Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Lembaran baru_ Pernikahan kedua


__ADS_3

Seminggu kemudian, hari pernikahan itu pun tiba. Adel tampak cantik dengan balutan gaun pengantin. Pernikahan mereka diselenggarakan di sebuah hotel bintang lima. Walaupun sebenarnya mereka terikat perjanjian kontrak, namun Fabian menginginkan acara pernikahan yang mewah agar neneknya percaya kalau dirinya sungguh-sungguh mencintai calon istrinya tersebut.


Fabian tampak takjub saat melihat Adel yang memakai gaun pengantin tersebut, sampai matanya tak berkedip melihat kecantikan calon istrinya tersebut. Seluruh rumpun keluarga dari kedua belah pihak terlihat bahagia melihat Fabian dan Adel bersanding dipelaminan.


Namun Adel justru tak bahagia karena dirinya tau pernikahan itu hanya sementara. Dalam hatinya dia meminta ampun kepada Sang Kuasa karena telah berani mempermainkan pernikahan yang sangat sakral.


Namun demi sempurnanya pernikahan itu didepan semua orang, mereka berdua menunjukan wajah yang pura-pura bahagia. Para tamu undangan yang hadir, memuji keserasian mereka berdua. Mendengar pujian itu, membuat mereka berdua tersenyum sebahagia mungkin.


"Wah, selamat yah sayangku! ternyata kamu masih diberikan jodoh juga oleh Sang Pencipta. Jadi iri deh, aku kapan yah ketemu dengan jodohku? " ucap Lala saat pengantin wanita sudah turun dari pelaminan.


"Mungkin jodohmu masih dijagain ama orang kali, La. Atau mungkin juga belum lahir. " Ucap Ani membuat Lala terlihat kesal.


"Kalau nasib kita sama, gak perlu ikut komentar deh! Kamu aja sampai sekarang masih betah ngejomblo kan? " ucap Lala lagi membuat Adel geleng-geleng kepala karena melihat tingkah kedua temannya.


"Udah ih, kalian berdua ini.. masih saja gak berubah dari dulu, kayak Tom and Jerry aja. " Ucap Adel lalu mereka bertiga tertawa bahagia.


"Del, Mudah-mudahan suamimu yang sekarang, bisa menjadi imam yang baik untukmu! kami berdua sebagai sahabatmu berharap agar pernikahan mu yang kedua ini akan selalu harmonis dan bahagia selamanya. Amin. " Ucap Ani lalu dianggukin oleh Lala.


"Amin.Kalian tak perlu khawatir, aku dan Fabian saling mencintai dan pasti akan hidup bahagia. " Ucap Adel meyakinkan kedua Sahabatnya, walau dalam hatinya bersedih karena telah membohongi kedua sahabatnya tersebut.


Waktu pun berlalu dengan cepat, kini semua acara telah berakhir. Fabian mengajak istri barunya tersebut di apartemen pribadinya. Sedangkan Bu Ida dan bu Sarah menginap dirumah besannya yakni dirumah Bu Salma.


Sesampainya di apartemen, Fabian langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya. Sedangkan Adel memilih untuk menghapus make-up nya dan juga mengganti bajunya terlebih dahulu.


Saat Fabian keluar dari kamar mandi, tanpa sengaja pandangan mereka saling bertemu. Membuat Adel salah tingkah, lalu memutuskan untuk berlari masuk kedalam kamar mandi karena dirinya merasa gerogi dengan pandangan suaminya tadi.


Setelah dirinya selesai mandi, dia pun keluar dan tak menemukan suaminya itu didalam kamar. Ternyata Fabian memilih tidur disofa. Melihat hal itu, dia pun berniat untuk memberikan bantal dan juga selimut kepada suaminya tersebut.

__ADS_1


Tiba-tiba, saat Adel menaruh selimut itu ditubuh Fabian, lelaki itu langsung memegang tangan Adel, sehingga membuatnya terkejut.


"Apakah kamu ingin kita melakukan malam pertama? " tanya Fabian membuat Adel gelagapan.


"Bukannya sudah ada perjanjian untuk tidak melakukan hal itu? " tanya Adel tertunduk malu.


"Hehe, aku masih ingat kok. Sudah, sekarang kamu tidur dulu! hari ini adalah hari melelahkan bagi kita berdua karena menjadi raja dan ratu sehari. " Ucap Fabian sambil memejamkan matanya.


Mendengar ucapan Fabian membuat Adel merasa lega. Dipikirnya, lelaki itu akan merenggut kesuciannya. Karena dirinya juga merasa lelah, akhirnya diapun kembali masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuhnya dikasur yang empuk.


Namun matanya sulit terpejam, sehingga entah bagaimana ia pun teringat pada suami pertamanya. Dulu juga saat sudah sah menikah, kejadiannya tak jauh beda dengan malam ini. Sebagai wanita normal, dia tak ingin bersikap munafik. Sebenarnya dia ingin merasakan nikmatnya malam pertama setelah menikah.


