
Hari-hari berlalu dalam kebekuan, hubungan Michelle dan Dimitri semakin dingin..pria itu semakin memperlakukan Michelle dengan kasar, dia hanya datang ketika ia butuh pelampiasan dan akan pergi setelahnya..meninggalkan Michelle merasa dan kesepian..bagi Michelle harapannya sudah hancur..dia tinggal menjalani sisa hidupnya yang kini gelap di depannya..bahkan dia tak berani berharap apapun,
ia tak membatasi Dimitri dalam hal wanita..namun Michelle mengultimatum agar siapapun wanita itu dia tak boleh di bawa kerumah...
Hari ini hari libur...
Dimitri masih tidur di bawa selimut setelah percintaan panas mereka semalam, nyerinya sudah hilang jadi Dimitri tak ingin menyiksa diri dengan tidak menyentuhnya..namun yang menjadi miris setelah percintaan tubuh Michelle selalu kesakitan...Dimitri menyentuhnya dengan penuh gairah ia sama sekali tidak repot-repot untuk memikirkan bagaimana Michelle..perasaannya rasa sakitnya...ia bercinta secara egois...
Michelle keluar dari toilet setelah membersihkan diri, lalu hendak meninggalkan kamar Dimitri seperti biasa...namun langkahnya terhenti ketika melihat ponsel Dimitri bergetar di atas meja..
Ada nama Katren disana.,...apakah Katren sepupu mereka...??
masih mematung Michelle menjadi ragu ingin mengangkat atau tidak...ia menoleh pada Dimitri yang sedang bergerak malas di bawa selimut..
Michelle memutuskan membawa ponsel milik Dimitri dan membangunkan pria itu..
Mata Dimitri terbuka ketika Michelle membangunkannya tiba-tiba..
''Ada apa....''
''Katren...apakah dia putri bibi Lydia...''
Mata Dimitri terbuka lebar..segera ia menyambar ponsel dari tangan Michelle dan menjawab telp tanpa memperdulikan Michelle lagi...ia pun memilih pergi meninggalkan Dimitri sendirian..sementara Dimitri hanya mampu mengusap wajahnya dengan kasar..
Katrean...mau apa lagi dia...??
*********
Untuk apa Katren menelfon Dimitri apakah mereka ada hubungan..? Yah..seingat Michelle dulu Ayah dan bibi Lydia pernah berkata akan menjodohkan mereka berdua..
apakah itu artinya ia akan di lepaskan...? Tanpa sadar Michelle tersenyum..
jika itu benar maka dia akan dengan senang hati..meninggalkan rumah ini....
Michelle menuruni tangga dan menuju taman favoritnya...
*******
''Jangan mencoba pergi apapun yang terjadi oke....aku akan keluar seharian dan aku tak ingin kau melanggar perintah dariku..'' ucap Dimitri dengan suara lantang..
''Baiklah....'' jawab Michelle..
Dimitri lalu meraih jassnya menuju mobil dan meninggalkan gerbang seketika...Michelle pun hendak kembali ke kamarnya..namun ada mobil lain yang masuk ke dalam rumah besar hingga Michelle pun mengerutkan kening..
''Siapa yang datang.......'' desahnya penuh rasa penasaran..
Tak lama kemudian, mobil berhenti dan beberapa anak buah Dimi menurunkan koper besar dan beberapa dus besar dari dalam mobil, tak berapa lama kemudian..
__ADS_1
Seorang wanita turun dari mobil dengan wajah terangkat tanda keangkuhan, sementara dua orang pria dan wanita mengikuti langkahnya..
Michelle menghela nafas..
''Bibi Lydia dan anak-anaknya...'' desah Michelle dengan nada lemah..
Bagaimana sekarang.........??
''Michelle.......'' jerit tante Lydia dengan senyuman cerah di wajahnya.
Mau tak mau Michelle tersenyum walau sedikit bingung, ia seperti cindirela yang bertemu dengan ibu tiri dan saudara-saudaranya pertama kalinya karna itu Michelle sedikit gugup..
Tante Lydia juga Katren dan putra tunggal tante Lydia bernama Marco..
lalu memeluk Michell bergantian..
''Apa kabar adik kecilku sayang...''ucap Katren.
Sementara Marco hanya menatap dingin, ia tidak menyapa Michelle sedikitpun entah mengapa sedari kecil Marko memang tidak terlalu menyukainya..usia Marco 22 tahun..selisih 4 tahun dengan dirinya..
''Aku baik-baik saja kakak....''balas Michelle dengan sopan..
