Merindukan Malam Pertama

Merindukan Malam Pertama
Lembaran baru_ Ciuman nakal


__ADS_3

Seperti biasa, Adel melewati hari-harinya yang selalu melelahkan dan menguras tenaga. Seharian ini saja, dia harus menemani bosnya untuk bertemu dengan beberapa client diluar perusahaan. Walau kini dia sedang bersedih karena memikirkan kondisi neneknya, namun untuk pekerjaan, dilakukannya dengan sebaik mungkin.Karena itu adalah tanggung jawabnya sebagai sekretaris utama.


Jarum jam sudah menunjukan pukul tiga sore, dan jadwal hari ini sudah tuntas untuk dikerjakan. Adel mengemasi barang-barang pribadinya dan bersiap untuk pulang ke rumah. Saat keluar dari ruangan pribadinya, ternyata didepan pintu sudah ada Fabian menunggunya.


"Sebelum pulang, temani aku dulu kesebuah tempat! " ajak Fabian dengan nada datar.


"Mau kemana, pak? " tanya Adel tak langsung mengiyakan.


"Ke toko perhiasan. Aku ingin kamu memilihkan sebuah cincin untuk kuberikan kepada wanita yang mau dijadikan sebagai istri olehku. " Ucap Fabian membuat Adel terkejut.


"Jadi bapak sudah menemukannya? " tanya Adel ingin memastikan ucapan bosnya tersebut.


Fabian berdehem, lalu melangkah masuk kedalam ruangannya.Tak berapa lama dia kembali keluar dan menyuruh Adel untuk mengikuti langkah kakinya. Walau hati Adel menolak untuk mengikuti bosnya, namun dia juga tak bisa menolak karena itu sudah tanggung jawabnya sebagai sekretaris yang harus menuruti semua perintah sang atasan.


Setelah sampai di mobil mewah milik Fabian, dibukanya pintu penumpang bagian depan dan mempersilahkan sekretarisnya itu untuk masuk dan duduk dengan manis dikursi mobil tersebut.


"Loh, pak.. saya kan belum menyetujui untuk pergi menemani bapak ditoko perhiasan itu. Lagipula ini sudah jam pulang, jadi bebas tugas dong pak! " ucap Adel merasa kesal.


"Jangan berani menolak perintahku! kalau sampai itu terjadi, sekarang juga kamu ku pecat dan tak akan mendapat pesangon sepeserpun."Ancam Fabian lalu membanting pintu mobil itu hingga Adel merasa terkejut.


Karena takut dengan ancaman yang diberikan oleh bosnya tersebut, iya pun diam saja. Percuma saja untuk memberontak terhadap bosnya tersebut, karena sudah seharusnya seorang bawahan menuruti semua perintah sang atasan. Hingga akhirnya, Fabian duduk dan mulai menjalankan mobilnya.


"Siapa wanita yang mau menerima tawaran bapak? " tanya Adel membuka obrolan.


"Kamu mau tau? " Fabian balik bertanya lalu memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.


Fabian menggeser posisi duduknya sedikit, lalu memiringkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Adel. Melihat hal itu membuat jantung Adel berdegup dengan kencang karena wajah mereka saling berdekatan.


Mereka pun saling pandang dalam waktu yang cukup lama. Adel bisa melihat wajah Fabian yang diciptakan nyaris sempurna dan enak dipandang mata.

__ADS_1


"Mengapa pipi kamu kayak udang rebus sih?" Ucap Fabian menyunggingkan senyumnya.


"eh, masa sih pak? anu, didalam mobil ini sangat panas. " Ucap Adel mengibaskan tangannya.


"Perasaan aku sudah memasang AC mobil dengan suhu maksimal. " Ucap Fabian tak percaya pada alasan sekretaris nya itu.


"Oh begini pak, saya itu type orang yang mudah kepanasan. Walau menurut bapak suhunya dingin, tapi tidak denganku. " Ucap Adel tetap mencari alasan yang tepat.


"Aku tau kok, kamu pasti gerogi saat ada didekatku. Buktinya aku bisa mendengar detak jantungmu yang sedang deg-degan. " Ucap Fabian lagi dengan seringai senyumnya yang khas.


Adel menelan salivanya, dia tak menyangka kalau bosnya tersebut sampai bisa mendengarkan irama degup jantungnya tersebut.


"Bapak jangan terlalu percaya diri. " Ucap Adel membuang muka dari tatapan bosnya itu.


"Akui aja kalau kamu terpesona dengan ketampanan yang kumiliki. Oh iya, aku masih mau menawarkan tentang bisnis kemarin. Kalau kamu bersedia, aku pastikan kita akan sama-sama untung. Apa kamu tidak berubah pikiran? "


"Jadi bapak mau mengajakku ke toko perhiasan untuk melamar ku? bukankah kata bapak sudah ada wanita yang mau menerima tawaran bapak tersebut?? " Ucap Adel dengan raut kebingungan.


