
Saat malam tiba..Bryan menyuruh istrinya untuk menata makanan diatas meja.Karena sebentar lagi,tamunya akan segera datang.Ada kekesalan diraut wajah Adel karena semuanya dia yang mengerjakan sendiri.
Melihat suami dan wanita itu sudah kelihatan rapi,Adel meminta Shinta untuk menggantikan posisinya menata makanan itu.Karena dirinya hendak bersiap-siap juga agar kelihatan rapi dihadapan tamu-tamu suaminya.
Namun Shinta menolak permintaannya dengan alasan tak mau bajunya jadi kotor.Maka terjadilah adu mulut.Hal itu membuat Bryan emosi karena melihat perdebatan antara kedua wanita itu.
"Apaan sih kalian berdua.Sebentar lagi tamuku akan datang.Jangan sampai yah acara makan malam ini berantakan hanya karena keributan kalian berdua.Sana lu siap-siap!biar Shinta yang lanjutin sisanya."Ucap Bryan dengan nada tinggi.
Mendengar perkataan suaminya,Adel pun buru-buru melepaskan celemek dan melemparnya kearah Shinta.Lalu ia bergegas masuk kedalam kamarnya untuk bersiap-siap.
Shinta memasang wajah yang cemberut karena tak terima pacarnya itu membela Adel.
"Tega amat sih nyuruh aku,kayak pembantu aja.Seharusnya biarkan saja dia yang menyelesaikan ini."Ucap Shinta kesal.
"Udahlah Shin.Gak perlu diperdebatkan deh,lagian kamu kusuruh kesini,untuk bantuin dia mengerjakan ini semua."
"Oh,jadi kamu udah mulai kasian sama dia.Makanya kamu nyuruh aku kesini buat bantuin dia,karena gak tega kalau dia sampai kecapean menyiapkan ini semua?"ucap Shinta lalu beranjak masuk kekamarnya.
Bryan tak mempedulikan ocehan wanita itu,karena tak mau makan malamnya bersama orang pentingnya akan berantakan.
Setelah keluar dari kamar,Adel menghampiri suaminya diruang tamu.Baru juga mau duduk,bel pintu berbunyi...
Ting tong
Ting tong..
Bryan dan istrinya sama-sama melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu.Namun sebelum pintu dibuka,Bryan berbisik ketelinga istrinya itu,
"Ingat,jangan mempermalukan gue didepan para tamuku!Jaga sikap lu yah?"
"Tenang aja."Ucap Adel lalu membuka pintu.
__ADS_1
Saat pintu terbuka,terlihat ada empat orang lelaki yang berdiri dihadapan mereka dan ditangannya masing-masing membawa buah tangan.Bryan pun mempersilahkan mereka masuk,lalu Adel mengambil buah tangan tersebut dan meletakannya diatas meja.
Adel duduk disamping suaminya itu dan ikut bercengkrama dengan para tamu suaminya tersebut.Lalu,salah satu dari tamu tersebut seperti mengenal Adel lalu bertanya,
"Kamu kan,wanita yang dikampung tempat kami magang dulu kan?"tanya pria itu mengingat-ingat.
Terlihat Adel mengernyitkan dahinya mencoba untuk mengingat,lalu dia tersontak kaget..
"Kamu kan teman Bimo yang usil itu kan?yang suka pada sahabat aku itu loh."Ucap Adel tak percaya bisa bertemu lelaki itu lagi.
"Nah,kan benar.Dari tadi aku mau menanyakan,hanya saja takut salah orang."Ucapnya lagi membuat yang lainnya bingung.
Pria itupun yang bernama Rio menceritakan awal mula pertemuannya bersama Adel.Tanpa sengaja diapun mengungkit tentang Bimo.Dia tak tau menau kalau Bimo itu adalah adik dari Bryan.
Bryan hanya terdiam mendengarkan alur cerita yang disampaikan oleh tamu pentingnya itu.Lalu yang lainnya angkat bicara dan mengalihkan pembicaraan,
"Sekarang,ayo kita makan dulu!" ajak Bryan yang kemudian dianggukin oleh para tamunya tersebut.
Mereka semua pun makan dengan lahapnya.Saat selesai makan,mereka pun melanjutkan obrolan mereka.Kali ini obrolan mereka tampak penting oleh karena itu Bryan menyuruh istrinya untuk tidak ikut serta duduk bersama mereka.
