Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Semuanya Hancur


__ADS_3

Michelle terbangun dari tidurnya yang lelah, ia pun menegakan tubuhnya namun rasa nyeri langsung menghantam sadarnya dan membuatnya mengerang tidak tahan...sampai airmatanya menetes..Michelle mengeluh, ketika daerah intinya terasa sakit. Dengan mengigit bibirnya Michelle berusaha bangun dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, kepalanya terasa sakit, dan tidak hanya kepala namun seluruh tubuhnya terasa remuk.


Michelle membuka matanya lebar dan mengedarkan matanya di sekelilingnya di dalam kamarnya, sepi....tak ada siapapun..tak ada jejak siapapun, termasuk Dimitri yang telah melampiaskan hasratnya...


Hening.......


Michelle kemudian menunduk, meneliti semua jejak tubuhnya yang mulai meninggalkan jejak kebiruan akibat sentuhan kasar Dimitri...bahkan tubuhnya di biarkan polos begitu saja lalu Dimitri pergi entah kemana..


Namun...itulah yang akan dia terima...Dimitri bahkan selalu memberinya peringatan tegas tentang perlakuannya nanti..


''Aww.....'' desah Michelle ketika ujung dadanya terasa perih....


Ia pun tak dapat menahan perasaan sakitnya, Michelle mulai terisak di atas ranjangnya..duduk sambil memeluk lututnya sendiri yang gemetar..bagaimana kini nasibnya ia tau benar jika di depannya hanya ada penyiksaan, Mike mungkin sudah mati dan hidup kak Rob bergantung kepada Dimitri saat ini..dia tak bisa kemanapun..dia tak bisa melakukan apapun selain pasrah, karna jauh di dalam hatinya dia merindukan kakaknya Rob..walau memang Rob sedikit tidak perduli kepadanya namun...Michelle tak bisa begitu saja diam ketika kakaknya sedang butuh dirinya..


Airmata Michelle seolah tidak mengering, ia terus menangis..dia butuh menangis sekarang untuk menghadapi sikap Dimitri nanti....ia tau benar sikap baik dan lembut Dimitri selama ini akan menjadi kenangan....pria itu sangat membencinya dan hal yang sama di rasakan Michelle..ia sangat membenci Dimitri yang telah menghancurkan semuanya, masa depannya dan semuanya tak ada yang tersisa lagi darinya...


Kini hidup Michelle hanya bergantung pada hidup kakaknya...yah..Michelle akan melakukan apapun demi hidup Rob...


***********


Setelah melewati proses membersihkan dirinya yang menyiksa, Michelle keluar dari kamar, mengenakan gaun berlengan panjang untuk menutupi tubuhnya...


Michelle menuruni tangga, ada yang berbeda lagi semua pelayannya baru...tak ada wajah lama termasuk Ela..Dimitri mengganti pelayan sesuka hatinya, mungkin termasuk dirinya..Michelle juga tidak berharap...Dimitri akan terus mencintainya..mungkin dia bisa berharap suatu saat Dimitri bisa menemukan orang lain dan melepaskannya..


''Selamat siang nyonya...''


Michelle mengangkat wajahnya dan menemukan wajah polos seorang gadis muda, usianya mungkin sekitar 15 tahun...


''Siapa kau..apakah kau pelayan baru...''


''Yah...namaku Vena...''


''Vena....apakah kau adalah pelayanku...''


''Yah..tuan Dimitri memintaku menemani nyonya..''


Michelle menghela nafas,..setidaknya ia tidak menjadi gila sendirian, Vena sepertinya akan cocok dengannya..


''Baiklah.....lalu apa tugas pertamamu..''tanya Michelle,....


''Tuan meminta nyonya menemuinya di taman...''


''Baiklah...''


Michelle lalu melangkah di ikuti Vena di belakangnya mereka beringan menuju pintu keluar...


''Berapa usiamu..''


''15 tahun nyonya....''


''Orangtuamu.......''

__ADS_1


''Sudah meninggal...''


Michelle brdehem,...dia tak sendiri mengenai kehilangan..


''Saudaramu......''


''Aku anak tunggal dan tuan Dimitri mengambilku dari panti asuhan....''


Michelle kemudian menghentikan langkahnya...lalu menoleh...


''Jangan ikuti aku lagi Vena...aku akan bicara dengan tuan...jika aku sudah selesai bicara kau boleh menemaniku...'' Michelle tersenyum..


Vena langsung menunduk patuh...


''Terimasih atas senyuman nyonya...aku akan menunggu...''


Michelle mengangguk lalu melangkah mendekati Dimitri yang sedang duduk di dalam taman, menyadari kehadiran Michelle Dimitri mengeraskan wajahnya..Michelle lalu mendekat dan duduk di hadapan Dimitri..


Sementara Dimitri menatap Michelle yang tampak masih pucat..mau tak mau hatinya sedikit nyeri...


