
Saat Bimo ingin mencium bibir Adel, tiba-tiba saja wanita itu mendorong tubuh Bimo agar menjauh darinya. Walaupun dirasuki oleh hasrat yang menggebu, dia tersadar untuk tidak melakukan hal terlarang bersama pria yang bukan suaminya. Dia memilih kembali memunguti gaunnya dan mengenakannya kembali.
"Maaf Bimo.. aku tak bisa melakukan hal kotor ini. Kita bukan mukhrim. Lebih baik aku menahan semua gejolak ini, daripada harus menyesal dibelakang." Ucap Adel mencoba untuk meredam hasratnya.
"Tapi, kamu kan sudah janda. Kamu bukan lagi seorang gadis yang harus menjaga kesucian mu kan? ayolah Adel, biar kita sama-sama puas. " Ucap Bimo merayu wanita itu.
"Aku memang janda, tapi kesucian ku masih terjaga sampai detik ini. Dan semisalnya aku sudah tidak gadis lagi, aku tak boleh sembarangan memberikan tubuhku untuk di cicipi oleh lelaki yang bukan suamiku. " Ucap Adel lalu meraih tasnya dan keluar dari apartemen itu.
Bimo mematung saat melihat kepergian Adel. Dia masih bingung dengan perkataan wanita itu yang mengatakan bahwa dirinya masih perawan. Dalam benaknya, tak mungkin wanita tersebut tak pernah disentuh oleh Bryan dulunya. Secara menurut orangtuanya, Adel dan kakaknya itu menikah selama dua tahun.
Karena hasratnya yang tak bisa dibendung lagi, akhirnya dia melampiaskan nya kepada Viona yang terkapar tak sadarkan diri. Namun Bimo tak peduli akan hal itu, yang penting hasratnya tersebut bisa terpuaskan. Lebih gilanya lagi, saat dia menggauli kekasihnya yang tak sadarkan diri itu, dia berfantasi bahwa yang sedang bermadu kasih dengannya itu adalah Adel.
"Ah, Adel.. seandainya aku bisa mendapatkan mu, pasti hidupku akan bahagia. Lihat saja, pada akhirnya nanti, aku akan mendapatkan mu kembali. Kisah kita yang dulu belum berakhir, sayang. " Gumam Bimo lalu tertidur dengan pulas setelah hasratnya terpenuhi.
_____________________
Adel kembali menuju ke apartemen milik suaminya. Dia tak mau kembali kerumah bu Rahma, karena mengingat kondisinya yang sedang tidak baik-baik saja.Dia memikirkan,bagaimana caranya untuk meredahkan pengaruh obat tersebut dari tubuhnya. Walau tubuhnya, terasa begitu panas, dan ingin sekali disentuh namun dengan susah payah ditahannya selama dirinya berada di dalam sebuah taxi.
Jangan sampai dia menunjukan reaksi gilanya itu kepada sopir taxi, takutnya iman sopir taxi tersebut akan tergoda lalu bisa saja melakukan pelecehan terhadapnya. Adel menggeleng-gelengkan kepalanya membayangkan hal itu. dan dia juga berharap tidak akan mengeluarkan suara aneh lagi.
Untungnya, dia sampai dengan selamat di apartemen suaminya tersebut. Saat masuk kedalam, dia membuka gaunnya itu lagi dan keadannya sekarang tidak memakai baju sehelai pun. Dia bingung harus melakukan apa untuk mengakhiri penderitaan nya menahan hasrat yang menggebu itu.
Akhirnya dia menelpon sahabatnya, siapa tau mereka punya solusinya. Untungnya, Lala mengangkat teleponnya tersebut,
"Hallo manten baru, ngapain tengah malam begini, nelpon gue? " tanya Lala.
"La, bantu aku! gimana caranya menghilangkan reaksi obat kuat wanita? "
__ADS_1
"Eh buset.. nanya ke gue segala. Yah kamu lakukan hubungan suami istri lah baru bisa menghilangkan pengaruh obat tersebut. "
"Selain berhubungan intim, apalagi yang bisa menghilangkan reaksi obat tersebut? aku kena jebakan batman, La. Posisinya sekarang, suamiku lagi keluar kota. Gimana dong? "
"Dijebak ama siapa, Del? "
"Udah nanti besok aku ceritain! Sekarang bantu aku untuk cari solusinya! "
"Aku belum pernah loh mengkonsumsi obat jenis itu. Melakukannya pun, belum pernah. Ah, kamu ini gimana sih, masa nanya pada yang belum berpengalaman sih? begini saja, coba kamu cari di internet, pasti ada banyak jawabannya disitu. "
Mendengar ucapan Lala yang terakhir, dia pun mematikan teleponnya secara sepihak. Lalu buru-buru dirinya ke laman internet untuk mencari cara menghilangkan reaksi obat tersebut dari dalam tubuhnya.
Langkah pertama menurut yang dia baca dari internet, harus meminum air dalam jumlah yang banyak. Dia ingat saat masih di apartemen Bimo tadi, dia sudah banyak meminum air dingin. Namun tidak berhasil, kalau dia mencoba untuk meminum lagi air dalam jumlah yang banyak, takutnya perutnya akan menjadi kembung.
