Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Suara wanita ditelepon


__ADS_3

Setelah tiga hari menginap dirumah orangtuanya,Bryan mengajak Adel pulang kerumahnya.Mereka pun berpamitan kepada bapak dan ibunya.


"Pak,bu..Kami pamit pulang dulu yah."Ucap Bryan sambil menciumi punggung tangan kedua orangtuanya.


"Iya nak.Walaupun masih berat rasanya,tapi memang sudah seharusnya kamu pulang membawa istrimu.Tapi ingat,sering-seringlah main kesini yah."Ucap Ibunya sedih.


"Pak,bu..Adel juga pamit.Mohon maaf kalau selama Adel disini,selalu merepotkan bapak dan ibu."


"Jangan berbicara seperti itu nak.Ibu senang karena kamu dan mas mu sudah mau mampir dan nginap dirumah ini."Jawab ibu mertuanya lalu memeluk Adel.


"Kalian baik-baik yah.Dan bapak mohon sama kamu Bryan,jangan pernah menyakiti hati istrimu."Ucap pak Hadi lalu menatap Bryan dengan tajam.


"Iya pak tenang aja.Bryan janji akan selalu menjaga dan menyayangi Adel dan tak akan pernah menyakiti hatinya."Jawab Bryan lalu menggenggam tangan Adel dengan mesra.


"Ok.Bapak dan ibu pegang kata katamu nak."


"Baiklah.Kalau gitu kami berdua pamit yah.Jaga kesehatan dan setelah sampai dirumah, kami langsung mengabari kalian.Bye.."Ucap Bryan lalu melambaikan tangannya.


Didalam mobil,Adel melirik kearah suaminya yang sedang serius menyetir.Ingin rasanya membuka suara memulai obrolan tapi mulutnya enggan untuk berbicara.Dia tak tahu hendak ngobrol tentang apa,jadinya di alihkan pandangannya keluar jendela mobil.


"Gue tau,lu sedari tadi mandangin gue mulu kan?kenapa,terpesona yah ama kegantengan gue?"ucap Bryan tanpa menoleh kearah Adel.


"Apaan sih mas,jangan Ge er dong."Jawab Adel sinis.


"Ngaku aja lu,pake malu-malu segala."


"ish,kenapa juga sih mesti diam-diam melirik kearah mas Bryan.Kan jadi malu deh ketahuan."Ucap Adel dalam hati.


"Kenapa lu diam?bener kan dugaan gue..Beruntung amat sih lu miliki suami yang ganteng kayak gue."Ucap Bryan terkekeh dan sesekali melirik kearah Adel yang terlihat kesal.


"Apaan sih mas,malah muji diri sendiri.Mendingan fokus nyetir mas, gak usah banyak bicara deh."Ucap Adel dengan nada kesal.


"Iya..iya.Bawel amat sih lu.Lima menit lagi nyampe kok.Oya,ntar nyampe rumah kan ada bibi yang bantuin buat beres-beres,kalo lu capek istirahat aja yah.Gue ada urusan mendadak.Jadi lu gak usah nungguin gue balik."


"Emang gak bisa ditunda yah mas?baru juga nyampe mas,masa mau pergi lagi."


"Gak bisa ditunda karena masalah penting.Nah sekarang kita sudah nyampe nih.Selamat datang dirumah baru yah.Yuk,kita turun,tenang gue bakal bantuin buat nurunin barang-barang dulu kok."

__ADS_1


"Mas,masa aku ditinggal lagi sih."Ucap Adel dengan wajah cemberut.


"Udah jangan ngambek deh.Nanti juga pulang kok.Gue pergi dulu yah,kalo perlu apa-apa kamu tinggal ngomong ke bibi."Ucap Bryan lalu melajukan mobilnya.


"Nyonya,ayo kita masuk kedalam rumah."Ajak bibi kepada Adel yang masih mematung melihat kearah jalan.


"Eh..i..iya bi."Jawab Adel lalu menuju kedalam rumah yang bak istana itu.


"Wah,ternyata besar juga yah rumah mas Bryan."Ucap Adel dalam hati.


Bibi pun mengajak Adel untuk melihat setiap isi ruangan rumah itu dan menjelaskan sedetil-detilnya kepada Adel, hingga akhirnya mereka tiba disebuah kamar yang terlihat sangat megah bak kamar seorang raja.


"Ini kamar nyonya dan tuan.Kalau nyonya capek,bisa istirahat dikamar ini.Kebetulan sudah saya rapikan jadi sudah bisa digunakan."Ucap Bibi membuyarkan lamunan Adel.


"Oh,iya bi.Kalau begitu saya mau istirahat dulu. Bibi boleh kembali melakukan aktivitas yang lain dulu. "


"Baik nyonya.Kalau begitu saya permisi untuk lanjutin beres-beres."Ucap bibi lalu meninggalkan Adel didalam kamar.


