Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Halangan


__ADS_3

Tak butuh waktu lama bagi Rob..karna keserakahannya ia membawa seorang pria ke rumah dengan maksud ingin mengenalkannya pada Michelle, padahal ini baru hari ke 7 meninggalnya orangtua mereka...


Mobil berhenti dan Rob keluar dari sana di ikuti seorang pria yang begitu tampan berjalan di sisihnya, namun memang menembus kediaman rumah sang kakak Dimitri juga penuh aturan..mereka langsung di cegat di pintu agar tidak sampai masuk ke dalam rumah..


''Yang benar saja...kau mencegahku masuk ke dalam rumahku sendiri...'' ucap Rob dengan tatapan tak percaya...


Anak buah Dimitri kembali menundukan kepalanya namun ia kembali menghalangi jalan Rob dan temannya..


''Maaf tuan Rob..tapi atas perintah tuan Dimitri, kalau tuan Rob tidak di ijinkan masuk ke dalam rumah...dan jika ingin bertemu tuan Dimitri maka anda harus menunggu di taman itu samapi tuan Dimitri kembali...'' ucap sang anak buah dengan wajah datar..


Dan terbakarlah amarah Rob, ia tersinggung karna Dimitri mulai menunjukan kesombongannya kepada Rob dan hal itu membuatnya kesal...ia mencoba masuk dengan paksa namun sia-sia...tubuhnya malah di didorong dengan kasar,...sementara itu beberapa anak buah Dimitri yang lain mendekat dan mulai berdiri dan menghalangi Rob...


''Jangan membuat onar tuan Rob...atau kami akan terpaksa berbuat nekad kepadamu..''ucap salah seorang dari mereka...


Rob mengepalkan tangannya dengan erat...


''Baiklah...panggil adikku keluar aku ingin bertemu dengan Michelle..'' teriak Rob dengan murka..


Sementara anak buahnya kembali menundukan kepalanya,...


''Maaf tuan Rob tapi..nona Michelle sedang pergi bersama dengan tuan Dimitri jadi tak ada siapapun dirumah ini...''


''Apa maksudmu mereka pergi bersama...kemana, mengapa aku kakaknya tidak di beritahu apapun...''


''Jangan lupa kalau tuan Dimitri juga adalah kakak dari nona Michelle..'' seru tangan asisten Dimitri yang bernama Tomi tiba-tiba mendekati Rob yang terlihat begitu marah..


Rob menggeleng.....


''Omong kosong....mereka tak ada hubungan darah...sementara Michelle dan aku adalah saudara kandung....''


Tomi mendekat dan tersenyum dingin...


''Jangan menyebar kebenaran bukankah tuan Rob akan mengalami kerugian...''


Deg!!!!


Seperti tersadar dengan perkataannya sendiri, Rob langsung mengunci bibirnya rapat-rapat...ia tak bisa melakukan apapun selain menunggu kedatangan Dimitri dan juga Michelle...


****************

__ADS_1


Michelle menghela nafas....mereka berada di dalam mobil sekarang, entah angin apa yang merasuki kakaknya sehingga ia mengajak Michelle keluar dari rumah setelah 7 hari sang ibu meninggal, Dimitri mengajak Michelle ke perusahaan lalu ke butik untuk membelikan beberapa gaun mahal...walau Michelle sama sekali tidak membutuhkannya,..namun ia tidak berani menolak pemberian sang kakak, bukankah kata ibu ia harus mendengarkan semua perkataan kakaknya Dimitri..??


''Aku kan sudah bilang....aku ingin berhenti kuliah untuk setahun kak Dimitri...aku lelah belajar...''


Dimitri hanya memalingkan wajahnya...ia tersenyum dingin..


''Kau akan melanjutkan kuliah tahun ini juga tapi.....kau akan melakukan semua itu dari rumah..kau tak akan berkuliah seperti teman-temanmu yang lain Michelle...''


''Apa.....''


Kali ini Michelle menoleh tak percaya, yah bagaimana mungkin dia terisolasi dari dunia luar..? padahal Michelle telah melaluinya sejak kecil bukankah itu cukup...dia masih remaja dan wajar baginya ingin bergaul dan merasakan dunia luar seperti apa...?


Dimitri menoleh tajam...


''Ibu berpesan agar aku menjagamu..jangan berpikir Rob bisa melakukannya kau lihat dia hanya berfoya-foya tanpa memikirkan orang lain...''


Hening......