"Yah, aku akan memberikan kamu kesempatan sekali lagi. Dan kalau kamu tetap menolak, aku sudah menyiapkan cadangan penggantinya" Ucap Fabian menyugar rambutnya kebelakang.


"Bolehkah aku membuktikan sesuatu padamu? " Ucap Fabian lagi.


"Membuktikan apa, pak? " tanya Adel penasaran.


Tanpa menjawab, dan tanpa aba-aba Fabian menarik wajah Adel lalu mendaratkan ciuman di bibir tipisnya itu. Sontak mata Adel membelalak karena merasa kaget dengan perbuatan bosnya tersebut yang mendaratkan ciuman nakalnya.


Namun entah apa yang merasuki nya sehingga dirinya tidak memberontak untuk melepaskan ciuman itu. Namun dia hanya terdiam sambil matanya ikut terpejam menikmati ciuman tersebut.


Melihat Adel yang sedikit merespon perlakuannya, maka Fabian lebih dalam lagi memberikan ciuman yang begitu intens dan membuatnya begitu bersemangat karena bisa menikmati bibir sekretaris nya itu.

__ADS_1


Aksinya terhenti saat terdengar dering ponsel Adel berbunyi.Segera diangkatnya telepon tersebut yang ternyata adalah dari ibunya.


"Adel.. bagaimana, apakah kamu sudah mendapatkan pinjaman? " terdengar kekhawatiran ibunya diseberang telepon.


"Hmm, akan ku transfer sekarang juga uangnya. Setelah uangnya diterima oleh ibu, tolong katakan pada dokter untuk segera mengoperasi nenek! " ucap Adel berlinang air mata.


Dengan membuang rasa malu serta menjatuhkan harga dirinya, dia ingin mencoba mengatakan kepada Fabian bahwa dirinya menerima tawaran itu.


"Adel... hei.. " panggil Fabian sambil melambaikan tangannya didepan wajah Adel.


Adel mengerjap beberapa kali, lalu menatap kearah Fabian dengan lekat.


"Pak, aku bersedia menerima tawaran yang bapak berikan kepadaku. Walaupun sebenarnya sebagai wanita normal, diriku menginginkan pernikahan atas dasar cinta. Namun mengingat nenek saya yang harus segera dioperasi terpaksa ku lakukan semua ini. " Ucap Adel menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Tapi kalau kamu melibatkan perasaan dan cinta, yang ada kamu akan menerima kekecewaan. Tapi beruntungnya kamu karena suamimu yang dulu sangat mencintaimu namun takdir harus memisahkan kalian berdua. " Ucap Fabian memberi nasehat.


Adel merasa apa yang dikatakan oleh bosnya tersebut ada benarnya juga. Dulu juga waktu dirinya menikah dengan Bryan, cintanya bertepuk sebelah tangan dan selalu merasa kecewa dan sakit hati setiap harinya. Hanya saja Fabian tak tau betapa tersiksa nya dia saat berumah tangga dengan Bryan dulu, yang tak pernah merasakan nikmatnya malam pertama.


"Del, setelah kamu jadi istriku nanti, aku bisa memberikan sedikit perhatian, dan semua yang kau butuhkan akan aku penuhi seperti rumah, mobil, perhiasan, atau apapun itu. Memang perasaan cinta itu tak ada, namun kamu akan merasa bahagia dengan semua fasilitas yang ku berikan. " Ucap Fabian lagi meyakinkan sekretaris nya itu.


"Aku sebenarnya tidak membutuhkan itu. Semua kulakukan untuk kesembuhan nenekku semata. Sekarang aku membutuhkan uang sebesar lima puluh juta. Untuk uang muka karena diriku menerima tawaran bapak, aku meminta bapak memberikannya sekarang juga! " Ucap Adel berharap bosnya itu akan menuruti permintaannya.


"Jangankan lima puluh juta, satu miliar pun akan aku berikan kepadamu sekarang juga. Sekarang berikan nomor rekeningnya, biar langsung ku transfer dan nenekmu segera mendapat tindakan dari dokter. " Ucap Fabian membuat Adel syok. Ternyata Fabian tajir melintir, sedangkan satu miliar saja kecil baginya.


Akhirnya mereka pun sepakat untuk menikah secara kontrak. Bima mengatakan, besok setelah bu Ida telah sehat kembali, dirinya akan langsung datang melamar Adel, agar terlihat formal.


Mendengar ucapan Fabian tersebut, dirinya langsung teringat saat pertama kali Bryan datang untuk melamarnya di hadapan sang nenek. Jika Fabian benar ingin menemui nenekya untuk melamar dirinya,berarti nanti akan menjadi kedua kalinya, dirinya dilamar oleh lelaki tanpa perasaan cinta. Namun Adel berharap, setelah menikah nanti, semoga tak ada perasaan cinta yang tumbuh di hatinya.


Dirinya hanya tak ingin cintanya bertepuk sebelah tangan lagi seperti dulu. Dia yakin bisa melalui pernikahan kontrak itu yang kata Fabian berlangsung selama dua tahun.

__ADS_1


__ADS_2