
Tak berapa lama,ponsel Adel berdering sehingga dia buru buru meraih ponselnya yang ada didalam tasnya.Saat mengetahui suaminya lah yang menelpon,Segera dia mengangkatnya,
"Hallo,mas.Ada apa?maaf,aku masih di restoran bersama sahabatku."
"Masih lama gk?soalnya ibu dan bapak sedang menunggu di depan gerbang.Kan mereka tak punya kunci rumah kita.Dan sekarang posisinya aku masih ada dikantor."
"Mereka sudah balik?baiklah kalau begitu,sekarang aku akan pulang ke rumah untuk menemui mereka."Ucap Adel berdiri dari duduknya.
" Iya,kamu segeralah pulang.Kasian mereka kalau terlalu lama menunggu.Aku juga sebentar lagi akan pulang kok."Ucap Bryan lalu mengakhiri obrolan.
Setelah teleponnya terputus,Adel berpamitan kepada kedua sahabatnya.Lalu Ani menawarkan diri untuk mengantarnya pulang,namun ditolak oleh Adel dengan alasan sudah memesan ojek online.
Padahal sebenarnya Adel tak mau banyak merepotkan kedua sahabatnya tersebut.Karena selama ini,mereka sudah banyak membuang waktu mereka hanya untuk membantunya.Segera dia keluar meninggalkan restoran lalu melambaikan tangannya kepada kedua sahabatnya tersebut.
Setelah ojek online datang,segera ia naik dan memberikan alamat kepada tukang ojek itu agar segera diantarkan ke tujuan.Hanya perlu memakan waktu 15 menit saja,Adel pun tiba dirumahnya.Dan segera membayar ongkos kepada tukang ojek tersebut.
Segera dia menghampiri mertuanya yang sedang menunggunya didepan pagar rumah.Mereka tersenyum kepada menantunya tersebut karena bisa bertemu lagi setelah dua minggu terakhir tidak berjumpa.
"Pak,bu,maafin kami karena sudah membuat kalian terlalu lama menunggu.Sebentar lagi mas Bryan pulang,sekarang ayo kita masuk dulu!"ucap Adel menciumi punggung tangan mertuanya tersebut lalu membuka kunci gerbang.
" Iya gak apa apa kok,nak.Kami juga barusan datang kok."Ucap Ibu mertuanya lalu memeluk menantunya tersebut.
Kemudian mereka pun masuk kedalam rumah dan memilih untuk duduk disofa ruang tamu.Adel kemudian menuju kedapur untuk membuat teh lalu membawanya ke ruang tamu untuk diberikan kepada kedua mertuanya tersebut.
Saat tengah ngobrol,tiba tiba saja Shinta muncul di hadapan mereka.Dan dirinya langsung masuk kedalam kamar tanpa memberi salam kepada mereka.Bu astuti heran melihat perut Shinta yang terlihat buncit lalu bertanya,
"Del,apakah Shinta sedang hamil?soalnya,ibu melihat perutnya yang agak buncit."
__ADS_1
"Apaan sih,bu.Kalau pun dia hamil yah biarin saja yang penting itu bukan anaknya bersama Bryan kan?"ucap pak Hadi dengan nada pelan.
" Iya,dia sedang hamil anaknya mas Bryan.Makanya,dia ada dirumah ini dan tinggal seatap dengan kami berdua."Ucap Adel dengan jujur.
Pak Hadi dan istrinya kaget mendengar penuturan menantunya barusan.Lalu sejenak hening karena masih tak percaya dengan kenyataan itu.Tak berapa lama,pak Hadi pun membuka suara,
"Berarti,Bryan sudah melanggar janjinya.Aku sungguh kecewa padanya."
"Pak,aku bisa jelaskan semuanya.Mas Bryan tak pernah melanggar janjinya.Dia memang sudah berubah,dan telah menjadikanku istri yang sesungguhnya.Hanya saja,wanita itu hamil dan sempat membuat mas Bryan syok.
Dia ingin terlepas dari wanita itu,hanya saja aku melarangnya karena tak tega kalau sampai Shinta menggugurkan kandungannya."Ucap Adel berurai airmata.
"Jadi maksud kamu,semua ini kecelakaan?tapi,kamu tak diancam oleh wanita itu lagi kan?" tanya pak Hadi menatap wajah menantunya itu dengan serius.
Adel menggelengkan kepalanya dan menyembunyikan perlakuan Shinta terhadapnya.Dia hanya tak ingin membuat bapak mertuanya terkena serangan jantung lagi.Baru saja dia ingin menyembunyikan semuanya,wanita itu memanggilnya dengan suara nyaring.
" Tunggu sebentar disini yah!aku ingin menemui Shinta dulu dikamarnya.Kalian jangan khawatir,aku bisa menyelesaikan semuanya kok."Ucap Adel lalu pergi menemui Shinta dikamarnya.
