu depan dianter sama Dimas."
"Iya Adel tunggu yah nek.Oya,jadi Dimas yang sekarang gantiin posisi Adel buat nemenin nenek?Mana orangnya nek,Adel mau ngomong sesuatu nih."
"Ada apa kakaku yang bawel?"Ucap Dimas saat menempelkan ponsel di telinganya.
"Dim,awas yah kamu keluyuran terus.Kasian nenek kalau ditinggal dirumah sendirian."
"Asiaaaap kakak aku yang bawel.Tanya aja ama nenek,setiap hari tuh sepulang sekolah aku langsung balik kerumah.Kalau mau main pun,pasti bentar doang."
"Bagus deh.Nanti kalau mau main kerumah kakak,ngasih kabar yah biar kakak tau buat nyiapin tempat tidur.Tapi emang kamu libur sekolahnya dim?"
"Kan bisa libur sendiri.Nanti minta izin ama guru libur tiga hari."
"Ok.Kalau gitu sampai ketemu minggu depan yah.Aku tutup dulu yah teleponnya.Bye.."
__________
"Sayang,aku berangkat kekantor dulu yah."
"Eh,kamu udah siap aja.Maaf yah gak sempat bikinin sarapan."
"Gak apa-apa kok.Ntar aku sarapan dikantor aja."
"Tapi ntar pulangnya kesini lagi kan?"
"Nanti kukabarin yah sayang.Takut telat nih.bye sayang."Ucap Bryan lalu mengecup kening Shinta dan keluar pergi meninggalkannya.
Saat didalam mobil,Bryan kepikiran pada istrinya,Adel.Sebenarnya dia ingin menelpon untuk memberi kabar pada istrinya itu, tapi kebencian menghinggapi pikirannya sehingga dia memilih tak peduli pada istrinya.Hingga terdengar dering ponsel tanda pesan masuk.
[ Mas,Kamu sebenarnya dimana? ]
[Apa kamu punya wanita lain?]
[Tolong,pulang dulu.Kita harus bicara.]
Pesan masuk yang berturut-turut dikirimkan oleh Adel padanya,membuatnya memilih pulang kerumah.Dipikirannya selalu terngiang-ngiang pesan dari Adel yang menaruh curiga bahwa dirinya punya wanita lain.
Dia takut Adel tau dan rencananya bisa gagal.Dilajukan mobilnya agar tiba dirumah dengan cepat.Saat tiba dirumah,buru-buru ia masuk dan mencari keberadaan istrinya.
"Kenapa jalannya terburu-buru mas?"tanya Adel menghentikan langkah kaki suaminya itu.
"Rupanya lu disitu.Maaf yah,semalam gue gak bisa balik karena lembur."Ucap Bryan mengatur nafas karena ngos-ngosan.
"Oh lembur.Mas,aku boleh nanya gak?"
"Apa?"
"Kamu punya wanita lain yah selain aku?" tanya Adel lagi tanpa ragu.
"Itu aja pertanyaannya?"
__ADS_1
"Iya.Dan aku harap kejujuranmu."
"Tapi,apa alasan kamu bertanya seperti itu?"tanya Bryan.
"Banyak sih alasannya,kalau tentang semalam kamu gak pulang,it's ok lah aku ngerti mungkin memang kamu lagi lembur.Tapi,kemarin tanpa sengaja Ani melihat kamu berduaan bersama wanita lain.Terus,waktu ngeberesin lemari,aku nemuin lingeri dan beberapa baju wanita.Gak mungkin dong itu punya bibi.secara,itu ada dikamarmu yang sekarang sudah jadi kamarku juga."
"Ani sahabat lu itu?emang dasar yah mulut ember tu orang.Mungkin benar dia melihat gue bersama seorang wanita,tapi kan belum tentu juga kan itu selingkuhan gue.Wanita itu rekan kerja gue yang kebetulan bertemu direstoran saat makan siang.Gak ada salahnya dong gue ngobrol dengannya.Lagian lu gak ada hak buat ngelarang gue buat dekat dengan teman-teman gue baik itu teman pria atau wanita sekalipun.Walaupun lu istri gue tetap bukan hak lu,paham."
"Terus masalah lingeri dan baju wanita itu?"
"Sudahlah capek yah ngejelasin ama lu."Ucap Bryan membanting pintu lalu keluar menuju kemobilnya dan menancap gas.