Lama suaminya itu mengobrol bersama tamunya,yang kemudian terdengar kalau semuanya pamit untuk pulang.Adel segera menghampiri mereka lalu mengucapkan terima kasihnya atas buah tangan yang tadi diberikan.
Saat mengantar mereka sampai dipintu depan,tiba-tiba Rio mengucapkan satu hal pada Adel..
"Kamu yang sabar yah.Sekarang Bimo sudah tenang dialam sana.Andai dia jujur padamu,dan andai saja wanita itu tak datang menemuinya,mungkin semuanya ini tak akan terjadi."
"Wanita?maksud kamu ada wanita lain yang didekati Bimo selain istri saya?"kali ini Bryan yang buka suara.
"Apakah kamu juga mengenal Bimo?"tanya Rio.
"Dia adik suamiku."Jawab Adel melihat kearah suaminya.
__ADS_1
"Benarkah?setauku Bimo tak punya keluarga.Dia sendiri yang menceritakan semuanya kepadaku.Semasa kuliah,dia satu kontrakan denganku.Katanya dia hidup sebatang kara.Jadi gak tau menau kalau ternyata dia punya keluarga."Ucap Rio mengangkat kedua tangan dan bahunya.
"Jangan asal bicara kamu."Ucap Bryan menarik kerah baju Rio karena tak terima dengan penuturan pria itu.lalu membuat ketiga tamu lainnya menghampiri mereka.
"Ada apa bung?"tanya salah satu dari mereka.
"Apa salahku hah?tersinggung dengan ucapanku?aku kan hanya memberitau hal yang kuketahui tentang Bimo.Mana tau kalau ternyata dia punya keluarga."Ucap Rio lalu melangkahkan kakinya kemobil.
Ketiga pria yang lainnya juga pergi tanpa permisi.Ini membuat pikiran Bryan menjadi kacau.Dia merasa menyesal telah melakukan hal bodoh kepada tamu pentingnya itu.
"Semua gara-gara lu.Mendingan Shinta aja tadi yang menemani gue.Kacau semuanya."Gerutu Bryan.
"Kenapa jadi nyalahin aku sih mas.Padahal kan mas sendiri yang bertanya.Rio gak salah,dia hanya menjawab sesuai dengan apa yang dia ketahui."
"Malam ini gue tidur dengan Shinta.Pokoknya kalau sampai mereka membatalkan kontrak,lu harus tanggung jawab."Ucap Bryan dengan nada emosi.
"Tidur dengan Shinta?ingat,kalian bukan mukhrim.Apa gak takut kena azab mas?"ucap Adel berkacak pinggang.
"Dasar korban sinetron.Gue gak peduli omonganmu."Ucap Bryan lalu beranjak meninggalkan Adel.
Sebenarnya Adel merasa sakit hati saat mendengar ucapan suaminya.Hanya saja,dia mencoba untuk menahan semua kesedihannya itu.Setelah beres mencuci piring,dia pun bergegas masuk kedalam kamarnya.
Dirinya kaget saat mendapati suaminya itu sudah membaringkan tubuhnya dikasur.Sambil senyam senyum dia pun meledek suaminya..
"Ciee..yang takut kena azab."Ledek Adel membuat Bryan menutup wajahnya dengan selimut.
"Berisiiik..Gue masih marah ama lu,hanya saja gue milih tidur disini karena ucapan lu ada benarnya."
"Baru sadar yah mas?kenapa dulu gak nikahi Shinta aja mas?kalian kan saling mencintai."Tanya Adel membuka selimut dari wajah suaminya.
"Diam lu.jangan menambah masalah yah!"
__ADS_1
"Hanya karena sebuah dendam,kamu menikahiku.Padahal aku tak ada sangkut pautnya dengan kematian Bimo.Kamu dengar sendiri kan ucapan Rio tadi tentang pacar adikmu yang sebenarnya?wanita itu bukan aku loh mas.Aku hanya korban dari ketidak jujuran Bimo."Ucap Adel tak menghiraukan omongan suaminya.
Bryan kembali menutup wajahnya dengan selimut.Dia berpikir,mungkin omongan Adel ada benarnya juga.Hanya karena melihat sebuah foto,dia sudah salah menuduh.