Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Michelle Yang Marah


__ADS_3

Michelle melebarkan matanya tak percaya melihat Arga dengan percaya dirinya berdiri di hadapannya....ia menatap Michelle dengan senyuman...


''Michelle....''


Wanita itu melangkah cuek meninggalkan Arga yang hanya berdiri di hadapannya dengan mata yang terpejam..


Meta yang melihat hal itu buru-buru meninggalkan ruangan itu sementara Arga harus mengikuti langkah Michelle yang sudah lebih dahulu keluar ruangan..


''Michelle berhenti....aku bilang berhenti...''desisnya tenang..


Michelle menghentikan langkahnya....


''Ada apa.......'' ucapnya sedikit kesal..


Arga mendekat...


''Bukankah tidak sopan rasanya kau pergi meninggalkan aku di dalam...''


Michelle menyandarkan tubuhnya di mobil lalu memijit dahinya..Dimi menghilang begitu saja meninggalkannya tanpa sepatah katapun lalu Arga mulai berani datang menggodanya...hal itu membuat Michelle sungguh merasa sakit, dia seperti di permainkan....


''Arga.....cukup...aku sedang pusing sekarang...aku mohon jangan menggangguku...apakah kau tidak bisa mengasihaniku...aku sedang hamil...bagaimana bisa aku harus sedih setiap harinya...''ucap Michelle dengan suara yang mulai serak..


Arga tersenyum......


''Jangan khawatir bukankah aku sudah bilang kau boleh tenang karna aku tidak akan mengganggumu...''


''Tapi dengan tindakanmu sekarang kau sedang mengangguku dan anakku...''


''Michelle...karna kemungkinan besar kau mungkin adalah ibu dari bayiku aku telah memutuskan kalau mulai sekarang...aku akan menjadi temanmu, aku akan menjadi supirmu dan juga bodyguardmu..''


''Kau sakit jiwa...'' desis Michelle kemudian membuka pintu mobil dan hendak masuk..


''Michelle......''


''Aku sedang lelah tolong jangan menggangguku...bisakah aku memohon padamu kali ini Arga...atau aku akan menjadi gila karna tekanan darimu...''


Deg!!!


Arga terdiam...ia akhirnya melepaskan Michelle yang masuk ke dalam mobil......namun tak lama kemudian Arga melangkah menuju bangku supir dan mengetuk..lalu meminta supir itu keluar dan biarkan dia yang menyetir untuk Michelle..

__ADS_1


Menyadari hal itu membuat Michelle semakin frustasi namun ia menahan semuanya....kali ini Michelle benar-benar marah...mobil mulai melaju meninggalkan parkiran toko dan menembus jalanan yang cukup lengang....di sepanjang jalan Arga tidak mengatakan sesuatu yang memancing kemarahan Michelle..dan Michelle hanya bisa terdiam di tempatnya...sebentar ia mengecek ponsel dan sebentar pula ia menjadi kecewa..Dimi benar-benar menghilang......


Sampai tak terasa mobil memasuki halaman rumah keluarga Swan..Michelle keluar dari sana dan masuk tanpa sedikitpun menatap ke arah Arga yang hanya diam dan mengerti...tatapannya menjadi redup..


ia tau ini akan menjadi berat untuk Michelle....dia akan tersakiti........


******


Berkali-kali Michelle mencoba menghubungi ponsel Dimi namun tak bisa,....mengapa Dimi tega melakukan ini padanya..mengapa dia tega...?? Hoh astaga..padahal dia sedang hamil.......


Michelle melemparkan ponselnya begitu saja lalu naik ke atas ranjang dan tidur di atas sana sembari memejamkan matanya...


mencoba untuk tertidur dan berharap ketika dia bangun nanti Dimi sudah pulang kerumah...dan Michelle akan menghukum suaminya..


Michelle tertidur lelap karna memang dia kelelahan...semua pelayan tak ada yang berani mendekatinya...mereka hanya masuk ke kamar dan meletakan sarapan,...sejak hari itu Michelle tak pernah mau keluar dari kamarnya...bahkan ia tidak pernah ke toko lagi...Michelle hanya terlalu patah hati..mengapa dan mengapa Dimi mampu melakukan ini kepadanya..? Apa kesalahannya..? Bukankah selama ini mereka selalu bersikap mesra..? Mengapa Dimi berubah tiba-tiba...


Michelle sungguh kecewa sekali....sampai kedatangan Arga semakin membuatnya muak...Ayuna juga sering kerumah dan menemaninya sehingga Michelle lebih tenang...


