Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Kehilangan lagi


__ADS_3

''Siapa yang memberimu hak untuk menyentuhku....apakah kau sudah berani melanggar batasanmu Michelle...''


Suara Dimitri yang terlalu lantang sanggup menarik perhatian beberapa pelayan yang kebetulan lewat...mereka tampak ketakutan dan buru-buru meninggalkan tempat itu agar tak terlihat seperti sedang menguping pembicaraan majikannya...


Michelle sungguh tak mengerti apa yang membuat kakaknya marah, mengapa sikapnya begitu dingin padanya, ibu dan juga Rob..bahkan Dimitri tampak memendam kebencian yang besar kepada mereka semua...dan hal itu sudah di alami Michelle sejak ia kecil bahkan ia harus rela hidup di sekolah asrama juga atas perintah kakaknya Dimitri...


''Kakak......''


Dimitri yang terlihat sangat marah masih berdiri dengan tatapan mengintimidasi yang sungguh membuat Michelle kehilangan kata....pria itu lantas mendekat...


''Jika ingin bicara padaku maka kau harus ingat untuk menjaga jarak di antara kita...aku tak sudi tubuh kita bersentuhan...''


Kata-kata menyakitkan itu sanggup mengugurkan airmata yang dari tadi tertahan di wajah Michelle..


''Mengapa....mengapa kakak bersikap seperti itu..aku hanya ingin bertanya tentang ibuku..aku hanya....''


''Kau bisa menelfon kakakmu Rob....dan bukan aku...''


''Tapi kau juga kakakku....''


''Aku tidak mengakui kau ataupun rob menjadi adikku aku pikir kau tau tentang itu semua bukan.. jadi jangan mencoba mendekatiku....aku bahkan tidak tau apapun tentang kondisi ibumu...''


Dimitri melangkah melewati Michelle yang menundukan kepalanya sangat sedih.,...


''Mengapa.......''


Langkah Dimitri terhenti......namun ia tidak memalingkan wajahnya...isakan Michelle semakin terdengar pilu....


''Mengapa kau marah padaku....mengapa...? apa kesalahanku kakak....bukankah ayah memintaku untuk menjagaku...kau juga akan menjadi waliku nanti...bagaimana mungkin kau membenciku....'' jerit Michelle dengan rasa sakit yang begitu kuat...


Sementara Dimitri tersenyum dingin...


''Aku akan bertanggung jawab atas pendidikan dan masa depanmu tapi tidak dengan kedekatan emosional di antara kita aku tak ingin dekat denganmu, Rob atau ibumu....tidak sedikitpun Michelle dan jangan pernah bertanya lagi....''


Deg!!!!!


Michelle memejamkan matanya....ia sungguh terluka karna penolakan yang dilakukan oleh Dimitri...ia sungguh tak menyangka jika ia tak mendapatkan cinta sedikitpun dari kedua kakak lelakinya yang semestinya mencintainya....


Sementara Dimitri melangkah memasuki rumah besar dengan kerutan di dahinya..mengapa ia harus bersikap sekasar itu...Dimitri menoleh sebentar dan memandang Michelle yang masih membelakanginya...ia kemudian menghela nafas....sejak ia mengetahui kalau Michelle ternyata bukanlah adik kandungnya kebenciannya semakin besar dan tak bisa ia bendung lagi.


Bukan tanpa alasan Dimitri bersikap begitu, akhir-akhir ini..secara tak sengaja Dimitri terpana dengan senyuman Michelle..dia sudah gila dan akan menghentikan kegilaannya...

__ADS_1


Michelle tak bisa di pungkiri memiliki kharisma yang cukup kuat dan Dimitri tak bisa menghalau begitu saja pesona Michelle yang mampu membius siapapun yang melihatnya termasuk dirinya..bahkan Dimitri juga tau kalau para pelayan maupun anak buah begitu menganggumi sosok adiknya dan sesekali curi pandang pada sang nona muda..


Bukan berarti Dimitri tergoda astaga tidak...dia pria dewasa dan Michelle hanyalah gadis kecil yang polos dan mencari jati diri tapi dia juga pria normal...sejak tau mereka tidak sedarah...ada sedikit getaran di hatinya ketika Michelle berada di dekatnya...karna itu Dimitri harus membentengi dirinya sendiri....


Yah.....ia tak akan membiarkan dirinya tergoda pada pesona Michelle yang terlalu kuat....


Dimitri lalu melangkah masuk dan meninggalkann Michelle yang masih berdiri dengan isakan sedih...


