
Karena sudah tak sabar untuk menunjukkan hal itu kepada Fabian, wanita itu menarik dengan paksa baju Adel sehingga memperlihatkan tengkuk leher Adel yang memerah bekas dikerok. Melihat hal itu, membuat dia kembali mengecek berulang kali karena merasa yakin kalau bukti itu masih menempel di tengkuk leher Adel.
"Pasti sudah tertutup dengan bekas kerokan deh? aku yakin betul, kalau mbak Adel melakukan hal itu dengan Bimo. " Ucap Viona penuh keyakinan.
"Sudahlah, Vi.. kita kan sudah lihat secara bersama, kalau yang kamu tuduhkan itu tak ada benarnya. Dari leher sampai belakangnya itu penuh dengan bekas kerokan saja. Dia masuk angin karena semalam berendam di bathtub untuk menghilangkan pengaruh obat tersebut. Kalau masih belum percaya juga, ayo kita lihat CCTV saja! "ucap Fabian membuat Viona setuju.
Akhirnya mereka langsung mengecek CCTV yang rupanya ditaruh Fabian dalam kamar tanpa sepengetahuan Adel. Mengetahui hal itu membuat Adel kesal saja. Dalam pikirannya, pasti suaminya tersebut menaruh CCTV itu untuk mengintip nya kala sedang tidak menggunakan baju sehelai pun.
"Apa kamu sengaja menyimpan CCTV itu didalam kamar untuk mengintip ku? " tanya Adel terlihat kesal.
"Bu-bukan begitu, Del.A-aku sudah memasang CCTV ini sebelum kamu jadi istriku. Dan lupa untuk mencabutnya. Ma-maafkan aku yah? " ucap Fabian merasa gugup.
Adel membuang muka lalu memilih untuk istirahat di dalam kamar dan meninggalkan keduanya yang sibuk ingin melihat rekaman CCTV. Adel tak merasa panik, karena dia merasa semalam itu pulang dengan tepat waktu.
'Untung saja,semalam aku tak tergoda untuk melakukannya dengan Bimo. 'Batin Adel lalu membuang nafas secara kasar.
Diruang depan, Viona terus meyakinkan lelaki itu, bahwa istrinya melakukan hubungan terlarang itu atas dasar suka sama suka. Dan dia juga mengingatkan pada Fabian tentang hubungan istrinya dengan Bimo dimasa lalu. Dia pun mengambil ponselnya dan menunjukan sesuatu kepada Fabian.
"Lihat, foto ini! menurut Bimo, sebelum Adel menikah dengan kakaknya, dia yang awalnya mempunyai hubungan dengan istrimu tersebut. Tapi dia malah berjodoh dengan kakaknya. Bisa saja kan setelah mereka bertemu kembali, cinta itu akan kembali hadir diantara mereka berdua? " ucap Viona terus meyakinkan Fabian.
"Jadi kekasihmu itu, masih menyimpan foto kenangannya bersama istriku? aku sih tak tau tentang masa lalu istriku dan tak mau tau juga. Karena semua orang pasti punya masa lalu. Tapi melihat foto itu, berarti kekasihmu itu yang masih mencintai istriku.Aku yakin, istriku sudah melupakan tentang masa lalunya. " Ucap Fabian bersedekap dada.
"Apa kamu tak curiga pada istrimu? " tanya Viona lagi.
Fabian tetap berkata bahwa dirinya percaya seratus persen kepada istrinya. Dia menyuruh Viona untuk pulang saja, karena semua tuduhannya itu tak ada yang benar.Di CCTV juga terlihat kalau semalam itu istrinya pulang dan terlihat sedang mencari kesibukan untuk menghilangkan pengaruh obat yang di minumnya.
Karena merasa gagal total, dengan rasa kesalnya, Viona pun meninggalkan apartemen tersebut. Setelah kepergian Viona, akhirnya Fabian pun menghampiri Adel lalu meminta maaf kepadanya tentang ketidak-sopanan Viona tadi.
__ADS_1
"Iya, mas.. tidak apa-apa kok. Semalam dia dalam kondisi mabuk berat, jadi aku tak berani membawanya pulang ke rumah nenek. Mau membawa dia ke apartemen ini, Bimo tak kuat untuk menyetir. Karena arah apartemennya yang paling dekat, akhirnya aku meninggalkan Viona disana. Sedangkan diriku memilih pulang ke apartemen ini. "Ucap Adel membuat Fabian langsung memeluknya.
" Maafin aku, karena telah meninggalkan mu sendirian. Aku jadi merasa bersalah karena kamu harus menahan hasratmu itu dengan susah payah, hingga harus berakhir sakit seperti ini. Aku salut sama kamu, karena bisa menjaga kehormatanmu sebagai wanita. "Ucap Fabian merasa bangga memiliki istri seperti Adel.
Adel merasakan bahagia saat mendapat perhatian dari suaminya tersebut. Apakah mungkin sudah saatnya dia membuka hatinya untuk lelaki itu? dia sangat yakin kalau Fabian benar-benar tulus mencintainya. Hanya saja, Adel merasa trauma dengan kisah rumah tangga nya yang dahulu.
Sambil menatap wajah Fabian, dia pun mengungkapkan isi hatinya, dan berharap Fabian mau berkata dengan jujur kepadanya.