Tak terasa sudah lebih dari seminggu Dimi menghilang dan kali ini Michelle memutuskan dia sudah habis kesabaran...


Pagi yang suram bagi Michelle, ia keluar dari lift dan melangkah menuju halamaan...dari jauh dia melihat Arga sudah duduk seakan sedang menunggunya..dan benar saja ketika Arga melihatnya Michelle mendekat....lalu menatap Arga dengan tajam..


''Michelle......''


''Bicara.......''


''Yah....namun tidak dirumah ini Arga...bagaimana dengan taman bunga..''


''Baiklah...aku juga ingin bicara kepadamu...Michelle..''


Arga pun sedikit curiga namun dia mengiyakan kemauan Michelle...dengan cepat ia mendekati pintu mobil dan membukanya lalu menuntun Michelle masuk lalu dia mengikutinya..mobil lalu keluar dari halaman rumah menuju daerah luar kota...


*******


Tak butuh waktu lama bagi Arga membawa mobilnya..mereka akhirnya sampai setelah menempuh perjalanan panjang..sementara itu..


Michelle kembali diam saja dan Arga juga tidak mengatakan apapun.......mereka akhrnya sampai di tempat yang di tuju..Michelle keluar dari dalam mobil dan menatap keindahan yang sama menyambutnya,...walau kali ini terasa hambar dari sebelumnya..sedangkan Arga mengikutinya dari belakang...


''Duduklah Michelle kau akan lelah....''

__ADS_1


Kali ini Michelle menatap tajam kepada Arga,....


''Bisakah kau jujur padaku...katakan apa yang sedang terjadi...aku yakin sekali kau tau Arga....katakan padaku tolong....kau tak mau terjadi sesuatu pada anak ini bukan...'' desis Michelle sedikit mengancam..


Mendengar hal itu membuat Arga menjadi waspada...pandangannya mengeras...


''Apa maksudmu Michelle......''


Airmata Michelle menetes di wajahnya....ia sungguh frustasi kali ini...dan tak punya harapan..dia sangat mencintai Dimi dan tak akan mampu menjalani harinya tanpa suaminya...bagi Michelle tak ada yang bisa menggantikan posisi Dimi di hatinya..tidak ada meski itu Arga..


''Katakan dimana Dimi saat ini...dia tak bisa melakukan ini padaku....aku sangat mencintainya....''isak Michelle begitu terguncang...


''Dia pasti akan memberimu kabar Michelle...tak bisakah kau bersabar...''ucap Arga mencoba menenangkan..


Namun Michelle menggeleng enggan menerima alasan apapun tentu saja dia tak ingin mendengar, kesabarannya telah menipis.


''Aku tak bisa....dengarkan aku Arga...aku yakin Dimi menemuimu sebelum pergi...apa yang dia janjikan padamu hah.... Mengapa kau mendekatiku........''


''Michelle....tenang......''


Arga mendekat dan menyentuh bahu Michelle dengan sedikit kuat..Michelle tampak rapuh...keduanya kembali bertatapan...


''Dimi akan segera menghubungimu Michelle.....''


''Aku tidak bisa menunggu lagi Arga..katakan apa yang terjadi...apakah dia punya wanita lain, atau dia sakit keras...aku sungguh-sungguh ingin tau...apa yang membuatnya sampai tega meninggalkan aku tanpa sebuah kabar..bahkan Tomi juga tak bisa di hubungi....''ucap Michelle dengan sesegukan ia tampak sungguh frustasi..


Arga lalu menatapnya tajam.......


''Sudahlah...saatnya kau pulang...disini tidak terlalu baik untuk kehamilanmu..''tegas Arga dengan posesif..


Arga lalu ingin menggenggam tangan Michelle dan membawanya menuju mobil namun dengan kuat wanita itu menghempaskan pegangan Arga kepadanya dengan tangisan sakit hati...


''Aku benci kau...aku benci Dimi..bukankah dengan begini kalian semua sedang mempermainkan aku....maka jangan salahkan aku jika kalian berdua tak akan pernah melihatku lagi...'' tatap Michelle dengan sakit hati.


Arga mengerang, sesuatu di dadanya begitu nyeri melihat airmata yang menetes di wajah Michelle..


Sungguh ia mencintai wanita ini dengan sangat besar.........


Deg!!!!

__ADS_1


''Apa maksudmu Michelle.......'' ucap Arga waspada....


__ADS_2