
Setelah menempuh perjalanan yang jauh akhirnya sampailah mereka di villa namun ironisnya Michelle malah masih tertidur di pelukan Dimitri yang posesif..dia tertidur seperti bayi dan hal itu membuat Dimitri hanya mampu tersenyum..
Penjaga Villa miliknya sudah menyiapkan segala sesuatu kebutuhan mereka selama dua hari ada chef yang di datangkan langsung oleh Dimitri unutk memasak sesuatu yang enak untuk mereka berdua..akhirnya Dimitri turun dari mobil sambil membawa tubuh Michelle ke lantai atas...
Sesampainya di kamar, pria itu mendekati ranjang dan meletakan Michelle disana lalu menyelimutinya..pria itu lantas tersenyum dan ikut berbaring di samping Michelle ia cukup lelah karna perjalanan jauh mereka dan mulai mengantuk..
********
Mata Michelle terbuka dan mulai merenggangkan tubuhnya,.....matanya melirik sekelilingnya yang gelap..dimanakah dirinya...?? Michelle memegang kepalanya yang terasa pusing..sambil mengingat ia tertidur di mobil mengapa sekarang dia berada di ranjang...??
Michelle menoleh ke samping dan membeku ketika ia merasakan tubuh seorang pria sedang terbaring di sampingnya..sontak gadis itu segera menjerit ketakutan..
''Aaaarrrrggggghhhh.......''
Jeritan Michelle membuat Dimitri terjaga seketika pria itu bangkit dan segera menyalakan lampu di samping tempat tidur sekaligus membuat Michelle merasa lega luar biasa..
''Kakak........''
''Kau menganggetkan aku saja Michelle...kau..''
Dimitri membeku ketika Michelle menghambur ke pelukannya dengan nafas yang tak teratur karna rasa takut...
''Aku pikir aku dirumah hantu, seseorang menculikku dan ingin membunuhku...aku...''
Dimitri terkekeh sembari membalas pelukan Michelle...mendekapnya dengan sayang..
''Hantu dari mana....kau tidur terlalu lama dan mulai berpikir yang aneh...''
''Tapi hari sudah gelap...''
''Ayo...kita akan makan malam di bawah...''
''Tidak mau...aku takut...''
''Ada aku kakakmu Michelle..''
Michelle menjauhkan tubuhnya...
''Kakak...bagaimana kalau kakak tidur di kamarku saja...''
Deg!!!!
Jantung Dimitri berdebar pelan...
''Kau sudah besar..aku tak bisa tidur di kamar ini...''
__ADS_1
''Masukan saja ranjang kakak..kita berada dikamar yang sama..aku sangat takut...''
Dimitri akhirnya mengalah..mau bagaimana lagi..
''Baiklah....aku akan meminta pelayan memasukan satu ranjang lagi di ruangan ini dan...kita akan tidur bersama disini...'
''Bagus,...aku senang sekali...''
Michelle segera melompat turun dari ranjang meninggalkan Dimitri yang masih mematung....ada apa dengan dirinya..sadarlah Dimitri...walau dia tidak sedarah denganmu tapi..dia bahkan memanggilmu dengan sebutan kakak...
''Kakak...ayo cepat..kita ke bawah..aku sudah lapar..''jerit Michelle tak sabar...
Mau tak mau Dimitri hanya menurut ketika gadis itu menariknya turun....
Mereka menuruni tangga bersama di sambut oelh penjaga Villa dan istrinya..mereka menundukan kepalanya dalam-dalam ketika Dimitri dan Michelle menuruni tangga..
''Selamat malam tuan dan nyonya Swan...selamat atas pernikahan kalian kami doakan tuan dan nyonya selalu bahagia..''
Deg!!!
Penjaga Vila begitu terkejut dengan perkataan lancang istrinya..hal yang sama juga di alami Michelle..mengapa bibi ini malah bilang mereka suami istri..? astaga dia tidak tau hubungan mereka kalau mereka adalah saudara..
Michelle menuruni satu tangga mendahului Dimitri yang hanya berdiri dalam diam..dia menikmati perkataan istri sang penjaga Villa dengan santai...lagi pula memang mereka bukan saudara kandung...
''Maaf bibi...tapi kau salah...aku adalah adik dari kakakku itu artinya aku bukanlah istrinya...''ucap Michelle masih tersenyum..
''Maafkan saya nona,...saya telah salah menilai..saya pikir nona dan tuan suami istri karna..untuk ukuran saudara....benar-benar tidak mirip..''
''Berta...lancang sekali kau..'' ucap sang penjaga Villa dengan geram..buru-buru mendekati istrinya...