Langkah kedua dia mencoba menyalahkan AC dalam suhu maksimal, namun tetap saja rasa panas itu menjalar hebat ditubuhnya. Dia merasa frustasi sendiri tak tau harus bagaimana lagi. Namun kembali dia mencari cara lain lewat internet tersebut.
Saat dia putus asa dan tak bisa menahan hasratnya itu, dia mencoba sekali lagi untuk mencari caranya tersebut. Hingga dia mencoba langkah terakhir, yaitu berendam air dingin. Tanpa pikir panjang, Adel bergegas lari kearah kamar mandi, lalu mengisi bathtub penuh dengan air. Setelah itu, diapun berendam dalam bathtub itu dan berharap penderitaan nya itu cepat berakhir.
Sambil berendam dia mendengarkan musik melalui headset,lalu merilekskan pikirannya.Hingga dia tak sadar telah tidur terlelap.Dia berendam di bathtub tersebut semalaman, sungguh kasihan sekali.
______________________
Pukul 06.25, Viona terbangun lalu memegangi kepala nya yang terasa begitu pusing. Dia pun berlari kearah kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya yang dipenuhi oleh alkohol semalam. Bimo ikut terbangun mendengar kekasihnya itu yang sedang muntah-muntah tesebut.
Saat Viona keluar dari kamar mandi, dia melihat kearah Bimo yang dalam kondisi bertelanjang dada. Wanita itu berpikir keras, apakah semalam mereka telah bermadu kasih?
"Sayang, apa semalam kita melakukan nya? jujur aku sama sekali tidak ingat. " Ucap Viona mendekati kekasihnya itu.
__ADS_1
"Semalam Riska dan teman-temannya menantang kita berdua untuk meminum minuman yang didalamnya sudah dicampuri bubuk yang membuat hasrat kita melambung tinggi. " Ucap Bimo lalu membelai rambut Viona dengan lembut.
"Apa karena aku yang mabuk yah, jadi tak merasakan pengaruh obat tersebut? " Viona mengernyitkan dahinya.
"Bukan kamu yang meminumnya, sayang. Tapi istri dari Fabian. Dia baru saja pulang dari sini, karena takut kamu mengetahui perbuatan kami semalam. " Ucap Bimo membuat Viona terkejut.
Bimo kini telah membuat rencana agar Adel bisa bercerai dari suaminya. Dengan cara seperti itu, mungkin dirinya bisa kembali merebut hati Adel yang dulu kisah asmaranya sempat tertunda karena ulah mantan kekasihnya yang bernama Rania.
Dalam pikirannya, mungkin kalau Rania tidak kembali hadir dalam hidupnya dulu,mungkin saja kini dia sudah hidup bahagia dengan Adel.Namun takdir belum mempersatukan mereka berdua. Kini setelah bertemu kembali, dia ingin mendapatkan wanita itu kembali. Walau kenyataan nya wanita tersebut sudah menikah lagi, tapi dia akan berusaha untuk merebutnya.
"Jangan bilang kalian melakukan hubungan terlarang itu, disaat aku tak sadarkan diri? apa kalian melakukannya dihadapanku? " tanya Viona penasaran.
"Apa kamu tak cemburu, sayang? sebenarnya bisa saja aku melakukannya denganmu, namun wanita itu yang menggodaku untuk memuaskan hasratnya juga. Maafkan kesalahan ku yah, sayang.. karena telah tergoda dengan rayuan istri Fabian! " Ucap Bimo memperlihatkan wajah menyesal.
"Ini bukan salah kamu, tapi semuanya salah teman-temanku yang telah menjebak kalian hingga terpaksa melakukan hubungan terlarang ini. " Ucap Viona lalu memeluk tubuh kekasihnya itu.
"Tapi, menurutku mbak Adel melakukannya bukan karena terpaksa, Vi. Sewaktu belum meminum itu pun, dia mulai mencoba untuk menggodaku saat kamu sudah mabuk berat. " Ucap Bimo mulai menghasut pikiran Viona.
"Ah, sungguh keterlaluan wanita itu. Tunggu saja, aku akan melaporkan hal ini kepada mas Fabian." Ucap Viona terlihat mengembangkan senyum liciknya.
Rupanya wanita itu juga sebenarnya mengajak Adel ikut keacara party untuk menjebaknya dengan pria lain. Dan hal itu yang akan dijadikan senjata untuk menghancurkan rasa cinta Fabian yang seutuhnya sudah berpindah kepada Adel tersebut. Namun, dia harus mabuk duluan sebelum rencananya dituntaskan.
Tapi mendengar pengakuan kekasihnya barusan,sungguh membuatnya bahagia karena dia bisa menghasut Fabian dengan mengatakan kalau istrinya berselingkuh dengan Bimo.
"Apa perbuatan kotor kalian semalam, mempunyai bukti? " tanya Viona menyelidik.
"Ada, kecupan mesra yang melekat sempurna di tengkuk lehernya. Pasti ada bekas merah di tengkuk lehernya tersebut. Kamu tinggal cari saja cara untuk mengambil foto, bekas merah yang kubuat di tengkuk lehernya tersebut. Segera temui dia, sebelum bekas kecupanku itu hilang. "Ucap Bimo sambil matanya terpejam membayangkan wanginya aroma tubuh Adel semalam.
__ADS_1
Mendengar hal itu, terciptalah ide cemerlang diotak Viona...