Apakah kakak sedang mengekangnya...? bukankah ini terlalu tidak masuk akal..jika dia tidak pernah mengenal dunia luar bagaimana bisa dia akan bertahan...bagaimana hidupnya nanti..? tidak mungkin selamanya akan hidup bersama sang kakak bukan...??


''Tapi kak Dimitri...usiaku baru akan genap 18 tahun dua minggu lagi, aku bahkan tidak punya satu orangpun teman...aku hanya....''


''Tapi....''


''Aku tak suka di bantah Michelle...itu adalah keputusanku dan mulai minggu depan..seorang pengajar akan di kirim kerumah dan kau akan memulai segalanya..


Deg!!!


Michelle memalingkan wajahnya..dia merasa bingung namun tak tau harus bagaimana memang tak sulit baginya untuk kuliah dari rumah karna selama ini toh..dia bersekolah di asrma dan sama sekali tidak tersetuh dengan dunia luar,...


''Baiklah....terserah kakak saja...''ucap Michelle dengan suara yang pasrah..


Sementara Dimitri hanya terdiam...ia juga tak tau mengapa mengambil keputusan ini namun ketika mendengar rencana Rob yang ingin menikahkan Michelle rasa marahnya bangkit tak terkendali..tanpa sadar, pria itu mengepalkan tangannya....tidak ada yang bisa melepaskan diri darinya...termasuk Michelle..ia tak akan membiarkan orang lain memanfaatkan keluguan Michelle demi harta ayahnya..tidak...sebagai anak sulung Dimitri akan menjaga warisan sang ayah agar tetap tinggal...


Mobil akhirnya memasuki halaman rumah, dari jauh tampak mobil milik Rob sedang terparkir. dan anak buahnya Tomi dan beberapa lainnya sedang berdiri berjaga di depan rumah..


''Kak Rob..'' desah Michelle dengan senyuman..


Namun berbeda dengan Michelle, wajah kesal justru di tunjukan oleh Dimitri..pria itu melonggarkan dasinya...ia akan memberi pelajaran pada Rob..

__ADS_1


Mobil berhenti dan keduanya keluar dari dalam mobil..melihat kedatangan Rob membuat Michelle tersenyum ia melangkah hendak menuju taman namun..lengannya di cekal dengan kuat hingga tubuh Michelle berbalik dan membentur tubuh kokoh Dimitri....keduanya saling menatap....


''Kakak....mengapa....'' ucap Michelle dengan nada pelan..


Sementara Dimitri mengeraskan wajahnya...


''Tomi bawa dia masuk ke kamarnya..sekarang juga...''


Michelle menggelng..


''Mengapa kakak melarangku...aku ingin bertemu dengan kakakku...'' jerit Michelle dengan mata yang basah...ia sungguh tak terima jika Dimitri mulai membatasi pertemuannya bahkan dengan kakak kandungnya sendiri Rob..semua ini tak masuk akal baginya...


''Masuk ke kamarmu sekarang Michelle..kau tak perlu melihat bagaimana serakahnya Rob ketika ia butuh uang..aku hanya ingin melindungi hatimu dari rasa kecewa...''


Michelle merenung, sembari matanya menatap dari jauh tampak kak Rob sedang bersama seorang pria asing..apakah kakaknya datang untuk menawarkan pernikahan itu padanya...?? mata Michelle menjadi panas...ia sungguh bingung harus berada di pihak yang mana...mereka berdua adalah kakaknya...tapi wasiat ibunya jelas kalau dia harus lebih mematuhi kak Dimitri....


''Baiklah,...aku akan masuk...''jawab Michelle sekali lagi dia memilih pasrah...


Tomi lalu mengawalnya masuk ke dalam rumah besar sekaligus memastikan dia benar-benar sampai ke kamar...


Sedangkan Dimitri melepaskan jassnya berikut dasinya..lalu melangkah mendekati Rob yang berdiri menatapnya dengan tajam...


Baru saja Rob ingin bicara..sebuah pukulan telak menghantam, wajahnya dengan kuat..


Bugghhh!!!!!!


Tubuh Rob jatuh membentur rumput di hadapannya sementara temannya membeku...ia sedikit takut..


''Apa yang kau lakukan ini Dimitri..''


Dimitri masih mengepalkan tangannya dengan kuat...ia mendekati Rob dengan senyuman kejam..


''Kau ingin mendengar kebenaran sesungguhnya...maka aku akan dengan senang hati..menjelaskannya kepadamu..''


Deg!!!!


Wajah Rob pucat pasi..


''Apa maksudmu...''

__ADS_1


__ADS_2