________________


"Pokoknya aku minta putus."Ucap Shinta tanpa menghentikan langkah kakinya.


"Sayang,tolong ngertiin aku dong.plis,kita bicarakan dulu baik-baik."


"Semuanya sudah jelas.Gak ada yang perlu dibicarakan lagi.Kamu lebih mementingkan perasaan istrimu daripada perasaanku.Atau jangan-jangan kamu udah cinta sam istri kamu?"Ucap Shinta menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Bryan dengan tatapan tajam.


"Lebih baik kita pulang keapartemen dulu dan kita bicarakan baik-baik disana yah.Jangan ngambek kayak gini dong.I love you honney."Ucap Bryan lalu merangkul Shinta dan menuju kearah mobil.


"Aku hanya ingin kamu tetap menelponku tak peduli kalau wanita kampung itu curiga pokoknya kamu harus selalu memberi kabar padaku. "Ucap Shinta lalu mengikuti langkah kaki Bryan.


Dirumah,


Adel mulai gelisah karena sampai malam suaminya tak kunjung pulang.Kemana sebenarnya suaminya pergi dan ada urusan apa sampai gak bisa ditunda dulu.Pertanyaan itu tak pernah hilang dari pikirannya.Hingga dia memutuskan untuk menelpon suaminya.Sekali bahkan dua kali menelpon tak kunjung diangkat.Setelah menelpon yang ketiga kali,barulah diangkat.


"Hallo mas,kenapa belum pulang?"


"Masih sibuk."Ucap Bryan yang kemudian secara tiba-tiba terdengar Shinta memanggil dari arah kamar mandi.

__ADS_1


"Itu siapa mas?kok ada suara perempuan yang manggil sayang."Tanya Adel menyelidik.


"Bukan siapa-siapa.Mungkin suara orang dari luar.Kan gue lagi ditempat rame."Jawab Bryan santai.


"Oh gitu.Mas jam berapa baliknya?"


"Lu tidur aja duluan.Gak perlu nungguin gue."


"Tapi..."


Tut..tut..tut..telepon pun terputus.


"Dimana sebenarnya kamu mas?tadi katanya ditempat rame,tapi kok kayak disebuah ruangan dan sangat terdengar jelas suara seorang wanita manggil dengan kata sayang.Apa mas Bryan selingkuh yah diluar sana?"Pikiran Adel melayang layang membuat dirinya tak tenang.


"Pokoknya aku harus cari tau semuanya.Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan mas Bryan dariku."Ucap Adel dalam hati lalu menghempaskan tubuhnya kekasur.


"Hampir aja ketahuan."Ucap Bryan mengelus dada.


"Ketahuan apa sih?" tanya Shinta yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Tadi Adel nelpon.Terus,tadi dia dengar pas kamu lagi manggil aku dari kamar mandi.


"Lalu?"


"Aku cari aja alasan biar dia gak curiga.Ntar kalo ketahuan,rencana ku bisa gagal total."Ucap Bryan lalu mencium bibir Shinta dan memulai ritual percintaan.


"Kebiasaan deh gak pake aba-aba dulu."Ucap Shinta lalu membalas ciuman Bryan dan menghempaskan diri dikasur.


Keesokan harinya Adel bangun kesiangan.Dia meraih ponsel dan melihat jam yang sudah menunjukan pukul sembilan pagi.Dia menoleh kesamping,ternyata suaminya belum juga pulang.Dia merasa kalau suaminya sudah membohonginya.


Kembali teringat kalau suaminya mempunyai adik yang saat ini sudah meninggal.Sehingga terlintas dipikirannya,apa mungkin suaminya tau kalau dirinya ada sangkut pautnya atas kematian adiknya.Segera ditepiskannya pikiran itu.


"Gak mungkin mas Bryan tau semuanya.Tapi,mas Bryan pernah bilang dihari dia datang melamarku kalau sudah mengenalku sejak diriku masih sekolah S M A.Saat itu memang aku menjalin hubungan dengan adiknya,Bimo.


Apa mas Bryan tau tentang hubunganku dengan adiknya?seandainya tau,pasti kan dia ngomong dari awal.Atau sengaja gak mau ngomong tentang hal itu biar dia bisa balas dendam dengan menikahiku dan membuat diriku tak bahagia?


Lagipula yang membuat Bimo meninggal kan bukan sepenuhnya kesalahanku.Seandainya dulu,aku tau dari awal kalau Bimo udah punya pacar,gak mungkin aku mau menerimanya.Astaga,kenapa aku ngungkit tentang Bimo lagi sih.Dia kan sudah tenang dialam sana."Ucap Adel membuyarkan lamunannya, lalu melangkah masuk kekamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2