
Michelle sedang terlelap dalam tidurnya ketika seseorang membuka pintu kamar dan masuk, lalu menguncinya...langkahnya terarah pada ranjang tempat Michelle berbaring dan segera menaiki ranjang dengan hati-hati...dan segera memeluk Michelle dari belakang, tak lupa jemari nakalnya mulai menyentuh permukaan pa yu da ra Michelle yang menjadi mainannya..
Michelle menggeliat di dalam tidurnya...sambil menjauhkan tangan nakal yang ia tau benar siapa pemiliknya....masih menutup matanya Michelle mengerang...
''Aku masih mengantuk sayang...''bisik Mikha dengan lemah..
Namun bukannya berhenti pria itu terus memainkan jemarinya di dada Michelle dan meremasnya pelan...tak sampai disitu saja...pria itu mulai menciumi leher jenjang Michelle dan membuat Michelle mengerang dalam tidurnya..
''Kau belum menerima hukuman sayang...''desah Dimi di belakangnya...
''Tapi aku ada kelas sore dan akan mengantuk..''
Dimi menjauhkan wajahnya...
''Tidak...kau tidak di ijinkan mengikuti kelas sore sayang..tidak...''
''Tidak...''ulang Michelle kembali memejamkan matanya,..
Ia sangat lelah...
''Aku akan menelfon Marco dan memintanya berubah jadwal untukmu....aku tak ingin kau berkuliah di sore hari sayang....''
Saat itulah mata Michelle terbuka dan ia menggeleng..tentu saja Marco akan curiga mengapa Dimi terlalu mengatur Michelle...tidak...lagipula dia hanya akan kuliah..
''Tidak Dimi...jangan seenaknya meminta perubahan jadwal kuliah atau aku akan menjadi sasaran bulian teman-temanku....aku tak ingin di istimewakan...''desah Michelle memohon.
Kali ini Dimitri membalikan tubuhnya agar keduanya berhadapan sambil melepaskan kancing atasan milik Michelle...ia tersenyum,....
''Aku tak bisa membiarkanmu keluar dari rumah sampai malam hari walau itu sampai kuliah...''bisik Dimi lega karna berhasil menurunkan gaun Michelle dan menyisakan bra tipis yang membungkus tubuhnya...Michelle hanya bisa pasrah,..Dimi adalah suaminya dia tak bisa melarang sentuhan Dimi pada tubuhnya..
Michelle mulai tidak fokus ketika Dimi mulai melepaskan branya dan menatap mata Michelle yang berkabut di selimuti gairah,...Michelle mulai terbiasa menerima sentuhannya..reaksi tubuhnya mengenali pemiliknya...
''Jadi kau mau melawan suamimu sendiri sayang....''
''Oh.....Dim...'' dibanding menjawab pertanyaan Dimi...
''Katakan.....''
''Kali ini saja...lagipula hanya dua jam dan akan selesai tepat waktu.''balas Michelle menahan sengatan gairah yang begitu kuat menyerangnya..
Dimi terkekeh menyadari wajah Michelle yang merah merona karna terbakar gairahnya sendiri..
''Baiklah..jika begitu aku akan menyiksa siang harimu bagaimana....''
''Dim.....''
Michelle malah mengerang nikm*t ketika Dimitri bergerak turun dan menyentuh permukaan pa yu da ra nya dan mulai mengul** put*ng pa yu da ra Michelle dan mencecapnya dengan lidahnya hingga tubuh Michelle bergetar..
__ADS_1
''Dim...cukup.....''
''Tidak....kau milikku....''desahnya parau..
''Aku tau tapi....aku tak bisa tidur kalau begini.....''
''Aku sedang tidak menyiksamu sayang, kau boleh tidur sekarang.....''
''Bagaimana bisa......'' jerit Michelle mulai merasa panas...
Sementara Dimi tak menggubris penolakan Michelle..ia tau istrinya kesal jika di ganggu dalam tidurnya namun..Dimi tak mampu menahan hasratnya kali ini...
''Aku tidak berbuat apapun.......''
Lidah Dimi kini mulai menari-nari di atas put*ng pa yu da ra Michelle dan memberi sensasi panas yang membuat Michelle seakan gila sendiri...
Terlalu nikmat...terlalu indah yang di rasakan Michelle hingga tubuhnya bergetar hebat...otaknya merasa beku dan tak bisa di ajak berpikir tentu saja...
Sentuhan Dimi bagai magnet yang kuat dan menariknya jatuh dalam lautan kenikmatan yang begitu dalam dan berenang disana...Michelle hanya bisa pasrah ketika Dimi sedang mencumbu kedua pa yu da ra Michelle berganti-ganti seolah candu yang tak ingin di tinggalkannya..