Adel kaget saat suaminya membanting pintu dengan keras.Tak terasa iapun menangis dan merasa yakin kalau suaminya memang berselingkuh.Ia menyudahi tangisannya saat mendengar ponselnya berdering.Dia meraih ponselnya dan melihat kelayar,ternyata Ani,sahabatnya yang menelpon.Segera dia mengangkat telepon.
"Hallo.."
"Del,kamu gak apa-apa kan?"tanya Ani saat mendengar isakan Adel.
"Gak kok Ni.Boleh gak kita bertemu?"
"Emang kamu udah tau tempat-tempat dikota ini Del?"
"Belum sih.Kamu yang kerumahku Ni.Kalau kamu bisa,nanti aku serlok alamatku."
"Baiklah.Sampai ketemu dirumah kamu yah."
telepon pun terputus.Segera dikirimkan alamatnya pada sahabatnya itu.Dia ingin menuangkan isi hatinya karena tak sanggup dipendam sendirian.Mungkin dengan begitu,dirinya merasa lega.
Sambil menunggu sahabatnya datang,dia menyiapkan beberapa cemilan.Tak berapa lama bel pintu pun berbunyi.Terlihat bibi hendak membuka pintu depan tapi segera Adel mendahuluinya.
"Biar aku aja bi."Ucap Adel sambil terus melangkah kearah pintu depan.
"Baik nyonya."Jawab bibi yang kemudian kembali kearah dapur.
Saat Adel membukakan pintu,
"Ada Lala juga.Kirain kamu masih dikampung La.Senangnya bisa bertemu kalian lagi."Ucap Adel membalas pelukan kedua sahabatnya itu.
Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah dengan wajah yang ceria.Adel pun yang tadinya terlihat ceria kembali memurungkan wajahnya.Sehingga kedua sahabatnya merasa bingung dengan perubahan wajahnya.
"Kamu kenapa Del?"tanya Ani mengelus-elus pundak Adel.
"Iya ceritain kekita dong Del kalo ada masalah."Ucap Lala menimpali.
"Aku curiga pada mas Bryan."Tangis Adel pecah.
"Pasti karena omonganku yah Del."Ucap Ani merasa bersalah.
"Gak..gak..bukan karena hal itu Ni.Kalo masalah itu Mas Bryan udah jelasin yang kamu lihat bersamanya kemarin itu rekan kerjanya yang kebetulan ketemu direstoran saat makan siang."
"Terus kamu curiga gimana Del?ngomong kekita biar cari solusinya barengan."Ucap Lala memegang tangan Adel.
Adel pun menceritakan semuanya kepada kedua sahabatnya tentang kecurigaannya pada suaminya.Tentang penemuan lingerie dan baju wanita lainnya serta tiadanya ritual malam pertama pun diceritakan sambil menangis sesegukan.
Kedua sahabatnya hanya bisa terdiam mendengar isi hati Adel sambil sesekali mengusap-usap punggung Adel untuk menenangkannya.
"Sungguh keterlaluan suamimu itu Del.Untuk apa dia menikahimu kalau tak pernah memberimu kebahagiaan?"ucap Lala geram.
"Jangan marah dulu La.Kita pikirkan gimana caranya untuk mengungkap kecurigaan Adel."Ucap Ani meredahkan emosi Lala.
"Aku bingung.Padahal pernikahan kami sudah berjalan dua minggu."Ucap Adel lirih.
"Begitulah menikah karena dijodohkan.Gak tau isi hati masing-masing dan lebih mementingkan keinginan orangtua ketimbang perasaan sendiri."Ucap Lala yang kemudian dianggukin oleh Ani.
"Kami menikah bukan karena dijodohkan.Mas Bryan sendiri yang meminta orangtuanya untuk melamarku.Katanya dia sudah mengenalku semenjak diriku masih duduk dibangku sekolah menengah atas."
__ADS_1
"Hah,kok bisa?"tanya keduanya tak percaya.
"Ya gak tau.Tapi yang lebih penting,ternyata dia kakak kandungnya Bimo."Ucap Adel menatap wajah sahabatnya bergantian.
"Bimo?"Ucap keduanya serentak.
