Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Michelle Yang Hancur


__ADS_3

Dimitri menatap sang pengacaranya dengan tatapan tak terbaca,


''Jadi Michelle menemui tuan...''


Pria itu mengangguk, sembari memperbaiki letak kacamatanya...


''Michelle telah menandatangani pengalihan harta yang di berikan tuan Harry atas namanya..dia hanya ingin hidup tenang tanpa ingin di sangkut pautkan dengan harta tuan Harry...''


Albert meletakan sebuah berkas tebal yang berisi tanda tangan Michelle yang telah mengembalikan semua harta kepada Dimitri...hingga Dimitri benar-benar semakin hancur...jadi ketika meninggalkan rumah sakit Michelle masih menyempatkan dirinya menemui pengacara keluarga mereka untuk mengembalikan ini semua...? Meski yah...Dimitri merasa bersalah karna semua rasa sakit Michelle berasal dari dirinya...seandainya saja Dimitri mau menjalani pernikahan tanpa ada bayangan balas dendam, apalagi sampai membawa Anggun kerumah dan menyakiti Michelle..pasti ini semua tak akan terjadi...sungguh Dimitri menyesali semua yang terjadi dan ia benar-benar semakin merasa bersalah..


''Untuk apa semua ini tuan Albert...untuk apa jika aku kehilangannya..'' ucap Dimitri dengan mata yang basah,...


Albert menghela nafas....


''Seharusnya kau memahami adikmu Dimi...''


Saat itulah Dimitri mengangkat wajahnya, ini saatnya jujur kepada tuan Albert mengenai hubungan mereka sebenarnya...


''Tuan Albert...aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu...dan aku pikir inilah saatnya....''


Albert mendengarnya dengan serius...


''Katakan saja Dimitri...''


Dimitri mulai bercerita...


''Sebenarnya aku dan Michelle adalah sepasang suami istri...''


Deg!!!


Albert sungguh terkejut dengan berita ini dan sama sekali tak menyangka kalau Dimitri menikahi Michelle..karna gadis itu datang juga tidak mengatakan apapun kepadanya...


''Mengapa kau menikahinya..dia masih sangat muda...'' suara Albert tercekat karna rasa terkejut..


Dimitri mengusap wajahnya tak mampu menahan rasa sakitnya..tuan Albert bukan orang baru dalam keluarga besar Swan..itu sebabnya bagi Dimitri ia adalah orang yang dapat di percaya...


Dimitri menyadarkan tubuhnya dan mengenang.....


''Awalnya aku menikahinya karna aku tak ingin dia mendapatkan sepeserpun,....aku tak ingin dia...mndapatkan warisan yang bukan miliknya,...dia anak hasil perselingkuhan ibunya jadi aku tak bisa memaafkannya..''


''Dimitri...kau salah menilai...''


''Apa maksudmu tuan Albert....''


''Kelahiran Rob dan Michelle bukanlah karna hasil perselingkuhan....''


Dada Dimitri bergetar mendengar ucapan sang pengacara..tidak mungkin dia salah bukan...?

__ADS_1


''Tidak mungkin..tuan Albert ibu Hera dia.......''


''Kau bahkan tidak mengetahui apapun Dimitri....kau bahkan tidak tau apapun...'' balas Albert dengan nada tenang..


Dimitri kehilangan kata..ia membeku...tak mampu manahan rasa bersalahnya..tidak mungkin bukan...? Tidak mungkin jika dia salah...??


''Seharusnya kau menyelidiki sebelum kau menjatuhkan hukuman pada gadis tidak bersalah...yang adalah adikmu sendiri meski dia tak ada hubungan darah denganmu Dimitri..apa yang kau lakukan sungguh kejam...''


''Tuan Albert...''


Pria paruh baya itu melepas kacamatanya dengan tatapan tajam...


''Mengapa kau tidak datang padaku dan meminta penjelasan atau paling tidak kau benar-benar menyelidiki semuanya Dimitri....'


''Katakan kebenarannya tuan Albert...''


''Kelahiran Rob dan Michelle adalah hasil bayi tabung dan kau tau jika ayahmu tuan Harry sendiri yang mengantar nyonya Hera menemui dokter...''


Betapa terkejutnya Dimitri mendengar ucapan Albert padanya...tidak, mengapa ayah harus melakukan bayi tabung mengapa...??


''Tidak mungkin..''


