Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Peny*saan


__ADS_3

Sinar mata Dimitri membara, terlihat jelas kalau dia sangat bersemangad..seharusnya malam ini mereka lewati dengan indah sebagai malam pertama yang akan menjadi sejarah panjang dalam kehidupan mereka namun...apa yang Dimitri dapatkan justru penghianatan istrinya di hari pernikahan mereka..sesuatu yang akan membekas di kehidupan mereka selanjutnya..Dimitri akan segera melepaskan perasaannya malam ini..


Pria itu memandang Michelle yang ketakutan dari atas...wajahnyanya terlihat dingin dan penuh gairah..


''Aaa...aku tidak siap, aa.,..aku...Dim...aku mohon...''


''Apa kau tidak salah bicara kau memohon padaku..kau pikir aku akan luluh, jangan memasang wajah itu karna aku akan semakin membencimu ketika aku tau kau sedang membohongiku kau....mempermainkan seorang Dimitri Swan...''


Airmata Michelle menetes...


''Mengapa kau tidak melepasku saja...seperti yang kau bilang aku akan tetap memihak kakaku, sekuat apapun usahamu aku akan tetap membencimu....bukankah darah lebih kental dai air....aku sangat membecimu..''


''Yah..kau benar sekali..darah lebih kental dari air..tapi tanpa air kau juga akan mati..aku tak perduli dengan kebencianmu padaku karna aku juga sama bencinya padamu, ibumu dan keturunanku..aku tak akan pernah menginjinkan benihku tumbuh di dalam dirimu..aku tidak sudi keturunanku bercampur dengan keturunan kotormu Michelle..''


''Lepaskan aku saja Dim....itu lebih baik, kau bisa menikah dengan gadis yang sepadan denganmu, aku bisa menghilang darimu dan aku berjanji....aku tidak akan meminta sepeseroun dari warisan ayah......''


''Jangan sebut dia ayahmu karna kau bukan siapa-siapanya Michelle...dengar baik-baik...aku adalah seorang pembisnis,..dan tubuhmu sudah lunas kubayar pada Rob kakakmu jadi...bersykurlah karna aku menikahi dirimu dan tidak hanya menjadikanmu pelacur di tempat tidurku Michelle...''


''Pelacur...''ulang Michelle dengan suara yang tercekat...seluruh tubuhnya bergetar mendegar ucapan kejam dari Dimitri kepadanya...


Michelle menghela nafas....sungguh harinya sudah benar-benar gelap.....


Dimitri mendekati Michelle dan meraih tubuhnya berdiri sejajar dengan Dimitri....


''Kenapa...tidak terima jika aku menganggapmu pelacurku...''


Tangisan Michelle pecah saat itu juga...namun sekuat tenaga ia mengigit bibirnya....


''Dim.....''


''Kau hanya aku anggap sebagai pelacurku tidak lebih...aku tak akan pernah mencintai gadis sepertimu lagi Michelle...dimataku kau tak lebih dari seorang pelayan...'' desis Dimitri dengan mata merah menyala...

__ADS_1


Michelle membeku mendengar ucapan Dimitri...


''Bagaimana dengan kakakku,.....jangan bunuh kak Rob..aku mohon, Dim...'' tangis Michelle mengiba...


Dimitri tersenyum dingin...lalu melepaskan gaun pengantin Michelle sampai jatuh ke tanah dan menatap tubuh Michelle yang indah....sinar matanya penuh gairah...


''Nasib kakakmu tergantung pelayanmu Michelle.....layani aku dan kakakmu akan selamat....''


Michelle sungguh merasa hancur mendengar ucapan Dimitri yang berubah kasar dan tidak mengenal rasa iba..


Sungguh hal yang paling menyakitkan bagi Michelle..ini adalah pengalaman pertama baginya namun..Dimitri jauh dari kata lembut..


Tubuh Michelle di hempas ke ranjang empuk di belakangnya,...sementara pria itu naik dan mulai menciuminya dengan sangat kasar....bibir Michelle sampai lecet karna ciuman Dimitri yang terlalu kuat..


Dimitri melepaskan semua rasa di dalam dirinya..rasa marah, dendam, juga cinta....yang sama besarnya...pria itu menurunkan dada Michelle dan membeku keindahan di baliknya begitu menggoda di masa mudanya, Michelle bagai bunga yang tengah mekar....


