
Carissa tak mampu mempercayai apa yang di lihatnya saat ini, ia tak mampu menahan rasa terkejutnya karna dirinya berada di kamar yang ternyata ada Dimi...dan itu artinya yang mengambil ponselnya adalah Dimi bukan seorang gadis yang menelfon dirinya...?
Carissa tak mampu mempercayai apa yang dia rasakan saat ini, bagaimana bisa Dimi yang merencanakan ini semua kepadanya...?apa yang pria ini inginkan sungguh Carissa tidak tau...
Mereka kini berdiri berhadap-hadapan dan saling menatap dengan pandangan tajam..
''Mengapa kau berada disini...'' ucap Carissa mengerutkan kening..ia tak ingin percaya namun ini adalah kenyataan..
Sementara Dimi melangkah mendekati Carissa yang berdiri dengan ekspresi tak terima,.namun bagi Dimi dia tidak pernah bisa menahan perasaannya, sejak bertemu dengan Carissa ia merasakan perasaan yang lain, bahkan Dimi sudah berusaha melupankannya karna itu ia sengaja memberi jeda selama seminggu untuk meyakinkan perasaannya kalau Carissa bukan Michelle namun, hatinya malah semakin yakin kalau Carissa adalah Michelle istrinya yang hilanga..karna itu Dimi melakukan hal yang nekat..
''Kau liat semua foto ini...''
Dimi menunjukan semua foto pernikahannya dengan Michelle istrinya di hadapan Carissa...sedikit menyeret langkah Carissa agar masuk ke dalam ruangan dan melihat bukti bahwa pria ini tidak berbohong kepadanya bahwa memang kemiripannya dengan wanita dalam bingkai foto berukuran besar itu mendekati 100% bahkan Carissa sampai tidak percaya itu..
Dalam foto itu Dimi tampak bahagia berpose mesra dengan istrinya sembari mengenakan gaun pengantin, sementara itu senyum bahagia yang nyaris sama dengan senyum Carissa hingga wanita muda itu sempat berpikir mungkinkah mereka sebenarnya adalah kembar,...?
''Kau liat istriku...dia nyaris sepertimu hingga membuatku gila...kau tau aku sudah mencarinya sekian lama..dia meninggalkanku dan aku tak bisa berhenti mencarinya...''ucap Dimi dengan wajah yang terlihat begitu frustasi.
Mata Carissa berkaca-kaca seketika, entah mengapa ia merasa nyeri seperti bisa merasakan semua yang di rasakan Dimi walau mereka tidak pernah bertemu sebelumnya..
Hening.....
''Istrimu cantik.....''ucap Carissa dengan suara tercekat..
Saat itu juga Dimi menyentuh bahu Carissa dan menatapnya tajam..
''Kau tau jika dia sangat mirip denganmu...istriku sangat mirip dirimu Carissa.dan aku benar-benar tak mampu menahan perasaanku sendiri..aku.....''
''Tapi aku bukan istrimu....aku milik orang lain Dim.....''
Lagi-lagi Carissa memanggil nama Dimi dengan tekanan yang sama, ******* yang sama dengan ucapan yang tidak berbeda...
''Kau membuatku gila....'' desis Dimi menggertakan gigi..
Carissa juga tak tau harus mengatakan apapun pada pria ini, harus bagaimana dia menjelaskan lagi kalau dirinya bukanlah Michelle..bahwa kemiripan mereka hanyalah kebetulan dan dia juga tak bisa apapun untuk menolong Dimi..
''Aku harus apa....aku juga tak bisa membantumu Dim...mengapa istrimu sampai meninggalkanmu..mengapa, apakah kau melakukan sebuah kesalahan besar...? Apakah kau melakukannya...?'' desis Carissa dengan mata menajam..
Hening...
Dimi membeku ketika menyadari jika airmata Carissa menetes di wajahnya...
''Carissa.....''
''Dri bicaramu kau terlihat menyesal dan aku menduga kau sudah menyakiti hati istrimu di ambang batas kesabarannya hingga dia tidak ingin kembali kepadamu.....''
__ADS_1
''Apa......''
Carissa mengangguk....
''Aku mengerti sekarang mengapa dia tidak ingin kembali Dim...kau sudah menyakitinya...''
''Yah..kau benar aku menyakitinya dan aku menyesal sekarang...dia pergi dengan membawa anakku...dia pergi dengan membawa separuh jiwaku...kau pikir aku tidak menanggung hukuman selama ini...aku juga menderita bahkan aku tak bisa mengganti dirinya dengan wanita lain walau itu sangat mungkin..kau tau mengapa...? Karna aku mencintainya Carissa...aku mencintainya......''