Setelah memastika Michelle telah tergoda, Dimi tersenyum menang....segera bergerak menindih tubuh Michelle dan mulai menciuminya dengan segenap gairah yang membara..
Bibir mereka saling melum** dan memberi kenikmatan yang begitu besar untu keduanya..hingga terdengar hanya erangan yang memenuhi ruangan luas itu..
Tubuh mereka bersatu dengan polos..sementata Dimi mulai menempatkan tubuhnya untuk kembali memasuki Michelle dengan gertakan gigi...hentakan tubuh Dimi mulai berirama ketika ia berhasil membawa Michelle dalam percintaan dasyat dan panas..
Michelle mampu mengimbangi pemainan Dimi dengan hasrat besarnya yang tak mampu di bendung....Michelle hanya pasrah ketika Dimi terus memacu tubuhnya di dalam diri Michelle...dan membawanya trbang ke awan penuh kenikmatan..
sampai akhirnya, tubuh Dimi mulai bergerak cepat hingga beberapa saat kemudian mem*ntahkan benihnya di dalam diri Michelle dan menjadi lega luar biasa..
Setelah selesai percintaan, tubuh Dimi ambruk di samping istrinya tak lupa meraih Michelle di dalam pelukannya...Michelle memjamkan matanya..dia hanya punya beberapa jam sebelum kembali masuk kampus...
Michelle tertidur di dalam pelukan dalam sekejap karna tubuhnya yang lelah sementara Dimi masih terjaga dengan kepuasan yang begitu kuat memeluknya sampai beberapa kali ia mengecup puncak kepala Michelle dengan sayang...lalu memejamkan matanya keduanya tertidur lelap...
********
Sore menjelang malam,...
Michelle baru saja selesai dengan mata kuliahnya..ia melangkah pelan keluar dari gedung kelasnya dan disaat yang sama...Marco keluar dari ruangannya..keduanya saling berhadapan..
Michelle tersenyum dengan menundukan kepala....sementara Marco tak sabar untuk melangkah menghampirinya...
''Marco.......''
''Kau sudah selesai kelas,...''
''Hm....aku sudah selesai..dan tinggal menunggu kak Dimi menjemputku..''ucap Michelle sambil memeluk bukunya...
__ADS_1
Marco hanya tersenyum...
''Baiklah bagaimana kalau aku mendampingimu sampai kakakmu datang...''
Michelle menoleh...
''Marco....''
''Sambil makan eskrim di depan kampus...'' sambungnya membujuk..
Michelle tak punya pilihan selain mengikuti kemauan Marco..ia menganggukan kepalanya sambil melangkah bersama menuju parkiran kampus...
''Apa kau tidak ingin punya kekasih...yang aku liat kau selalu menempel pada kakakmu Dimi...''ucap Marco sengaja memancing Michelle...
Michelle tersenyum....
''Hanya tinggal kak Dimi yang peduli padaku jadi aku harus mendengarkan kata-katamu...''
Marco tersenyum...
''Aku mengerti walau beberapa minggu ini aku mendengar sebuah rumor...''
''Rumor...'' Michelle menghentikan langkahnya ia sungguh ingin tau apa rumor itu....
Marco pun menatapnya...
''Kau penasaran Michelle...''
''Yah...apa rumor itu...''
''Aku mendengar kalau ternyata dirimu bukanlah anak kandung dari paman Harry...tentu saja ini hanya rumor bukan...''
Deg!!!!!
Michelle menoleh tajam, seketika itu juga ia membeku ketika melihat Marco yang juga menatapnya dengan tajam...
''Apakah kau punya jawaban lain Michelle...''
''Tidak..itu tidak benar Marco...''
Marco tersenyum sambil menatap jauh ke depannya...
''Tentu saja tidak benar, aku bahkan tidak percaya..karna kalau itu terjadi aku yakin Dimi sudah menikahimu sekarang untuk menyelamatkan kekayaan ayahnya yang begitu besar,..paman Harry sangat kaya...kau tau itu kan...'' ucap Marco dalam ketenangan..
''Jika memang itu benar, mengapa menikahiku adalah hal terpenting Marco....selain kekayaan..'' Michelle mulai terpancing dan inilah kesempatan bagi Marco untuk masuk..
''Kau mau tau....Michelle sayangnya kau tak tau betapa pentingnya dirimu di mata ayahmu Harry..dia meninggalkan warisan bagi anak perempuannya tidak sedikit, bahkan melebihi para anak lelakinya..dan Dimi tau itu.'' desis Marco mendekatkan wajahnya,..
__ADS_1
Wajah Michelle menjadi pucat,....namun ia tetap ingin tau....
''Apa maksudmu...'' mata Michelle menjadi panas....