Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
petaka buku diary


__ADS_3

Keesokan harinya,setelah menyiapkan sarapan untuk bapak mertuanya,Adel hendak meminta izin kesuaminya untuk pergi menemui sahabatnya.Namun segera pak Hadi mencegahya melakukan itu.


"Nak,lebih baik kamu tunggu suamimu berangkat dulu yah.Takutnya kamu gak diizinkan lagi untuk keluar rumah."Ucap pak Hadi memberi saran.


"Tapi pak,kalau gak minta izin pada mas Bryan bisa bisa malah bikin tambah masalah nantinya.Bapak gak perlu khawatir yah,"ucap Adel menolak saran bapak mertuanya tersebut.


Dia pun menghampiri suaminya dimeja makan.Disana sudah ada ibu dan juga wanita itu,yang memandanginya dengan sinis.


"Mau ikutan sarapan yah?tu bikin sendiri dan makannya didapur aja bareng bibi."Ucap Shinta membuat Adel ingin menamparnya.


"Tahan Del..kamu pasti bisa melalui ini semua."Ucap Adel dalam hati lalu menghampiri suaminya.


"Mau apa lu dekatin gue hah?bikin nafsu makan gue hilang aja."Bentak Bryan kepada istrinya itu.


"Mas hari ini aku mau minta izin keluar yah.Aku mau menemui Lala karena ada keperluan penting."Ucap Adel dengan nada pelan.


"Halaaah,paling mau ketemuan sama pacar gelapnya itu lagi.Pake alasan ketemu temannya segala."Ucap Shinta mulai mengompori keadaan.


Adel melototi Shinta dengan amarah,namun dia menahan amarahnya tersebut dan memilih diam menunggu jawaban suaminya tersebut.


"Baiklah,lu boleh pergi.Tapi ingat segera pulang untuk membantu ibu merawat bapak."Ucap Bryan mengizinkan.


"Terima kasih mas."Ucap Adel lalu masuk kearah dapur dan membuat sarapan untuk dirinya sendiri.


______________


Adel tiba direstoran lebih dulu.Saat masuk kedalam,dia melihat Rio melambaikan tangan kearahnya.Dia pun menghampiri lelaki itu dan duduk berhadapan.Namun kedua sahabatnya belum kunjung datang,mungkin masih dalam perjalanan.


Rio sengaja memberi cuti sehari kepada Lala untuk pertemuan yang mereka rencanakan semalam.Karena lama menunggu tak kunjung datang,akhirnya Rio buka suara.


"Gimana kalau kita buka saja diary itu.Soalnya saya masih ada kerjaan lain diluar."Ucap Rio melirik kearah jam tangannya.


"Lima menit lagi yah,kita tunggu Lala dan Ani dulu."Ucap Adel lalu dianggukin oleh Rio.

__ADS_1


Lima menit bahkan sampai sepuluh menit,kedua sahabatnya tak kunjung datang.Dia melirik kearah Rio lalu memutuskan untuk membuka diary Bimo tersebut.Soal Lala dan Ani nanti bacanya bisa belakangan dan mencari solusinya sama sama.


"Gak apa apa yah,kalau langsung dibuka?"ucap Rio yang sudah memegangi kunci ditangannya.


"Iya gak apa apa.Langsung saja,biar cepat berakhir masalahku."Ucap Adel penuh keyakinan.


Dalam hitungan ketiga,buku diary itupun terbuka.Adel segera meraih buku diary itu,namun seseorang merampasnya dari tangannya.Saat dia membalikkan badannya,alangkah terkejutnya dia saat melihat suaminya dan Shinta berdiri tepat dibelakangnya.


"Mas,kok tau aku ada disini?"tanya Adel lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Ini kata lu,ada keperluan penting bersama Lala?"ucap Bryan memicingkan matanya.


"Lala dan Any masih dalam perjalanan.Memang Rio juga termasuk dalam misi pentingku untuk membongkar kebusukan Shinta."Ucap Adel melirik kearah Shinta.


"Kebusukanku katamu?coba buktikan dimana letak kebusukanku tersebut."Ucap Shinta dengan lantang.


Adel menyuruh Bryan membaca buku diary yang ada ditangannya.Dia juga menjelaskan bahwa Shinta adalah pacar Bimo yang sesungguhnya.Sedangkan dirinya hanyalah korban dari ketidakjujuran Bimo.


"Wanita ini yang membuat adikmu meninggal mas."Ucap Adel menunjuk kearah Shinta.


Bryan membaca keseluruhan isi diary adiknya itu,dan disana ada tertulis kalau terakhir kalinya Bimo memang sedang ada masalah dengan pacarnya,dan dia sudah berulang ulang meminta maaf namun tak pernah dimaafkan.


