
Dimitri meraih minuman beralkohol yang di bawa pelayan untuk para tamu, ia sungguh merasa terbakar melihat Michelle tampak mulai akrab dengan Morgan anak dari teman bisnisnya..sementara Katren mendekatinya dengan senyuman..
''Sebentar lagi kita akan mengadakan acara...mereka tampak cocok..''
''Tutup mulutmu Katren, dia masih kecil..aku tak akan menginjinkannya..''
''Gejolak anak muda....mereka sepertinya cocok dan kau tak bisa menghalanginya kak Dimi...meski kau adalah kakaknya..''
Dimitri kembali meraih minuman itu dan meneguknya sampai habis..ia menatap Katren...
lalu meraih punggungnya mendekat..
''Adikku adalah gadis yang polos tidak sepertimu yang liar sayang...jangan samakan dirimu dengannya..''
Katren tidak marah atau tersinggung dengan pernyataan Dimi karna memang ia tak bisa menyembunyikan apapun, gaya pacarannya adalah bebas dan tak ada yang tau apalagi ibunya...Marco juga bersikap cuek...Katren mendekatkan wajahnya...nyaris bibir mereka bersentuhan..
''Mulutmu terlalu lancang kakaku...bagaimana kalau........''
''Belum saatnya...'' Dimitri menjauhkan tubuhnya..
Sementara Katren semakin penasaran, jiwa penggodanya mulai menguasainya..ia pun mendekat..
''Apakah aku perlu menunggu...''
''Tentu saja...menunggu di saat yang tepat..''balas Dimitri dengan suara dingin..
Katren pun setuju..
''Bagaimana kalau kau pulang lebih dahulu Katren...'' ucap Dimi dalam ketenangan..
''Mengapa harus pulang lebih dahulu..''
Dimitri meletakan gelas..dan mendekat...
''Aku ingin bicara denganmu besok dan mari kita merencanakan waktu bersama di sebuah Hotel atau Vila..aku rasa itu hal yang manis..''
Wajah Katren merah..sial dia terbakar hanya dengan perkataan Dimi..
''Baiklah..lagipula aku tak tahan berada di pesta keluarga disini..aku punya janji dengan temanku jadi..aku akan menemui mereka..''
''Bagus...aku akan mengantarmu ke depan..''
''Tidak....temanku akan menungguku di depan..''
''Bagus...berhati-hatilah sayang...''
''Yah..tentu saja...''
Dimitri memberi pelukan dan Katren benar-benar terpana hanya dengan pelukan dan dia terbakar..
Gadis itu lalu pergi begitu saja, dia butuh pelepasan..sebuah pesta kenikmatan yang menantinya di sebuah tempat yang biasa dia kunjungi....
Sementara Dimitri berdiri sembari tersenyum dingin dan meneguk kembali minuman yang mulai membuatnya kehilangan kendali pikirannya..
Salah satu alasan mendekati Katren adalah hanya untuk membuat Michelle cemburu padanya, namun belum sampai Michelle cemburu malah ia yang di buat terbakar cemburu melihat sikap Michelle dan Morgan..
__ADS_1
Dimitri harus melakukan sesuatu untuk menghentikan ini semua atau dia bisa lepas kendali..ini semua harus berakhir sekarang...
******
''Jadi kau masih kuliah..''
''Yah....dan kau adalah seorang pengusaha..''
''Tentu kau pintar menebak Michelle..oya aku sudah punya nomor ponselmu...kita bisa menjadi teman..''
Michelle hanya mengangguk pasrah....sambil menyeruput minuman jus di tangannya..mereka lalu berbicang ringan....
Namun tidak lama....
Dimitri mendekat sambil melirik jam di tangannya..
''Kita harus pulang sekarang..' ucapnya mengejutkan Michelle dan Morgan..
''Mengapa cepat sekali...''
''Aku mengalami sakit kepala...'' ucap Dimitri dengan suara yang tegas..
Michelle lalu meletakan gelas...dan bersiap pamit....
''Aku harus pulang Morgan...''
''Rasanya waktu berlalu dengan cepat...''
''Masih banyak waktu...'' balas Michelle sengaja bersikap lembut untuk membuat Dimi marah..ia sudah melihat jelas bagaimana wajah Dimitri merah padam..
''Aku akan menghubungimu nanti..''ucap Morgan tak sabar..
