Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Perjalanan


__ADS_3

Pesawatpun mulai terbang dan meninggalkan negara asal Michelle, di dalam pesawat wanita itu tampak duduk di depat jendela sembari mengusap perutnya, pandangannya menikmati awan putih yang mengiringi pesawat mereka...


Michelle pun tak sabar untuk segera sampai di negara yang sedang di kunjungi suaminya..


Bagaimana reaksi Dimi ketika mereka bertemu..? Pasti dia terkejut setengah mati menyadari kalau Michelle mengikutinya...bagaimana pun Michelle ingin tau apa yang sebenarnya di sembunyikan Dimi darinya..mengapa tidak memberitahunnya sedikitpun..? Mengapa malah bersikap sembunyi seperti ini..?


Kalau Michelle tidak mengancam Arga untuk memberitahunnya maka dia tak akan pernah mengetahui apapun dan itu sangat menyakitkan baginya..mana ada istri yang tidak tau dimana suaminya berada.


Sementara Arga duduk tak jauh darinya sembari menatap Michelle dengan pandangan yang dalam...bagaimanapun ia cukup bahagia menyadari kalau dirinyalah yang akhirnya mempertemukan Dimi dan saatnya Michelle menghadapi kenyataan bukan..? Meski akan ada rasa sakit di salah satu pihak namun ia sudah siap..


Arga bangkit dari tempat duduknya dan berdiri melangkah mendekati Michelle yang sedang memandang keluar jendela pesawat dengan tatapan beku...sementara Arga mengejutkannya dengan segelas juss..


''Minum ini kau akan merasa lebih baik sayang...''


Michelle menatap juss jeruk dan mengangguk.....


''Tentu saja...kau tidak.....''


''Aku tidak menaruh apapun sayang percayalah......''bisik Arga dengan senyuman manis di wajahnya..


Michelle tersenyum sembari meneguk jus jeruk itu sampai habis,...ia lalu kembali menatap Arga dengan tajam...


''Arga....sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan suamiku..mengapa harus menyembunyikan semuanya seperti ini...?''tanya Michelle penasaran..


Arga menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi pesawat dan menatap Michelle dengan dalam..


Mau tak mau inilah penghujung perebutan cinta di antara mereka dan salah satunya harus mengalah...Arga meraih jemari Michelle dan menggenggamnya..


''Kau tau bahwa baik aku atau Dimi, kami berdua begitu mencintaimu dengan sangat besar hingga rasanya begitu menyakitkan melihatmu meneteskan airmata...yakinlah bahwa pada akhrinya kami hanya melakukan yang terbaik untukmu...''


''Apa kau dan Dimi akan mulai bersaing lagi....kau tau aku sangat lelah Arga...aku hanya ingin hidup dengan tenang......''


''Aku berjanji kau akan mengalami ketenangan kali ini...aku berjanji Michelle.....''


Sementara dari jarak jauh Ayuna lagi-lagi melihat ke akrapan kedua pasangan yang akan mampu merasa cemburu dengan kebersamaan mereka...


Ayuna membalikan tubuhnya hendak masuk kembali ke bagian belakang namun..suara Michelle menghentikannya..


''Ayuna.......''


''Ya........''


''Kemarilah.......'' ucap Michelle memanggilnya..


Ayuna lalu mendekat dan duduk di dekat Michelle dan Arga..


''Ya nyonya...'


''Duduk bersama kami saja disini...mengapa kau malah bersembunyi di belakang....''


''Aku tidak apa-apa nyonya, aku hanya sedikit mabuk pesawat.''

__ADS_1


''Hah...kau mabuk pesawat......''kali ini Arga menoleh dengan pandangan teliti..


Ayuna merasa gemetar hanya dengan menatap mata Arga yang begitu indah..


''Ya tuan....tapi aku baik-baik saja..'' Ayuna menundukan kepala, ini sangat memalukan baginya..


Arga mengeluarkan sebuah kotak permen dan meletakannya di atas meja..


''Aku jamin kau tidak akan mabuk lagi Ayuna...''


Ayuna melirik Michelle yang memintanya menerima..


''Baiklah ini akan membantuku.....'' ucap Ayuna lalu mengambil permen satu dan mengunyahnya..


''Jangan mengunyah permen..astaga..kau seperti anak kecil...'' Arga tersenyum dan percayalah jantung Ayuna melompat dengan kencang..


''Apakah aku salah..'' balas Ayuna dengan wajah merah merona...