Tanpa menunggu Dimitri menyentuh, melum** sedikit memberi gigitan dan tanda di dada Michelle yang belum pernah tersentuh dan menghis**nya dengan hasrat membara...


Tak ada kenikmatan sedikitpun yang dirasakan Michelle di percintaan itu, sementara hal yang terbalik dirasakan Dimitri..seluruh tubuh Michelle adalah candu baginya..harumnya tubuh Michelle membuatnya betah menikmatinya dan memberi kepuaskan tersendiri bagi pria itu..


Tubuh Michelle yang semula putih bersih seketika berubah menjadi merah kebiruan akibat cumbuan kasar seorang Dimitri...


Nafas keduanya terengah-engah, yang satu tersiksa sementara yang satunya merasa nikmat...setelah puas menikmati tubuh Michelle pria itu bergerak turun dan menyentuh milik Michelle yang masih rapat...dan menempatkan kejantan*nanya disana hingga tubuh Michelle beringsut menjauh...


Ia menggeleng ketakutan ketika membayangkan rasa sakit yang akan di terimanya..oh..tidak..ibu.....ibu.....Michelle berusaha kuat menahan semua perasaannya namun tak bisa...


Michelle berhasil meronta....dan akhirnya tubuhnya berhasil terlepas dari pegangan rengkuhan Dimitri yang kuat...


Michelle merangkak menuju kepala ranjang namun Dimitri dengan mudah menariknya kembali dan membantingnya ke tengah ranjang...


''Diam........''

__ADS_1


''Tidak...aku mohon padamu aku takut sekali Dim..tak bisakah kau lebih lembut..tubuhku sakit sekali..'' isak Michelle dengan gemetar...


Dimitri menggertakan giginya...


''Kau sudah kehilangan hak pada tubuhmu Michelle...terserah padaku mau melakukan apapun padamu...kau hanya perlu menerimanya..''


''Tidak...aku mohon Dim....aku mohon..jangan.....''


Terlambat bagi Michelle ketika kali ini Dimitri benar-benar menekan tubuhnya dan mengunci pergerakannya hingga Michelle tak bisa melakukan apapun untuk melepaskan diri..pria itu kembali mengarahkan miliknya pada tubuh ini Michelle...


Airmatanya menetes, jemarinya meremas sprei di ranjang, bibirnya terluka ketika ia mengigitnya dengan kuat...


Dimitri kehilangan perasaannya..akibat dendam....


dengan hentakan kuat berkali kali...tubuh Dimitri berhasil menembus milik Michelle yang masih rapat dan merobek kesucian Michelle dengan kasar..


Dan...gadis itu menjerit keras ketika ia merasa tubuhnya terbelah...tangisannya pecah saat itu juga...rasanya hampir pingsan ketika milik Dimitri menyakitinya dengan begitu kuat...


Sedangkan...


Dimitri mengerang..kenikmatan ini sungguh terlalu kuat dan indah...ketika milik Michelle menerimanya dan memberi kenikmatan tidak terkira...Dimitri kehilangan kata...


Pandangannya turun menatap Michelle yang sedang menutup wajahnya..ia tau benar Michelle sedang menangis..dan di antara kebenciannya yang begitu besar pria itu membeku....merasa bingung sendiri..mengapa tangisan Michelle masih mempengaruhinya..


Tidak......bukankah Michelle pantas mendapatkan ini..dia pantas karna dia lebih dahulu menghianati Dimitri..dan tak ada yang salah bukan,..ini hanya rasa iba biasa,....biar bagaimanapun Dimitri pernah mencintainya dengan begitu besar dan tak bisa begitu saja menghapus cinta di hatinya namun dia menjamin...ia tak akan memberi kesempatan kedua bagi Michelle....


Dimitri lalu mulai menggerakan tubuhnya, tak perduli ini pertama kalinya bagi Michelle ia bergerak mencari kenikmatannya sendiri dan tak perduli jika Michelle sangat menderita di bawahnya...


Sebuah penyiksaan yang tidak di sadari Dimitri akan menyakiti Michelle dengan sangat dalam....dan ketika semua sudah selesai...Dimitri mendapati istrinya pingsan...di bawahnya..


Deg!!!!

__ADS_1


Dimitri membeku........


__ADS_2