Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Menyusun rencana


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang,Shinta memberi usul kepada Bryan untuk membuat Adel lebih menderita.Dia berpikir kalau hanya dipenjara saja tidak memuaskan.


"Sayang,gimana kalau kita cabut tuntutannya dengan memberikan syarat kepada istri kamu?"ucap Shinta memberi saran.


"Biarin dia membusuk dipenjara,itu sudah cukup membuatnya menderita."Ucap Bryan sambil tetap fokus menyetir.


"Itu gak cukup sayang,harusnya kamu buat dia menderita didepan mata kamu sendiri.Biar kamu puas dan Bimo senang melihatnya diatas sana."Ucap Shinta merayu.


"Maksud kamu gimana sih?udahlah,lebih baik dia dipenjara daripada harus melihat mukanya lagi."Ucap Bryan menolak saran Shinta.


"Kita jadikan dia pembantu dirumah kita secara cuma cuma sayang.Daripada repot repot bayar PRT mendingan duitnya dipake buat keperluan aku."Ucap Shinta memeluk dada.


"Nanti saja yah kita bahas hal itu.Sekarang kita pulang biar cepat istirahat,capek soalnya."Ucap Bryan memohon agar Shinta diam.


Bryan melajukan mobilnya dan pulang kerumah orangtuanya.Shinta sempat merengek dan meminta agar lelaki itu mengajaknya pulang kerumahnya,tapi ditolak oleh Bryan.


"Kita pulang dulu dirumah orangtuaku.Kasian ibu kalau ngurus bapak sendirian."Ucap Bryan dengan nada pelan.


"Sayang,kamu kan tau sendiri kalau bapak gak suka sama aku.Mending,kamu turuti deh saranku biar Adel yang ngurus semuanya."Ucap Shinta kesal.


"Iya..iya..besok kita cabut kembali tuntutannya dan jadikan Adel sebagai pembantu gratis.Gimana puas kan,untuk hari ini dan besok kamu yang bantuin ibu yah."Ucap Bryan lalu menambah kecepatan mobilnya.


"Nah gitu dong,kan aku gak perlu repot repot buat ngerjain semuanya.Lagian aku ini istrimu bukan pembantumu."Ucap Shinta memanyunkan bibirnya.


"Adel juga istri aku loh,tapi dia dengan senang hati mengerjakan semua walaupun ada pembantu dirumah."Ucap Bryan membuat Shinta melototinya.


"Dia memang pantas seperti pembantu.Aku mah ogah amat,"ucap Shinta lagi.


Mereka pun sampai kerumah orangtuanya.Saat melangkahkan kaki kedalam rumah,bu Astuti menghampiri mereka dan memberitau kalau Adel belum pulang sampai sekarang.Ada kegelisahan sebenarnya dihati bu Astuti.


Namun,melihat Shinta melototinya dengan tajam,bu Astuti pun menundukkan kepalanya karena takut.


"Menantu ibu itu sekarang berada dikantor polisi."Ucap Shinta lalu beranjak masuk kedalam kamarnya.


"Benarkah perkataan istri keduamu itu nak?tolong jangan ambil keputusan yang salah.Ibu harap,besok kamu ada waktu luang untuk bicara empat mata.Tapi jangan sampai wanita itu tau yah?"ucap bu Astuti memohon

__ADS_1


"Bicara apa bu?kenapa gak ngomong aja langsung."Ucap Bryan lalu duduk disofa.


"Pokoknya kamu harus dengerin ibu.Besok,ibu akan kekantormu dan berbicara disana saat jam istirahat.Ini harus dirahasiakan dari Shinta."Ucap ibunya lalu masuk kedalam kamar.


Bryan merasa ada yang aneh dengan gelagat ibunya.Dia berpikir bahwa ibunya seperti orang yang sedang ketakutan.Dia menarik nafas panjang,memilih tak berpikiran aneh aneh dan akhirnya masuk kedalam kamarnya.


Didalam kamar,dia melihat Shinta buru buru mematikan ponselnya saat mengetahui dirinya masuk.Sepertinya baru saja sedang menelpon seseorang,membuat Bryan sedikit curiga terhadap ekspresi wanita yang dinikahi secara sirih itu.


"Kenapa obrolannya dimatikan?kamu kok kayak ketakutan gitu ekspresinya?"tanya Bryan bingung.


"Ga..gak apa apa kok sayang."jawab Shinta terbata.


"Tuh kan,ngomongnya aja ampe kayak gitu."


"Kamu sih masuk gak ngetok dulu,jadinya aku kaget.Ini,tadi habis nelpon bapak aku."Ucap Shinta mencari alasan.


"Bapak ngomong apa?"


"Gimana yah mau jelasinnya.Gini loh,katanya ibu aku masuk rumah sakit dan butuh biaya gede.Tapi,aku ngomongnya gak punya duit.Walaupun rasa kasian sih,tapi mau gimana lagi."Ucap Shinta menjelaskan.


"Emang sakit apa?terus masih butuh biaya berapa?ngomong aja,nanti kubantu deh.Aku kan sekarang sudah jadi suami kamu."Ucap Bryan menghampiri wanita itu.


