
Tubuh Dimitri ambruk ketika ia mencapai puncak gairah dan berbaring di sebelah Michelle..sementara itu Michelle hanya mampu menghela nafas,..sungguh ia lelah sekali...Dimitri benar-benar kuat...
Hening.......
Dimitri menoleh pada Michelle yang mulai memejamkan mata karna rasa lelah luar biasa yang menyergapnya..
pria itu mengerutkan kening...dan tiba-tiba meraih tubuh Michelle berpindah di dalam pelukannya....
Hening lagi.......
Rasa kantuk Michelle mendadak hilang ketika, pelukan posesif Dimitri membuatnya beku...jantungnya mulai berdebar pelan...hingga ia dibuat bingung dengan perasaanya yang berubah...
''Jangan terlalu berpikir jauh...aku sama sekali tak berubah, aku hanya bersikap baik padaku..meski tidak sering...aku puas dan aku ingin memelukmu itu saja...'' bisik Dimitri lembut dan semakin merapatkan tubuhnya...
''Kembalilah ke kamarmu, mengapa kau harus tidur disini...'' balas Michelle tanpa ragu,...
Dimitri mengangkat kepalanya sedikt, wanita yang keras kepala, ia bahkan tidak tersentuh dengan kelembutan Dimitri...
''Tidak...aku ingin tidur disini, kau tak punya hak untuk melarangku...''balasnya cuek..
Michelle memutar bolamatanya kesal, dan ponselnya mulai berdering...hingga keduanya saling menatap...
''Siapa yang menelfonmu..'' Dimitri melirik tak suka..
Michelle tak menjawab namun mengambil ponselnya...
''Marco...mengapa dia menelelfon...'' gumam Michelle heran..
Mereka satu rumah dan mengapa pria ini menelfon di malam hari..
''Angkat dan aku juga ingin mendengarnya..'' desis Dimitri dengan tenang....
Michelle pun mengangguk dan menerima panggilan telp itu..
Michelle : Hallo.......
Marco : Apakah kau belum tidur Michelle...
Hening....
Michelle : Belum..ada apa, apakah kau butuh sesuatu...?
Marco : Aku hanya ingin bicara denganmu di taman, apakah kau punya waktu...?
Michelle tersenyum ingin menjawab ya..namun Dimitri mengancamnya lewat sentuhannya di ujung pa yu da ra Michelle...
ia tak bisa berkutik...
Michelle : Marco...aku ingin sekali kita....
Nafas Michelle mulai berubah ketika Dimitri menggoda pa yu da ra nya dengan mulutnya..dengan niat menghukum,...
Marco : Ada apa...kau sakit...?
Michelle : Tidak...ada serangga yang mengigitku sakit sekali...aah..maaf aku tak bisa menemuimu malam ini...
Marco : Aku di depan pintu kamarmu..
Michelle : Hah......
Michelle menjauhkan kepala Dimitri dari dadanya namun ia tak punya kekuatan sedikitpun..
Marco : Michelle ada apa....?
__ADS_1
Michelle : Aku sangat lelah Marco kita akan bicara di kampus besok..apakah kau tidak keberatan...?
Marco : Tentu tapi aku.......
Michelle : Terimakasih Marco selamat malam....
Michelle langsung mematikan ponselnya dan menjerit ketika kini wajah Dimitri sudah di benamkan di pa yu da ra Michelle dengan gerakan seperti menyu-su padanya...
''Dimi.........''
''Kau harus mendapatkan hukuman lagi Michelle.....'' suara Dimi berubah parau..
Deg!!!!!!
Pria itu bergerak naik ke atas tubuh Michelle dan tersenyum kejam...
''Tidakk..........'' Michelle berseru histeris....
***********
Sarapan di meja makan kali ini berbeda, semua anggota keluarga lengkap duduk disana...Katren memilih duduk di dekat Dimitri sedangkan Marco memilih duduk di samping Michelle...
''Apakah kau sudah menyiapkan dirimu untuk kampus Michelle...'' Marco mulai berbasa-basi sambil menatap intens ke arah Michelle yang sedang mengunyah sarapan roti miliknya..
Pertanyaan itu sontak membuat Dimitri mengangkat wajahnya menatap Marco dengan tajam lalu mengalihkannya pada Michelle yang tanpa sengaja menatapnya..
''Sudah...aku sudah menyiapkannya..''
''Berangkat bersamaku saja..kita satu arah, aku akan mengunjungi kampus...setelah itu aku baru ke keperusahaan..'' bujuk Marco tak lelah...
Dimitri sengaja membunyikan peralatan makannya ia menatap lurus pada Marco..
''Bukankah aku sudah bilang, aku akan mengantarnya...''
''Tidak....lakukan kegiatanmu seperti biasa, Michelle akan pergi denganku...''