Dan juga tertulis,bahwa dia tak akan pernah menyerah untuk meminta maaf,bahkan rela mati untuk mendapatkan maaf dari kekasihnya.


kata per kata dibaca Bryan sampai habis.Setelah buku diary itu ditutup,Bryan langsung memberi tamparan kepada istrinya.Adel meringis kesakitan dan kaget karena suaminya malah menampar pipinya.


"Tuduhan lu salah besar Del.Jelas jelas dibuku diary ini tertulis nama lu,bukan nama Shinta seperti yang lu katakan.Sekarang ikut gue kekantor polisi."Ucap Bryan menyeret istrinya itu keluar dari restoran.


"Rio,tolong lakukan sesuatu.Kata kamu,buku diary itu bertulis tentang Bimo dan pacarnya yang bernama Shinta.Kamu sendiri yang melihat saat dia menuliskan nama pacarnya kan?tolong katakan pada suamiku semua yang kamu ketahui tentang Shinta dan Bimo."Teriak Adel meminta tolong kepada Rio.


Rio hanya terdiam menyaksikan semua itu.Seperti ada rasa penyesalan dihatinya karena tak dapat membantu wanita yang sudah menganggapnya sahabat.


Tak berapa lama Ani dan Lala tiba direstoran dan mencari cari keberadaan Adel.Tapi mereka malah melihat Rio yang tertunduk lesu disebuah kursi.Mereka pun menghampirinya dan menanyakan keberadaan Adel.

__ADS_1


"Maafin aku yah..ini semua salahku."Ucap Rio dengan wajah yang menyimpan kesedihan.


"Ada apa pak Mario?tolong jelaskan kepada kami.Dan Adel ada dimana sekarang?"ucap Lala khawatir.


"Adel dibawa suaminya kekantor polisi."Ucap Rio menundukan kepalanya.


"Kok bisa..apakah buku diary itu tak berhasil dibuka?seharusnya kan,Shinta yang dimasukkan kedalam penjara."Ucap Ani bingung.


"Buku diary itu berisi tentang kisah Bimo dan Adel,saat pertengkaran yang menyebabkan kecelakaan itu pun yang ditulis didiary atas nama Adel bukan nama Shinta."


"Sepertinya buku diary itu sudah ditukar oleh wanita itu.Kita kan masih ingat dengan jelas,saat pertengkaran antara Bimo dan wanita itu.Kamu juga ada disitu kan pak? "Ucap Lala yang dianggukin oleh keduannya.


"Iya aku ingat,tapi kita tak punya bukti kuat La.Dan buku diary tadi sudah menjadi bukti mereka untuk menjebloskan Adel kepenjara."Ucap Rio menatap kedua wanita itu bergantian.


Lala dan Ani memutuskan untuk pergi menemui Adel kekantor polisi.Sedangkan Rio tak bisa ikut serta karena masih ada pekerjaan penting.


_____________


Mereka pun tiba dikantor polisi.Namun sayangya belum bisa menemui Adel karena masih dalam penyidikkan.Disana mereka memilih untuk tetap menunggu sampai bisa dipertemukan dengan Adel.


Ada raut kegelisahan diwajah mereka.Dan mereka mengharapkan agar Adel terbukti tidak bersalah.Saat melihat Bryan dan wanita itu keluar dari kantor polisi,mereka pun menghampirinya dan memberikan cacian karena sudah membuat kesalahan besar.


"Kamu akan menyesal sudah membuat Adel menderita."Ucap Lala dengan lantang.


"Menyesal?gak tuh.Gue malah bersyukur wanita yang sudah membunuh adik gue masuk penjara."Ucap Bryan mendorong Lala lalu masuk kedalam mobil.


"Silahkan cari bukti untuk membebaskan sahabat kalian itu.Tapi yah,walaupun cari sampai keujung dunia pun gak akan pernah kalian temui."Bisik Shinta ketelinga Ani lalu ikut masuk kedalam mobil.


"Sia**n mereka berdua.Lihat saja,kalian akan menerima karmanya."Umpat Lala saat Bryan melajukan mobilnya.


"Sekarang gimana La?kita belum bisa menemui Adel hari ini."Ucap Ani bingung.


"Kita pulang dulu Ni.Besok kita kesini lagi,aku punya rencana baru dan yakin pasti berhasil."Ucap Lala mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Rencana apa?"tanya Ani penasaran.


"Nanti besok kuceritakan saat kita sudah bertemu dengan Adel yah?"ucap Lala lalu mengajak pulang sahabatnya itu.


__ADS_2