
Saat mereka menghampiri bu Ida diruang tamu,terlihat ada kegelisahan diwajah mereka masing masing.Mereka takut untuk mengatakan yang sebenarnya,sehingga keduanya hanya saling tatap tak tau harus ngomong apa kepada bu Ida.
Bu Ida yang melihat ekspresi mereka pun jadi bingung,karena tak seperti biasanya mereka menyambut kedatangannya dengan wajah yang ketakutan seperti itu.
"Loh,kalian kok kayak tegang gitu.Aku salah waktu yah datang bertamu pada kalian?"Ucap bu Ida membuat keduanya spontan menggelengkan kepalanya.
"Gak bu,ibu datang pada waktu yang tepat kok.Hanya saja cucu ibu gak ada disini."Ucap bu Astuti lalu duduk disamping bu Ida.
"Iya bu,kami senang melihat ibu datang kerumah kami."Sambung pak Hadi lalu ikut duduk disofa.
"Oh,Adel lagi dirumah suaminya yah.Ibu minta alamatnya yah,biar langsung kesana saja karena sudah kangen banget sama cucu ibu yang satu itu."Ucap bu Ida membuat keduanya makin panik.
"Percuma aja kali nek,Walaupun kesana nenek gak akan bertemu dengan cucu kesayangan nenek itu."Ucap Shinta yang kebetulan masuk dan mendengar obrolan mereka.
"Emangnya Adel pergi kemana?"tanya bu Ida menatap wajah pak Hadi dan istrinya bergantian.
Mereka tak tau harus menjawab apa.Kalau jujur,pasti bu Ida tidak akan pernah memaafkan mereka.Ditambah lagi mereka makin panik karena takut Shinta berkata yang sejujurnya kepada bu Ida.Lalu terdengar Shinta berkata lagi,
"Dia lagi keluar kota dengan suaminya.Karena Bryan ada urusan yang harus diselesaikan dikota S.Sekalian ngajak istrinya jalan jalan."Ucap Shinta lalu melangkahkan kakinya kekamar.
Bu Ida percaya pada omongan wanita itu,membuat hati pak Hadi dan istrinya menjadi lega.Lalu bu Ida bertanya sampai kapan cucunya dan suaminya itu berada diluar kota.
Pak Hadi menjawab asal dengan berkata seminggu lagi mereka baru bisa pulang.Membuat bu Ida minta izin untuk nginap dirumah mereka sampai cucunya pulang kerumah.
Mereka mengizinkan dengan senang hati walaupun sebenarnya ada perasaan was was karena takut ketahuan berbohong.
________
Pagi itu,Ani dan Lala berangkat ketempat terjadinya kecelakaan yang menimpa Bimo tiga tahun yang lalu.Mereka berharap,rekaman cctv tiga tahun yang lalu itu masih tersimpan dengan rapi.
"La,kamu yakin file cctv itu masih ada?jauh jauh loh kita kesana tapi nantinya gak dapat apa apa."Ucap Ani mengeluh.
"Belum juga nyampe disana,kamu udah ngomong kayak gitu.Namanya juga usaha buat dapat bukti Ni.Ini demi sahabat kita loh,jadi jangan putus asa dulu."Ucap Lala sambil tetap fokus menyetir.
Ani yang mendengar ucapan sahabatnya itu langsung tertunduk dan meminta maaf.Lala tetap fokus menyetir walau sedang mengobrol bersama Ani.Tak berapa lama,mereka pun tiba ditempat tujuan.
__ADS_1
Mereka melangkahkan kakinya menuju ketempat operator yang menyimpan file cctv.Dan meminta untuk mencari cctv tiga tahun yang lalu.
"Pak,boleh minta tolong untuk mencari rekaman cctv jalan yang dekat taman itu?"tanya Ani memohon bantuan.
"Lebih tepatnya,rekaman cctv pada tanggal 21 januari tahun 2018 pak.Mohon bantuannya yah pak,karena ini sangat penting bagi sahabat kami."Timpal Lala.
"Wah,saya coba lihat dulu yah."Ucap penjaga yang bertugas mengawasi cctv jalanan disekitar situ.
"Iya pak,kami mohon bantuannya.Rekaman itu berisi tentang kecelakaan yang terjadi pada tanggal yang disebutkan olehku tadi.Hanya saja,jam kejadiannya aku tidak tau."Ucap Lala sambil melihat kearah komputer.
"Ini,rekaman cctv ditanggal yang disebutkan oleh kalian tadi.Tapi,gak ada tuh ditanggal tersebut yang mengalami kecelakaan."Ucap pengawas tersebut.
"Masa sih pak,coba cek kembali dari awal.Perasaan aku tak salah waktu deh."Ucap Lala tetap fokus melihat rekaman cctv itu.
Beberapa kali diulang melihat rekaman cctv,namun memang tidak ada rekaman yang menunjukan terjadinya kecelakaan.Padahal Lala ingat betul,waktu dan tanggalnya.