Namun itu harus di kuburnya dalam-dalam, karena mungkin tak akan pernah dia rasakan sebelum menemukan suami yang benar-benar mencintainya.


_______________


"Wah, kamu tau aja kalau aku suka banget dengan nasi goreng" Ucap Fabian membuat Adel terlihat sedih.


Mendengar ucapan Fabian barusan membuatnya teringat dengan suami pertamanya yang juga sangat suka dengan nasi goreng. Apalagi cara bicaranya itu sama persis dengan suaminya yang dulu.


"Loh, kok kamu kelihatan sedih sih? apa ucapanku telah menyinggung perasaan mu? " tanya Fabian merasa heran dengan perubahan wajah istrinya itu.


"Gak kok, pak. Aku baik-baik saja. Oh yah, hari ini aku masih bekerja sebagai sekretaris bapak kan? " tanya Adel mengubah topik pembicaraan.


"Yah, kalau kamu masih ingin bekerja, aku sih terserah kamu. Dan kalau bukan dikantor, tolong jangan panggil aku dengan sebutan bapak. Pikirmu aku ini bapakmu? panggil dengan kata mesra biar enak didengar! " ucap Fabian lalu melahap nasi goreng buatan istrinya tersebut.


Adel tersedak saat mendengar ucapan suaminya yang mengatakan harus memanggilnya dengan panggilan sayang.

__ADS_1


"Apakah harus, pak? bukannya kalau didepan keluarga saja kita harus berpura-pura memanggil dengan sebutan sayang? "


"Tapi aku tak suka kalau kamu memanggilku dengan sebutan bapak. Terserah kamu mau panggil aku dengan sebutan apapun, tapi sebutan bapak, hanya berlaku saat di kantor saja. " Ucap Fabian membuat Adel mengangguk pelan.


"Baik, pak.. eh, maksudku, Mas. " Ucap Adel membuat Fabian menyunggingkan senyumnya.


Tangan Fabian menyentuh pipi Adel dengan lembut. Dia berterima kasih kepada wanita tersebut, karena sudah mau menerima tawarannya untuk menikah secara kontrak. Saat Fabian mendekati tubuh Adel, dia pun mendaratkan ciuman dibibir wanita itu dengan penuh gairah.


Sehingga keduanya mempunyai hasrat yang tinggi untuk melakukan ritual percintaan. Fabian mengangkat tubuh istrinya tersebut dan masuk kedalam kamar. Sepertinya mereka sudah hilang kendali dan sudah sangat menginginkan merasakan kenikmatan itu.


Terlihat baju sudah berserakan dilantai, dan Fabian melakukan pemanasan sebelum akhirnya melakukan ritual tersebut. Mata Adel terpejam, dan berpikir, mungkin saat ini kesuciannya direnggut oleh suaminya yang kedua.


Baru juga memulai pemanasan, tiba-tiba ponsel milik Fabian berdering tanda ada yang menelpon. Karena takut itu adalah telepon penting, pemanasan pun tertunda dan Fabian meraih ponselnya yang berada diatas nakas. Saat melihat ke layar ponsel, diapun terkejut, lalu buru-buru mengangkat telepon tersebut .


"Hallo sayang, sekarang kamu jemput aku yah? jangan sampai telat, kamu kan tau sendiri kalau aku paling benci yang namanya menunggu. " Ucap seorang wanita diseberang telepon.


"Bukannya, bulan depan kamu balik ke Indonesia? kok mendadak sekarang sih? padahal sekarang aku lagi sibuk. " Ucap Fabian lalu melihat kearah Adel yang kini membelakangi nya.


"Aku sudah sangat kangen padamu. Jadi, kuputuskan untuk pulang sekarang juga. Apa kamu tidak kangen padaku? " tanya wanita itu dengan nada kesal.


Fabian tak segera menjawab pertanyaan wanita yang menelponnya. Dia melirik kearah Adel karena merasa tak enak jika dirinya bermesraan dengan wanita lain ditelepon. Ingin keluar dari kamar, tapi dia tak memakai baju sehelai pun.


"Sayang, kok diam sih? kamu lagi ngapain sih? " tanya wanita itu lagi membuat Fabian berdehem.


"Eheem, iya sayang.. aku juga kangen sama kamu. Kalau begitu tunggu aku yah, sekarang aku akan bersiap untuk menjemputmu. " Ucap Fabian yang kini sudah berada didalam kamar mandi sambil menyalahkan air keran biar tak kedengaran oleh Adel.


Dia rupanya masih punya hati. Walaupun pernikahannya hanya berstatus sementara, tapi dia tak ingin istri kontraknya itu tau kalau dirinya sebenarnya mempunyai seorang kekasih. Dan dia berharap, Adel tak akan pernah tau akan hal itu. Sehingga pernikahan yang mereka jalani tetap berjalan sempurna dan dirinya terbebas dari ancaman neneknya.

__ADS_1


__ADS_2