
Michelle kehilangan kata ketika Nila mengatakan hal yang menyakitkan untuknya...
''Nila.......''
''Aku melindungimu selama ini nona...aku dan smeua pelayan bahkan nasib Mr. Mike bergantung kepadamu..''
''Lalu kau pikir aku harus melakukan apa....kalau minta maaf aku tak akan pernah melakukannya...kakak juga menyakitiku..kau ingat..dia mengurungku disini......''
''Tapi kau tidak tersiksa secara fisik nona Michelle..bagaimana dengan kami.....''
Michelle memalingkan wajahnya..ia menjauh...
''Itu bukan urusanku Nila.......aku bisa melakukan apapun tapi tidak minta maaf padanya, aku tidak bisa....''
Nila menghela nafas...
''Seharusnya aku sadar jika orang kaya tetaplah egois...mereka tak akan mengorbankan apapun termasuk hal yang paling kecil.....selamat tinggal nona...''
Nila melangkah menuju pintu dan tenggelam disana..sementara Michele menyandarkan tubuhnya di dinding kaca sambil merenungkan perkataan Nila..
Apa yang sebenarnya kak DImitri inginkan....?
*********
Dimitri membuka pintu kamar dan menemukan Michelle masih belum menyentuh makananya sedikitpun..pria itu mengepalkan tangannya......
melihat gadis itu duduk di sudut ranjang dan memalingkan wajahnya ketika ia mendekat.......
''Michelle........''
Michelle masih memalingkan wajahnya tak ingin melihat wajah Dimitri sedikitpun, sementara pria itu mendekati ranjang dengan tenang.....
''Apakah kau tidak suka menu yang di bawakan pelayan.....''
''Kau.......sangat kejam.......''ucap Michelle dengan tatapan permusuhan..
Sementara Dimitri hanya tersenyum dengan santai..
''Makanlah atau kau akan kehilangan tenaga sayang.....''
Kalau dulu Michelle akan bahagia dengan panggilan sayang itu..kalau dulu dia akan bahagia..tapi entah mengapa saat ini panggilan sayang itu terasa mengerikan baginya dan Michelle bahkan tak tahan untuk mendengarkannya..
''Sudah kubilang kalau aku tak mau makan........''tantang Michelle dengan tatapan dingin.....
Habis sudah kesabaran Dimitri pria itu lalu meraih tubuh Michelle dan membawanya mendekat..keduanya saling menatap tajam.....
__ADS_1
''Mengapa kau sangat keras kepala.....''
''Mengapa kau melakukan itu....kau pikir dengan menyiksa Nila dan yang lain akan sanggup membuatku tunduk padamu.......tidak...aku juga putri kandung ayah dan ibu...aku punya hak.......''
''Hak apa.......kau membuatku tertawa...''
''Hak untuk melawanmu kakak.,...aku rasa apa yang kak Rob katakan benar..kau sangat mengerikan...aku ingin tinggal bersama kak ROb dan bukan denganmu...apa kau mengerti,....'' jerit Michelle melawan...
Kata-kata Michelle bagai api yang sanggup membakar Dimitri..wajahnya berubah mengeras...kali ini ia benar-benar marah.....di raihnya Michelle berdiri sejajar dengannya hingga membuat gadis itu ketakutan.,..
''Kau....ingin pergi...kau lupa bahwa itu tak akan terjadi Michelle..tempatmu adalah dirumah ini bersama denganku selamanya......''
''Selamanya....'' ulang Michelle dengan wajah yang syok...
Namun tatapan Dimitri semakin membara.....pegangannya terlalu kuat hingga Michelle mulai merintih....
''Kau sangat lancang dengan mulai mewalanku Michelle..tak taukah kau jika apa yang kau lakukan bisa membuatku hilang kesabaran dan membuat sekelilingmu hancur...''
''Apa maksudmu........''
''Aku akan membun*h Nila dan bukan itu saja...aku akan mengganti seluruh pelayan kesayanganmu dengan pelayanku yang baru dan untuk Mike........''
Airmata Michelle menetes dengan begitu derasnya...
''Kakak..........''tangisnya pecah sangat takut,...
Wajah Mike babak belur dan bengkak hingga nyari tidak di kenali..hingga membuat tubuh Michelle menjadi gemetar..ia menatap Dimitri yang seolah menikmati siksaannya dengan ketakutan yang kentara...