Michelle juga menutup mulutnya rapat-rapat dan menyimpan sedikit tanya..
Dimana Katren..mengapa tak pulang bersama...??
namun melihat wajah Dimi saat ini membuat Michelle urung menanyakan apapun...
Mobil itu meninggalkan Hotel dan melaju kencang membelah malam yang gelap..ini sudah hampir tengah malam...namun mobil mereka bukan melaju ke arah rumah..
Michelle menoleh.......
''Kita akan kemana...''
''Aku lelah untuk menyetir sampai ke rumah, kita akan menginap di Apartemen...'' jawab Dimi dengan kaku..
Mengapa harus apartement, aneh sekali..namun ia tak bisa melawan...dan hanya bisa duduk pasrah di samping Dimi..
Tak berapa lama kemudian, mobil sampai di sebuah apartemen mewah dan Michelle turun disana...bersama Dimitri..mereka lalu menaiki lift dan dengan cepat sampai ke lantai tertinggi di gedung apartement ini..
Ceklek..
Pintu terbuka dan keduanya masuk ke dalam apartemen milik Dimi yang baru pertama kali di kunjungi oleh Michelle..
Gadis itu sedikit terkejut ketika sekeliling ruangan ini terdapat foto pernikahan mereka dalam berbagai gaya..
__ADS_1
Untuk beberapa saat Michelle terdiam....sementara Dimitri sedang membuka jas berikut dasinya...ia terlihat menahan sesuatu..dahinya masih berkerut berpikir..
sementara Michelle berdehem...
Foto pernikahan...? Mengapa Dimi menyimpannya disini...
''Kemarilah........''
Dimitri mengulurkan tangannya pada Michelle hingga gadis itu menoleh..lalu mendekati Dimitri yang berdiri di tengah ruangan.......
Mereka saling menatap.......
''Katakan padaku Michelle, apakah kau sengaja membuatku cemburu...''
Michelle melonggarkan tenggorokannya...ia pun berdehem...
''Aaku tidak...hanya bersikap baik, lagipula mana mungkin kau akan cemburu kau bahkan bersama Katren....tapi dimana Katren..mengapa kita tidak pulang bersama...''
Dimitri bahkan sudah tidak ingat dimana Katren sekarang..
''Jangan mulai mengalihkan pembicaraan Michelle...''
''Apalagi Dim...jika maksudmu adalah Morgan, aku hanya bersikap baik padanya..bukankah kau sendiri yang bilang pada orangtuanya aku adalah adik kandungmu...jangan menyalahkan aku...''ucap Michelle tak ingin mengalah..
Dimitri mengerang....membayangkan tatapan Moragn kepada Michelle tadi..ia akan memastikan pria itu tak akan mendekati Michelle sampai semua rencanya berhasil..
''Untuk sementara kau tak boleh kuliah selama seminggu dan selama itu...kau akan tinggal disini..''
Michelle terkejut.....
''Dim apa maksudmu.......''
''Sudah kubilang tak ada yang boleh mendekatimu...kau adalah milikku dan aku tak akan membiarkan siapapun mengincar milikku..''
Michelle mulai takut..
Sementara Dimitri meraih tubuhnya ke dalam pelukan Dimitri dan mendekapnya..memenjara mata Michelle yang terlihat cemas..
''Dimi.....apalagi ini.......''
''Kau adalah milikku, tubuhmu hanya boleh memuaskan aku dan tak akan aku ijinkan siapapun mendekati milikku..kau mengerti sayang.......''
Michelle pun tak punya pilihan selain pasrah...
Ketika bibir Dimitri mulai memag** bibirnya dan mencecapnya dengan lembut...
sementara jemarinya yang lain mulai merayap naik dan menurunkan gaun malam Michelle sampai ke pinggangnya,..
Menampakan bra putih yang menggoda mata seorang Dimitri saat itu juga...Dimitri terbakar....hasratnya bangkit tanpa ampun hingga Michelle mulai merintih..
''Dimi..........''
Pria itu melepaskan pengait bra milik Michelle dengan tatapan lapar.....kedua jemarinya mulai meremas dan memainkan put*ng pa yu da ra Michelle yang menegang...dan mendekatikan wajahnya...
Deg!!!!!!
__ADS_1
Michelle mulai merintih dengan suara serak ketika mulut Dimitri mulai mendekati dadanya.........
Skip.....