Lydia mulai gerah menatap Marco yang aneh, mengapa dia jadi perduli pada Michelle...astaga anak ini sangat keras kepala...
''Kak Dimi...bagaimana kalau kau mengantar kakakku Katren saja..bukankah mulai hari ini kakak akan magang di kantormu..kalian bisa bersama...'' sambung Marco tak mau kalah...
Michelle menghela nafas...ketegangan di ruang makan ini sangat menjengkelkan bahkan ia tak bisa menikmati sarapannya...lebih baik tadi dia sarapan di kamar atau di kampus saja...
''Bagaimana kalau kita tanya pada Michelle saja....''ucap Katren sedikit terganggu ketika dua pria ini mulai terang-terangan saling berebut Michelle...
Michelle menjadi gugup di tatap tajam oleh Marco dan Dimi dalam waktu bersamaan..
''Aku..akan pergi bersama kakakku, Marco kita akan bertemu di kampus...lagi pula ini hari pertamaku...aku ingin kakakku mengantarku kecuali dia sibuk..'' ucap Michelle mengalah..
Dimi mengangkat bahu....
''Kau satu-satunya bagiku Michelle...tak ada kesibukan lain yang bisa melebihimu....'' ucap Dimi tajam..
Katren membeku.....itu artinya dia harus pergi ke kantor sendirian....
sial sekali...jika dia menawarkan diri untuk menumpang di mobil Dimi, dia pasti di tolak..dia harus bersikap mahal..agar bisa menaklukan si dingin Dimi....kalau tidak akan selesai..
Dimitri sangat mencintai adiknya Michelle jadi Katren akan mencoba menjadi teman baik Michelle walau ia sedikit malas dekat dengan gadis ini...dia terlalu cantik dan polos...berjalan bersama Michelle akan membuat semua mata hanya tertuju pada Michelle dan mengabaikannya..menyebalkan bukan..??
Sementara Lydia hanya mengamati mereka satu persatu dan mulai menilai..
''Baiklah aku selesai...''ucap Michelle lalu bangkit dari tempat duduknya...
Mata Dimitri melebar tak senang ketika melihat baju yang di pakai Michelle terlalu ketat, dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang memang indah...
__ADS_1
''Ganti pakaiannmu Michelle,...gunakan sesuatu yang panjang...aku akan menunggumu di mobil..'' ucap Dimitri dengan tatapan dingin..
Sehingga Michelle hanya menghela nafas..tak ada yang salah dengannya...
''Cepat ganti sayang, jangan membuat kakakmu marah...''
''Dia posesif sekali...'' sambung Marco mulai berpikir..
''Baiklah tante........''
Michelle lalu melangkah keluar dari ruang makan...
sementara Katren berdecak kesal..
''Mom..apakah kau tidak merasa sikap Dimi pda Michelle terlalu aneh,..dia terlalu posesif untuk ukuran seorang adik..''
Lydia tersenyum...menatap kedua anaknya...
''Seorang saudara sudah seharusnya saling menjaga, apalagi mereka yatim piatu jadi bisakah Mommy melihat kemesraan kalian..sayang..atau,.''
''Oh...lupakan Mom.....'' seru Marco dan Katren tampak jijik satu sama lain...
Mereka bangkit lalu mencium sang Mommy dan meninggalkan ruang makan..
Lydia hanya menghela nafas...kakaknya mendidik anaknnya dengan baik, mereka begitu saling mencintai...Lydia tersenyum...
***********
Kampus Biru
Dimitri melirik Michelle yang masih duduk di sampingnya di dalam mobil. Sementara matanya melirik sekitar kampus..ada banyak pria tampan dan para gadis disini..dan rasanya hatinya tak tahan...
membayangkan Michelle akan menjadi pusat perhatian karna kecantikannya..
''Aku akan menjemputmu.....''
''Aku akan pulang bersama Marco....'' balas Michelle protes...
''Jangan bermimpi atau aku akan menghukummu malam ini...''
''Aku lelah Dim...semalam dan tadi pagi kau sudah melakukannya..''
Dimitri pun mengangguk puas..
''Kalau begitu kau harus bisa menghindari Marco, entah mengapa aku curiga padanya...''
Michelle hanya menurut dan patuh...
''Baiklah...aku mengerti aku akan menunggu..''
Dimitri pun menjadi lega..
''Jangan lepaskan cincin itu...'' ucap Dimitri mengingatkan..
Michelle pun mengi-yakan..
*******
Setelah Dimitri pergi Michelle melangkah mendekati gerbang kampus...dengan senyuman cerah di wajahnya..
Ia akhirnya mendapatkan kebebasan itu...Michelle tersenyum, dengan langkah ringan melangkahkan kakinya..
''Michelle..........''
__ADS_1
Sebuah suara terdengar lirih di belakangnya hingga membuat tubuh Michelle bergetar...matanya menjadi panas, seketika itu juga dia menoleh...dan membeku.......