**********


''Semua ini karna Dimitri....kau liat bukan, dia bahkan tidak mengunjungi ibu kita Michelle...bisakah kau menyimpan ini semua di kepalamu Michelle..akulah kakak kandungmu dan bukan dia....aku menjaga ibu sementara dia membenci kita seperti kita adalah orang asing yang sedang mengeruk hartanya...''


Michelle hanya diam ketika sang kakak Rob mengomelinya ketika ia menjenguk ibu di ruang ICU..Michelle bisa apa....? hanya ibu satu-satunya harapan yang akan memberikan kasih sayang padanya sekarang...tak ada yang lain yang bisa di harapkan Michelle...entah kak Rob apalagi kak Dimitri....


''Sudahlah kakak.....kasian ibu mendengar ucapan kakak....''


Rob menoleh......


''Michelle....bisakah kau menjaga ibu sebentar, kakak akan keluar untuk menemui seorang teman...jadi....''


''Pergilah...aku akan menjaga ibu...''ucap Michelle dengan senyuman pasrah...


Rob tersenyum menang...lalu segera meraih jaketnya..astaga ia sudah terkurung di kamar ini selama seminggu dan inilah kesempatan, ia sudah rindu udara segar....


''Tentu saja....'' jawab Michelle dengan senyuman lega....


''Baiklah...kakak haruspergi...''


Dengan cepat Rob kelar dari sana meninggalkan Michelle dengan sang ibu yang masih terbaring tak sadar....


Airmata Michelle menetes di wajah mulusnya...isakannya semakin deras saja dan membuat Michelle menundukan kepalanya...


''Ibu,......mengapa tidur lama sekali...apakah ibu tidak merindukan aku..jangan terlalu lama...aku tak kuat bu....apa yang harus kulakukan lagi tanpamu ibu....kakak-kakakku bahkan tidak mencintaiku....aku harus bagaimana....''


Michelle bersandar sambil menggenggam jemari sang ibu yang terasa hangat..sudah seminggu dan ibu belum juga ada tanda-tanda dia akan sadar..sampai kapan....??


Michelle masih mencium permukaan telapak tangan sang ibu ketika jemari itu bergetar.....mata Michelle melebar tak percaya.....


''Ibu......''jeritnya senang ketika kelopak mata wanita yang melahirkannya itu terbuka dengan sempurna....


''Ibu,.......''jerit Michelle lalu memeluk tubuh sang ibu dengan erat....

__ADS_1


''Aku akan memanggil dokter....''


Ketika gadis itu hendak melangkah sang ibu mencegahnya.....


''Sayang......jangan....''


Michelle menoleh dengan rasa heran...


''Ibu....''


''Ibu hanya,....ingin bicara padamu nak...''


''Hah.....''


Ini sangat aneh namun Michelle memilih untuk mengikuti kemauan sang ibu...ia pun mendekat.....


''Ibu........''


''Kemarilah......ibu merindukanmu dan ingin memelukmu sayang.....''


Michelle tersenyum senang..sudah seminggu ia tidak merasakan pelukan sang ibu dan ia sangat rindu.....


''Aku rindu sekali bu....''


''Yah....ibu mengerti sayang....jaga dirimu Michelle...ibu sangat mencintaimu nak...''


Deg!!!!!!!


Michelle merasa hatinya jatuh ketika mendengar ucapan sang ibu yang begitu aneh....


'Ibu jangan menakutiku........''


''Hiduplah dengan baik, patuhlah pada Dimitri..apapun yang terjadi....Michelle......putriku, maafkan ibu menempatkanmu dalam posisi yang sulit....semua ini kesalahan ibu nak...kalau saja ibu dan ayah tidak menuruti egois kami sebagai orangtua maka.....semua ini tak akan terjadi....''


''Ibu bicara apa.......''


Michelle ingin melepaskan pelukan namun sang ibu tak ingin melepasnya....


''Sebentar saja Michelle...agar ibu bisa melepasmu dengan tenang....'' isak Hera dengan suara yang terputus....


Michelle baru akan menjawab perkataan sang ibu namun.....ia membeku ketika mendengar bunyi alat yang membuat airmatanya menetes dengan penuh histeris...

__ADS_1


''Tidak....ibu...tidak..............jangan pergi aku mohon.....ibu.........'' jerit Michelle melompat dengan tangisan yang pecah....ketika sang ibu kehilangan hidupnya....


Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttt............


__ADS_2