Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Gara gara kurang fokus menyetir


__ADS_3

Dalam kesedihannya mendengar ucapan suaminya itu,buru-buru Adel mengambil ponselnya yang ada didalam kamar.Dia tak tenang dan mencoba menelpon suaminya untuk meminta penjelasan siapa sebenarnya wanita yang tadi bersamanya.Dia berharap apa yang diomongin suaminya tadi tidaklah benar.Mungkin saja wanita tadi rekan kerjanya dikantor.Tak lama kemudian,terdengar suara dari ponsel Adel.


"Apa lagi sih lu ganggu aja.Gak tau gue lagi nyetir apa hah?"


"Mas,kenapa semenjak Adel nanya tentang lingerie,sikap mas ke Adel berubah drastis?apa salah yah kalau Adel nanya ke mas?"


"Bisa gak bahasnya pas gue balik dirumah?malu-maluin aja lu nanya soal itu."


"Hatiku tak tenang mas.Apalagi semenjak mas ngomong kalo wanita yang dimobil itu kekasih mas."Ucap Adel sambil menangis.


"Udah yah gak usah cengeng deh pake nangis segala.Intinya gue marah ama lu."


"Justru itu yang Adel pertanyakan.Kesalahan apa yang kuperbuat,sampai mas marah kepadaku?"


"Pikirkan sendiri.Capek ngomong ama lu,nanya ampe keakar-akarnya."Ucap Bryan lalu mematikan ponselnya.


"Nenek..Adel ingin pulaaaang.Teriak Adel histeris saat teleponnya terputus.


_____


Saat tiba di apartemen,Bryan langsung menghempaskan tubuhnya kekasur.Lalu disusul Shinta yang berbaring didada lelaki itu.Sejenak hening,lalu kemudian Shinta membuka suara memulai obrolan,


"Sayang,gimana reaksi istrimu saat melihatku tadi?"tanya Shinta sambil tangannya mengelus pipi Bryan.


"Tolong yah,jangan dulu membahas tentang hal itu."Ucap Bryan lalu berdiri kearah jendela.


"Apa dia curiga padamu saat menemukan bajuku dilemarimu?"


"Cukup yah..Kepalaku tambah pusing mikirin semuanya.Lagipula mengapa kamu menyimpan baju-baju kamu dilemariku?"


"Oh,jadi kamu merasa bersalah gitu sama istri kamu dan nyalahin semuanya ke aku?"


"Cukup yah.Aku muak dengar ocehan kamu.Waktu itu kan aku udah ngomong buat nyingkirin baju kamu dari lemari.Kenapa mesti ditemuin ama Adel segala sih."


"Perasaan udah kuambil semuanya deh.Atau mungkin bibi kali yang naroh dilemari."


"Sekarang aku bingung buat ngejelasin pada Adel.Karena baju kamu,rencanaku sudah diambang kegagalan."


"Kamu kan ingin buat dia menderita.Kenapa gak kita tunjukin aja status kita.Kan kalo dia tau kita punya hubungan,pastinya sakit hati dong.bener gak ide aku?"


"Gak Shin.Bisa ngamuk orangtuaku kalo tau nyakiti perasaan Adel."


"Bilang aja kalau kamu udah suka sama Adel.Makanya pake alasan orangtua segala."Ucap Shinta membuang muka.


"Mulai lagi yah.Udahlah terserah kamu mau mikiri gimana.Mendingan aku balik lagi kerumah."


"Ish ngambek.Sini peluk"Ucap Shinta lalu memeluk Bryan.


Dan akhirnya mereka melakukan ritual percintaan seperti biasanya.Baru juga mulai,terdengar dering ponsel Bryan berbunyi.Diraihnya ponsel yang ada diatas meja,dan menatap layar dan ternyata itu dari Ibu nya.Segera dihentikannya ritual percintaan mereka,dan buru-buru mengangkat telpon dari ibunya tersebut.

__ADS_1


"Hallo bu."


"Kamu dimana nak?"


"Masih ada urusan sebentar bu."


"Cepat pulang kerumah.Kami tunggu."Kali ini bapaknya yang ngomong dengan nada keras.


"Bapak dan ibu sekarang lagi dirumahku yah?"


"Iya nak.Cepat pulang dulu yah!jangan buat bapakmu emosi.Takutnya penyakitnya kumat lagi nak.Ibu mohon balik dulu yah."Ucap Ibunya memohon.


"Iya bu,Bryan segera pulang.Bye."Telepon pun terputus.


"Pasti Adel udah nyeritain semuanya keorangtuaku."Ucap Bryan lalu bergegas pergi tanpa pamit pada Shinta.


Dalam perjalanan pulang,Bryan sedikit cemas.Dia berpikir pasti Adel sudah mengadu kepada orantuanya.Dia juga mengingat-ingat kembali saat menampar pipi Adel.Ada sedikit penyesalan dihatinya,dia menyadari sebenarnya itu kesalahannya dan melampiaskan kepada Adel.Karena tidak fokus nyetir,dia pun menabrak sesuatu.


Braaaaak..


Dirinya kaget dan langsung turun untuk melihat keluar,


"Astaga,tidak mungkin."Ucap Bryan saat melihat seorang anak remaja yang terkapar dijalanan.


"Hoi mas,jangan bengong aja dong.Cepat antar kerumah sakit tu bocah.Jangan kabur yah."Ucap salah satu orang yang berkerumun melihat bocah remaja yang ditabrak oleh Bryan.


"Ayo cepat angkat dimobil aku pak! nanti Bapak ikut yah kerumah sakit."Ucap Bryan lalu membuka pintu mobilnya.


