
Saat mereka sudah masuk dalam kamar,Bryan melepasakan tangan wanita itu yang memeganginya.Lalu dia memilih duduk diatas ranjang dan melototi Shinta dengan penuh amarah.
"Apa maksud kamu mengancam Adel hah?"ucap Bryan memelankan suaranya agar tak kedengaran yang lain.
"Sayang,kan ini kemauan kamu sendiri.Kan gak ada salahnya kalau aku ikut membantumu membuat istrimu itu menderita."Ucap Shinta mendekati Bryan untuk menciumnya.
Bryan memalingkan muka agar terhindar dari ciuman wanita itu,sehingga Shinta menampar pipi Bryan karena tak mau meresponnya.
"Jangan bilang,kamu sekarang akan membuang aku dan memulai hidup baru bersama wanita kampung itu.Ingat tujuan kamu menikahinya,dan juga janji kamu terhadapku."Ucap Shinta mengeluarkan airmata palsu.
"Tapi aku gak suka cara kamu,ini bukan hak kamu loh.Memang aku ingin melihatnya menderita,tapi aku tak rela kalau kamu ikut ikutan menyakiti istriku."Ucap Bryan kesal.
"Haha..Lucu kamu yah,sekarang sudah mengakui wanita itu sebagai istri.Lagian biasanya kamu malah senang kalau aku ikutan menyiksa wanita itu.Dan sekarang apa katamu,tak tega kalau aku membantumu untuk balas dendam padanya?kenapa gak dari kemarin ngelarang aku hah?"ucap Shinta melototi Bryan dengan tajam.
"Kita bicarakan hal ini lagi besok.Sekarang,ayo kita keluar sebelum nenek curiga."Ucap Bryan melangkahkan kakinya keluar dari kamar.
Shinta merasa kesal karena perubahan sikap Bryan.Padahal setaunya Bryan sangat membenci istrinya.Dalam pikirannya selalu mencari cara agar lelaki itu tetap fokus pada tujuannya menikahi Adel.
Ditangannya sudah ada surat perjanjiannya bersama Adel.Mungkin hal itu yang akan dijadikannya senjata untuk membuat Adel menderita.Dia kembali tersenyum sinis karena telah menemukan ide brilian.
"Lihat saja sayang,kamu tak akan bisa melepaskanku.Aku yakin,kamu akan semakin cinta padaku dan akan tetap membuat wanita kampung itu menderita seumur hidupnya."Gumam Shinta lalu ikut keluar dari kamar menuju ruang tamu dan bergabung dengan yang lain.
__________
Mereka pun menikmati makan malam yang sudah disediakan oleh bibi.Terlihat ada senyum kebahagiaan diwajah nenek yang membuat Adel merasa bersalah karena telah membohongi neneknya tersebut.
Dalam pikirannya,semoga saja neneknya tidak mengetahui kebohongan besarnya.Dia tetap berpura pura bahagia didepan neneknya,walaupun sebenarnya hatinya menjerit ingin berkeluh kesah kepada neneknya tersebut.
"Nenek lega sekarang,sudah bertemu dengan kamu nak.Sebenarnya nenek datang kesini,karena kemarin itu sangat gelisah.Perasaan nenek tak enak,kepikiran kamu terus.Nenek pikir kamu lagi sakit,ditelpon tapi nomornya tak pernah aktif."Ucap neneknya saat selesai makan.
__ADS_1
"Kan Adel sudah bilang berkali kali,jangan khawatirkan Adel.Disini kan ada suami dan juga ibu bapak yang selalu memperhatikan Adel."Ucap Adel menggenggam tangan neneknya.
Mendengar hal itu,Bryan menundukkan kepalanya.Dia tak menyangka kalau istrinya masih bisa tersenyum selebar itu setelah apa yang telah dilaluinya.Ternyata Adel adalah wanita tangguh,yang mampu menyembunyikan lukanya.
Pak Hadi dan istrinya pun ikut terharu mendengar obrolan keduanya.Mereka tak menyangka,menantunya tak mengungkit perasaannya yang tersakiti.Mungkin karena tak mau melihat bu Ida khawatir,makanya menantunya itu tegar menghadapi masalahnya sendiri.
Setelah lama mengobrol,satu persatu pamit untuk tidur dikamar masing masing.Adel meminta untuk tidur bersama nenek,karena dirinya ingin melepas rindu.Dan nenek menyuruh cucunya tersebut minta izin kepada suaminya.
Bryan yang mendengar itu,lalu mengiyakan lstrinya tersebut untuk tidur bersama neneknya.Akhirnya,mereka pun masuk kedalam kamar dengan ceria.
Bryan pun masuk kedalam kamar dan disana sudah ada Shinta yang menunggunya.Bryan sangat marah,karena Shinta tak mau mendengarkan omongannya.
