Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Melupakan Kenangan


__ADS_3

Arga masih berdiri mengamati Michelle yang bergerak menjauh dan tak ingin menatapnya...apa yang terjadi apakah...Michelle sedang bercanda..tapi dia terlihat sungguh-sungguh ketika ia menujukan ketakutannya..


Lama.....Arga hanya berdiri menatap Michelle yang menatap ke arah lain dan memeluk tubuhnya sendiri.....


ketika merasa Michelle lebih tenang..Arga mendekat...hingga akhirnya ia pun duduk di atas ranjang dan kali ini Michelle menoleh...ia tidak setakut tadi....


''Tenanglah....aku bukan orang lain sayang...''


''Sayang........'' ulang Michelle dengan wajah polos...


Arga menoleh dan mengangguk...


''Kau calon istriku kita akan menikah dan kau mengalami sebuah tragedi....hingga kau keguguran....''


Deg!!!


Sontak Michelle menyentuh perutnya dan membuat Arga hanya mampu mengeraskan tatapannya..ia menatap Michelle yang sedang memeluk perutnya..airmata gadis itu jatuh di wajahnya yang bingung...


''Aku sedang hamil....''


''Anakku......kau sedang hamil anakku...''


Michelle menoleh lagi...ia terlihat merasa bersalah..


''Siapa aku...aku..tidak ingat apapun...mengapa....aku bahkan tidak ingat kau...''


''Namamu adalah Carissa Michelle Zayn jika kita resmi menikah nanti...aku calon suamimu kita saling mencintai..namaku adalah Arga Zayn....''


Arga berhenti sebentar dan menatap Michelle mencoba menelusuri perubahan wajah Michelle kalau-kalau dia sedang berbohong..namun yang ada Michelle malah terlihat mencoba berpikir..


''Apakah aku punya keluarga lain..'' tanya Michelle dengan penasaran..


''Tidak..kau yatim piatu dan kau adalah milikku..''ucap Arga dengan ketegasan sempurna di matanya..


Michelle akhirnya mengangguk patuh..walau ia berusaha untuk mengingat...


Michelle menyentuh kepalanya mencoba mengingat namun yang ada..ia tak bisa mengingat apapun...kali ini Arga mendekat dan memberanikan diri menyentuh kepala Michelle dengan lembut hingga gadis itu seketika mengangkat wajahnya..


Keduanya bertatapan....


''Maaf........''desah Michelle dengan airmata yang menetes..


Pasti sangat menyakitkan bagi pria ini karna ia keguguran...pasti mereka sedang menanti dengan bahagia..lalu mengapa dia keguguran, mengapa dia tidak bisa ingat...?


''Jangan mengatakan maaf....aku yang harus minta maaf,....aku meninggalkanmu karna pekerjaan dan semua terjadi..kau terpeleset di pinggir kolam dan kita kehilangan anak kita....''ucap Arga dengan menyesal..


Michelle masih menyentuh perutnya dengan sayang....dan sedetik kemudian..Michelle terkejut ketika Arga mendekatinya dan meraih tubuhnya untuk tenggelam di dalam pelukannya...


Deg!!!!


Arga memejamkan matanya..sungguh dia begitu bahagia bisa melihat Michelle membuka matanya kembali dan itu sudah cukup baginya..dan kali ini Michelle adalah milikknya...

__ADS_1


''Masih banyak waktu sayang, kita akan punya banyak anak setelah menikah nanti..''


Michelle mengangguk lalu membalas pelukan Arga meski dia masih merasa asing, pelukan ini tak pernah bisa di ingatnya namun.....mungkin karna dia tak hanya tak bisa mengingat saja...Michelle menyentuh punggung Arga dan mengusapnya lembut..hingga pria itu hanya memejamkan matanya...ternyata ini artinya jika kau menikmati pelukan dari gadis yang kau suka..


Kini tak ada yang bisa memisahkan mereka, anak itu sudah mati dan Arga akan menyelesaikan segalanya...


''Tentu saja..tapi walau begitu..aku minta maaf Arga..''


''Tentu saja....aku mencintaimu...''


Hening.......


Michelle tidak membalas ucapan Arga hingga pria itu hanya berdehem...ia tak perduli balasan Michelle yang terpenting adalah.....Michelle adalah Carissa dan ia adalah miliknya sekarang........


''Terimakasih Arga,....'' balas Michelle lembut...


*****************


2 bulan kemudian...