"I-iya pak."Jawab Bryan terbata.


Bryan pun melajukan mobilnya dan berharap kalau anak remaja tersebut tidak terluka parah.Ditengah perjalanan ponselnya selalu berdering berulang kali,tapi dia tetap fokus menyetir dan tak mau menghiraukan ponselnya.Dipikirannya hanya ada tentang bocah yang sudah ditabraknya barusan.


Akhirnya mereka sampai dirumah sakit.Anak itu dibawa keruang U G D.Pihak rumah sakit menyuruh untuk menyelesaikan administrasi dan itu ditanggung oleh Bryan.Setelah dokter keluar dari ruangan,


"Gimana dok keadaan anak itu?"tanya Bryan yang kemudian dokter menggelengkan kepala tanda bahwa anak tersebut tidak bisa diselamatkan.


"Maaf kami sudah berupaya semaksimal mungkin.Apa anda saudara dari pasien?"tanya dokter itu.


"Bukan dok.Saya yang menabrak anak itu dan saya juga tidak tau siapa keluarganya."Ucap Bryan tertunduk lesu setelah mengetahui anak itu meninggal.


Ponsel Bryan berdering lagi dan kali ini dia pun menjawab telepon dari ibunya,


"Hallo nak,kamu kenapa belum pulang juga?" tanya ibunya khawatir.


"Bu..maafin Bryan!" tangis Bryan pecah.


"Loh,kok kamu nangis nak?ada apa coba ceritain.Jangan bikin ibu cemas dong."


"Bryan nabrak orang bu."

__ADS_1


"Apa?kok bisa nak,terus gimana keadaannya?"tanya ibunya panik.


"Anak remaja yang ditabrak Bryan,meninggal bu.Dan Bryan belum tau siapa keluarganya.Kesini yah bu,bantuin Bryan nyariin keluarganya."


"Ya udah kami segera kerumah sakit sekarang.kamu tunggu kami disitu yah."Ucap ibunya lalu mematikan telepon.


___


"Ada apa bu,kok keliatan tegang?"tanya pak Hadi saat menghampiri dan melihat istrinya berjalan mondar mandir diteras.


"Pak,ada kabar buruk."Ucap istrinya dengan nada sedih.


"Pak,bu,ada apa?kok keliatan tegang?" tanya Adel saat menghampiri kedua mertuanya itu.


"Anu Del,masmu nabrak orang."Ucap Ibu mertuanya.


"Apa?tapi gak apa-apa kan bu orangnya?terus,Mas Bryan juga baik-baik aja kan?"


"Masmu baik-baik aja nak.Tapi orang yang ditabrak nya.."Ucapan Ibu mertuanya terhenti,


"Meninggal Del." Sambung Bapak mertuanya menimpali.


"Kalau gitu,kita kerumah sakit sekarang."Ucap Adel lalu mengambil tas dan berangkat bersama kedua mertuanya.


___


Dirumah sakit tampak Bryan mondar mandir menunggu kedatangan ibunya.Sesekali dia memukul-mukul kepalanya sendiri karena teledor saat menyetir.Tak berapa lama terdengar ada yang memanggil namanya dari kejauhan.Dia pun menoleh dan melihat ternyata pemilik suara itu adalah Shinta.


"Sayang,kamu gak apa-apa?"tanya Shinta panik.


"Kok kamu tau aku disini?"


"Waktu kamu pergi dari apartemen tadi,aku sengaja mengikutimu.Tapi singgah sebentar buat beli minuman dimini market.Terus,ada bekas kecelakaan dijalan,aku turun dan bertanya pada orang-orang disekitar.Kata mereka ada mobil yang menabrak seorang remaja dan dilarikan kerumah sakit.Lalu aku nunjukin photo kamu kemereka.Dan ternyata memang kamu yang mengalami kecelakaan disana.Lalu bagaimana keadaan anak itu?"


"Dia meninggal Shin."Ucap Bryan menundukan kepalanya.


Shinta pun menyandarkan kepala Bryan kebahunya dan mencoba menenangkan hati Bryan.Lalu,datanglah Ibu dan bapaknya menghampiri keduanya sedangkan Adel pergi ketoilet.


"Shinta?ngapain lagi kamu dekat-dekat ama Bryan.Kamu kan tau sendiri dia udah punya istri."Ucap ibu Astuti dengan emosi.


"Ini bukan waktu yang tepat bu.Kita kesini untuk mengurus perkara Bryan yang menabrak orang."Ucap suaminya menenangkan suasana.


"Tapi pak,disini juga ada Adel.Usir wanita itu sebelum Adel melihatnya."Bisik Ibu Astuti ketelinga suaminya.


"Nak Shinta,bukannya bapak mengusir tapi alangkah baiknya kamu pulang dulu biar kami sebagai keluarganya yang mendampingi Bryan menghadapi masalah ini.Lagipula sekarang kan Bryan sudah punya istri."Ucap bapaknya kemudian dianggukin oleh Bryan tanda setuju.


"Iya Shin,kamu pulang aja dulu yah."Ucap Bryan sambil tetap tertunduk lesu.


Shinta pun pergi dengan wajah cemberut. Kebetulan ia berpapasan dengan Adel yang baru keluar dari arah toilet.Sesaat Adel mengernyitkan dahinya,seakan-akan merasa pernah melihat wanita itu tapi lupa.Namun Shinta buru-buru melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit itu.

__ADS_1


Adel masih terus berpikir dengan keras karena merasa tak asing pada wanita yang dilihatnya tadi, sehingga akhirnya dia kembali teringat pada wanita itu,


"Dia kan?"


__ADS_2