''Selamat siang...Dim.......''


''Tuan...kau harus memanggilku dengan sebutan tuan...apa kau mengerti...'' ucapnya dengan dingin..


Michelle membeku namun segera sadar lalu mengangguk..


''Baik..karna memang di antara kita tak ada ikatan darah atau apapun jadi terimakasih kau menyadarkan aku tentang posisi kita,...


''Bagaimana keadaanmu...''


Michelle mengigit bibirnya, entah mengapa tubuhnya menjadi ngilu ketika membayangkan apa yang dia alami semalam..bahkan tidak sedikit jejak kebiruan di sekujur tubuhnya sensitifnya...Michelle masih diam seolah tenggelam sendiri dengan perasaannya..


''Michelle....''


''Yah......maafkan aku, aku baik-baik saja...aku bisa bertahan...''


Kali ini Dimitri benar-benar meneliti setiap perubahan ekspresi di wajah Michelle yang masih pucat..di bibirnya ada bekas luka, sebagian besar karna ciuman kasarnya semalam, Dimitri menghela nafas..pandangannya lalu turun di telapak tangan Michelle yang berusaha menarik lengan baju untuk melindungi tangannya, ia yakin kalau ada banyak tanda di tubuh Michelle karnanya..


Dimitri berdehem....


''Kau yakin baik-baik saja...jika kau sakit maka kita bisa menghubungi dokter...''


Kali ini Michelle mengangkat wajahnya..ia menatap lurus mata Dimitri...lalu trsenyum seolah tak terjadi apapun...


''Jangan lupa bahwa kita saling membenci sekarang tuan Dimitri...aku tidak apa-apa jangan kasihan padaku....aku bisa bertahan...''desis Michelle keras kepala..


Dimitri pun tertawa dingin.......


''Kau pikir aku melakukannya karna aku...perduli padamu begitu..Michelle....jangan naif...kebencianku bahkan lebih besar padamu...satu-satuny alasan bagiku hanyalah karna aku tak mau kau menggunakan sakitmu untuk tidak melayani kebutuhanku..''


Rasanya dada Michelle sesak mendengar ucapan Dimitri, ini semua karna pikirannya yang bodoh dan polos mana mungkin Dimitri perduli...sekuat tenaga Michelle menahan rasa sakitnya..

__ADS_1


''Aku...akan memberita Vena jika ada yang terjadi padaku....dan mengenai Vena, terimakasih karna kebaikan hatimu...


Dimitri membeku......


''Aku ingin Vena menjadi penghubung kita ketika aku akan menemuimu..kamar kita akan terpisah aku akan memanggilmu jika aku butuh Michelle..''


''Baik.......''


''Kau boleh melakukan apapun di dalam rumah ini..namun...kau tak boleh keluar dari rumah tanpa ijin dariku...apa kau mengerti..'' ucap Dimitri penuh penekanan...


Michelle pun menurut....


''Terserah padamu tuan Dimitri...''


''Bagus....''


Dimitri lalu berdiri dan hendak melangkah namun Michelle pun berdiri dan menghalangi jalan Dimitri dengan langkahnya yang pincang...keduanya bertatapan...


Dimitri menyadari kesakitan Michelle yang berusaha ia tutupi...


''Ada apa.......''


''Kakakku....bagaimana dengan kakakku...''


Dimirtri mengeraskan rahangnya..mengapa Michelle malah memikirkan Rob yang sedang berfoya-foya,...betapa bodohnya Michelle...


''Dia baik-baik saja, dia masih hidup kalau itu maksudmu....''


Mata Michelle menjadi panas....


''Aku ingin kau tetap memberinya uang,...dia bilang padaku kalau dia sedang sakit,..aku tidak bisa.....''


''Memberinya uang lagi......apa kau sudah gila Michelle..tak taukah kau......''


''Anggap saja kau membayarku..aku akan melakukan apapun...hanya dia satu-satunya saudaraku...'' airmata Michelle menetes...ia mendekati Dimitri dan tanpa sadar meraih lengan Dimitri...


''Apa kau sadar apa yang kau minta Michelle...kau tau benar kalau Rob tidak sakit...''


''Aku percaya kepadanya...'' ucap Michelle dengan mata yang basah..


Dimitri menghempas pegangan Michelle darinya lalu mendekati Michelle...


''Baiklah..tapi ingat satu hal jangan pernah menolakku jika aku ingin menyentuhmu...''


Michelle mengangguk dengan cepat...


''Aku janji....''


Dimitri lalu melangkah meninggalkan Michelle sendirian di tengah taman yang sepi...hingga tanpa sadar airmata Michelle menetes di wajahnya...jemarinya menahan dadanya yang sesak...


Kakak.......aku merindukanmu....desah Michelle dengan airmata yang menetes.....

__ADS_1


__ADS_2