Ani merasa semuanya sia sia,dengan tak adanya bukti pasti Adel akan mendekam dipenjara dengan waktu yang cukup lama.Dia tak mau itu terjadi,sehingga dia punya ide yang lain.
"La,sekarang ayo kita pulang.Percuma saja mencari sampai seribu kali pun,rekaman cctv itu gak akan berubah."Ucap Ani menarik tangan sahabatnya itu.
Ani yang melihat itu,merasa sedikit kesal karena sahabatnya keras kepala.Susah untuk menjelaskan kepadanya kalau percuma saja mengotak atik file itu.
Dia pun kembali menyusul sahabatnya diruang pengawas.Dan membiarkan sahabatnya itu sampai merasa puas.
"Pak,coba putar kembali file yang tadi.Aku baru ingat,kejadiannya pukul tiga sore.Kita lihat pada jam tersebut yah."Ucap Lala memohon kembali kepada pengawas.
Setelah melihat dengan teliti,Lala menyipitkan matanya dan merasa heran mengapa pada rekaman cctv itu,dari pukul dua siang langsung melompat pada pukul empat sore.
"Pak,kenapa disini rekaman cctv pada jam tiga sore gak ada yah?"tanya Lala menatap wajah pengawas itu dengan curiga.
"Masa sih?aku tidak tau akan hal itu.Mungkin saja pengawas yang lain yang tak sengaja menghilangkannya."Ucap pengawas itu sedikit gugup.
Lala kemudian mengernyitkan dahinya lalu mengalihkan pandangan kepada sahabatnya.Ada tanda tanya besar dipikirannya karena rekaman saat Bimo kecelakaan dihilangkan.
Lalu mereka pun pamit,dan pulang dengan sia sia karena tak mendapatkan bukti.Hanya saja pikiran mereka tertuju pada Adel karena belum bisa menolongnya.
__ADS_1
"Aku yakin,ada yang sengaja menghapus rekaman cctv saat terjadinya kecelakaan itu."Ucap Ani dalam keheningan.
"Itu pasti Shinta,karena hanya bagian saat kecelakaan itu kan yang hilang?dia sengaja menghilangkan bukti agar tak ketahuan oleh Bryan."Ucap Lala yakin.
"Sekarang gimana La,apa yang akan kita lakukan untuk mendapatkan bukti yang lain?"tanya Ani bingung.
"Kita fokus pada pak Mario dulu.Aku yakin dia tau tentang semuanya."Ucap Lala yang kemudian dianggukin Ani.
__________________
Dikantor polisi,Shinta datang untuk menemui Adel.Ada rasa senang saat melihat tangan Adel diborgol.
"Mau apa kamu datang kesini?pergi sana,aku tak mau bertemu dengan wanita licik sepertimu."Ucap Adel lalu minta pada pengawas untuk mengantarnya kembali kedalam sel.
"Tunggu dulu dong,ni ada kabar bahagia untukmu.Mau gak kalau beliau kuajak kesini untuk menjengukmu?"ucap Shinta menunjukan foto neneknya yang sedang duduk disofa mertuanya.
"Nenek ada disini?aku mohon Shinta,jangan katakan pada nenek kalau aku ada disini."Ucap Adel memohon dengan sangat.
"Tenang aja lah Del,untuk saat ini nenekmu belum tau kok tentang keberadaan cucu kesayangannya disini."Ucap Shinta tersenyum sinis.
"Kamu kesini cuma ingin ngomongin itu kan?terima kasih karena kamu tidak memberitau pada nenek tentangku.Sekarang kamu boleh pergi."Ucap Adel lalu bangkit untuk kembali ketempatnya.
"Satu lagi..kalau kamu ingin bebas dari sini,aku punya syarat untukmu."Ucap Shinta membuat Adel mendekatinya.
"Syarat apa?"tanya Adel pelan.
"Kamu bersedia jadi babu dirumahmu sendiri.melayani Bryan dan juga diriku,secara gratis.Dan kita akan tinggal seatap namun jangan harap bisa diperlakukan sebagai istri oleh Bryan."Ucap Shinta berbisik.
"Aku bukan seperti orangtua mas Bryan yang bisa diancam oleh wanita licik sepertimu.Tanpa bantuanmu,aku bisa bebas dari sini dan kamu yang akan menggantikanku disini."Bisik Adel membuat Shinta geram.
"Oya?kita lihat saja nanti.Kamu akan bertekuk lutut dihadapanku untuk memohon Del.Karena semua bukti,sudah kulenyapkan."Ucap Shinta lalu beranjak pergi.
Adel kembali dibawa kedalam sel dan pikirannya teringat pada ucapan Shinta.Ditambah lagi,ternyata neneknya sudah ada dirumah mertuanya.
Dia gak bisa membayangkan kalau neneknya tau,pasti akan merasa sedih dan juga membuatnya takut penyakit neneknya bisa kumat karena shock.
__ADS_1
Harapannya,kedua sahabatnya bisa segera mendapatkan bukti atas kejahatan Shinta.Dan dirinya bisa bebas dan berencana untuk pulang kekampung halamannya setelah semua masalahnya berakhir.