"Kan aku sudah bilang,kalau ada nenek jangan tidur bersamaku."Ucap Bryan menarik tangan Shinta.
"Aku ini kan istri kamu,gak ada salahnya dong kalau aku tidur bareng suamiku sendiri."Ucap Shinta menepis tangan Bryan.
"Lihat keadaan dong,aku gak mau yah kalau nenek tau tentang kita."
Bryan yang pengen melakukan ritual percintaan itu pun tergoda pada rayuan Shinta.Dia membalas ciuman wanita itu dan segera melepaskan baju masing masing.
Yang tadinya ingin dilakukannya bersama Adel,namun karena istri pertamanya itu memilih untuk tidur bersama neneknya,maka dilampiaskannya hasratnya itu kepada Shinta.
Dikamar tamu,terlihat nenek dan Adel sedang mengobrol sambil tertawa riang.Mereka melepas rindu dan bercerita tentang masa lalu sebelum Adel menikah dan pindah kekota.
Adel kemudian teringat satu hal lalu bertanya pada neneknya mengenai keluarga Bryan yang kata ibu mertuanya kalau neneknya tau semua tentang hal itu.
"Kenapa nenek waktu itu berkata kalau mas Bryan anak tunggal?"
"Sekarang memang anak tunggal kan?dulu emang punya adik,namun adiknya tersebut meninggal karena kecelakaan."Ucap nenek menjawab pertanyaan cucunya tersebut.
__ADS_1
"Nenek kenal pada adik mas Bryan?"tanya Adel dengan serius.
"Kenal waktu dia berumur sepuluh tahun,karena dulu neneknya sering mengajak nenek kerumah ini.Kami sangat akrab,namun ketika nenek suamimu meninggal,nenek tak pernah bertemu keluarga suamimu lagi."Ucap nenek menjelaskan.
"Berarti,nenek ketemu mereka lagi semenjak datang melamarku?"
"Iya,jujur saja nenek kaget dan juga senang karena bisa bertemu dengan mertuamu lagi.Dulu yah,waktu nenek Rita masih ada beliau ingin menjodohkanmu dengan cucu keduanya.Namun,kamu berjodohnya sama cucunya yang pertama."Ucap nenek tersenyum mengingat masa lalu.
"Maksud nenek,dulu aku dijodohkan dengan Bimo?"
"Kamu sudah tau yah tentang anak itu?iya kamu dulu dijodohkan dengan Bimo,namun karena nenek Rita meninggal jadi batal ditambah lagi kalian kan dulunya juga masih kecil."Ucap nenek menatap wajah cucunya.
"Oh,jadi begitu ceritanya.Berarti itu hanya impian nenek Rita dan nenek saja tanpa diketahui oleh mertua Adel,yah kan?"Ucap Adel meledek neneknya.
"Yah begitulah kira kira.Tapi,nenek gak nyangka kalau akhirnya malah Bryan yang berjodoh denganmu.Sama aja kan dia cucunya nenek Rita.Jadi impian kami terwujud walau bukan orang yang sama seperti keinginan kami."Ucap Neneknya lagi lalu menarik nafas panjang.
"Yah,lagian nenek Rita sudah bertemu dengan Bimo disurga."Ucap Adel memeluk neneknya.
Saat tengah asyik bernostalgia,Adel kepikiran pada kedua sahabatnya.Dia pun meraih ponselnya yang sedang dicharger lalu menghubungi kedua sahabatnya lewat video call.Saat terhubung..
"Sumpah demi apa Del?beneran kamu sudah bebas?"ucap kedua sahabatnya yang kaget melihat Adel dilayar ponsel.
"Bebas?"Ucap nenek tak mengerti maksud kedua sahabat cucunya tersebut.
"Iya,sekarang aku sudah bebas tugas untuk menemani mas Bryan keluarkota.Sekarang aku sudah dirumah mertuaku.Dan lihat,ada nenek juga disini loh."Ucap Adel mengerlingkan matanya memberi kode agar sahabatnya itu tak keceplosan.
"Wah,kami minta oleh oleh dong.Berarti besok,bisa ketemu dong sekalian berceritra pengalamanmu saat berbulan madu bersama suami diluar kota."Ucap Lala mengerti dengan kode yang diberi oleh Adel.
"Ok.Besok kita bertemu ditempat biasa yah saat makan siang."Ucap Adel lalu memutuskan obrolan.
__ADS_1
Adel merasa degdegan karena kedua sahabatnya hampir keceplosan mengenai kebebasannya dari penjara.Dia sengaja memutuskan obrolan bersama sahabatnya itu agar neneknya tak mengetahui kebohongannya.
Dia berpikir,ada hari besok untuk bercerita panjang lebar bersama kedua sahabatnya.Saat ini dia memilih untuk mengobrol dan melepas rindu bersama neneknya.Karena sudah larut malam,mereka pun tertidur sampai lupa untuk mematikan lampu.