"Apa kamu mempunyai seorang kekasih diluar sana? " tanya Adel membuat suaminya memandang wajah Adel dengan lekat.
"Menurutmu? kalau memang aku mempunyai seorang kekasih, apakah aku harus repot-repot membujuk mu untuk menikah dengan ku? "
"A-aku hanya takut cintaku bertepuk sebelah tangan. " Ucap Adel dengan gugup.
"Apakah kamu juga mencintaiku? kalau iya, cintamu tak bertepuk sebelah tangan kok. Karena aku juga sangat mencintaimu. Jujur, sejak pertemuan kita pertama kali, aku sudah sangat jatuh cinta padamu. Apakah mulai sekarang, kita bisa menikah secara sungguhan?" tanya Fabian sudah tak sabar menanti jawaban dari Adel.
"Apakah kamu masih merasakan sakit? " tanya Fabian membuat Adel menggelengkan kepalanya.
"Sudah mendingan kok, mas. Untungnya tadi, kedua sahabatku mau membantuku dan tadi juga mereka membawakan aku obat juga. " Ucap Adel sambil memperlihatkan senyumnya.
"Berarti, malam ini apakah kita sudah bisa melakukan ritual malam pertama? " tanya Fabian dengan nada menggoda.
"Ih, mas.. aku masih takut untuk menyerahkan mahkota ku ini kepada mu. Apalagi aku belum pernah melakukannya. Nanti kamu malah mengejekku karena diriku yang belum berpengalaman. " Ucap Adel menundukkan wajahnya karena malu.
Mendengar ucapan istrinya tersebut membuatnya bingung saja. Bukannya istrinya itu adalah seorang janda? dalam pikirannya,tak mungkinlah kalau istrinya tersebut belum pernah disentuh oleh suaminya yang dahulu. Ingin rasanya dia bertanya akan hal itu, namun dia tak ingin membuat hati istrinya tersebut tersinggung. Bisa-bisa gagal menunaikan malam pertamanya nantinya.
"Hehe, aku juga belum berpengalaman sih. Nanti kita sama-sama belajar yah? " ucap Fabian sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.
__ADS_1
"I-iya mas. " Ucap Adel masih malu-malu dan tak berani menatap wajah Fabian.
______________________
Malam harinya, keduanya terlihat sedang mencari cara untuk memulai keromantisan mereka. Fabian tidak tahu dari mana harus memulai nya begitupun dengan Adel. Akhirnya, dengan memberanikan diri, Fabian pun mendekati Adel lalu memeluknya dengan mesra. Lalu keduanya terhanyut dalam ciuman yang begitu panas. Dan mereka sangat menikmati setiap adegan panas itu dengan durasi yang cukup lama.
"Sayang.. kamu begitu cantik malam ini. " Ucap Fabian dan kembali melanjutkan ciuman tersebut.
"Berarti selama ini, aku tak cantik dimatamu? " ucap Adel melepaskan ciuman itu dan menatap wajah Fabian meminta jawaban atas pertanyaannya barusan.
"Kamu selalu cantik dimataku.. hanya saja malam ini kelihatan lebih cantik. Mungkin karena pengaruh dirimu yang kini sudah seutuhnya menjadi milikku. " Bisik Fabian membuat hati Adel berbunga-bunga mendengarnya.
"Apakah sekarang, kamu mau melakukannya bersamaku? kita lakukan atas dasar cinta, pasti akan terasa nikmat. " Bisiknya lagi membuat Adel makin terlena.
Dengan perlahan, Fabian membuka kancing bajunya satu persatu sehingga kini dirinya sudah bertelanjang dada. Lalu dia pun ingin membuka lingerie yang dipakai istrinya tersebut. Namun belum juga berhasil dilakukannya, Adel meminta izin untuk masuk kedalam toilet. Istrinya itu beralasan sedang sakit perut. Jadi terpaksa dia harus menunda aksinya tersebut.
Lama Adel berdiam diri didalam toilet, membuat Fabian merasa khawatir. Lalu dia pun mengetuk pintu toilet dan memanggil nama istrinya tersebut berulang kali. Akhirnya, Adel pun keluar dari toilet tersebut sambil cengengesan.
"Hehe.. maaf mas, kayaknya malam ini malam pertamanya harus tertunda lagi. " Ucap Adel membuat Fabian mengerutkan alisnya.
"Apa, kamu belum percaya kepada ku? " tanya Fabian dengan lemas.
"Bukan itu, mas. Tapi, saat ini aku sedang datang bulan. " Ucap Adel membuat Fabian menepuk jidatnya sendiri.
"Iya kah? berarti gagal lagi dong. Hmm yah sudah kalau begitu, malam ini kamu istirahat saja agar kesehatan mu kembali pulih. " Ucap Fabian lalu keluar dari kamar.
Melihat suaminya yang keluar dari kamar, membuatnya merasa bersalah saja. Mengapa disaat ingin menunaikan malam pertamanya, selalu saja ada kendala.Gagal lagi..gagal lagi. Akhirnya karena merasa malam pertamanya tertunda lagi, dia pun memilih untuk membaringkan tubuhnya diatas kasur.
__ADS_1