Kak Dimitri begitu mengerikan,...jika tak setuju mengapa harus menyiksa Mike bahkan para pelayan hanya untuk membuatnya patuh...?
Michelle sungguh tak mengerti mengapa kakak melakukannya...bukankah sikap kak Dimitri sangat aneh...?? mengapa justru sikap dan amarahnya menunjukann kalau ia seakan sedang cemburu....
Tapi tidak mungkin bukan....? mereka saudara....apakah benar saudara...?? sementara kak Rob malah mendukungnya untuk menikah..sebaliknya kak Dimitri malah menahannya agar tidak bersama pria lain...
Semua kenyataan ini seakan membuat Michelle menjadi gila sendiri...apa yang harus dia lakukan..???
jika dia terus melawan maka Nila dan semua pelayan akan.....dan bukan hanya itu Mike..pria yang di cintainya akan di lenyapkan...??
Michelle menundukan wajahnya ia sangat putus asa sekarang dan mau tak mau mengalah..
''Baiklah....aku minta maaf kak....jangan sakiti mereka aku mohon.....'' jerit Michelle dengan tubuh yang gemetar..
Dimitri menaikan sudut bibirnya dengan puas...tentu saja..sisi lemah seoang wanita adalah ia tak akan tahan melihat orang lain menderita apalagi karna dirinya...
Dimitri tersenyum...hingga Michelle merinding seketika..perubahan raut wajah Dimitri dari sangat marah lalu tiba-tiba menjadi lembut sangat mengerikan di matanya..sungguh Michelle menjadi ketakutan..
__ADS_1
Kebodohannya selama ini adalah dia terlalu polos untuk menilai seseorang, bagaimana bisa ibu percaya dan menyerahkan dirinya pada Dimitri yang kejam...??
''Aku senang.....kau bersikap pintar Michelle sayang...jika kau patuh maka orang di sekelilingmu akan selamat..semua tergantung sikapmu....sekarang makan dan berhenti membuatku marah.......''ucap Dimitri menyeret Michelle menuju meja kemudian menarik kursi dan mendudukan tubuh Michelle disana....
Michelle memejamkan airmatanya, ia sungguh tak habis pikir dengan kehidupannya yang gelap......
Sementara Dimitri menarik kursi dan mengawasinya makan.....
''Mengapa kau menatapku dan tak ingin makan, atau kau mau aku suapi....''
Michelle menggeleng lalu mulai makan walau dengan airmata yang menemani...
''Hapus airmatamu Michelle...''
''Apakah ini semua demi harta warisan.......''
Deg!!!!
Kali ini Dimitri membeku.....
''Apa maksudmu Michelle.....''
Michelle meneguk segelas air dan menatap Dimitri dari ujung meja.....
''Aku sudah mencoba berpikir berkali-kali mengapa ini terjadi..tapi aku tidak menemukan jawabannya kak...apa yang kau lakukan kepadaku..semua larangan anehmu tentang aku yang tak boleh pacaran..itu semua tak masuk akal bagiku kak....itu tidak normal..jadi aku pikir kau mungkin menginginkan harta warisan itu juga...seperti halnya kak Rob.......'' tanya Michelle dengan rasa sakit di dadanya..
Dimitri kemudian tertawa...walau tawa itu tak sampai di matanya ia mengeraskan wajahnya....
''Kau masih kecil..hanya itu alasanku..aku bahkan tidak butuh semua harta itu Michelle..yang penting bagiku adalah dirimu....''
Michelle mengerutkan kening dengan bingung...
'Kak Dimitri.........''
''Kau harus tetap berada di sisihku seumur hidumu dan aku tak pernah perduli hal yang lain lagi Michelle...''
Mata Michelle melebar dengan ekspresi syok..mengapa kakak semakin aneh saja...??
''Kakak.....aku pikir kau terlalu kejam, bukankah aku akan menikah suatu saat...kita akan punya keluarga masing-masing........''
Dimitri masih terdiam dalam ketenangannya hingga Michelle menghela nafasnya dengan berat.....
''Kakak......kau tidak akan mengurungku selamanya disini kan...kau akan membiarkan aku menikah bukan....kakak jangan bercanda karna ini sama sekali tidak lucu.....''
Dan wajah Michelle benar-benar pucat ketika Dimitri tampak mengiyakan pernyataannya..
__ADS_1
''Hoh.....tidak.....'' desah Michelle dengan tubuh yang bergetar........