Dimitri duduk di dalam ruang kerjanya yang kosong, sementara matanya berkeliling dan tersenyum pada salah satu foto milik Michelle yang sedang memegang bunga dengan mengenakan gaun pengantin...senyumnya begitu indah dan penuh cinta.....ia terlihat bahagia dengan tatapannya yang begitu lugu dan polos..yah...seumur hidup Michelle hanya melihatnya...mencintainya, dan menunggu namun apa yang Dimitri lakukan sungguh membuat Michelle begitu menderita dan terluka..hingga rasanya kata maaf tak bisa menggantikan semua rasa sakit yang di alami oleh Michelle..ia baru sadar semua yang di rasakan Michelle ketika istrinya telah pergi meninggalkannya..


Tubuh Dimitri juga mengalami penurunan berat badan, Dimi tampak berantakan karna rasa frustasinya karna kehilangan Michelle..walau begitu wajahnya masih terlihat tampan dan ia sangat berkelas...


Pintu ruangannya di ketuk dan sesaat kemudian ia terkejut melihat Tomi melangkah masuk..


''Tuan Dimitri...ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda,...''


Dimitri menegakan tubuhnya dia mengerutkan kening...apakah rekan bisnis kita dari jepang..?


''Arga Zayn...'' ulang Dimitri dengan kerutan di dahinya,..nama itu terasa asing,...


''Yah....apakah tuan mau menemuinya,...jika tidak mau maka aku akan mengatakan padanya dengan jujur..''


''Baiklah..suruh dia masuk sekarang, mungkin saja dia berniat baik..''


Tomi pun mengangguk lalu meninggalkan ruangan, tak berapa lama kemudian seorang pria yang bertubuh tegap dan tinggi memasuki ruangan hingga Dimi pun bangkit dari tempat duduknya....dan menghampiri pria asing itu...


Arga mengulurkan tangannya dan membuat Dimi tertegun..


''Perkenalkan tuan Dimitri Swan..aku adalah Arga Zayn...''


Dimitri pun menurut membalas uluran tangannya dan tersenyum..


''Aku adalah Dimitri Swan....silahkan duduk..''


Arga mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan dan pandangannya terhenti pada sosok Michelle atau Carissa yang terpajang..dia sangat cantik...batin Arga menang..


dan tanpa sengaja Dimitri menatap ke arah yang sama...


''Dia istriku...namanya Michelle..''

__ADS_1


''Michelle....mengapa wajahnya mirip dengan istriku..namanya adalah Carissa Zayn...''ucap Arga dengan tenang..


Saat itu juga Dimitri membeku, seseorang yang mirip..? Seberapa mirip..? mau tak mau rasa rindu kembali bangkit di hati Dimitri..


Mereka pun duduk....


''Kau mau minum apa tuan Arga...''


Arga terkekeh...sambil melirik ponselnya..


''Istriku selalu mengawasiku agar tidak minum minuman yang ''panas'' padahal cuaca sekarang...''


Yang di maksud minuman panas oleh Arga adalah minuman seperti wisky atau sesuatu seperti wine...Carissa sangat cerewet...


''Mungkin anda bisa minum kopi..''


''Yah itu lebih ringan dan Carissa tak akan marah..''


''Kau sangat mencintainya...aku bisa melihat itu..''ucap Dimi terlihat iri.


''Dengan segenap hidupku dia seperti bintang yang tak pernah lelah menyinari hidupku yang gelap..''balas Arga bangga..


Ucapan Arga yang begitu membanggakan istrinya mau tak mau membuat sesuatu di dada Dimi seperti tertusuk sesuatu yang tajam..jika Michelle ada maka dia akan bersikap sama....tanpa sadar Dimi tersenyum.


''Maafkan aku...tapi dimana istrimu..'' tanya Arga penasaran..


Dimi pun tersenyum miris..


''Terjadi sesuatu pada hubungan kami...aku menyakitinya dan dia pergi...''


Arga mengangguk..


''Bersabarlah...mengapa kau tidak mencari penggantinya...''


''Tidak...aku mencintainya dan akan terus mencarinya selama hidupku....dan apakah istrimu sangat mirip...bisakah aku melihatnya..''


''Tentu......aku akan mengadakan pesta dan aku pikir aku akan mengenalkanmu pada Carissa...''


Dimi tampak lega...setidaknya melihat seseorang yang mirip dengan istrinya membuat ia sedikit tenang..


Arga berdehem..


''Yah...aku sampai lupa tujuanku menemuimu tuan Dimitri...''


''Aku minta maaf, aku malah menceritakan tentang istriku..''ucap Dimitri memijit dahinya...


Arga menatap Dimitri dengan tajam..


''Tidak masalah tuan...''


''Jadi aku datang untuk menawarkan kerjasama...''ucap Arga meletakan sebuah bekas perjanjian...

__ADS_1


Dimitri menatap dengan tajam....


''Kerjasama...''


__ADS_2