Bryan merasa iba mendengar hal itu,lalu dia menenangkan hati Shinta agar sabar menghadapi cobaan itu.Dan segera diambilnya sebuah cek tunai dan segera ditandatanganinya cek yang bernilai lima puluh juta tersebut dan memberikannya kepada wanita itu.


Shinta pun meraih cek yang disodorkan tersebut kepadanya,lalu memeluk lelaki itu dan mengembangkan senyum kemenangan.Dan akhirnya mereka pun mulai melakukan ritual percintaan dengan penuh gai**h.


____________________________


Keesokan harinya,Ani dan lala melangkahkan kakinya kekantor polisi untuk bertemu dengan Adel.Saat sudah bertemu,ada rasa iba diraut wajah kedua wanita itu melihat tangan Adel yang diborgol.


"Del..maafin kami karena kemarin tidak cepat datang menemuimu direstoran."Ucap Lala menggenggam tangan Adel.


"Iya Del,kemarin itu ada orang yang minta tolong buat dianterin kerumah sakit.Jadi kami harus kerumah sakit dulu deh."Ucap Ani menjelaskan.


"Iya gak apa apa kok.Lagian walaupun kalian ada kemarin,tetap saja diriku masuk kedalam sini kan?"ucap Adel mengusap usap tangan kedua sahabatnya itu yang memeganginya.

__ADS_1


"Kok bisa bisanya yah diary itu bertuliskan namamu.Padahal kata pak Mario,buku diary itu sudah ada sewaktu belum kenal sama kamu kan?"Ucap Lala bingung.


"Terus,katanya dia pernah lihat sendiri saat Bimo menuliskan kisah cintanya dengan Shinta?kenapa bisa berubah jadi nama kamu sih Del?"ucap Ani ikutan bingung.


"Aku curiga pada Rio.Mungkin dia sengaja mengungkit tentang buku diary itu,agar masuk kedalam perangkap."Ucap Adel membuat keduanya paham sekarang.


"Benar dugaanku Del.Mungkin saja pak Mario bekerja sama dengan Shinta untuk menjebak kamu.Berarti buku diary Bimo,ada ditangan Shinta."Ucap Lala mulai geram.


"Jangan gegabah dulu La.kita cari buktinya.Untuk sementara kalian bersikaplah seperti biasanya kepada Rio.Kamu kan kerja direstorannya,jadi wajib buat ngawasin gerak geriknya."Ucap Adel menyusun rencana.


"Pokoknya kamu tenang saja,aku juga punya rencana untuk pergi ketempat kejadian saat Bimo kecelakaan.Pasti disana ada cctv,aku akan cari rekaman cctv tiga tahun yang lalu.Pasti filenya masih tersimpan."Ucap Lala dengan serius.


"Benar juga,tapi nantinya kesulitan juga loh La.Kan kejadiannya udah cukup lama."Ucap Ani khawatir.


"Kita coba dulu,semoga saja filenya masih tersimpan."Ucap Lala menyemangati.


Waktu besuk pun habis dan mereka harus berpisah lagi.Adel kembali masuk kedalam ruang tahanan.Walaupun sedih,kedua sahabat Adel itu bertekad untuk segera mengumpulkan bukti.Dan diawali dengan mengawasi gerak gerik Rio.


"Ni..neneknya udah tau belum yah kalau Adel ditahan dikantor polisi?"tanya Lala.


"Belum,dan jangan sampai ada yang tau tentang masalah ini.Kamu kan ceplas ceplos,jadi kumohon demi Adel jangan ceritakan hal ini pada orang yang sekampung dengan kita."Ucap Ani memohon.


"Walaupun ceplas ceplos seperti katamu,aku gak akan tega lah menyebarkan masalah yang dihadapi oleh sahabatku sendiri."Ucap Lala ngambek.


"Biasa aja dong ngomongnya.Aku kan cuma mengingatkan,sekarang aku anterin kamu kerestoran dulu lalu aku balik kekantor."Ucap Ani lalu masuk kedalam mobil.


__________


Disebuah tempat,terlihat Shinta sedang mengobrol dengan seorang pria yang ternyata adalah Rio.Mereka sedang mengobrol tentang hal yang serius.


"Gimana,kamu berhasil kan mendapatkan uangnya?"tanya Rio tersenyum lebar.


"Jangan panggil namaku Shinta,kalau tidak bisa menaklukan hati pria bo**h itu."Ucap Shinta membalas senyuman Rio.


"Sesuai perjanjian,kita bagi dua hasilnya."Ucap Rio tak sabar.

__ADS_1


"Sabar dong sayang,nih aku kasih semuanya kekamu.Tapi jangan lupa,berikan sedikit pada orang yang kita suruh kemarin buat menghalangi kedua sahabat Adel."Ucap Shinta lalu dianggukin oleh Rio.


"Sekarang kita ke apartemen yuk!kangen tau"Ucap Rio lalu mereka pun masuk kedalam mobil.


__ADS_2