''Tuan Harry sudah melakukan vasektomi dan tak mungkin bisa mempunyai anak tapi dia bersedia menemani nyonya Hera termasuk memilih kualitas sp*rma yang baik untuk anaknya..jadi Rob dan Michelle tidak bersalah termasuk nyonya Hera yang kau tuduh...''


Hening....


Dimitri tertunduk seperti seorang pendosa di hadapan pengacara yang terlihat ikut menyesali apa yang terjadi..ia sama sekali tidak menduga jika Dimitri tega menghancurkan Michelle yang seharusnya dia lindungi...


''Aku telah menghancurkannya tuan Albert...aku telah menghancurkannya...''


Albert sungguh tak mampu berkata apapun karna kesalahan Dimitri terlalu besar pada Michelle...bahkan yang terasa menyakitkan adalah Michelle menghilang seperti di telan bumi...


''Betapa bodohnya aku....'' desah Dimitri benar-benar hancur...


*************


''Lepaskan aku...aku mohon...aku sudah menikah kau lihat cincin ini.......''


Dengan putus asa Michelle menunjukan jemarinya namun...ucapannya terasa angin lalu ketika tangannya polos, tak ada satupun cincin...


''Kau berbohong padaku......''


Michelle kembali meronta..memohon agar di lepaskan, gadis itu mulai menangisi jalan hidupnya...mengapa ia tak pernah bisa tenang,..mengapa demi menghindari Dimi ia malah menemukan pria kejam ini..hoh..ia harus bagaimana...??


Michelle terkejut ketika gaunnya di tarik paksa...


Srakkk!!!!

__ADS_1


Punggung mulusnya terlihat dan semakin membuat Arga terbakar...pria itu sudah melepaskan sebagian kemejanya dengan cepat dan mendekati Michelle yang mulai bergerak mundur dengan putus asa,....ia mengedarkan mata ke sekelilingnya dan memohon keajaiban untuknya...


Kamar ini luas dan tak memeliki banyak barang, hanya hingga Michelle tak bisa bersembunyi...


''Bukankah kau harus menyerah...''


''Tidak...aku sudah menikah..aku tak akan membiarkan kau menyentuhku......''


''Pernikahan dengan kakakmu bahkan tidak sah......'' sambung Arga dengan dingin...


Saat itu juga Michelle menghentikan langkahnya....lamunannya terbang dengan cepat pada sosok Dimitri yang begitu membekas di dalam ingatannya...Michelle sungguh membenci Dimi karna dia telah melukai dan menghancurkannya sampai seperti ini...mengapa para pria hanya mengejar nafs* mreka saja tanpa menyadari kalau mereka bahkan telah menyakiti...


Airmata Michelle menetes....percuma hidup kalau dia akan terus menjadi pelampiasan...apa gunanya hidup...


Michelle terlalu tenggelam di dalam lamunannya hingga ia tak menyadari jika Arga sudah berada dekat dengannya hingga sesaat kemudian pria itu dengan mudah menangkap Michelle dari belakang dan...mendekapnya dengan erat..


Michelle meronta...hingga ia menangis keras...


''Lepaskan aku...lepas,..aku mohon.....''


Arga tak perduli teriakannya, pria itu menarik tubuh Michelle dengan mudah dan menghempaskannya ke ranjang luas di hadapannya..


''Aaahhk......''


Tubuh Michelle di hempas dan pria itu segera menaikinya..menatapnya dari atas dengan kepuasan...


''Kau tak bisa lari...''


''Tidak...aku mohon....jangan sentuh aku.....''


''Kau hanya perlu menikmatinya...apa kau mengerti...''


''Tidak...........''


Srakkk!!!!


Kini.....


Gaun Michelle sepenuhnya terlepas sehingga menampakan tubuh polosnya yang membuat Arga membara......


Pria itu mendekatkan wajahnya dan menyentuh Michelle dengan kasar dan menuntut..sementara itu jemari kokohnya mendarat di dada Michelle dan meremas disana...


Michelle menjerit kuat ketika bibir Arga mendekat di permukaan ujung dadanya..


Jemarinya terkepal dengan kuat, tidak....tidak mungkin...ia tak akan pernah memaafkan pria ini tidak....airmatanya menetes penuh rasa sakit ketika ia tak bisa melawan seorang Arga Zayn..


''Aaarrghh.....''

__ADS_1


Skip....


__ADS_2