''Tante dan juga kakak-kakakmu rindu pada kalian berdua jadi kami memutuskan untuk datang mengunjungi kalian...''ucap Tante Lydia dengn senyuman cerah di wajahnya..
''Tentu saja..ini juga rumah tante, jadi tak perlu meminta ijin..''balas Michelle..
''Kakakmu Dimitri..dia belum pulang..'' tanya Lydia basa-basi..
Michelle ingin menjawab namun...sebuah mobil memasuki gerbang rumah dan Michelle tau yang datang adalah Dimitri..
Pria itu keluar dari mobil dengan auranya yang gagah dan tersenyum dengan wajah tampannya..matanya tertuju pada Lydia dan juga Katren, sementara ia tak sedikitpun menatap kepada Michelle....
''Tante Lydia....''sapa Dimitri berubah lebih hangat hingga Michelle seketika membeku...sulu ia akrab dengan senyum ramah itu namun sekarang semuanya tinggal kenangan..
Michelle tersenyum sendu..berusaha menelan semua perasaan sakitnya karna ter abaikan..
''Sayangku..kau sangat tampan, terakhir kita bertemu ketika ibumu meninggal..''
Dimitri mengangguk..
''Iya tante,...aku merindukan tante..'' balas Dimitri tersenyum..
''Dan kau tidak merindukan calon istrimu sayang...''
Suara Katren menembus kesadaran Dimitri, dan cukup mengejutkan bagi Michelle, tentu saja tak ada yang tau pernikahan mereka..Michelle membeku ketika rasa nyeri menusuk dadanya..tidak mungkin dia cemburu, dia benci Dimitri..ini hanya perasaan terkejut kan..
Dimitri sempat melirik pada Michelle yang sedang melamun, dan ia hanya sedikit berdehem..apakah Michelle cemburu..tidak kan..mereka saling membenci...
__ADS_1
Dimitri lalu menoleh pada Katren dan mendekatinya, membawa Katren di dalam pelukannya..
''Kau sangat cantik, calon istriku...''
''Tentu saja....aku merawat kecantikanku demi dirimu.''bisik Katren menggoda.
Sedangkan Marco hanya menggeleng malas melihat tingkah sang kakak..
''Bagus...aku senang mendengarnya,....'' jawab Dimitri lembut..
Michelle memalingkan wajah.....tak ingin melihat kemesraan Dimitri dan Katren yang entah mengapa mengusiknya..
''Apa kabar Marco..''
''Aku baik kak Dimi....'' jawab Marco tersenyum..mereka saling berpelukan..
Dimitri pun menatap mereka semua terutama Michelle..
''Adikku sayang...karna disini hanya tinggal kita berdua aku sengaja meminta tante Lydia dan juga Katren dan Marco untuk tinggal..apakah tidak masalah denganmu..''
Michelle terdiam, apa rencana Dimitri sebenarnya mengapa malah membawa mereka datang, apalagi Katren..ia menjadi kesal melihat sikap Katren yang centil dan berusaha menggoda Dimitri dia kesal sekali.....namun Michelle tak punya kekuatan untuk melawan Dimitri..dia bukan siapa-siapa,...Michelle pun tersenyum..
''Tentu saja....mengapa tidak, rumah ini luas..tante Lydia bukan orang lain...dan aku senang....'' balas Michelle menatap tajam kepada Dimitri yang menikmati kesakitan di wajahnya..
Rasa sakit ini seperti tertusuk pisau tajam dari belakang....menyakitkan bagi Michelle..
''Baiklah tante senang sekali kalian berdua menerima tante disini..''balas tante Lydia terlihat bahagia...
''Bagaimana kalau kita makan siang..'' ucap Dimitri..
''Baiklah...tante juga lapar...''
Mereka hendak melangkah namun Michelle pun berdehem...
''Aku minta maaf tapi aku tak bisa ikut makan siang karna aku sedang mempersiapkan tugas kuliahku...''ucap Michelle pelan..
Wajah Dimitri panas...
''Kau kuliah dimana Michelle...bagaimana kalau kau kuliah di kampus milikku saja...'' tawar Marco tiba-tiba..
Dimitri melonggarkan dasinya terlihat gerah...
Michelle pun terkejut namun ia menatap ke arah Dimitri....
''Kak Dimi juga mengusulkan aku begitu..jadi...aku pikir..aku tertarik kak Marco...''
Deg!!!!
__ADS_1
Dimitri menatap Michelle dengan tajam.....