''Aku mohon maaf tuan Dimitri dan nona Michelle...istriku benar-benar tidak tau...''
Michelle terlanjur kesal sementara Dimitri lebih santai..ia mendekati Michelle dan memeluknya...
''Sudahlah..bukan masalah besar,...dia sudah minta maaf dan aku sedang bahagia dengan adikku sekarang...kau..bisakah membawa istrimu pergi...'' lirik Dimitri tenang....
Pria itu menagngguk dengan cepat lalu menarik paksa istrinya keluar dari sana...sedangkan Michelle masih memasang wajah cemberut..
hingga Dimitri menyentuh ujung dagu Michelle dan tersenyum....
''Hey...mengapa wajahmu begitu....''
''Bibi itu membuatku kesal saja..mengapa dia mengatakan hal tidak masuk akal seperti itu..bagaimana mungkin kita bukan saudara...enak saja...aku kesal sekali...''
''Ssst....sudahlah..jangan mendengarkannya, lagipula dia hanya orangtua..ayo kita ke dapur..''
__ADS_1
Dimitri merangkul Michelle sambil melangkah menuju dapur dan..Michelle terpana melihat seorang pria muda yang menjadi chef mereka sangat tampan dan sedang memasak..
Michelle sontak melangkah mendekati pria itu sekaligus melepaskan diri dari rengkuhan Dimitri hingga pria itu hanya bisa terpaku..
''Selamat malam..nona dan tuan....perkenalkan..namaku adalah Cheff Ricky...aku akan menemani makan pagi, siang sore dan malam anda...''
''Bagaimana kalau aku lapar di tengah malam..apakah kau akan memasak untukku...'' tanya Michelle dengan polos..
Kata-kata Michelle sanggup memercikan api cemburu di hati Dimitri..pria itu mencoba bersabar..
Ricky sang Chef hanya tersenyum salah tingkah...ia menatap Michelle...
''Kapanpun nona membutuhkan aku maka aku akan siap memasak untuk anda...''
''Bagus sekali...aku punya penyakit lambung yang kambung kapan saja..aku butuh makan setiap waktu...''ucap Michelle dengan nada lembut...
''Ehhmm.....bisakah kami makan sekarang...'' ucap Dimitri dengan sorot mata beku..
Ricky menyadari tatapan tidak suka itu lalu mulai menjalankan tugasnya memasak, sementara Michelle dan DImitri berbicara ringan..tanpa sadar malam itu Michelle membuat seorang Dimitri menjadi lebih santai dan lebih banyak tersenyum..
Mereka pun mulai makan sampai puas...lalu Dimitri meminta Ricky menyiapkan sesuatu untuk di simpan bagi Michelle jika dia lapar dia tak perlu membangunkan Ricky di tengah malam..
Usai menikmati makan malam..mereka kembali ke kamar...karna esok pagi Dimitri akan mengajak Michelle ke segala tempat yang indah....pria itu membuka pintu kamar lalu mereka pun masuk....Dimitri meminta Ricky membuatkan coklat hangat untuk Michelle sebagai pengantar tidur adik kecilnya..
''Minumlah dan tidur lebih nyenyak sayangku...'' bisik Dimitri ketika Michelle mulai meneguk coklat panas di cangkirnya..
''Enak sekali...'' bisik Michelle dengan senyuman puas..
''Kau akan merasa lebih baik...''sambung Dimitri dengan suara yang dingin...
''Hmm....''
Michelle menghabiskan coklat hangat itu dalam sekejap..lalu mulai mengantuk....
sementara Dimitri mengawasi Michelle seperti seekor elang yang menunggu mangsanya menjadi lega....
Dan....tak butuh waktu lama..Michelle langsung menjatuhkan diri di ranjang dan terlelap..
sementara itu Dimitri bangkit dari tempat duduknya menghampiri Michelle dan duduk di pinggir ranjang....
Obat tidur yang ia gunakan akan membuat Michelle tak sadar akan sentuhannya..pria itu tersenyum..jemarinya naik dan menyentuh atasan Michelle dan membukanya...
''Kau adalah milikku Michelle Swan...sebagai tawananku, pemuasku...itu adalah balasan yang pantas karna ibumu sudah membohongi ayahku dan aku....kau akan membayar segalanya...aku tak akan melepaskanmu....''
Jemari kokoh Dimitri mulai menyentuh pa yu da ra Michelle dan meremasnya pelan...sembari bibirnya mendarat mulus di permukaan puncaknya...
__ADS_1
Deg!!!!!!!