''Mungkin sudah terlambat,......hatinya sudah membeku untuk dirimu..jadi tak ada tempat lagi untuk dia kembali...tak ada maaf untukmu....''
Dimi semakin frustasi...mendengar ucapan Carissa yang tajam dan menyakitinya..
''Mengapa kau mengatakan hal ini padaku..mengapa kau berani mengatakan hal ini...'' suara Dimi meninggi
''Karna aku bisa merasakannya Dim...dia telah tersakiti karna itulah dia tak akan kembali kepadamu dan saranku adalah lupakan istrimu dan mulailah hidup baru, apakah kau mengerti...''
Deg.....deg......deg.......
''Tidak..aku akan tetap mencarinya bahkan sampai seumur hidupku...''
''Bagaimana kalau dia sudah menemukan kebahagiaannya sendiri....''tanya Carissa dingin..
Dimi tertawa walau matanya basah, ia tampak terluka...
Deg!!!!!!
Carissa melonggarkan tenggorokannya...ia pun mengangguk..
''Lakukanlah sesukamu dan aku akan menjadi saksi untuk itu..''
Dimi tidak menjawab kata-kata Carissa...
''Jadi tuan Dimi...dimana ponselku, bisa kau jelasakan mengapa kau berbohong dengan menggunakan suara orang lain untuk menghubungiku..''
Carissa mengulurkan tangan meminta kembali ponsel miliknya yang di tahan Dimi...
''Kau juga menyukai mawar putih....'' ucap Dimi mendekat..
''Aku memang menyukainya...'' jawab Carissa mulai bergerak mundur ketika Dimi mendekatinya.,
Dimi tersenyum, ketika ia menatap wajah Carissa yang telah membuatnya candu...
''Apa kau tau istriku juga menyukai mawar putih..? bahkan dia bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk merawat bunga miliknya...'' Dimi menjelaskan.
Deg!!!
__ADS_1
Carissa mengangkat wajahnya dan mengerutkan kening..mana mungkin kesukaan mereka juga sama..? Bahkan kembarpun akan memilih hal yang berbeda..
Hal itu sanggup membuat Carissa termenung dengan pikirannya sendiri...
''Benarkah...itu kebetulan yang biasa, banyak wanita yang melakukan hal serupa..''
Kini tubuh Carissa sudah membentur dinding kokoh di belakangnya dan membuatnya terjebak di dalam cengkraman Dimitri...
''Kau begitu mirip dirinya, caramu tersenyum, caramu memanggil namaku, bahkan kesukaan kalian pada bunga mawar putih....kalian seperti orang yang sama........''
Hening.....
''Aku bukan dia......''
''Aku juga selalu mengingatkan itu di dalam kepalaku kalau kau bukanlah dirinya namun.......tetap saja....hatiku menginginkan lain...''
''Apa maksudmu..'' suara Carissa tertelan di tenggorokannya..
Dimi menarik tubuh Carissa dan sesaat kemudian tubuh wanita itu berpindah di dalam pelukannya..
''Dim......''
''Aku merindukannya...dan aku melihat dirinya di dalam dirimu...anggap aku gila tapi inilah yang aku rasakan......''
''Lepaskan aku....taukah kau apa yang kau lakukan ini salah...? kembalikan ponselku dan aku akan pergi....''
''Michelle...''
''Aku bukan Michelle....berapa kali aku harus mengatakan hal ini kepadamu kalau aku bukan Michelle......''
Namun Michelle semakin panik ketika Dimi malah semakin mempererat pelukannya..ada bau alkohol yang tercium dari mulut Dimi. Dan karna itu Carissa mulai meronta dengan panik..dan mendorong tubuh Dimi menjauh...
Deg!!!!
Mereka saling menatap dengan tajam...Carissa sungguh marah..ia merasa sedang di manfaatkan pria patah hati ini..
''Kau sangat menjijikan dan aku menyesal datang kemari...''
Carissa menegakan tubuhnya dan berlari ke arah pintu kamar dengan maksud membukanya..namun ia menjadi gemetar ketika pintu itu sama sekali tak bisa di gerakan....
''Percuma saja Michelle, pintu sudah terkunci dan..kau tak akan pernah bisa kemanapun..kau adalah milikku...''ucap Dimi dengan sangat tajam..
Tubuh Carissa melemah saat itu juga ....ia membalikkan tubuhnya.....
dan saat itu juga Dimi sudah berdiri di depan nya.
__ADS_1