''Terserah dirimu, mengunyah juga bagus,....'' balas Arga lalu kembali menatap Michelle...


Senyum Ayuna kembali menguap...ternyata memang tuan Arga mencintai nyonya...mata tak bisa berbohong..dan Ayuna sudah melihatnya sekarang...gadis itu menahan rasa sakit di dadanya..


**********


Dimi menatap halaman rumahnya yang luas....ada banyak sekali mawar putih yang sengaja dia tumbuhkan disini, hingga Michelle akan terkejut melihat dekorasinya..sementara Tomi mendekatinya..


''Nyonya Michelle akan terkejut melihat tuan telah menyiapkan semua ini untuk nyonya..''


''Aku yakin nyonya sangat mencintai tuan jadi semua akan baik-baik saja..tolong jangan khawatir...tuan Dimi....''


Dimi menghela nafas.....lalu duduk di taman itu dan menikmati semua mawar putih yang sedang berbunga..


Pertemuan ini akan berkesan dan ia tak sabar lagi untuk melihat reaksi Michelle entah itu marah atau hukumnan..


''Jam berapa mereka akan tiba..apakah orang kita sudah menjemput mereka..''


Hening......


''Tuan Arga bilang, tuan Dimi tak perlu kawatir karna semua akan baik-baik saja...anak buah tuan Arga akan menjemput di bandara dan selanjutnya tuan Arga akan menemui tuan..''


Hening lagi..


Dimi menghela nafas dengan berat....


''Arga....apakah dia benar-benar akan menyerah saat ini...''


''Itu masih misteri tuan Dimi....sampai saat ini tuan Arga belum menentukan pilihan apapun.....''


''Aku harap dia benar-benar menepati janji..''


Tomi menatap sang tuannya yang menatap semua mawar putih dengan tatapan kosong...

__ADS_1


''Mawar ini terlihat indah,....''


''Dan cantik...'' sambung Tomi..


Dimi tertawa....ia melirik Tomi yang masih berdiri.....


''Aku ingin kau melakukan sesuatu Tomi...duduklah di dekatku karna aku ingin kau berjanji padaku...''


Tomi akhirnya melangkah dan duduk di samping Dimi..


''Kau sudah mengikutiku sejak lama bukan...''


''Ya tuan Dimi......'' balas Tomi dengan hati-hati..


''Aku ingin kau tau jika aku sangat percaya padamu......''


Tomi menoleh..


''Aku sangat beruntung dapat mengenal tuan Dimi dan juga mendapatkan kepercayaan dari tuan...aku tersanjung dan tuan Dimi...aku akan mendampingi tuan di sisa hidupku..''


Deg!!!!


Dimi tak pernah meragu sedikitpun dengan kesetiaan Tomi kepadanya...pria itu tersenyum..


''Setelah ini, hiduplah berbahagia Tomi...carilah kekasih dan menikahlah namun kau harus tetap mendampingiku terutama Michelle..''


''Aku belum berpikir tentang pernikahan...''


''Kau sudah tua...'' sambung Dimi setengah mengejek.....


Sementara Tomi akhirnya tertawa ia menatap sang tuan yang terlihat begitu lepas...lambat laun senyumnya menguap...di ganti rasa sedih..


''Tuan Dimi....apakah tuan akan menyerah,....''


Dimi membeku di tempatnya, ia tak punya jawaban apapun saat ini...


''Aku masih belum tau tapi..kita akan tetap pergi ketika takdir memanggil bukan.....''


Tomi kehilangan kata...


***********


Pesawat mendarat di sebuah kota yang sejuk...mengapa sejuk karna yang Michelle liat sejak pesawat hendak mendarat ia bisa melihat banyak pepohonan dan ada banyak bunga-bunga segar bagai warna pelangi yang memanjakan mata...hingga Michelle tak sabar ingin keluar dari sana...


Pintu pesawat terbuka dan dengan sigap Arga berdiri menuntun Michelle turun dari pesawat..ia melangkah melewati Ayuna yang hanya terdiam melihat kebersamaan mereka...


''Hati--hati Michelle kau membuatku takut,...''bisik Arga setengah memeluk Michelle tak ingin dia terjatuh..


''Ayuna bisa membantuku Arga....aku benar-benar merasa tak perlu melakukan ini...''


''Aku ingin Michelle jadi berhentilah untuk membantah...''

__ADS_1


Michelle mengerang kesal,...ia harus bersabar sebentar lagi dia akan bertemy dengan Dimi dan ia akan tenang...


__ADS_2