"Dipikiran aku nih yah.Mungkin mas Bryan menikahiku untuk balas dendam atas kematian Bimo.Karena dia tau dulu aku pernah dekat dengan adiknya."
"Tapi kan,kamu gak ada sangkut pautnya.Bimo aja yang gak pernah jujur sama kamu sehingga dirinya ketahuan ama pacarnya yang dari kota yah kan.Saat dirinya kecelakaan kan pas kejar-kejaran ama pacarnya karena pacarnya ngambek ngeliat kamu boncengan ama Bimo."Ucap Lala mencoba mengingat kejadian tiga tahun yang lalu.
"Seingat aku kan,ada wanita dari kota yang datang kekampung buat nyari tempat kontrakannya si Bimo.Karena kebetulan dirinya magang dikampung kita ya kan?Lalu tanpa sengaja wanita itu melihat kalian berdua berboncengan pake motor matic.Maka disitulah awal mula pertengkaran hebat Bimo dan wanita kota itu yang merupakan pacarnya."Sambung Lala lagi.
"Ini perlu diselidiki.Kalau memang benar karena hal itu,aku akan menjelaskan semuanya pada mas Bryan.Kalian mau kan membantuku?"Ucap Adel penuh harap.
"Iya kami siap untuk membantumu Del."
"Baiklah.Kita buat rencana untuk menyelidiki kemana dan sama siapa mas Bryan pergi.Pokoknya aku akan membuat mas Bryan mencintaiku.Aku yakin pasti bisa melalui semua ini."Ucap Adel penuh keyakinan.
"Kamu pasti bisa Del.Kami akan selalu membantumu untuk mengatasi semua masalahmu."Ucap Ani yang kemudian dianggukin Lala.
Mereka pun berpelukan.Karena waktu sudah menjelang sore,Ani dan Lala pamit untuk pulang.Saat Adel mengantar mereka sampai depan pintu,mereka dikejutkan oleh kedatangan Bryan.Didalam mobil tampak seorang wanita sedang duduk dan enggan untuk turun.
"Siapa perempuan itu mas?"tanya Adel menunjuk kearah wanita itu.
"Pemilik lingeri dan baju yang lu temuin dilemari."Ucap Bryan lalu melangkahkan kaki menuju kekamar.
"Segitu amat perlakuan suamimu kekamu Del?kamu jangan diam aja dong."Ucap Lala geram karena melihat perlakuan Bryan tadi.
"Sudahlah.Kita bahas itu nanti aja yah.Sekarang kalian berdua pulang dulu."
"Ok Del.Kami berdua pamit dulu.Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk hubungi kami yah."Ucap Ani lalu berlalu bersama Lala meninggalkan rumah Adel.
Karena melihat wanita yang ada dimobil suaminya enggan untuk turun,ditutupnya pintu lalu menghampiri suaminya didalam kamar.Adel sangat kaget dibuatnya karena melihat suaminya sudah membereskan pakaian dikopernya.
"Mas,mau kemana lagi sih?"tanya Adel dengan nada lembut.
"Gue mau keluar kota.Ada urusan penting disana untuk diselesaikan."
"Bersama wanita itu?"
"Iya."
"Tapi..
"bisa diam gak sih lu?"
"Apa salahku mas?"
Bryan menatap Adel dengan tajam.Lalu melemparkan tamparan kepada istrinya itu.Tangis Adel pecah karena gak menyangka suaminya berani menampar dirinya.Melihat istrinya menangis,Bryan tak mau mempedulikannya.Malah menanyakan dimana Adel menaruh lingerie dan baju yang ditemukannya dilemari.
"Cepat tunjukin dimana lu naroh baju yang lu temuin waktu itu?"ucap Bryan dengan nada emosi.
"Diatas lemari mas."Ucap Adel menunjuk keatas lemari.
"Bisa-bisanya yah lu mindahin baju-baju dilemari ini."Ucap Bryan lalu bergegas keluar dari kamar.
"Mas?"panggil Adel mengikuti langkah kaki suaminya yang hendak keluar.
"Apa lagi?"
"Lama gak keluar kotanya?"
"Belum tau.Tungguin aja."
"Mas,siapa wanita itu?"
__ADS_1
"Kekasihku.Puas lu."
Adel tejatuh lemas mendengar perkataan suaminya.Bryan pun tetap pergi meninggalkan Adel tanpa menghiraukannya.