Pak Hadi dan istrinya hanya bisa saling menatap dan bertanya tanya apakah menantunya masih diperlakukan secara kasar oleh anaknya dan wanita itu?disaat kebingungan itu,tiba tiba Bryan datang menghampiri mereka dan menciumi punggung tangan orang tuanya tersebut.
Bryan yang melihat raut wajah orang tuanya yang terlihat bingung,lalu bertanya kepada mereka,
"Ada apa,kok ibu dan bapak seperti orang kebingungan sih!?terus Adel kemana?"tanya Bryan yang juga ikutan bingung.
" Mengapa kamu membiarkan wanita itu tinggal seatap dengan kalian?terus,mengapa kamu tak pernah memberitau kalau wanita itu hamil anak kamu?"pertanyaan bapaknya membuatnya tercengang.
"Jadi kalian sudah tau?aku tak punya pilihan lain.Lagipula Shinta juga termasuk istriku,sudah seharusnya aku bersamanya apalagi dia sekarang sedang hamil anakku."Ucap Bryan dengan lesu.
__ADS_1
" Tapi,bisa kan gak membawa dia masuk kerumah kalian?walaupun kalian sudah menikah secara siri,tapi Adel lebih berhak tinggal dirumah ini.Pokoknya,bapak gak mau tau,kamu bawa istri siri kamu keluar dari rumah ini."Ucap bapaknya mengelus elus dadanya agar penyakitnya tak kambuh lagi.
"Ibu setuju,nak.Lebih baik kalian hidup terpisah,lagipula kasian Adel harus tersiksa jika berdampingan dengan istri sirimu.Apalagi tadi kami dengar sendiri ketika wanita itu meneriaki Adel dengan kencang." Ucap ibunya ikut memberi saran.
"Dia sudah ada disini?kalau begitu tunggu sebentar,aku akan memanggil keduanya biar kita tuntaskan permasalahan ini." Ucap Bryan lalu menuju kekamar menemui kedua istrinya.
Saat masuk kedalam kamar,terlihat Adel sedang memijiti kaki wanita itu.Bryan kesal lalu menyuruh Adel untuk mengakhiri semua yang dilakukannya itu.Dan kemudian menyuruh mereka berdua untuk ikut keruang tamu karena ada hal yang ingin dibicarakan.
Shinta menolak ajakan itu lalu mengatakan tak ada waktu karena dirinya akan pergi lagi karena ada urusan penting.
"Mau kemana lagi kamu?tolong,perbanyaklah istirahat dan jagalah kandunganmu dengan baik." Ucap Bryan memohon.
"Tenang aja,bayi ini akan selalu sehat kok di dalam sana.Aku pergi dulu,sampai jumpa nanti malam yah,sayang." Ucap Shinta meraih tasnya lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu.
Bryan pun keluar dari kamar disusul oleh istrinya dengan wajah yang lesu.Setelah duduk disofa,Adel pun berharap agar kedua mertuanya memahami posisi mereka sekarang ini.
Adel juga berkata,semoga setelah anak itu lahir akan ada jalan keluar untuk mengakhiri semua perlakuan Shinta yang sangat keterlaluan.Bryan seperti teringat sesuatu,lalu mengambil buku diary dari dalam tasnya.
"Del,waktu itu aku nemuin buku diary yang mirip dengan punya Bimo di apartemen Shinta." Ucap Bryan memberikan diary itu kepada Adel.
"Nah,yang ini baru buku diary asli.Yang kamu baca saat itu pasti milik Shinta,mas.Dia sengaja menukar buku diary tersebut untuk menjebak ku.Dan menulis namaku di diary tersebut agar kamu makin membenciku."Ucap Adel membuat mertuanya bingung.
Adel pun menjelaskan semuanya kepada suami dan mertuanya.Setelah mendengar Bryan mengatakan pernah melihat kunci diary tersebut ditas milik Shinta,maka mereka pun mencari cara agar bisa mengambil kunci tersebut dari wanita itu.
Namun Adel memohon,agar suaminya mau bersabar dulu sampai Shinta melahirkan anaknya.Nanti setelah bayi itu lahir,barulah mereka membongkar semua kebusukan wanita itu.Kali ini cukuplah untuk mengumpulkan semua bukti yang akurat.
Mendengar penjelasan istrinya,Bryan sedikit kurang percaya kalau Shinta ada dibalik semua itu.Karena,wanita itu masih saja meneruskan dendamnya kepada Adel atas kematian Bimo.Dia berpikir,mungkin saja benar Shinta adalah kekasih Bimo,
__ADS_1
Namun,mengapa dia terus menyiksa Adel karena dendam tersebut?untuk apa dia terus membuat Adel menderita padahal dirinyalah pelaku yang sebenarnya?